Surat Yunus Ayat 19

وَمَا كَانَ ٱلنَّاسُ إِلَّآ أُمَّةً وَٰحِدَةً فَٱخْتَلَفُوا۟ ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِن رَّبِّكَ لَقُضِىَ بَيْنَهُمْ فِيمَا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

Arab-Latin: Wa mā kānan-nāsu illā ummataw wāḥidatan fakhtalafụ, walau lā kalimatun sabaqat mir rabbika laquḍiya bainahum fīmā fīhi yakhtalifụn

Artinya: Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih. Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulu, pastilah telah diberi keputusan di antara mereka, tentang apa yang mereka perselisihkan itu.

« Yunus 18Yunus 20 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Mendalam Tentang Surat Yunus Ayat 19

Paragraf di atas merupakan Surat Yunus Ayat 19 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada pelbagai hikmah mendalam dari ayat ini. Ditemukan pelbagai penjelasan dari para ulama tafsir terhadap isi surat Yunus ayat 19, misalnya seperti di bawah ini:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dahulu manusia berada di atas ajaran agama yang satu, yaitu islam. Kemudian mereka berselisih setelah itu. sebagain dari mereka menjadi kafir dan sebagain yang lain tetap teguh di atas kebenaran. kalaulah bukan karena ketetapan dari Allah yang telah berlalu untuk memberikan penundaan (siksaan) bagi orang yang bermaksiat dan tidak segera menghukum mereka karena dosa-dosa mereka, pastilah mereka akan diputuskan, dengan membinasakan orang-orang yang berada di atas kebatilan dari mereka dan menyelamatkan para pengikut kebenaran.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

19. Allah menegaskan bahwa seluruh manusia dahulu berada dalam agama Islam, kemudian muncul kekafiran di antara mereka dan sebagian lain tetap di atas kebenaran. Kalaulah bukan karena ketetapan Allah untuk menangguhkan azab bagi orang-orang kafir hingga hari kiamat, niscaya Allah akan menyelesaikan perkara di antara mereka dalam hal azab bagi orang-orang kafir yang disegerakan di dunia.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

19. Dan tidaklah umat manusia ini dahulu melainkan satu umat yang beriman dan bertauhid. Kemudian mereka berselisih paham. Sebagian dari mereka tetap beriman. Dan sebagian lainnya berubah menjadi kafir. Sekiranya tidak ada ketentuan yang telah Allah tetapkan sebelumnya -bahwa Dia tidak akan memutus perselisihan mereka di dunia melainkan di Hari Kiamat- pasti Dia telah memutus perselisihan mereka di dunia, sehingga dapat diketahui dengan jelas siapa yang berada di jalan yang benar dan siapa yang tersesat.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

19. وَمَا كَانَ النَّاسُ إِلَّآ أُمَّةً وٰحِدَةً (Manusia dahulunya hanyalah satu umat)
Yakni semua mentauhidkan Allah dan beriman kepada-Nya.

فَاخْتَلَفُوا۟ ۚ (kemudian mereka berselisih)
Kemudian sebagian mereka menjadi kafir dan sebagian lainnya beriman sehingga mereka saling berselisih.

وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِن رَّبِّكَ (Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulu)
Yakni bahwa Allah tidak memberi keputusan dalam perselisihan mereka kecuali di hari kiamat.

لَقُضِىَ بَيْنَهُمْ(pastilah telah diberi keputusan di antara mereka)
Di dunia.

