Quran Surat Ali ‘Imran Ayat 38-39

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُۥ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِى مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ

Arab-Latin: hunālika da'ā zakariyyā rabbah, qāla rabbi hab lī mil ladungka żurriyyatan ṭayyibah, innaka samī'ud-du'ā`

Terjemah Arti: Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa".

Tafsir Quran Surat Ali ‘Imran Ayat 38-39

Disaat Zakariya menyaksikan sesuatu yang Allah muliakan Maryam dengan hal itu berupa rizki dan keutamaan dariNYA, zakaria menghadap tuhannya sembari berdo’a, ”wahai tuhanku,berilah aku dari sisiMU anak lelaki shalih lagi diberkahi. sesungguhnya Engkau maha mendengar doa orang yang berdoa kepadaMU.” (Tafsir al-Muyassar)

Ketika melihat rezeki yang Allah -Ta'ālā- berikan kepada Maryam puteri Imran dengan cara yang tidak biasa, Zakariya langsung memohon kepada Allah agar dirinya dikaruniai seorang putra, meskipun dia menyadari keadaannya yang sudah tua renta dan istrinya yang mandul. Maka Zakariya berkata, “Ya Rabbku, berilah aku seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa orang yang memanjatkan doa kepada-Mu dan Maha Mengetahui keadaan-Nya.” (Tafsir al-Mukhtashar)

38 Di tempat itulah, mihrab Maryam, Zakariya berdoa kepada Tuhannya agar diberikan keturunan yang baik dan saleh. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa orang yang berdoa kepada-Mu, dan menyambut orang-orang yang merendahkan diri kepada-Mu.”. (Tafsir al-Wajiz)

هُنَالِكَ (Di sanalah) Yakni Zakariya berdo’a di tempat tersebut sambil berdiri di sisi Maryam berharap di karuniai keturunan yang baik, karena ia merasa bahwa barangsiapa yang mampu mendatangkan makanan untuk Maryam maka Dia juga mampu untuk mendatangkan seorang anak meski untuk orang yang mandul. (Zubdatut Tafsir)

فَنَادَتْهُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَهُوَ قَآئِمٌ يُصَلِّى فِى ٱلْمِحْرَابِ أَنَّ ٱللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَىٰ مُصَدِّقًۢا بِكَلِمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ وَسَيِّدًا وَحَصُورًا وَنَبِيًّا مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

fa nādat-hul-malā`ikatu wa huwa qā`imuy yuṣallī fil-miḥrābi annallāha yubasysyiruka biyaḥyā muṣaddiqam bikalimatim minallāhi wa sayyidaw wa ḥaṣụraw wa nabiyyam minaṣ-ṣāliḥīn

Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh".

Maka para malaikat memanggilnya ketika dia tengah berdiri di hadapan Allah di tempat sholatnya sambil menjatkan do’a kepadanya, ”sesungguhnya Allah memberitahukan kepada mu dengan satu berita mengembirakan dirimu. Yaitu bahwa kamu akan diberi anugerah putra yang namanya Yahya, dia membenarkan kaliamat yang datang dari Allah, (yaitu Isa putra Maryam) dan Yahya akan menjadi pemimpin di tengah kaumnya, dia memiliki kedudukan dan martabat yang tinggi, dan menjadi seorang insan yang menjaga diri, tidak berbuat dosa dan mengikuti syahwat yang memudaratkan, serta menjadi seorang nabi dari kalangan orang-orang shalih yang telah mencapi puncak keshalihannya.” (Tafsir al-Muyassar)

Kemudian Malaikat berbicara kepada Zakariya ketika dia sedang berdiri untuk menunaikan salat di tempat ibadahnya seraya berkata, “Sesungguhnya Allah memberikan kabar gembira kepadamu bahwa kamu akan mempunyai seorang anak laki-laki bernama Yahya. Di antara sifatnya adalah dia membenarkan kalimat yang datang dari Allah, yaitu Isa putra Maryam, karena Isa diciptakan secara khusus melalui kalimat Allah. Dan anak laki-laki itu (Yahya) akan menjadi pemuka kaumnya dalam bidang keilmuan dan ketekunan beribadah. Dia selalu menahan dirinya dari segala macam kesenangan, termasuk kesenangan dengan wanita. Dia berkonsentrasi penuh dalam beribadah kepada Rabbnya. Dan dia adalah seorang Nabi yang menjadi bagian dari orang-orang yang saleh.” (Tafsir al-Mukhtashar)

39 Kemudian Malaikat Jibril menyeru Zakariya sebagaimana yang disebutkan At thobari dari Ibnu Mas’ud. Zakariya tengah berdiri melakukan shalat dan berdoa di mihrab: “Sesungguhnya Allah akan memberi kabar gembira kepada kamu dengan kelahiran Yahya (dalam Injil disebutkan Yuhna) yang membenarkan kalimat dari Allah yaitu Isa. Serta memberi kabar gembira dengan diutusnya Nabi Isa, yang akan diutus pada zamanya, putera dari bibinya, sehingga Isa disebut kalimat Allah, sebab ada pada kalam Allah: Jadilah. Dan Yahya akan jadi pemimpin yang menuntun kaumnya dengan ilmu, kebijaksanaan, keutamaan, dan menjaga diri dari perempuan, dan akan menjadi nabi yang saleh yang memenuhi hak-hak Allah dan manusia, serta terjaga dari melakukan dosa. (Tafsir al-Wajiz)

فَنَادَتْهُ الْمَلٰٓئِكَةُ (Kemudian Malaikat memanggil Zakariya) Yakni malaikat Jibril. أَنَّ اللهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَىٰ (Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya) Dan nama yang disebutkan di Injil adalah Yohana. Yakni Allah menggembirakanmu dengan kelahiran Yahya. مُصَدِّقًۢا بِكَلِمَةٍ مِّنَ اللهِ (yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah ) Yakni yang membenarkan Nabi Isa dan mengabarkan kedatangannya. Adapun penyebutan Isa dengan kalimat Allah adalah kerena ia diciptakan dengan firman-Nya “kun”. Dan kedatangan Yahya adalah untuk mengabarkan dekatnya pengutusan Isa yang diutus pada zamannya, dan Isa adalah anak dari bibinya dari jalur ibu, dan Yahya adalah orang yang pertama beriman kepada Isa. وَسَيِّدًا وَحَصُورًا (menjadi panutan, menahan diri (dari hawa nafsu)) Makna (السيد) adalah orang yang memimpin kaumnya yang pengasih, mulia, lagi bertaqwa. Dan makna (الحصور) adalah yang tidak mendatangi perempuan, maka Nabi Yahya dahulu tidak mendatangi perempuan tidak seperti lelaki lainnya. Mungkin disebabkan karena ia tidak mampu melakukan itu atau karena ia memang menahan diri dari hal itu. وَنَبِيًّا مِّنَ الصّٰلِحِينَ (dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh) Yakni yang menjalankan apa yang diwajibkan Allah atasnya dan menunaikan hak-hak orang lain kepada mereka. (Zubdatut Tafsir)

Terkait: « | »

Kategori: Tafsir Serial

Trending: Surat Yasin, Surat Al-Waqiah, Surat Al-Mulk, Surat Al-Kahfi, Ayat Kursi