Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Hud Ayat 51

يَا قَوْمِ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَى الَّذِي فَطَرَنِي ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Arab-Latin: Yā qaumi lā as`alukum 'alaihi ajrā, in ajriya illā 'alallażī faṭaranī, a fa lā ta'qilụn

Terjemah Arti: Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?"

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Wahai kaumku, aku tidak meminta imbalan dari kalian atas dakwahku terhadap kalian untuk memurnikan ibadah kepada Allah dan meninggalkan penyembahan patung-patung. Imbalanku atas dakwahku terhadap kalian hanyalah menjadi tanggungan Allah yang telah menciptakanku. Tidaklah kalian mau berfikir?, sehingga kalian dapat membedakan mana yang hak dan mana yang batil?

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

51. Wahai kaumku! Aku tidak meminta imbalan apapun dari kalian atas jasaku menyampaikan wahyu dari Tuhanku dan mengajak kalian beriman kepada-Nya. Imbalanku adalah dari sisi Allah yang telah menciptakanku. Tidakkah kalian mengerti akan hal itu dan mengikuti ajakanku?

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

51. يٰقَوْمِ لَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا ۖ (Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini)
Yakni atas penyampaian dan nasehat kepada kalian ini.

عَلَى الَّذِى فَطَرَنِىٓ ۚ (hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku)
Dan Dia akan memberiku pahala atas seruan itu.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

51. Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu atas seruanku ini. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Maka tidakkah kamu memikirkan kebenaran itu dengan sebenar-benarnya untuk mengetahui kebenaran yang diberikan kepadamu?”

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Makna kata :
(لا أسألكم عليه أجرا) : Aku tidak meminta upah dari kalian atas apa yang aku sampaikan berupa dakwah tauhid.
(فطرني) : Yang menciptakanku.

Makna ayat :
Firman-Nya (يا قوم لا أسألكم عليه أجرا) yaitu, aku tidak meminta kalian upah atas ajakan ku kepada kalian menuju tauhid, sehingga kalian menjadi sempurna dengan hanya beribadah kepada-Nya meraih pahala (harta) (إن أجري إلا على الذي فطرني) upahku hanya dari Allah yang telah menciptakanku. Dan firman-Nya (أفلا تعقلون) tidak kah kalian berpikir senadainya aku mencari upah dengan dakwah menuju tauhid, tentu aku akan memintanya dari kalian. Namun aku sama sekali tidak meminta sepeser pun upah, kecuali dari Rabb ku. Maka jelaslah kejujuranku dalam ajakan dan nasehatku untuk kalian.

Pelajaran dari ayat :
• Kewajiban ikhlas dalam dakwah.

Aisarut Tafasir / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, pengajar tafsir di Masjid Nabawi

Agar kamu tidak mengatakan, bahwa seruanku dimaksudkan untuk mencari hartamu. Oleh karena Beliau tidak meminta imbalan apa-apa atas seruannya, maka yang demikian seharusnya menjadikan mereka tunduk mengikuti seruannya.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Kemudian nabi hud menyampaikan bahwa dakwah yang ia lakukan adalah tulus tanpa pamrih dengan pernyataannya, wahai kaumku! aku tidak meminta suatu imbalan sedikit pun kepadamu atas seruanku ini. Imbalanku hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Karena ketika Allah menciptakanku, pasti dia telah menyiapkan segala sarana dan kebutuhanku. Maka jika demikian, tidakkah kamu memikirkan tentang kebenaran seruanku ini'dan nabi hud lalu mengajak mereka, wahai kaumku! mohonlah ampunan kepada tuhanmu yang selama ini telah melimpahkan karunianya kepadamu, dan mohonlah ampunan atas dosa yang kalian perbuat lalu bertobatlah kepada-Nya dengan meninggalkan kedurhakaan dan bertekad untuk tidak mengulanginya, niscaya dia akan menurunkan hujan yang sangat deras yang membawa keberkahan dengan berbagai karunia lahir dan batin, dan dia akan menambahkan pula kekuatan yang besar berupa kekuatan spiritual buah dari keimanan kepada Allah atau berupa keturunan dan harta benda di atas kekuatan fisikmu yang kalian miliki sekarang. (lihat: surah nuh/71: 10-12). Maka sekali lagi bertobatlah, dan janganlah kamu berpaling dari tuntunan-Nya yang aku sampaikan, dan janganlah kembali lagi menjadi orang yang berdosa. Ayat ini menunjukkan bahwa beristigfar dan bertobat adalah pangkal segala kebaikan jiwa, raga, harta, dan keturunan.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Hud Ayat 52 Arab-Latin, Surat Hud Ayat 53 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Hud Ayat 54, Terjemahan Tafsir Surat Hud Ayat 55, Isi Kandungan Surat Hud Ayat 56, Makna Surat Hud Ayat 57

Category: Surat Hud

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!