Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Yunus Ayat 7

إِنَّ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا وَرَضُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاطْمَأَنُّوا بِهَا وَالَّذِينَ هُمْ عَنْ آيَاتِنَا غَافِلُونَ

Arab-Latin: Innallażīna lā yarjụna liqā`ana wa raḍụ bil-ḥayātid-dun-yā waṭma`annụ bihā wallażīna hum 'an āyātinā gāfilụn

Terjemah Arti: Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami,

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Sesungguhnya orang-orang yang tidak menginginkan berjumpa dengan kami di akhirat untuk menghadapi perhitungan amal dan perkara yang menyertainya berupa pembalasan atas amal perbuatan karena pengingkaran mereka terhadap adanya kebangkitan dan merasa puas dengan kehidupan dunia sebagai pengganti dari kehidupan akhirat dan lebih cenderung kepadanya, dan orang-orang yang lalai terhadap ayat-ayat kami yang kauniyah dan syar’iyah.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

7. Sesungguhnya orang-orang kafir yang tidak membayangkan akan berjumpa dengan Allah sehingga mereka tidak merasa takut maupun mengharapkan perjumpaan itu, mereka merasa puas dengan kehidupan dunia yang sementara daripada kehidupan Akhirat yang kekal, merasa tenang dan gembira dengan kehidupan dunia, dan berpaling serta lalai dari ayat-ayat Allah dan dalil-dalil-Nya.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

7. لَا يَرْجُونَ لِقَآءَنَا (yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami)
Yakni yang tidak menyangka pertemuan dengan Kami. Sehingga mereka tidak takut dan tidak mengharapkannya.

وَرَضُوا۟ بِالْحَيَوٰةِ الدُّنْيَا(dan merasa puas dengan kehidupan dunia)
Sebagai ganti dari kehidupan akhirat.

وَاطْمَأَنُّوا۟ بِهَا(serta merasa tenteram dengan kehidupan itu)
Yakni merasa tenang dan senang dengan kehidupan dunia.

وَالَّذِينَ هُمْ عَنْ ءَايٰتِنَا غٰفِلُونَ(dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami)
Yang tidak memikirkannya dan mengambil pelajaran darinya.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

7. Sesungguhnya orang-orang yang tidak berharap bertemu Kami karena takut dan tamak akibat mengingkari hari kebangkitan, lebih menyukai tinggal di dunia daripada akhirat, dan menempatkan dirinya pada dunia dan kelezatannya, dan orang-orang yang mengabaikan ayat-ayat Kami yang menunjukkan pada keesaan dan kuasa Kami serta tidak mau memikirkannya

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Maksudnya tidak percaya akan adanya kebangkitan atau tidak berharap dan tidak suka bertemu dengan Allah..

Mereka menjadikan dunia sebagai cita-cita tertinggi mereka, oleh karenanya mereka berusaha mengejarnya, senang dengan kenikmatannya dengan apa pun caranya yang penting mereka dapat memperolehnya. Mereka telah alihkan keinginan, niat, pikiran dan perbuatan mereka untuknya seakan-akan mereka diciptakan untuk kekal di dunia, dan seakan-akan dunia bukanlah tempat melintas yang seorang musafir hanya menjadikan sebagai tempat menambah perbekalan menuju tempat yang kekal, di mana orang-orang tedahulu maupun yang datang setelahnya berusaha mengejar kenikmatannya.

Yakni tidak memperhatikan. Mereka tidak mengambil manfaat dari ayat-ayat Al Qur’an, ayat-ayat Allah yang ada di alam semesta dan yang ada dalam diri mereka sendiri. Berpaling dari ayat-ayat itu sehingga membuatnya lalai.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Meskipun bukti kebesaran dan kekuasaan Allah telah terbentang luas di alam raya sebagaimana dijelaskan dalam ayat-ayat sebelumnya, namun masih ada sebagian manusia yang tidak percaya dan mengingkari adanya Allah. Mereka merasa puas dengan kehidupan dunia. Allah menegaskan bahwa sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan kami di hari akhirat nanti dengan adanya pahala bagi yang beramal saleh dan siksa bagi yang durhaka, dan mereka merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu, sehingga tidak pernah berbuat untuk kehidupan akhirat, padahal kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal, dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat kami, yakni tidak menghiraukan petunjuk yang ada di dalam Al-Qur'an dan tidak sedikit pun mengambil pelajaran dari tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah di alam semesta. Maka mereka itu tempatnya di neraka, karena apa yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia, berupa kedurhakaan kepada Allah.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Yunus Ayat 8 Arab-Latin, Surat Yunus Ayat 9 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Yunus Ayat 10, Terjemahan Tafsir Surat Yunus Ayat 11, Isi Kandungan Surat Yunus Ayat 12, Makna Surat Yunus Ayat 13

Category: Surat Yunus

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!