Tentang Ayat di Dalam Al-Qur’an

Definisi Ayat dalam Al-Qur’an

Ayat yang ada di dalam Al-Qur’an adalah kalimat yang ada di dalam Al Qur’an yang berfungsi sebagai tanda, bukti atau dalil serta mukjizat. Ini sesuai dengan yang ada di ayat 248 dalam surah Al-Baqarah yang berarti tentang suatu tanda. Ada beberapa definisi ayat yang bisa dilihat dari beberapa pendapat. Ayat adalah sejumlah kalimat Allah yang ada di dalam surah Al-Qur’ain selain itu definisi lainnya adalah ayat adalah bacaan yang ada di dalam kalimat Al-Qur’ain. 

Jumlah Ayat yang Ada di Dalam Al-Qur’an 

Ada beberapa ulama yang berpendapat tentang jumlah ayat yang ada di dalam Al-Qur’an. Salah satu ulama yaitu Ibnu Abbas mengatakan bahwa jumlah ayat dalam Al-Qur’an adalah 6.616 ayat sedangkan ada beberapa ulama yang juga mengatakan ayat Al-Qur’an berjumalh 6.666 ayat. Untuk jumlah ini adalah jumlah yang paling mudah untuk diingat oleh orang-orang islam tetapi dari kesepakatan ulama menjadikan jumlah ayat di dalam al-Qur’an ada 6000 ayat. 

Perbedaan jumlah ayat yang dikemukakan oleh para ulama sangat didasarkan pada beberapa alasan yaitu (1) ketika Rasulullah SAW melakukan waqof pada akhir ayat yang disebut sebagai Fashilah dan para sahabat memaklumi Rasulullah kemudian mewashakannya. Ini diduga bukanlah akhir dari ayat tersebut. Ini menjadi satu alasan kenapa perbedaan jumlah ayat Al-Qur’an. Alasan selanjutnya (2) beberapa ulama menghitung permulaan surah atau fawatih as suwar yang terdapat huruf hijaiyah. Sehingga ini dihitung sebagai satu ayat tetapi beberapa ulama lainnya tidak menghitungnya menjadi ayat. Ini juga yang menjadikan perbedaan diantaranya. 

Ayat yang Pertama Kali Turun 

Untuk hal ini juga terdapat banyak perbedaan pendapat dari beberapa ulama. Ada beberapa ulama sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhri dan Aisyah bahwa ayat yang pertama kali turun adalah ada di surah Al-Alaq yaitu “iqra”

Tetapi pendapat lainnya mengatakan ayat yang pertama kali turun adalah ada di surah Al-Muddassir. Pendapat ini juga dilihat dari hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori muslim dari Jabir bin Abdillah yaitu ketika ditanya “ ayat apakah yang mula-mula turun. Abir kemudian menjaawa,” ya ayyuhal muddassri. Aku berkata “Bukankah iqra’ bismi rabbikal ladzi khalaq:” kemudian Jabir melanjutkan dengan menjawa “Aku menceritakan kepadamu apa yang diberitakan oleh Rasulullah SAW kepada kami”. 

Selain itu ada juga yang berpendapat bahwa ayat dalam surah Al-Fatihah yang turun pertama kali, pendapat ini didapat dari Ibu Abbas dan beberapa Mufassirin.  

Ayat Terakhir Turun Dalam Al-Qur’an 

Tidak hanya jumlah ayat, ayat yang pertama kali turun dan juga untuk ayat yang terakhir turun juga terdapat perbedaan pendapat juga. Berdasarkan hadits yang diriwatkan oleh Bukhro dan Muslim dari Al Barra’ Bin Azib mengatakan ayat yang terakhir turun adalah ayat 176 dari surah An-Nisa. Tetapi untuk Ibnu Abbas ayat terakhir adalah ayat 281 dari surah Al-Baqarah, pendapat ini muncul ketika jarak ayat itu turun dan wafatnya Rasullullah SAW berbeda hanya 81 hari.

Pendapat lainnya adalah ayat yang ada di surah An-Nasr yang juga diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dan pendapat lainnya adalah ayat ke 3 di surah Al-Maidah.  

