Surat Al-Ahzab Ayat 1

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ ٱتَّقِ ٱللَّهَ وَلَا تُطِعِ ٱلْكَٰفِرِينَ وَٱلْمُنَٰفِقِينَ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

Arab-Latin: Yā ayyuhan-nabiyyuttaqillāha wa lā tuṭi'il-kāfirīna wal-munāfiqīn, innallāha kāna 'alīman ḥakīmā

Artinya: Hai Nabi, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,

« As-Sajdah 30Al-Ahzab 2 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Pelajaran Penting Terkait Surat Al-Ahzab Ayat 1

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Ahzab Ayat 1 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beraneka pelajaran penting dari ayat ini. Terdokumentasikan beraneka penjabaran dari berbagai pakar tafsir terhadap makna surat Al-Ahzab ayat 1, sebagiannya sebagaimana termaktub:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Wahai nabi, hendaknya kamu selalu bertakwa kepada Allah dengan menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya, agar orang-orang yang beriman meneladanimu, karena mereka lebih memerlukan hal itu daripada dirimu. Dan jangan menaati orang-orang kafir dan munafik. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, juga Maha bijaksana dalam penciptaan, perintah dan pengaturanNya.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

1-3. Allah berfirman kepada Rasulullah dengan menyematkan sifat mulia kenabiannya, dan memerintahkannya untuk tetap teguh di atas ketakwaan kepada Allah dan menyelisihi orang-orang kafir dan munafik. Allah Maha Mengetahui hamba-hamba-Nya dan Maha Bijaksana dalam perkataan dan perbuatan-Nya.

Dan Allah memerintahkannya untuk mengikuti wahyu yang diturunkan Allah kepadanya, dan perintah ini mencakup seluruh umatnya juga. Allah Maha Mengetahui segala yang mereka kerjakan, tidak ada yang tersembunyi dari-Nya.

Kemudian Allah memerintahkan Rasulullah untuk bertawakkal kepada Allah. Cukuplah Allah sebagai penjaga dan penolong orang yang bertawakkal kepada-Nya.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

1. Wahai Nabi! Tetaplah kamu dan orang-orang yang bersamamu pada ketakwaan kepada Allah dengan menaati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta takutlah hanya kepada-Nya semata. Janganlah kamu taati orang-orang kafir dan munafik dalam urusan yang diinginkan oleh nafsu mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui tipu daya orang-orang kafir dan munafik, Dia Maha Bijaksana dalam penciptaan-Nya dan kepengurusan-Nya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

1. يٰٓأَيُّهَا النَّبِىُّ اتَّقِ اللهَ (Hai Nabi, bertakwalah kepada Allah)
Yakni tetaplah dalam ketakwaan kepada Allah dan tambahlah ketakwaanmu itu.

وَلَا تُطِعِ الْكٰفِرِينَ(dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang kafir)
Yakni dari para penduduk Makkah dan orang-orang kafir yang semisal mereka.

وَالْمُنٰفِقِينَ ۗ( dan orang-orang munafik)
Yaitu orang-orang yang menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekafiran.
Ayat ini diturunkan sebab mereka mengatakan kepada Nabi: “janganlah kamu olok-olok tuhan-tuhan kami lagi, dan janganlah mengejek mereka; namun katakanlah bahwa mereka dapat memberi syafaat bagi orang yang menyembah mereka.” Maka Allah memerintahkan Rasulullah untuk tidak mempedulikan perkataan mereka.


📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

{ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ ٱتَّقِ ٱللَّهَ } "Hai Nabi, bertakwalah kepada Allah".

