Quran Surat at-Taubah Ayat 65-66

وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِٱللَّهِ وَءَايَٰتِهِۦ وَرَسُولِهِۦ كُنتُمْ تَسْتَهْزِءُونَ

Arab-Latin: wa la`in sa`altahum layaqụlunna innamā kunnā nakhụḍu wa nal'ab, qul a billāhi wa āyātihī wa rasụlihī kuntum tastahzi`ụn

Terjemah Arti: Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?"

Tafsir Quran Surat at-Taubah Ayat 65-66

Dan apabila kamu bertanya kepada mereka (wahai nabi), tentang apa yang mereka ucapkan berupa penghinaan terhadap kehormatanmu dan kehormatan sahabat-sahabtmu, tentulah mereka benar-benar akan mengatakan, ”sesungguhnya kami hanya sekedar berbicara dengan ucapan yang tidak ada kesengajaan dari kami padanya.” Katakanlah kepada mereka (wahai nabi), ”apakah kepada Allah , ayat-ayatNya dan rasulNya kalian mengolok-ngolok?” (Tafsir al-Muyassar)

Sungguh jikalau kamu -wahai Rasul- bertanya kepada orang-orang munafik tentang tuduhan dan celaan yang mereka layangkan kepada orang-orang mukmin setelah Allah memberitahukan hal itu kepadamu, pasti mereka akan menjawab, "Ketika itu kami hanya bercanda dan tidak bersungguh-sungguh." Katakanlah -wahai Rasul- kepada mereka, "Apakah Allah, ayat-ayat-Nya, dan rasul-Nya kalian jadikan sebagai bahan olok-olok?" (Tafsir al-Mukhtashar)

Wahai Nabi, jika kamu bertanya kepada orang-orang munafik tentang ejekan mereka terhadap agama, Al-Qur’an dan terhadapmu di tengah perjalananmu menuju perang Tabuk, sungguh mereka akan berkata seraya meminta maaf: “Sesungguhnya kami bercakap-cakap sebagai hiburan dan bergembira agar perjalanannya tidak terasa” Katakanlah kepada mereka: “Apakah kalian mengolok-olok dengan nama Allah, ayat-ayatNya dan rasulNya? Bukankah kalian punya hal lain untuk dibicarakan selain itu?” Ini untuk menggagalkan keingkaran mereka dan memaksa mereka mengakui hal tersebut. Ayat ini turun terkait orang-orang munafik di perang Tabuk yang berkata: “Apakah lelaki ini berharap menaklukkan kerajaan-kerajaan dan benteng-benteng negeri Syam? Mustahil itu dilakukan olehnya” Lalu Allah menampakkan hal tersebut kepada nabiNya dan menanyakannya kepada mereka, lalu menjawab: “Wahai Rasulullah, Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bersenang-senang saja” Kemudian turunlah ayat ini (Tafsir al-Wajiz)

وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ (Dan jika kamu tanyakan kepada mereka) Tentang tuduhan terhadap agama yang mereka katakan dan hinaan mereka terhadap orang-orang beriman setelah Allah menjelaskan kepadamu tentang hal itu.لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ( tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”) Dan kami sama sekali tidak berbicara tentang kamu atau orang-orang beriman.قُلْ أَبِاللهِ وَءَايٰتِهِۦ وَرَسُولِهِۦ كُنتُمْ تَسْتَهْزِءُونَ(Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”) Rasulullah tidak menerima pengingkaran mereka sebab mereka berdusta dalam mengungkapkannya, namun menganggap mereka seakan-akan telah mengakui perbuatan mereka. (Zubdatut Tafsir)