Asbabul Nuzul ayat Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah kitab suci bagi umat islam yang digunakan sebagai pedoman. Untuk ayat-ayat di dalam Al-Qur’an memiliki ashabul nuzul. Ashabul nuzul adalah suatu kejadian dari turunnya satu-satu atau beberapa ayat karena adanya kasus tertentu. Ayat-ayat yang ada di dalam Al-Qur’an dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu (1) ayat yang mempunyai sebab atau latar belakang kenapa ayat tersebut diturunkan atau disebut dengan ayat sabibi (2) ayat yang diturunkan karena tidak adanya suatu peristiwa tertentu atau disebut dengan ayat ibtida’l. 

  • Secara sababi 

Ayat-ayat yang diturunkan berkaitan dengan sebab musabab turunnya karena adanya peristiwa-peristiwa sejarah, pertanyaan seputar masalah tauhidm keyakinan, prinsip moral, perilaku teladan, kematian, hari kiamat, orang-orang yang budiman, manusia yang menufaik dan ayat tentang kisah-kisah terdahulu yang terjadi. Ayat lainnya juga turun karena dilanjutkan dengan sebuah kejadian yang terjadi dan pertanyaan yang diawali dengan suatu persoalan. 

Ayat-ayat yang diturunkan karena adanya peristiwa tertentu misalnya ada di surah Al-Baqarah, turunnya ayat ini karena adalah menjawab pertanyaan. Arti dari ayat 189 di surah Al-Baqarah adalah “mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah : bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan bagi ibadah haji.”. kemdudian ayat lainya adalah ayat 65 di surah At-Taubah yaitu terdapat peristiwa dimana ada seorang laki-laki dari golongan orang munafik yang berkata di dalam majelis ketika perang tabuk “ kami tidak melihat orang semisal pembaca Al-Qur’an, mereka paling besar perutnya, paling dusta lisannya dan paling penakut ketika bertemu dengan musuh” dari perkataan ini didengar oleh Nabi Muhammad SAW dan turunlah ayat 65 surah At-Taubah yang berarti “apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” 

Contoh lainnya juga kenapa ayat Al-Qur’an turun karena adanya peristiwa tertentu adalah ketika ada satu permasalahan yang kemudian membutuhkan penjelasan tentang hukumnya yaitu ayat 1 dari surah Al-Mujaadillah yang memiliki arti “sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. Surah ini diturunkan karena ingin mengetahui seorang wanita yang mulia yang bernama Khaulah Binti Malik bin Tsa’labah yang juga merupakan istri dari Aus bin Ash-Shamit. Ia mengajukan sebuah gugatan kepada Rasulullah SAW tentang masalah zhihar yang dilakukan oleh suaminya. Zhihar memiliki arti thalaq, kalau seorangistro telah ditalak oleh suaminya berarti ia tidak halal bagi suaminya. Kemudian suaminya mengingin untuk melakukan hubungan suami istri tetapi wanita ini menolak dan mengingatkannya bahwa suami sudah melakukan zhihar atau menceraikannya. 

  • Secara ibtida’i

Ayat Al-Qur’an ini adalah ayat yang turun tanpa adanya peristiwa sebelumnya. Tidak semua ayat Al-Qur’an memiliki ashabul nuzul sesuai dengan yang disampaikan oleh Dr. Solah yang ada di Ushul fi Tafsir halaman 10 yaitu “tidak semua ayat Al-Qur’an memiliki sabab nuzul. Ada yang memiliki sebab nuzul dan ada yang turun tanpa sebab untuk menjelaskan syariat, keterangan, nasehat dan mauidzah”. Salah satu ayatnya adalah mula-mula turun yang menjelaskan tentang berita yang berkaitan dengan Tsa’iabah bin Hathib, ayat 75 di surah At-taubah yang memiliki arti “dan diantara mereka ada yang telah berikrar kepada Allah, sesungguhnya Allah memberikan sebagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bershadaqah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang shalih”. 

Ayat lainnya ada di surah Al-An’am yang diriwatkan oleh Ibnu Umar ra. “turun kepadaku satu surah sekaligus di surah Al-An’am yang diiringi oleh 70ribu malaikat dan mereka kemudian bertasbih dan bertahmid”