Dzikir Pagi

#1, Ayat Kursi

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al Baqarah: 255) (Dibaca 1 x)

#2, Al-Ikhlash, Al-Falaq, An-Naas

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al Ikhlas: 1-4) (Dibaca 3 x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. Al Falaq: 1-5) (Dibaca 3 x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. An Naas: 1-6) (Dibaca 3 x)

#3 Ashbahna wa ashbahal mulku, …

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

Arab-Latin:

Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba’dahu, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba’dahu. Robbi a’udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.

Terjemah Arti:

“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur.” (Dibaca 1 x)

#4 Allahumma bika ashbahna, …

اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

Arab-Latin:

Allahumma bika ash-bahnaa wa bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.

Terjemah Arti:

“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).” (Dibaca 1 x)

#5 Sayyidul istighfar

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.

Arab-Latin:

Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.

Terjemah Arti:

“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (Dibaca 1 x)

#6 Allahumma inni ashbahtu, …

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلاَئِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ

Arab-Latin:

Allahumma inni ash-bahtu usy-hiduka wa usy-hidu hamalata ‘arsyika wa malaa-ikatak wa jami’a kholqik, annaka antallahu laa ilaha illa anta wahdaka laa syariika lak, wa anna Muhammadan ‘abduka wa rosuuluk.

Terjemah Arti:

“Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu pagi ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.” (Dibaca 4 x)

#7 Allahumma inni asalukal ‘afwa, …

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

Arab-Latin:

Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ughtala min tahtii.

Terjemah Arti:

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (Dibaca 1 x)

#8 Allahumma ‘aalimal ghaibi, …

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

Arab-Latin:

Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurrohu ilaa muslim.

Terjemah Arti:

“Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” (Dibaca 1 x)

#9 Bismillaahilladzii laa yadhurru, …

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Arab-Latin:

Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.

Terjemah Arti:

“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3 x)

#10 Radhitu billaahi rabba, …

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا

Arab-Latin:

Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyya.

Text Arab:

“Aku ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabi.” (Dibaca 3 x)

#11 Yaa hayyu yaa qayyum, …

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

Arab-Latin:

Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin Abadan.

Terjemah Arti:

“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu).” (Dibaca 1 x)

#12 Ashbahna ‘alaa fithratil Islaam, …

أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Arab-Latin:

Ash-bahnaa ‘ala fithrotil islaam wa ‘alaa kalimatil ikhlaash, wa ‘alaa diini nabiyyinaa Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa ‘alaa millati abiina Ibraahiima haniifam muslimaaw wa maa kaana minal musyrikin

Terjemah Arti:

“Di waktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas (kalimat syahadat), agama Nabi kami Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan agama bapak kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.” (Dibaca 1 x di pagi hari saja)

#13 Subhaanallahi wa bihamdih, …

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

Arab-Latin:

Subhanallah wa bi-hamdih.

Terjemah Arti:

“Maha suci Allah, aku memuji-Nya.” (Dibaca 100 x)

#14 Laa illaaha illallahu wahdah, …

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Arab-Latin:

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

Terjemah Arti:

“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10x atau 100x)

#15 Subhanallahi wa bihamdih ‘adada khalqih, …

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

Arab-Latin:

Subhanallah wa bi-hamdih, ‘adada kholqih wa ridhoo nafsih. wa zinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih.

Terjemah Arti:

“Maha Suci Allah, aku memujiNya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya.” (Dibaca 3 x di waktu pagi saja)

#16 Allahumma innii asaluka ‘ilman naafi’an, …

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Arab-Latin:

Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.

Terjemah Arti:

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (Dibaca 1 x setelah salam dari shalat Shubuh)

#17 Astaghfirullah wa atuubu ilaih, …

أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Arab-Latin:

Astagh-firullah wa atuubu ilaih.

Terjemah Arti:

“Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.” (Dibaca 100 x dalam sehari)

Referensi: pembahasan dan penyusunan risalah ini banyak mengambil faidah dari tulisan al-Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal hafidzhahullahu ta’ala. Untuk takhrij lengkap ada pada tulisan beliau –ed

Faidah Seputar Dzikir Pagi Dan Petang

Selayang Pandang Seputar Dzikir Pagi dan Petang

Di Antara dzikir yang menjadi salah satu tameng yang kokoh bagi setiap muslim dalam menjalani hari-harinya yaitu dzikir pagi dan petang. Setiap muslim sangat dianjurkan untuk mengucapkan dzikir-dzikir ini sebagai tolak bala yang sesuai dengan tuntunan agama islam yang benar. Sehingga dengan begitu selain ia mendapatkan pahala daengan mengucapkannya, ia pun mendapatkan perlindungan dari Allah dengan mengucapkannya.

Jika dilihat, sebagian dzikir ini adalah ayat-ayat yang sudah diketahui dan dihapalkan oleh kebanyakan kaum muslimin, sehingga sebagiannya pun akan mudah diucapkan secara rutin. dan sebagian lainnya adalah berupa ucapan-ucapan yang dijelaskan keterangannya di dalam hadis-hadis yang shahih.

Makna Dzikir pagi dan Petang

Sebagaimana telah dipaparkan di atas bahwa dzikir pagi dan petang ini adalah prisai yang kokoh bagi setiap muslim dalam menjalani kehidupannya. Maka dari itu, jika kita melihat kandungan dari dzikir-dzikir tersebut akan kita dapati bahwa kandungan makna yang terdapat padanya, pada umumnya berupa permintaan perlindungan kepada Allah dari segala macam bentuk bahaya. Dan pada umumnya dzikir tersebut didampingi dengan pujian kepada Allah subhaanahuu wa ta’aala. Sehingga dapat diambil faedah bahwa permohonan doa apapun sangat dianjurkan bagi kita untuk membarenginya dengan memuji kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Atau terdapat dzikir yang memang di dalam hadis terdapat anjurannya dan keterangannya bahwa dzikir tersebut baik di ucapkan pagi dan petang, dan dapat memberikan penjagaan bagi siapapun yang mengucapkannya. Walau pun, jika dilihat dari kandungan maknanya, tidak ada kata-kata yang menunjukkan permohonan kepada Allah Ta’ala agar mendapat perlindungan, dan kandungan maknanya hanyalah pujian kepada Allah Ta’ala.

Takhrij (sanad)

Dzikir yang kami nukilkan ada beberapa:

  1. Pembacaan ayat kursi ini terdapat keterangnya dalam hadis yang dikeluarkan oleh Al-Hakim dalam al-Mustadrok (1/562) dan dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Shahih At-Targhib Wat Tarhiib (1/273).
  2. Pembacaan surat surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Naas, ini terdapat keterangannya dalam hadis yang dikeluarkan oleh Abu Dawud (no.5082), al-Tirmidziy (no.3575) , lihat: Shahih at-Tirmidziy (3/182) karya al-Albaniy Rahimahullaah.
  3. Hadits yang menerangkan tentang ucapan dzikir ini dikeluarkan oleh Imam Muslim dalam shahihnya (no.2723) dari Abdullah Ibnu Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu.
  4. Hadits yang menerangkan tentang ucapan dzikir ini dikeluarkan oleh at-Tirmidziy (no.3391) dan dinyatakan shahih oleh al-Albaniy dalam shahih At-Tirmidziy (3/142)
  5. Hadis yang menerangkan tentang ucapan dzikir sayyidul Istigfar ini dikeluarkan oleh al-Bukhari (no.6306) dalam shahihnya.
  6. Hadis yang menerangkan tentang ucapan dzikir ini dikeluarkan oleh Abu Dawud (no.5069), Bukhari dalam al-Adabul Mufrad (no.1201) dan an-Nasi’iy dalam ‘Amalul Yaumi wal Lailah (no.9) dan sanad dari Abu Dawud dan an-Nasa’iy dinyatakan hasan oleh Syaikh Bin Baz dalam Tuhafatul Akhyar (hal.23)
  7. Hadis yang menerangkan tentang ucapan dzikir ini dikeluarkan oleh Abu Dawud (5074) dan Ibnu Majah (3871), lihat: shahih Ibnu Majah (2/332)
  8. Dzikir ini dikeluarkan oleh at-Tirmidziy (3392) dan Abu Dawud (5067) lihat: Shahih at-Tirmidziy (3/142)
  9. Hadis yang menerangkan tentang ucapan dzikir ini dikeluarkan oleh Abu Dawud (no. 5088,5089), Tirmidziy (no.3388), Ibnu Majah (no. 3869) dan Ahmad (1/72), lihat: Shahih Ibnu Majah (2/332), sanadnya dinyatakan hasan oleh Allamah Ibnu Baz dalam Tuhfatul akhyaar (39)
  10. Hadis yang menerangkan tentang ucapan dzikir ini dikeluarkan oleh Ahmad (4/337), Nasa’iy dalam ‘amalul Yaumi wal Lailah (no.4), Abu Dawud (no. 5072) dan Tirmidziy (no.3389) dan dinyatakan hasan oleh Ibnu Baz dalam Tuhfatul Akhyaar (39).