فِيمَا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ(tentang apa yang mereka perselisihkan itu)
Akan tetapi Allah tidak melakukan hal tersebut karena telah ada ketetapan yang tidak berubah.
Pendapat lain mengatakan bahwa Allah tidak menghukum seseorang kecuali dengan alasan atau hujjah, yaitu dengan mengutus para Rasul, sebagaimana firman Allah:
وما كنا معذبين حتى نبعث رسولا
“dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul”


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

19. Secara fitrah manusia itu hanyalah satu umat yang bertauhid dan beriman kepada Allah serta berada pada satu agama yang benar, kemudian mereka saling bertentangan sehingga sebagian ada yang beriman dan kafir. Jika tidak telah berlalu janji Allah untuk menangguhkan azab sampai hari kiamat, niscaya akan ditentukan hukum di antara mereka di dunia tentang sesuatu yang mereka pertentangkan, lalu orang-orang yang bathil akan dibinasakan dan orang-orang mukmin akan diselamatkan.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Manusia itu dahulunya tidak lain melainkan umat yang satu} dalam agama yang satu yaitu agama Islam {lalu mereka berselisih} lalu mereka terpisah menjadi mukmin dan kafir {Jika tidak karena suatu ketetapan dari Tuhanmu} janji Tuhanmu dengan menangguhkan ketatapan di antara paraa hamba sampai hari kiamat {Sungguh telah diputuskan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

19. “Manusia dahulunya hanyalah satu umat”, mereka bersepakat pada agama yang benar, akan tetapi (setelah itu) mereka berelisih, maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. “Kalau bukanlah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Rabbmu dahulu”, dengan memberikan tempo kepada orang-orang yang durhaka dan tidak menyegerakan azab kepada mereka, “pastilah telah diberi keputusan di antara mereka”, dengan menyelamatkan orang-orang Mukmin dan membinasakan orang-orang kafir yang mendustakan, dan itu menjadi pembeda antara mereka “tentang apa yang mereka perselisihkan itu.” Akan tetapi Dia ingin menguji sebagian dari mereka dengan sebagian yang lain agar jelas mana yang benar dan mana yang dusta.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 18-19
Allah SWT mengingkari orang-orang musyrik yang menyembah Allah dengan sembahan-sembahan selainNya dengan menyangka bahwa sembahan-sembahan itu memberi manfaat kepada mereka dengan syafaatnya di sisi Allah. Lalu Allah memberitahukan bahwa sembahan-sembahan itu tidak memberikan mudharat, tidak memberikan manfaat, dan tidak memiliki sesuatu apa pun. Apa yang mereka sangkakan itu tidak terjadi selamanya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Katakanlah, "Apakah kalian mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) di bumi?”)
Ibnu Jarir berkata bahwa maknanya adalah "Apakah kalian memberitahukan kepada Allah apa yang tidak ada di langit dan di bumi?" Kemudian Allah membersihkan DzatNya yang Maha Mulia dari kemusyrikan dan kekafiran mereka. Lalu Allah berfirman: (Mahasuci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka mempersekutukan (itu)) Kemudian Allah SWT memberitahukan bahwa kemusyrikan ini terjadi di kalangan manusia, meskipun sebelumnya belum ada, dan semua manusia itu pada awalnya berada pada satu agama, yaitu agama Islam.
Ibnu Abbas berkata bahwa jarak antara nabi Adam dan nabi Nuh adalah sepuluh generasi dan semuanya memeluk agama Islam. Kemudian terjadi perselisihan di antara manusia, lalu berhala-berhala, sekutu-sekutu dan tandingan-tandingan disembah, kemudian Allah mengutus para rasul dengan membawa ayat-ayatNya yang jelas, hujjah-hujjah dan bukti-bukti-Nya yang kuat (yaitu agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidupnya dengan keterangan yang nyata (pula)) (Surah Al-Anfal: 42) dan firmanNya (Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhan kalian dahulu) yaitu seandainya tidak ada ketetapan terlebih dahulu dari Allah bahwa Dia tidak akan mengazab seorang pun kecuali sesudah adanya hujjah atasnya, dan menangguh­kan makhlukNya sampai dengan waktu yang telah ditentukan., maka Dia sudah memberi keputusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan itu. Jadi berbahagialah orang-orang mukmin dan celakalah orang-orang kafir.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Yunus ayat 19: Di atas agama yang satu, yaitu Islam dari sejak Nabi Adam sampai Nabi Nuh ‘alaihimas salam. Ada pula yang mengatakan, dari sejak zaman Ibrahim sampai zaman ‘Amr bin Luhay. Setelah manusia berkembang biak dan kepentingan mereka berlainan, timbullah berbagai kepercayaan yang menimbulkan perpecahan. oleh karena itu Allah mengutus Rasul yang membawa wahyu untuk memberi petunjuk kepada mereka. Baca juga ayat 213 surat Al-Baqarah.