Allah ta'ala memanggilnya dengan menyebut sifatnya tidak dengan namanya sebagai pengagungan untuknya; maka dapat difahami bahwa menghadap kepada orang-orang besar dengan menyebut namanya tidaklah layak.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

Disebut surah Al-Ahzab karena kandungannya berisi tentang peristiwa perang khandaq atau ahzab yang terjadi di kota Madinah antara kaum musyrik quraisy dan Ghathafan, dengan kesepakatan dengan orang Yahudi Bani Quraidzah untuk memerangi umat Islam,

1. Wahai Nabi, giatlah kamu untuk taat kepada Allah, dan hendaklah orang-orang mukmin takut kepada Allah sebab kamu telah menjadi contoh bagi mereka. Janganlah kamu taat kepada orang kafir dan orang munafik. Yang mengajakmu dengan cara toleransi dan kelembutan, berpaling meninggalkan Tuhan mereka dengan cara yang buruk, sesungguuhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu sebelum diciptakan, Maha Bijaksana atas apa yang diciptakan dan diatur, memerintah dan melarang, para Ulama’ Tafsir berkata: orang-orang Musyrik mengajak Rasulullah SAW untuk menolak untuk menyebut Tuhan-Tuhan mereka dengan sebutan yang buruk, dan hendaknya Rasul menjawab: Sesungguhnya dalam ayat ini mengandung syafaat, renungkanlah itu dan itulah sebab turunnya ayat ini


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Wahai Nabi, bertakwalah kepada Allah dan janganlah menuruti orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha bijaksana


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

1-2. Maksudnya, hai orang yang telah dikaruniai kenabian oleh Allah dan diutamakan dengan wahyuNya serta diutamakan atas seluruh manusia! Syukurilah nikmat Rabbmu yang telah dikaruniakan kepadamu dengan menggunakan takwaNya yang engkau lebih utama dengannya daripada selain engkau, dan yang wajib atasmu darinya lebih besar daripada selain kamu. Maka wajib atasmu darinya lebih besar daripada selain kamu. Maka patuhilah perintah-perintahNya dan larangan-laranganNya, dan sampaikanlah risalahNya (ajaranNya) dan sampaikanlah wahyuNya kepada hamba-hambaNya, serta berikanlah nasihat kepada manusia, dan jangan sekali-kali kamu menaati setiap orang kafir yang telah menampakkan permusuhannya terhadap Allah dan RasulNya, ataupun orang munafik yang sudah merahasiakan pendustaan dan kekafiran, dan menampakkan lawannya. Mereka itu semua adalah musuh yang sesungguhnya. Maka janganlah taat kepada mereka dalam sebagian perkara yang dapat merusak takwa dan membatalkannya, dan jangan kamu mengikuti keinginan mereka, karena akan menyesatkanmu dari yang benar,
“dan” akan tetapi “Ikutilah apa yang diwahyukan Rabbmu kepadamu,” sebab sesungguhnya itulah petunjuk dan rahmat, dan berharaplah dengannya pahala dari Rabbmu, karena sesungguhnya Dia “Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” Dia akan memberikan balasan kepada kalian sesuai dengan apa yang Dia ketahui dari kalian, yaitu kebaikan atau keburukan.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 1-3
Ini adalah peringatan yang berkedudukan tinggi yang ditujukan kepada orang yang lebih rendah kedudukannya. Karena sesungguhnya Allah SWT itu apabila memerintahkan kepada hamba dan rasulNya dengan ini, maka itu untuk memerintahkan kepada selain dia dengan cara yang lebih utama dan lebih kuat
Firman Allah: (dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik) yaitu, janganlah mendengar ucapan mereka dan meminta saran dari mereka (Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana) yaitu, dia lebih berhak untuk diikuti perintah-perintahNya dan ditaati, karena sesungguhnya Dia Maha Mengetahui akibat segala urusan, dan Maha Bijaksana dalam semua firman dan perbuatanNya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu) yaitu berupa Al-Qur'an dan sunnah (Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan) Maka tidak ada sesuatupun yang tersembunyi dariNya, dan bertawakallah kepada Allah, yaitu dalam semua urusan dan keadaanmu (dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara) yaitu, cukuplah Allah sebagai Pemelihara bagi orang yang bertawakal dan bertaubat kepadaNya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-Ahzab ayat 1: Surat ini dimulai dengan seruan kepada Al Musthafa ﷺ dengan kunyah sebagai penghormatan dan pemuliaan baginya ﷺ, Allah memerintahkannya agar bertakwa yang (takwa) itu adalah wasiat bagi orang-orang yang pertama dan terakhir, dan agar mendekatkan diri kepada Allah dalam kesendirian maupun tidak. Dan juga agar memerintahkan orang-orang yang beriman dan menganjurkan mereka untuk bertakwa kepada Allah dan memenuhi janji, kemudian agar tidak mentaati orang-orang kafir, juga orang-orang munafik yang mereka minta agar orang-orang yang beriman beribadah kepada tuhan-tuhan dan sesembahan-sesembahan mereka yang buruk. Allah menjelaskan bahwa diri-Nya mengetahui yang tersembunyi atas urusan hamba-Nya, dan memiliki hikmah dalam urusan hamba-Nya.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Maksudnya, wahai orang yang dikaruniakan kenabian oleh Allah, dikhususkan dengan wahyunya, dan dilebihkan di antara sekian makhluk-Nya! Syukurilah nikmat Tuhanmu yang dilimpahkan kepadamu dengan melakukan ketakwaan kepada-Nya, di mana engkau lebih harus bertakwa daripada selainmu, kewajibanmu lebih besar daripada selainmu, maka kerjakanlah perintah-Nya dan jauhilah larangan-Nya serta sampaikanlah risalah dan wahyu-Nya serta berikanlah sikap tulus (nasihat) kepada makhluk-Nya. Jangan sampai ada yang menghalangimu dari tujuan ini, oleh karenanya janganlah menaati setiap orang kafir yang menampakkan permusuhan kepada Allah dan Rasul-Nya serta orang munafik yang menyembunyikan kekafiran dan pendustaan, tetapi yang ia tampakkan malah sebaliknya. Janganlah menaati mereka dalam sebagian perkara yang berlawanan dengan ketakwaan, dan jangan ikuti hawa nafsu mereka, sehingga nantinya mereka menyesatkanmu dari jalan yang lurus.

