Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Ar-Ra’d Ayat 19

۞ أَفَمَنْ يَعْلَمُ أَنَّمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ أَعْمَىٰ ۚ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

Arab-Latin: A fa may ya'lamu annamā unzila ilaika mir rabbikal-ḥaqqu kaman huwa a'mā, innamā yatażakkaru ulul-albāb

Terjemah Arti: Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran,

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

19-20. Apakah orang yang mengetahui bahwa apa yang datang kepadamu (wahai rasul), dari sisi Allah merupakan kebenaran, lalu mengimaninya, sama seperti orang buta yang tidak dapat melihat kebenaran yang dia tidak Imani? sesungguhnya orang-orang yang dapat mengambil pelajaran hanyalah orang-orang yang berakal lurus. Yaitu orang-orang yang memenuhi perjanjian dengan Allah yang telah diperintahkanNya kepada mereka, dan tidak membatalkan perjanjian teguh yang telah mereka kukuhkan kepada Allah.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

19. Tidak sama orang yang mengetahui bahwa apa yang Allah turunkan kepadamu -wahai Rasul- dari Rabbmu adalah kebenaran yang tidak ada keraguan padanya sementara dia beriman dan menjawabnya, dengan orang buta yang kafir lagi tidak menjawab panggilan Allah. Hanya orang-orang yang berakal lurus yang mengambil nasihat dan pelajaran.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

19. كَمَنْ هُوَ أَعْمَىٰٓ ۚ (sama dengan orang yang buta)
Bukanlah orang yang mengetahui al-Qur’an yang diturunkan Allah kepada rasul-Nya merupakan kebenaran yang tidak ada keraguan sedikitpun didalamnya seperti orang yang buta hatinya yang tidak mengetahui hal itu.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

19. Apakah orang yang mengetahui lantas bisa beriman dan menerima seperti Hamzah? Mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan Tuhanmu kepada rasul-Nya itu benar-benar haq dan benar sama seoerti mereka yang tidak mengetahui layaknya Abu Jahal? Bahkan dia adalah orang yang hati dan mata batinnya buta juga tidak beriman. Keduanya tidaklah sama, hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Makna kata :
(كَمَنۡ هُوَ أَعۡمَىٰٓۚ) kaman huwa a’maa : tidak melihat kebenaran tidak mengetahuinya dan tidak pula beriman .
(أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ) ulul albaab : orang-orang yang berakal.

Makna ayat :
Ayat ini mengandung perbandingan dan perbedaan antara dua kepribadian: pertama; kepribadian seorang mukmin yang saleh, seperti Hamzah bin Abdul Muthallib, dan kedua; kepribadian seorang kafir yang rusak, seperti Abu Jahal Al-Makhzumi, begitu pula apa yang akan didapatkan oleh keduanya di negeri akhirat kelak. Allah berfirman : (أَفَمَن يَعۡلَمُ أَنَّمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ مِن رَّبِّكَ ٱلۡحَقُّ) ”Apakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan kepadamu adalah kebenaran dari Rabbmu “maka dia beriman setelah memiliki ilmu dan konsisten diatas manhajnya dalam akidah, ibadah, muamalah, dan seluruh perilakunya, ini adalah kepribadian yang pertama, (كَمَنۡ هُوَ أَعۡمَىٰٓۚ) “sama dengan orang yang buta?” tidak mengetahui kebenaran dan tidak beriman kepadanya, tidak beramal dengan apa yang telah diturunkan kepada Rasul berupa syariat.
Maka jawabannya tentu tidaklah sama, tidak akan pernah sama jika ditimbang dengan timbangan yang adil dan benar. Firman-Nya : (إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ) yang mengambil pelajaran dari perbandingan ini hanyalah orang-orang yang memiliki akal dan pengetahuan tentang kebenaran. Perbandingan antara dua hal yang bertentangan, seperti kebenaran dan kebatilan, kebaikan dan keburukan, manfaat dan bahaya.

Pelajaran dari ayat :
• Seorang mukmin dia hidup, melihat, mengetahui, dan beramal. Adapun orang kafir ia mati, buta, tidak mengetahui, dan tidak pula beramal.
• Pelajaran hanya bisa diambil oleh orang yang berakal lurus dan sehat.

Aisarut Tafasir / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, pengajar tafsir di Masjid Nabawi

Ada yang mengatakan, bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Hamzah dan Abu Jahal atau ‘Ammar dan Abu Jahal, wallahu a’lam. Dalam ayat ini Allah Subhaanahu wa Ta'aala membedakan antara orang yang berilmu lagi mengamalkannya dengan orang yang tidak berilmu lagi tidak beramal. Antara keduanya terdapat perbedaan, bahkan seperti antara langit dan bumi. Oleh karena itu, sepantasnya manusia berpikir siapakah di antara kedua orang itu yang lebih baik keadaannya, dan siapakah yang diikuti jalannya. Akan tetapi, tidak semua orang dapat mengambil pelajaran. Hanya orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran. Mereka adalah manusia pilihan yang sifatnya sebagaimana disebutkan dalam ayat selanjutnya.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Usai menjelaskan balasan bagi manusia yang memenuhi dan yang abai atas seruan-seruan-Nya, Allah lalu membandingkan antara orang yang mengetahui kebenaran dengan yang tidak. Bila dibandingkan, maka apakah orang yang mengetahui bahwa apa (Al-Qur'an) yang diturunkan tuhan kepadamu itu adalah kebenaran, lalu dia beriman kepadanya, sama dengan orang yang buta mata hatinya dan enggan beriman kepadanya' tentu tidak sama. Hanya orang berakal saja'yang biasa Al-Qur'an sebut dengan ulul albab'yang dapat memahami perbandingan tersebut dan mengambil pelajaran darinya. Ulul albab yaitu orang yang senantiasa memenuhi janji dengan sesama manusia yang dikukuhkan dengan nama Allah dan tidak melanggar perjanjian tersebut, .

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Ar-Ra’d Ayat 20 Arab-Latin, Surat Ar-Ra’d Ayat 21 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Ar-Ra’d Ayat 22, Terjemahan Tafsir Surat Ar-Ra’d Ayat 23, Isi Kandungan Surat Ar-Ra’d Ayat 24, Makna Surat Ar-Ra’d Ayat 25

Category: Surat Ar-Ra'd

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!