Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat ar-Rum Ayat 41-42

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Arab-Latin: ẓaharal-fasādu fil-barri wal-baḥri bimā kasabat aidin-nāsi liyużīqahum ba'ḍallażī 'amilụ la'allahum yarji'ụn

Terjemah Arti: Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Telah terlihat kerusakan di daratan dan di lautan seperti kekeringan, minimnya hujan, banyaknya penyakit dan wabah, yang semua itu disebabkan kemaksiatan-kemaksiaan yang dilakukan oleh manusia, agar mereka mendapatkan hukuman dari sebagian perbuatan mereka di dunia, supaya mereka bertaubat kepada Allah dan kembali kepadaNya dengan meninggalkan kemaksiatan, selanjutnya keadaan mereka akan membaik dan urusan mereka menjadi lurus. (Tafsir al-Muyassar)

41. Telah nampak kerusakan di daratan maupun di lautan dalam kehidupan manusia dengan berkurangnya penghasilan dan di dalam diri mereka dengan timbulnya berbagai penyakit dan wabah, disebabkan karena kemaksiatan yang mereka lakukan. Hal itu timbul agar Allah merasakan kepada mereka balasan dari perbuatan buruk mereka di kehidupan dunia dengan harapan agar mereka kembali kepada-Nya dengan bertobat. (Tafsir al-Mukhtashar)

41. Telah tampak kerusakan di berbagai hal seperti kegersangan, kekeringan, kebakaran, banjir, penyakit, kegelisahan dan ditawan oleh musuh akibat kemaksiatan dan dosa manusia. Supaya Allah membuat mereka merasakan balasan dari sebagian perbuatan mereka di dunia sebelum dihukum di akhirat dan supaya mereka bisa kembali dari kemaksiatan mereka dan bertaubat atas dosa-dosa (mereka). (Tafsir al-Wajiz)

41. ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ (Telah nampak kerusakan di darat dan di laut) Yakni dimaksud dengan (البحر) adalah perkotaan dan pedesaan yang berada di atas laut atau sungai. Sedangkan (البر) adalah perkotaan dan pedesaan yang tidak berada di atas laut atau sungai. بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى النَّاسِ(disebabkan karena perbuatan tangan manusia) Allah menjelaskan bahwa kemusyrikan dan kemaksiatan adalah sebab timbulnya kerusakan di alam semesta. Kerusakan ini dapat berupa kekeringan, paceklik, ketakutan yang merajalela, barang-barang yang tidak laku, sulitnya mencari penghidupan, maraknya perampokan dan kezaliman, dan lain sebagainya. لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِى عَمِلُوا۟( supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka) Yakni agar mereka merasakan akibat dari sebagian perbuatan mereka. لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ(agar mereka kembali (ke jalan yang benar)) Yakni menjauhi kemaksiatan mereka dan bertaubat kepada Allah. (Zubdatut Tafsir)

قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلُ ۚ كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُشْرِكِينَ

qul sīrụ fil-arḍi fanẓurụ kaifa kāna 'āqibatullażīna ming qabl, kāna akṡaruhum musyrikīn

Katakanlah: "Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)".

Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang yang mendustakan apa yang kamu bawa, “Berjalanlah di penjuru bumi untuk merenungkan dan mengambil pelajaran, lalu lihatlah bagaimana kesudahan umat-umat terdahulu yang mendustakan seperti kaum Nuh, Ad dan Tsamud. Kalian akan melihat akibat mereka adalah akibat terburuk dan angan-angan mereka adalah angan-angan yang terjelek. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan Allah. (Tafsir al-Muyassar)

42. Katakan -wahai Rasul- kepada orang-orang musyrik, "Berjalanlah kalian di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan umat-umat yang mendustakan sebelum kalian?" Kesudahan mereka adalah kesudahan yang buruk. Kebanyakan dari mereka menyekutukan Allah dengan menyembah selain Allah bergandeng dengan menyembah Allah. Maka mereka dibinasakan karena kesyirikan mereka tehadap Allah. (Tafsir al-Mukhtashar)

42. Wahai rasulallah, katakanlah kepada orang-orang yang mendustakan risalahmu, “Berjalanlah ke penjuru bumi dan renungkanlah tentang apa yang terjadi di sana, supaya kalian bisa memastikan kebenaran janji Kami dan lihatlah takdir umat-umat terdahulu yang Kami hancurkan, karena kebanyakan mereka menyekutukan Allah dengan tuhan lain” (Tafsir al-Wajiz)

42. قُلْ سِيرُوا۟ فِى الْأَرْضِ فَانظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عٰقِبَةُ الَّذِينَ مِن قَبْلُ ۚ (Katakanlah: “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu) Allah memerintahkan mereka untuk berjalan di muka bumi agar mereka melihat sisa-sisa peninggalan umat terdahulu dan menyaksikan bagaimana kesudahan hidup mereka, rumah-rumah mereka menjadi hancur, tanah mereka terbengkalai, seperti yang terjadi pada kaum ‘Aad, Tsamud, dan kaum kafir lainnya. كَانَ أَكْثَرُهُم مُّشْرِكِينَ(Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)”) Ini merupakan penjelasan tentang sebab mengapa kesudahan mereka sedemikian rupa. (Zubdatut Tafsir)

Related: Surat al-Hujurat Ayat 10-12 Arab-Latin, Surat al-Fajr Ayat 27-30 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat al-Jumu’ah Ayat 9-10, Terjemahan Tafsir Surat al-Hasyr Ayat 18-24, Isi Kandungan Surat az-Zalzalah Ayat 7-8, Makna Surat Yusuf Ayat 1-16

Category: Tafsir Serial

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!