Al-Albaniy menilai hadis ini dha’if, lihat al-Kalimut- Thaiyyib (no. 24)

  1. Dinyatakan shahih oleh al-Hakim disepakati oleh adz-Dzahabiy al-mustadrak (1/545), lihat: Shahih at-Targhiib wat Tarhiib (1/273) (no.654) karya al-Albaniy
  2. Dikeluarkan Ahmad (3/406,407) lihat: shahih al-Jami’ (4/209)(4674) karya al-Al-baniy
  3. Dzikir ini dikeluarkan oleh Muslim (4/2071) (no.2723)
  4. Hadis yang menerangkan tentang ucapan dzikir ini dikeluarkan oleh Abu Dawud (4/319)(no.5077), Ibnu Majah (no. 3867) dan Ahmad (4/60), lihat: Shahih At-Targhiib dan at-Tarhiib (1/270), shahih Abi Dawud (3/957) dan Shahih Ibni Majah (2/331), ketiganya karya al-Albaniy.
  5. Hadis yang menerangkan tentang dzikir ini dikeluarkan oleh Muslim (4/2090) (no. 2726)
  6. Dikeluarkan oleh Ibnu Majah (no.925), sanadnya dinyatakan hasan oleh Syaikh Abdul Qadir dan Syaikh Syu’aib Arna’uut, dalam tahqiiq zaadul ma’aad (2/375)
  7. Hadis tentang dzikir ini dikeluarkan oleh Bukhari (6307) dan Muslim (no.2702)

Fiqih Dzikir Pagi

  • #1 Dalam hadisnya, dikisahkan bahwa Ubay Bin Ka’ab radhiyallaahu ‘anhu pernah kedatangan makhluk dengan rupa anak kecil yang tangannya berbentuk tangan anjing dan bulunya pun demkian. Makhluk itu mengakui dirinya jin yang hendak mengambil kurma sedekah milik Ubay. Ubay radhiyallaahu ‘anhu menanyakan kepadanya bagaimana cara agar ia bisa terlindung dari dia, maka jin itu menunujukkan ayat kursi sebagai pelindung.

Kemudain Ubay adukan kejadian tersebut kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: صَدَقَ الخَبيِثُ “Makhluk buruk itu berkata benar”

  • #2 Dalam hadisnya Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam menerangkan: “Barang siapa yang mengucapkan ketiga surat ini, masing masing sebanyak tiga kali di pagi dan sore hari maka itu akan melindunginya dari segala sesuatu (ancaman/bahaya) ”
  • #3 Dalam dzikir ini, terkandung pengakuan kita bahwa setiap kali kita memasuki waktu, itu semua atas rahmat, karunia dan kuasa Allah. Di dalamnya terkandung kalimat tauhid. Kemudian diiringi dengan doa agar kita memperoleh kebaikan dan terlindungi dari keburukan di dalam hari-hari kita. Serta di dalamnya terdapat permohonan agar terlindung dari azab kubur dan neraka.
  • #5 Dalam hadis tentang dzikir ini diterangkan bahwa siapa saja yang mengucapkan dzikir ini dengan penuh keyakinan akan kandungannya ketika di sore hari, jika ia meninggal dunia di malam harinya, ia akan masuk surge. Begitu pun jika mengucapkannya di pagi hari.
  • #6 Dalam hadis tentang ucapan dzikir ini diterangkan bahwa siapa saja yang mengucapkannya di waktu pagi atau sore hari sebanyak empat kali maka Allah akan bebaskan dia dari api neraka.
  • #10 Dalam hadis tentang dzikir ini diterangkan bahwa siapa saja yang mengucapkannya di pagi hari tigakali dan di sore hari tiga kali, maka Allah akan meridhainya di hari kiamat.
  • #13 dalam hadis tentang dzikir ini diterangkan bahwa siapa saja yang mengucapkannya sebanyak seratus kali di pagi dan sore hari, tidak aka nada seorang pun yang datang membawa sesuatu yang lebih baik darinya, kecuali orang yang mengucapkan yang semisalnya atau yang lebih dari itu.
  • #14 Dalam hadis tentang dzikir ini diterangkan bahwa siapa saja yang mengucapkannya baik di pagi atau pun sore hari maka seakan akan ia sama seperti membebaskan seorang budak dari keturunan Isma’il, akan dicatat untuknya sepuluh kebaikan, dan dimusnahkan sepuluh keburukan, diangkat derajatnya sepuluh tingkat, dan ia mendapatkan perlindungan dari setan hingga sore hari.
  • #17 Diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengucapkannya lebih dari tujuh puluh kali. Sebagian orang mempermasalahkan tentang istighfar yang diucapkan oleh Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam padahal beliau terjaga dari dosa dan kemaksiatan.

Di Antara jawabannya adalah bahwa para nabi adalah orang yang paling rajin dalam ibadah, dan istighfar adalah salah satu bentuk ibadah. Sebagaimana diterangkan Ibnu Baththal. Lihat: Syarah Hisnul muslim hlm 182 karya Majdi Bin AbdulWahhab Ahmad شرح حصن المسلم من أذكار الكتاب والسنة (PDF) (alukah.net)

Catatan oleh: Salman Zulfahmi, S.Ag.

Terkait: « | »

Kategori: Doa Dzikir

Trending: Surat Yasin, Surat Al-Waqiah, Surat Al-Mulk, Surat Al-Kahfi, Ayat Kursi