Yakni tetaplah bertakwa kepada-Nya.

Dalam hal yang menyelisihi syariatmu.

Apa yang akan terjadi sebelum terjadinya.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Ahzab Ayat 1

Wahai nabi! bertakwalah kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya; dan karenanya janganlah engkau menuruti keinginan orang-orang kafir agar engkau berpaling dari ketaatan kepada Allah, dan janganlah engkau menuruti kehendak orang-orang munafik agar engkau duduk bersama mereka dan menjauhi kaum duafa. Sesungguhnya Allah maha mengetahui akibatnya, mahabijaksana dalam segala firman dan aturan-Nya. 2. Dan karena itu, ikutilah dan lakukanlah apa saja yang telah diwah-yukan tuhanmu kepada engkau. Sungguh, Allah maha mengetahui dengan sangat teliti terhadap apa yang kamu kerjakan, baik secara terang-terangan maupun tersembunyi; dan dia akan membalasnya sesuai apa yang telah kamu lakukan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah beragam penafsiran dari banyak ahli tafsir terhadap kandungan dan arti surat Al-Ahzab ayat 1 (arab-latin dan artinya), semoga bermanfaat bagi ummat. Support dakwah kami dengan mencantumkan tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Halaman Cukup Banyak Dikunjungi

Baca banyak konten yang cukup banyak dikunjungi, seperti surat/ayat: At-Tahrim 8, At-Taubah 105, Al-Baqarah 148, At-Takwir, At-Taubah 122, Al-Insyirah 8. Ada pula Al-Alaq 1-5, Al-Hujurat 10-12, Al-Isra 26-27, Al-Insyiqaq, Al-Mu’minun, Ath-Thalaq 2-3.

  1. At-Tahrim 8
  2. At-Taubah 105
  3. Al-Baqarah 148
  4. At-Takwir
  5. At-Taubah 122
  6. Al-Insyirah 8
  7. Al-Alaq 1-5
  8. Al-Hujurat 10-12
  9. Al-Isra 26-27
  10. Al-Insyiqaq
  11. Al-Mu’minun
  12. Ath-Thalaq 2-3

Pencarian: alfatihah terjemahan, qs al mulk ayat 2, ayat alquran beserta artinya, quran surah luqman ayat 13, arti dari 17 32

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.