Quran Surat Al-Baqarah Ayat 123

وَٱتَّقُوا۟ يَوْمًا لَّا تَجْزِى نَفْسٌ عَن نَّفْسٍ شَيْـًٔا وَلَا يُقْبَلُ مِنْهَا عَدْلٌ وَلَا تَنفَعُهَا شَفَٰعَةٌ وَلَا هُمْ يُنصَرُونَ

Arab-Latin: Wattaqụ yaumal lā tajzī nafsun 'an nafsin syai`aw wa lā yuqbalu min-hā 'adluw wa lā tanfa'uhā syafā'atuw wa lā hum yunṣarụn

Terjemah Arti: Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan seseorang lain sedikitpun dan tidak akan diterima suatu tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafa'at kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong.

Tafsir Quran Surat Al-Baqarah Ayat 123

Dan Takutlah kalian terhadap ketakutan yang sangat mengguncang pada hari perhitungan amal, sebab tidak ada seorang yang sanggup menolong orang lain sedikitpun, dan Allah tidak menerima dari tebusan yang menyelamatkan dari siksaan, dan  tidak ada yang mampu memberi manfaat dari perantara, dan  tidak ada seorangpun yang akan menolongnya.

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

123. Dan buatlah pelindung di antara kalian dan siksa akhirat dengan cara mengikuti perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Karena -pada hari kiamat- seseorang tidak dapat membantu orang lain sedikitpun, tebusan sebesar apapun tidak akan diterima, syafaat dari siapapun yang memiliki kedudukan setinggi apapun tidak ada gunanya, dan tidak ada yang dapat menolong seseorang selain Allah.

📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

Mereka takut terhadap azab pada hari ketika orang tidak bisa mendapatkan pertolongan sedikitpun dari siapapun. Hari dimana tidak diterimanya tebusan apapun tidak berlaku, bahkan dari siapapun tebusan itu. Juga tidak akan ada siapapun yang dapat memberi pertolongan

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

Allah memerintahkan bani israil untuk takut pada hari kiamat yang hari tersebut adalah hari yang tidak bernanfaat seorang pun bagi seorang yang lain. dan Allah tidak menerima pada hari tersebut fidyah, dan tidak bermanfaat syafa’at seorang pun bagi yang kafir kepada Allah dan rasulnya.

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

122-123. Tafsir ayat telah dijelaskan di atas.

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Makna kata :
{ لَّا تَجۡزِي } Laa tajzii : Tidak memenuhi dan memberi manfaat
{ العدل } al-‘Adl : Tebusan
{ شفاعة } Syafaa’at : Perantara sesuatu.

Makna ayat :
Begitu juga Allah memerintahkan mereka untuk berlindung dari adzab Allah pada hari kiamat, karena pada hari itu seorangpun tidak dapat memberi manfaat kepada orang lain, juga tidak diterima tebusan maupun syafa’at dalam bentuk apapun. Yang dimaksud ialah orang kafir dan musyrik karena mereka tidak akan mendapatkan syafa’at dan penolong yang dapat mencegah jatuhnya adzab kepada mereka. Adapun berlindung dari adzab dapat terlaksana dengan cara beriman kepada Allah dan rasulNya serta beramal shalih. Setelah membersihkan diri dari kekufuran dan maksiat.

Pelajaran dari ayat :
• Mustahil ada tebusan pada hari kiamat, dan tidak adanya penolong yang dapat menolong orang yang mati di atas kesyirikan untuk keluar dari neraka, dan keringanan adzab untuknya.

📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi

Maksudnya: dosa dan pahala seseorang tidak dapat dipindahkan kepada orang lain.

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Dan takutlah kamu dengan cara menjaga diri agar tidak mendapat siksa pada keadaan yang sangat mengerikan di hari kiamat, yaitu ketika tidak seorang pun dapat menggantikan atau membela orang lain sedikit pun. Pada hari itu, tebusan dalam bentuk apa pun untuk menghin dari siksa tidak akan diterima, dan bantuan maupun perantara tidak berguna baginya, dan mereka tidak akan ditolong. Ini mengisyaratkan bahwa berbagai kenikmatan di dunia yang Allah berikan kepada bani israil dan umat lain tidak menjamin hal serupa akan Allah berikan kepada mereka di akhi rat. Dan ingatlah juga, wahai nabi Muhammad, kisah ketika nabi ibrahim diuji oleh tuhannya dengan beberapa kalimat, yakni sejumlah tugas dan kewajiban, lalu dia melaksanakannya dengan sangat baik dan sempurna. Dia, Allah, berfirman, sesungguhnya aku menjadikan engkau sebagai pemimpin dan teladan bagi seluruh manusia. Dia, ibrahim, berkata, dan apa kah janji-Mu itu berlaku juga bagi sebagian dari anak cucuku' Allah berfirman, benar, tetapi janji-ku itu tidak berlaku bagi orang-orang zalim.

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Terkait: « | »

Kategori: 002. Al-Baqarah