Surat Al-Baqarah Ayat 66

فَجَعَلْنَٰهَا نَكَٰلًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهَا وَمَا خَلْفَهَا وَمَوْعِظَةً لِّلْمُتَّقِينَ

Arab-Latin: Fa ja'alnāhā nakālal limā baina yadaihā wa mā khalfahā wa mau'iẓatal lil-muttaqīn

Artinya: Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

« Al-Baqarah 65Al-Baqarah 67 »

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Hikmah Menarik Berkaitan Surat Al-Baqarah Ayat 66

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Baqarah Ayat 66 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beraneka hikmah menarik dari ayat ini. Ada beraneka penafsiran dari banyak pakar tafsir berkaitan kandungan surat Al-Baqarah ayat 66, misalnya sebagaimana tercantum:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Maka kami jadikan kampung itu menjadi pelajaran bagi penghuni kampong-kampung yang ada di sekitarnya,  yang sampai kepada mereka berita dana pa  yang menimpanya,  dan menjadi pelajaran juga bagi siapa saja yang melakukan dosa sesudah mereka  yang serupa dengan dosa itu,  serta kami menjadikannya sebagai pengingat bagi orang-orang shaleh, agar mereka mengetahui bahwa mereka itu berada di atas jalan kebenaran hingga mereka dapat teguh berada di atasnya.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

66. Maka Kami jadikan kutukan yang terjadi di kota Eilat itu sebagai pelajaran bagi orang-orang di zaman mereka dan orang-orang setelah mereka, serta sebagai peringatan bagi orang-orang yang takut terhadap siksaan dan berharap kepada pahala dari Allah.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

66. Maka Kami jadikan desa yang melampaui batas ini sebagai pelajaran bagi desa-desa yang ada di sekitarnya, dan juga pelajaran bagi generasi berikutnya sehingga mereka tidak mengikuti jejak para pendahulu mereka dan mendapatkan hukuman yang sama. Dan Allah juga menjadikan desa itu sebagai peringatan bagi orang-orang bertakwa yang senantiasa takut akan hukuman dan balasan dari Allah bagi orang yang melanggar batas-batas yang telah ditentukan-Nya.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

66. فَجَعَلْنَاهَا
Yakni kami jadikan negeri Aylah tempat terjadinya hal tersebut

نَكَالًا
Peringatan dan hukuman.

لِمَا بَيْنَ يَدَيْهَا وَمَا خَلْفَهَا
Yakni penghuni negeri didepan di belakang negeri Aylah

وَمَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ
Yakni pelajaran untuk orang-orang yang datang setelahnya hingga hari kiamat apabila mengingat azab yang menimpa orang-orang Yahudi ketika itu.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

Lalu kami menjadikan hukuman yang berbeda bagi wilayah Eilat sebagai pelajaran bagi wilayah-wilayah lain di sekelilingnya pada periode yang sama agar tidak melakukan hal yang serupa. Ketika hal itu didatangkan setelah (periode itu), maka itu digunakan sebagai pengingat bagi orang-orang mukmin agar lebih bertakwa, yaitu orang-orang yang datang setelah mereka sampai hari kiamat.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Maka Kami jadikan itu sebagai peringatan} maka Kami menjadikan umat yang melewati batas pada hari Sabtu itu sebagai peringatan {bagi orang-orang pada masa itu} bagi orang-orang dari beberapa umat yang ada pada masa itu dan menerima kabar tersebut {dan bagi mereka yang datang setelahnya} dan orang-orang dari beberapa umat yang ada setelah kejadian itu {serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa} dan pengingat bagi orang-orang yang takut kepada Tuhan mereka


