Quran Surat Al-Ahzab Ayat 1

Dapatkan Amal Jariyah

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ ٱتَّقِ ٱللَّهَ وَلَا تُطِعِ ٱلْكَٰفِرِينَ وَٱلْمُنَٰفِقِينَ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

Arab-Latin: Yā ayyuhan-nabiyyuttaqillāha wa lā tuṭi'il-kāfirīna wal-munāfiqīn, innallāha kāna 'alīman ḥakīmā

Terjemah Arti: Hai Nabi, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Wahai nabi, hendaknya kamu selalu bertakwa kepada Allah dengan menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya, agar orang-orang yang beriman meneladanimu, karena mereka lebih memerlukan hal itu daripada dirimu. Dan jangan menaati orang-orang kafir dan munafik. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, juga Maha bijaksana dalam penciptaan, perintah dan pengaturanNya.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

1. Wahai Nabi! Tetaplah kamu dan orang-orang yang bersamamu pada ketakwaan kepada Allah dengan menaati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta takutlah hanya kepada-Nya semata. Janganlah kamu taati orang-orang kafir dan munafik dalam urusan yang diinginkan oleh nafsu mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui tipu daya orang-orang kafir dan munafik, Dia Maha Bijaksana dalam penciptaan-Nya dan kepengurusan-Nya.

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

1-3. Allah berfirman kepada Rasulullah dengan menyematkan sifat mulia kenabiannya, dan memerintahkannya untuk tetap teguh di atas ketakwaan kepada Allah dan menyelisihi orang-orang kafir dan munafik. Allah Maha Mengetahui hamba-hamba-Nya dan Maha Bijaksana dalam perkataan dan perbuatan-Nya.

Dan Allah memerintahkannya untuk mengikuti wahyu yang diturunkan Allah kepadanya, dan perintah ini mencakup seluruh umatnya juga. Allah Maha Mengetahui segala yang mereka kerjakan, tidak ada yang tersembunyi dari-Nya.

Kemudian Allah memerintahkan Rasulullah untuk bertawakkal kepada Allah. Cukuplah Allah sebagai penjaga dan penolong orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

1. يٰٓأَيُّهَا النَّبِىُّ اتَّقِ اللهَ (Hai Nabi, bertakwalah kepada Allah)
Yakni tetaplah dalam ketakwaan kepada Allah dan tambahlah ketakwaanmu itu.

وَلَا تُطِعِ الْكٰفِرِينَ(dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang kafir)
Yakni dari para penduduk Makkah dan orang-orang kafir yang semisal mereka.

وَالْمُنٰفِقِينَ ۗ( dan orang-orang munafik)
Yaitu orang-orang yang menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekafiran.
Ayat ini diturunkan sebab mereka mengatakan kepada Nabi: “janganlah kamu olok-olok tuhan-tuhan kami lagi, dan janganlah mengejek mereka; namun katakanlah bahwa mereka dapat memberi syafaat bagi orang yang menyembah mereka.” Maka Allah memerintahkan Rasulullah untuk tidak mempedulikan perkataan mereka.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

Disebut surah Al-Ahzab karena kandungannya berisi tentang peristiwa perang khandaq atau ahzab yang terjadi di kota Madinah antara kaum musyrik quraisy dan Ghathafan, dengan kesepakatan dengan orang Yahudi Bani Quraidzah untuk memerangi umat Islam,

1. Wahai Nabi, giatlah kamu untuk taat kepada Allah, dan hendaklah orang-orang mukmin takut kepada Allah sebab kamu telah menjadi contoh bagi mereka. Janganlah kamu taat kepada orang kafir dan orang munafik. Yang mengajakmu dengan cara toleransi dan kelembutan, berpaling meninggalkan Tuhan mereka dengan cara yang buruk, sesungguuhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu sebelum diciptakan, Maha Bijaksana atas apa yang diciptakan dan diatur, memerintah dan melarang, para Ulama’ Tafsir berkata: orang-orang Musyrik mengajak Rasulullah SAW untuk menolak untuk menyebut Tuhan-Tuhan mereka dengan sebutan yang buruk, dan hendaknya Rasul menjawab: Sesungguhnya dalam ayat ini mengandung syafaat, renungkanlah itu dan itulah sebab turunnya ayat ini

An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat ini dimulai dengan seruan kepada Al Musthafa ﷺ dengan kunyah sebagai penghormatan dan pemuliaan baginya ﷺ, Allah memerintahkannya agar bertakwa yang (takwa) itu adalah wasiat bagi orang-orang yang pertama dan terakhir, dan agar mendekatkan diri kepada Allah dalam kesendirian maupun tidak. Dan juga agar memerintahkan orang-orang yang beriman dan menganjurkan mereka untuk bertakwa kepada Allah dan memenuhi janji, kemudian agar tidak mentaati orang-orang kafir, juga orang-orang munafik yang mereka minta agar orang-orang yang beriman beribadah kepada tuhan-tuhan dan sesembahan-sesembahan mereka yang buruk. Allah menjelaskan bahwa diri-Nya mengetahui yang tersembunyi atas urusan hamba-Nya, dan memiliki hikmah dalam urusan hamba-Nya.

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

1-2. Maksudnya, hai orang yang telah dikaruniai kenabian oleh Allah dan diutamakan dengan wahyuNya serta diutamakan atas seluruh manusia! Syukurilah nikmat Rabbmu yang telah dikaruniakan kepadamu dengan menggunakan takwaNya yang engkau lebih utama dengannya daripada selain engkau, dan yang wajib atasmu darinya lebih besar daripada selain kamu. Maka wajib atasmu darinya lebih besar daripada selain kamu. Maka patuhilah perintah-perintahNya dan larangan-laranganNya, dan sampaikanlah risalahNya (ajaranNya) dan sampaikanlah wahyuNya kepada hamba-hambaNya, serta berikanlah nasihat kepada manusia, dan jangan sekali-kali kamu menaati setiap orang kafir yang telah menampakkan permusuhannya terhadap Allah dan RasulNya, ataupun orang munafik yang sudah merahasiakan pendustaan dan kekafiran, dan menampakkan lawannya. Mereka itu semua adalah musuh yang sesungguhnya. Maka janganlah taat kepada mereka dalam sebagian perkara yang dapat merusak takwa dan membatalkannya, dan jangan kamu mengikuti keinginan mereka, karena akan menyesatkanmu dari yang benar,
“dan” akan tetapi “Ikutilah apa yang diwahyukan Rabbmu kepadamu,” sebab sesungguhnya itulah petunjuk dan rahmat, dan berharaplah dengannya pahala dari Rabbmu, karena sesungguhnya Dia “Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” Dia akan memberikan balasan kepada kalian sesuai dengan apa yang Dia ketahui dari kalian, yaitu kebaikan atau keburukan.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Maksudnya, wahai orang yang dikaruniakan kenabian oleh Allah, dikhususkan dengan wahyunya, dan dilebihkan di antara sekian makhluk-Nya! Syukurilah nikmat Tuhanmu yang dilimpahkan kepadamu dengan melakukan ketakwaan kepada-Nya, di mana engkau lebih harus bertakwa daripada selainmu, kewajibanmu lebih besar daripada selainmu, maka kerjakanlah perintah-Nya dan jauhilah larangan-Nya serta sampaikanlah risalah dan wahyu-Nya serta berikanlah sikap tulus (nasihat) kepada makhluk-Nya. Jangan sampai ada yang menghalangimu dari tujuan ini, oleh karenanya janganlah menaati setiap orang kafir yang menampakkan permusuhan kepada Allah dan Rasul-Nya serta orang munafik yang menyembunyikan kekafiran dan pendustaan, tetapi yang ia tampakkan malah sebaliknya. Janganlah menaati mereka dalam sebagian perkara yang berlawanan dengan ketakwaan, dan jangan ikuti hawa nafsu mereka, sehingga nantinya mereka menyesatkanmu dari jalan yang lurus.

Yakni tetaplah bertakwa kepada-Nya.

Dalam hal yang menyelisihi syariatmu.

Apa yang akan terjadi sebelum terjadinya.

Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Wahai nabi! bertakwalah kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya; dan karenanya janganlah engkau menuruti keinginan orang-orang kafir agar engkau berpaling dari ketaatan kepada Allah, dan janganlah engkau menuruti kehendak orang-orang munafik agar engkau duduk bersama mereka dan menjauhi kaum duafa. Sesungguhnya Allah maha mengetahui akibatnya, mahabijaksana dalam segala firman dan aturan-Nya. 2. Dan karena itu, ikutilah dan lakukanlah apa saja yang telah diwah-yukan tuhanmu kepada engkau. Sungguh, Allah maha mengetahui dengan sangat teliti terhadap apa yang kamu kerjakan, baik secara terang-terangan maupun tersembunyi; dan dia akan membalasnya sesuai apa yang telah kamu lakukan.

Lainnya: Al-Ahzab Ayat 2 Arab-Latin, Al-Ahzab Ayat 3 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Al-Ahzab Ayat 4, Terjemahan Tafsir Al-Ahzab Ayat 5, Isi Kandungan Al-Ahzab Ayat 6, Makna Al-Ahzab Ayat 7

Terkait: « | »

Kategori: 033. Al-Ahzab

Trending: Surat Yasin, Surat Al-Waqiah, Surat Al-Mulk, Surat Al-Kahfi, Ayat Kursi