Yakni sebagian mereka tetap di atas agama tauhid, sedangkan sebagian lagi tidak.

Ketetapan Allah itu ialah bahwa, perselisihan manusia di dunia itu akan diputuskan dan diberi pembalasan di akhirat.

Yaitu dengan diselamatkan-Nya orang-orang mukmin dan diazab-Nya orang-orang kafir. Akan tetapi, Dia ingin menguji mereka agar nampak jelas siapa yang jujur imannya dan siapa yang berdusta.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Yunus Ayat 19

Penyembahan terhadap selain Allah sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang musyrik adalah sebuah penyimpangan yang tidak dikenal pada awal kehidupan manusia, karena manusia diciptakan dalam keadaan fitrah. Ayat ini menegaskan bahwa dan manusia itu dahulunya hanyalah satu umat, mereka semuanya tunduk dan patuh kepada Allah, kemudian mereka terkena godaan setan sehingga berselisih, yakni ada yang tetap taat dan ada yang durhaka bahkan mereka terpecah menjadi kelompok-kelompok yang berbeda keyakinan. Kalau tidak karena suatu ketetapan yang telah ada dari tuhanmu, bahwa perselisihan manusia di dunia itu akan diputuskan di akhirat, pastilah telah diberi keputusan di antara mereka ketika di dunia ini, tentang apa yang mereka perselisihkan itu. Setelah dijelaskan perselisihan yang terjadi diantara umat manusia, lalu kembali dijelaskan tentang tuntutan orang musyrik agar Allah memberikan mujizat yang kasat mata kepada nabi Muhammad. Dan mereka berkata, mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu bukti, yakni mukjizat dari tuhannya, yakni mukjizat yang dapat diindra' padahal mujizat seperti yang mereka minta sesungguhnya telah diturunkan kepada para nabi sebelum nabi Muhammad, tetapi umat para nabi tersebut tetap ingkar. Katakanlah, wahai nabi Muhammad sungguh, segala yang gaib itu hanya milik Allah; sebab itu tunggu sajalah olehmu, apakah Allah akan mengabulkan permintaanmu atau tidak. Allah maha mengetahui apa yang terbaik untuk hambanya. Ketahuilah, sesungguhnya aku juga menunggu bersama kamu, apa keputusan Allah untuk kita semua.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian sekumpulan penjelasan dari para ulama berkaitan kandungan dan arti surat Yunus ayat 19 (arab-latin dan artinya), semoga membawa faidah untuk kita. Dukunglah kemajuan kami dengan memberi link ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Konten Tersering Dikaji

Nikmati banyak topik yang tersering dikaji, seperti surat/ayat: An-Naas, Maryam, Al-Lail, Al-Baqarah 285-286, Luqman 13, ‘Abasa. Termasuk Dua (2) Terakhir al-Baqarah, Al-Fatihah 6, Al-Hujurat 10, Al-Ma’idah 32, At-Taubah 40, Yasin 9.

  1. An-Naas
  2. Maryam
  3. Al-Lail
  4. Al-Baqarah 285-286
  5. Luqman 13
  6. ‘Abasa
  7. Dua (2) Terakhir al-Baqarah
  8. Al-Fatihah 6
  9. Al-Hujurat 10
  10. Al-Ma’idah 32
  11. At-Taubah 40
  12. Yasin 9

Pencarian: qs. yunus ayat 40-41, al qasas latin, arti allahu somad, surah ke 6, surat 23

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.