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

66. “peringatan bagi orang-orang di masa itu, ” yaitu bagi orang yang ada di antara umat-umat itu, dan sampai kabar tentang mereka kepadanya di antara orang yang ada pada masa itu, ”dan bagi mereka yang datang kemudian, ” maksudnya orang yang setelahnya, hingga tegaklah hujjah Allah atas hamba-hambaNya, dan agar mereka menghindari kemaksiatan kepadaNya, akan tetapi hal ini bukanlah merupakan suatu nasihat yang berguna kecuali bagi orang-orang yang bertakwa. Adapun orang-orang yang selain mereka, maka mereka tidak mengambil manfaat dari ayat-ayat tersebut.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Allah SWT berfirman, (Dan sesungguhnya telah kamu ketahui) wahai orang-orang Yahudi tentang bencana yang dialami penduduk kota yang telah mendurhakai perintah Allah. Mereka melanggar janji yang telah diambil oleh Allah atas mereka untuk mengagungkan hari Sabtu dan melaksanakan perintahNya, ketika perintah itu disyariatkan atas mereka. Lalu mereka melakukan tipu daya dengan menangkap ikan pada hari Sabtu, dan mereka telah menyiapkan kail dan jaring sebelum hari Sabtu tiba. Maka ketika datang hari Sabtu yang seperti biasanya, mereka mengangkat jaring dan pancingnya, namun tidak ada ikan di sana Mereka menunggu hingga hari Sabtu berakhir, dan baru pada malam hari setelah hari Sabtu usai, mereka bisa mendapatkan ikan. Ketika mereka berbuat demikian, Allah mengubah mereka menjadi bentuk kera, yang terlihat mirip dengan manusia dari luar, tetapi bukan manusia. Demikianlah perbuatan dan tipu daya mereka, meskipun terlihat seolah-olah mereka patuh secara zhahir, namun di dalamnya mereka melanggar perintah Allah. Balasan mereka itu akibat perbuatan mereka
Inilah adalah kisah yang disebutkan dalam Surat Al-A'raf, di mana Allah SWT berfirman: (Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik (163)) (Surat Al-A'raf, ayat 163)
Firman Allah SWT : (lalu Kami berfirman kepada mereka: "Jadilah kamu kera yang hina)
Syaiban An-Nahwi mengutip dari Qatadah tentang firman Allah (lalu Kami berfirman kepada mereka: "Jadilah kamu kera yang hina) lalu kaum itu menjadi kera yang melolong, mereka memiliki ekor setelah sebelumnya mereka adalah laki-laki dan perempuan.
Terkait Allah Allah SWT: (Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian) Beberapa ulama’ berpendapat bahwa kata ganti dalam kata “Fa Ja’alnaaha” merujuk kepada kera. Dikatakan bahwa itu merujuk pada ikan,. Dikatakan juga bahwa itu merujuk pada “Al-Qatryah”. Hal ini diungkapkan oleh Ibnu Jarir.
Yang benar yaitu bahwa kata ganti itu merujuk kepada kota itu; yaitu, Allah menjadikan kota ini (sebagai peringatan), maksudnya yaitu karena penduduknya melampaui batas pada hari Sabtu. Kata (nakalan)maknanya adalah Kami menghukum mereka dan Kami menjadikannya sebagai peringatan, sebagaimana Allah berfirman tentang Fir'aun: (Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia ( (Surat An-Naziat).
Firman Allah SWT (dan bagi mereka yang datang kemudian) maknanya adalah untuk penduduk-penduduk kota
Ibnu Abbas berkata, maksudnya “Kami menjadikan kota yang telah dihukum ini sebagai pelajaran bagi kota-kota sekitarnya, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan negeri-negeri di sekitarmu dan Kami telah mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami berulang-ulang supaya mereka kembali (bertaubat) (27)) (Surat Al-Ahqaf) dan firman Allah (Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah (orang-orang kafir), lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya....) (Surat Ar-Ra'd: 41), menurut salah satu pendapat.
Maksud dari (dan bagi mereka yang datang kemudian) itu berhubungan dengan tempat.
Abu al-Aliyah, Ar-Rabi', dan ‘Athiyyah berkata, " yang datang kemudian" itu mengacu pada generasi berikutnya dari Bani Israil, agar mereka mengambil pelajaran dari perbuatan mereka. Seolah-olah mereka berkata, "Maksud dari (dan bagi mereka yang datang kemudian) itu berhubungan dengan waktu
Pendapat ini benar mengacu pada orang-orang dari generasi berikutnya agar mengambil pelajaran dari penduduk kota itu. Adapun apabila mengacu pada orang dari generasi sebelum mereka maka bagaimana mungkin pendapat yang menafsirinya begitu bisa benar? Yaitu pendapat bahwa ini menjadi pelajaran bagi orang sebelum mereka?
Fakhruddin Ar-Razi menyebutkan tiga pendapat:
Pertama, yang dimaksud dengan (dan bagi mereka yang datang kemudian) adalah kota-kota sebelum dan sesudahnya yang mengetahui berita tentang kota ini melalui kitab-kitab sebelum dan sesudahnya.
Kedua, yang dimaksud adalah kota-kota dan bangsa-bangsa yang ada pada masa itu.
Ketiga, bahwa Allah menjadikan peristiwa ini sebagai hukuman bagi segala dosa yang pernah mereka lakukan sebelum dan sesudahnya, dan ini adalah pendapat dari Al-Hasan.
Saya mengatakan, pendapat yang paling kuat adalah bahwa yang dimaksud adalah tentang kota-kota yang ada pada masanya yang telah mendengar berita tentang kota itu dan apa yang telah terjadi padanya, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan negeri-negeri di sekitarmu dan Kami telah mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami berulang-ulang supaya mereka kembali (bertaubat) (27) …..) (Surat Al-Ahqaf), dan (Dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka) (Surah Ar-Ra’d: 31)
Terkait firman Allah SWT : (serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa) menurut Ibnu Abbas berarti yaitu bagi orang-orang setelahnya hingga hari kiamat.
Al-Hasan dan Qatadah berkata terkait firman Allah (serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa) yaitu untuk orang-orang sesudah mereka, agar mereka takut akan siksaan Allah dan menjauhinya.
Aku berkata: Yang dimaksud dengan nasehat di sini adalah teguran; yaitu Kami menjadikan apa yang telah Kami perbuta kepada mereka berupa siksaan akibat melakukan perbuatan yang diarang Allah dan tipu muslihat yang mereka lakukan. Maka hendaklah orang-orang yang bertaqwa berhati-hati dengan perbuatannya, agar mereka tidak ditimpa oleh siksa seperti yang telah menimpa mereka


📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi

Makna kata :
{ نَكَٰلٗا } nakaalan : Hukuman dahsyat yang membuat orang yang melihatnya atau mengalaminya menjadi jera dan tidak melakukannya.
{ لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهَا وَمَا خَلۡفَهَا } Limaa baina yadaihaa wa maa kholfahaa : menjadi peringatan bagi orang yang hidup pada saat itu dan orang-orang setelahnya.
{ وَمَوۡعِظَةٗ لِّلۡمُتَّقِينَ } wa mau’idzotan lil muttaqin : Dapat diambil pelajaran oleh orang-orang yang bertakwa sehingga tidak akan mendekati kemaksiatan kepada Allah Ta’ala.

Makna ayat :
Allah Ta’ala mengingatkan tentang kejahatan yang dibuat sebagian pendahulu merka. Yaitu bahwa Allah Ta’ala mengharamkan mereka berburu di hari Sabut. Sebagian bermain-main dengan hukum syariat dan tetap berburu. Maka Allah menurunkan adzabNya kepada mereka dan mengutuk mereka menjadi kera. Hal itu agar dapat diambil pelajarannya bagi orang-orang yan mau merenunginya.

Pelajaran dari ayat :
• Buruknya akibat yang diterima oleh orang-orang yang merekayasa dan melampaui batas.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-Baqarah ayat 66: Kemudian Allah mengabarkan bahwasanya Allah menjadi suatu negeri tertimpa azab sebagai pelajaran dan peringatan bagi siapa yang menyaksikannya dan mendengar, bagi siapa yang datang setelahnya yaitu siapa yang meinginkan perbuatan mereka dengan perbuatan yang semisal, dan kabar tersebut sudah merupakan nasehat dan peringatan bagi orang – orang sholeh lagi bertaqwa serta seluruh manusia dalam kurun masa dan zaman setelahnya.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Sehingga hujjah telah tegak dan agar mereka tidak bermaksiat kepada-Nya.

Sehingga mereka dapat bersabar di atas ketakwaan, dan peringatan itu hanya bermanfa'at bagi orang-orang yang bertakwa saja.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Baqarah Ayat 66

Selanjutnya, untuk menimbulkan efek jera, maka kami jadikan yang demikian itu, yaitu hukuman atau kutukan menjadi kera, sebagai peringatan bagi orang-orang pada masa itu, yaitu orang-orang yahudi, dan bagi mereka yang datang kemudian, termasuk juga umat nabi Muhammad, serta secara khusus menjadi pelajaran penting dan mesti diperhatikan bagi orang-orang yang bertakwa. Pada ayat-ayat yang lalu dijelaskan tentang keingkaran bani israil terhadap perintah Allah, sedang pada ayat-ayat berikut diterangkan keingkaran mereka terhadap perintah nabi musa. Dan ingatlah ketika musa berkata kepada kaumnya yang meminta agar ia memohon pada tuhan agar memberi solusi dari masalah pembunuhan di kalangan mereka, Allah memerintahkan kamu agar menyembelih seekor sapi betina, yang dimaksudkan agar mereka menghapus sisa syirik karena pernah menyembah anak sapi dan siap kembali pada akidah yang benar. Perintah ini dinilai sebagai bentuk ketidakseriusan musa, karena itu mereka bertanya, apakah engkau akan menjadikan kami sebagai ejekan' pertanyaan ini sungguh tidak pada tempatnya, karena mereka tahu sifat musa yang tidak pernah main-main. Dengan sikap prihatin, dia, musa, menjawab, aku berlindung kepada Allah agar tidak termasuk orang-orang yang bodoh yang sering menjadikan ajaran agama sebagai permainan.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Demikian variasi penafsiran dari beragam ahli tafsir mengenai isi dan arti surat Al-Baqarah ayat 66 (arab-latin dan artinya), moga-moga membawa faidah untuk kita. Support kemajuan kami dengan memberi link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Halaman Cukup Banyak Dikaji

Baca berbagai halaman yang cukup banyak dikaji, seperti surat/ayat: Al-Qadr, Al-A’la, Adh-Dhuha, Do’a Setelah Adzan, Yusuf 28, An-Naba. Ada pula Al-Kafirun, Al-Fatihah, Seribu Dinar, Al-Isra 32, Al-Hujurat 13, Al-Falaq.

  1. Al-Qadr
  2. Al-A’la
  3. Adh-Dhuha
  4. Do’a Setelah Adzan
  5. Yusuf 28
  6. An-Naba
  7. Al-Kafirun
  8. Al-Fatihah
  9. Seribu Dinar
  10. Al-Isra 32
  11. Al-Hujurat 13
  12. Al-Falaq

Pencarian: al imran 110, surat al bayyinah dan artinya, surat 63 ayat 10, thaha 25-28, arti surah an nisa ayat 59

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: