Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Ayat Tentang Poligami

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا

Arab-Latin: wa in khiftum allā tuqsiṭụ fil-yatāmā fangkiḥụ mā ṭāba lakum minan-nisā`i maṡnā wa ṡulāṡa wa rubā', fa in khiftum allā ta'dilụ fa wāḥidatan au mā malakat aimānukum, żālika adnā allā ta'ụlụ

Terjemah Arti: Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Dan jika kalian khawatir tidak bisa berbuat adil dalam memperlakukan anak-anak yatim perempuan yang berada di bawah tanggung jawab kalian, dengan tidak memberikan kepada mereka mahar-mahar mereka seperti wanita lainnya, maka tinggalkanlah mereka dan nikahi wanita-wanita yang kalian sukai sealin mereka, dua, tiga, atau empat. Lalu apabila kalian khawatir tidak dapat berbuat adil di antara mereka, maka cukuplah kalian dengan satu saja, atau dengan budak-budak perempuan yang kalian miliki. Hal itulah yang telah Aku syariatkan bagi kalian terkait anak-anak yatim perempuan dan menikahi seorang wanita sampai empat, atau cukup menikahi seorang perempuan saja ata hambasahaya perempuan yang kalian miliki, itu adalah lebih dekat untuk tidak berbuat curang dan melampaui batas. (Tafsir al-Muyassar)

Dan jika kalian khawatir tidak bisa berbuat adil dalam memperlakukan anak-anak yatim perempuan yang berada di bawah tanggung jawab kalian, dengan tidak memberikan kepada mereka mahar-mahar mereka seperti wanita lainnya, maka tinggalkanlah mereka dan nikahi wanita-wanita yang kalian sukai sealin mereka, dua, tiga, atau empat. Lalu apabila kalian khawatir tidak dapat berbuat adil di antara mereka, maka cukuplah kalian dengan satu saja, atau dengan budak-budak perempuan yang kalian miliki. Hal itulah yang telah Aku syariatkan bagi kalian terkait anak-anak yatim perempuan dan menikahi seorang wanita sampai empat, atau cukup menikahi seorang perempuan saja ata hambasahaya perempuan yang kalian miliki, itu adalah lebih dekat untuk tidak berbuat curang dan melampaui batas. (Zubdatut Tafsir)

وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ ۖ فَلَا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ ۚ وَإِنْ تُصْلِحُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

wa lan tastaṭī'ū an ta'dilụ bainan-nisā`i walau ḥaraṣtum fa lā tamīlụ kullal-maili fa tażarụhā kal-mu'allaqah, wa in tuṣliḥụ wa tattaqụ fa innallāha kāna gafụrar raḥīmā

Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dan sekali-kali tidak akan sanggup kalian (wahai kaum lelaki) untuk mewujudkan perlakuan adil yang sempurna terhadap istri-istri kalian dalam hal cinta dan kecenderungan hati,bagaimana pun besarnya usaha yang sudah kalian kerahkan. Maka janganlah kalian terlalu berpaling dari istri yang tidak kalian sukai, lalu kalian membiarkannya layaknya wanita yang tidak bersuami dan juga tidak diceraikan,sehingga menyebabkan kalian berbuat dosa. Dan apabila kalian mengadakan perbaiakan terhadap sikap dan tindakan kalian,dengan berlaku adil dalam membagi giliran hari antara istri-istri kalian,dan selalu merasa diawasi oleh Allah  dan takut kepadaNya, maka sesungguhnya Allah  Maha pengampun terhadap hamba-hambaNya lagi maha penyayang kepada mereka. (Tafsir al-Muyassar)

Dan sekali-kali tidak akan sanggup kalian (wahai kaum lelaki) untuk mewujudkan perlakuan adil yang sempurna terhadap istri-istri kalian dalam hal cinta dan kecenderungan hati,bagaimana pun besarnya usaha yang sudah kalian kerahkan. Maka janganlah kalian terlalu berpaling dari istri yang tidak kalian sukai, lalu kalian membiarkannya layaknya wanita yang tidak bersuami dan juga tidak diceraikan,sehingga menyebabkan kalian berbuat dosa. Dan apabila kalian mengadakan perbaiakan terhadap sikap dan tindakan kalian,dengan berlaku adil dalam membagi giliran hari antara istri-istri kalian,dan selalu merasa diawasi oleh Allah  dan takut kepadaNya, maka sesungguhnya Allah  Maha pengampun terhadap hamba-hambaNya lagi maha penyayang kepada mereka. (Zubdatut Tafsir)

Category: Tafsir Topik

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!