Surat At-Taubah Ayat 6

وَإِنْ أَحَدٌ مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ٱسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّىٰ يَسْمَعَ كَلَٰمَ ٱللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُۥ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْلَمُونَ

Arab-Latin: Wa in aḥadum minal-musyrikīnastajāraka fa ajir-hu ḥattā yasma'a kalāmallāhi ṡumma ablig-hu ma`manah, żālika bi`annahum qaumul lā ya'lamụn

Artinya: Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.

« At-Taubah 5At-Taubah 7 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Menarik Terkait Surat At-Taubah Ayat 6

Paragraf di atas merupakan Surat At-Taubah Ayat 6 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada berbagai hikmah menarik dari ayat ini. Tersedia berbagai penjabaran dari kalangan ahli tafsir mengenai kandungan surat At-Taubah ayat 6, antara lain seperti tercantum:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan apabila salah seorang diantara kaum musyrikin yang halal darah dan harta benda mereka meminta masuk dalam perlindunganmu (wahai rasul), dan dia ingin merasa aman, maka penuhilah permintaannya itu hingga ia dapat mendengar al-qur’an al-karim dan mengetahui petunjuk hidayahnya, kemudian kembalikan dia ketempat berasal dalam keadaan aman. Tindakan tersebut ditunjukan untuk menegakan hujjah di hadapan dirinya. Demikian itu disebabkan bahwa sesungguhnya orang-orang kafir adalah kumpulan manusia-manusia bodoh yang tidak memahami hakikat-hakikat ajaran islam. Mungkin saja mereka akan memilih islam ketika ketidaktahuan itu sirna dari mereka.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

6. Setelah Allah memerintahkan untuk membunuh orang-orang musyrik dimanapun mereka berada, menawan, dan mengepung mereka; maka kemudian Allah menyebutkan keadaan di mana merea tidak boleh dibunuh atau ditawan. Allah memerintahkan rasul-Nya jika salah seorang di antara mereka meminta darinya keamanan dan perlindungan, maka hendaklah dia memberinya keamanan dan baginya dan bagi hartanya, agar dia dapat mendengar dakwah Islam, karena ini adalah kesempatan untuk berdakwah. Jika dia mendapat petunjuk dan beriman secara suka rela, maka itulah tujuannya; namun jika dia tidak beriman, maka sampaikanlah dia ke tempat yang aman baginya, sehingga dia dapat menjalankan kepercayaannya, sebab orang-orang beriman tidak dapat memaksanya karena dia adalah kaum yang jahil, yang tidak mengetahui apa itu kitab Allah dan apa itu keimanan.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

6. Jika ada orang musyrik yang halal darah dan hartanya menemuimu -wahai Rasul- dan meminta perlindungan kepadamu, maka penuhilah permintaannya agar ia mendengar (bacaan) Al-Qur`ān, kemudian kirimlah ia ke tempat yang aman baginya. Hal itu karena orang-orang kafir adalah kaum yang tidak mengetahui hakikat (fakta yang sebenarnya tentang) agama ini. Jika mereka mengetahuinya melalui bacaan Al-Qur`ān yang didengarnya boleh jadi mereka mendapatkan hidayah.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

6. وَإِنْ أَحَدٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ (Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia)
Yakni jadilah pelindungnya sehingga ia tidak mendapat kezaliman sedikitpun.

حَتَّىٰ يَسْمَعَ كَلٰمَ اللهِ(supaya ia sempat mendengar firman Allah)
Yakni mendengar darimu, agar ia mentadabburinya dengan sebenar-benarnya dan mengetahui hakikat seruan yang ditujukan kepadanya.

ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُۥ ۚ( kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya)
Yakni ke tempat yang aman baginya setelah ia mendengar firman Allah, apabila ia tetap tidak beriman setelah kamu membawanya ketempat yang aman maka kamu boleh membunuhnya kerena ia telah keluar dari perlindunganmu dan telah mendapat keamanan.

ذٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْلَمُونَ(Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui)
Yakni tidak mengetahui ilmu yang bermanfaat yang dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk.
Perlindungan bagi orang-orang kafir ini bermanfaat bagi sebagian mereka yang belum mengetahui hakikat dakwah Islam, dan apabila ia telah mengetahuinya bisa jadi ia akan masuk Islam dan bisa jadi ia akan menjelaskan kepada orang lain pengetahuan yang ia dapatkan sehingga orang yang dikehendaki Allah mendapat kebaikan itu dapat masuk Islam.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

6 Jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar dan memahami firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui Islam dan hakikatnya, serta tidak bisa membedakan mana baik atau buruk.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Jika seseorang di antara orang-orang musyrik ada yang meminta pelindungan kepadamu} meminta keamanan dan penjagaanmu {maka lindungilah dia} maka terimalah dan berilah keamanan {supaya dapat mendengar firman Allah kemudian antarkanlah dia ke tempat yang aman baginya} kembalikan dia ke rumah yang aman baginya {Demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengetahui


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

6. ketika sudah ada firmanNya, “Apabila sudah habis bulan-bulan haram, bunuhlah orang-orrang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka, kepunglah mereka, dan intailah tempat pengintaian”, (At-Taubah:5) adalah perintah yang bersifat umum dalam segala kondisi dan untuk semua orang dari mereka, maka Allah menyatakan bahwa jika memang ada kemalahatan dalam mendekati sebagian sebagian dari mereka, maka hal itu di bolehkan, bahkan wajib, Dia berfirman, “dan jika seorang di antara orang-orang musrikin itu meminta pertolongan kepadamu.” Yakni, meminta agar kamu menjagannya dan menjamin pengjagaannya agar dia melihat Kalamullah dan keadaan Islam, “maka lindungilah dia suapaya dia sempat mendengar firman Allah,” kemudian jika dia masuk Islam, maka itulah yang diharapkan, jika tidak, maka antarkan dia ketempat yang aman.
Penyebabnya adalah orang-orang kafir adalah kaum yang tidak mengetahui, bisa jadi kekufuran yang mereka ikuti itu dikarenakan kejahilan mereka, jika kejahilan ini lenyap maka bisa jadi mereka memilih Islam, oleh karena itu Allah memerintahkan RasulNya dan umatnya untuk mengikutinya, agar melindungi orang-orang yang mendengar Kalamullah.
Ini adalah dalil yang sangat jelas bagi madzhab Sunnah wal jama’ah yang menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah Kalamullah bukan makhluk, karena Allah-lah yang berbicara dengannnya dan menisbatkannya kepada diriNya sebagai bentuk sifat kepada pemiliknya. Ini sekaligus menunjukan kebhatilan madzhab Mu’thaziah dan orang-orang yang mengikuti pendapat mereka bahwa Al-Qur’an adalah makhluk. Dan banya sekai dalil yang menunjukan kebatilan pendapat ini, namun bukan disini tempat untuk membeberkannya.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Allah SWT berfirman kepada NabiNya SAW: (Dan jika seorang di antara orang-orang musyrik itu) yang Aku perintahkan kamu untuk memerangi mereka dan Aku menghalalkan kepadamu jiwa dan harta mereka (meminta perlindungan kepadamu) yaitu meminta keamanan kepadamu, maka kabulkanlah permintaannya sampai dia mendengar Kalam Allah, yaitu Al-Qur'an yang kamu bacakan dan ingatkan dia tentang sesuatu dari urusan agama yang menegakkan hujjah Allah atasnya (kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya) yaitu yang aman secara terus-menerus sampai dia kembali ke negerinya dan rumahnya dengan penuh rasa aman (Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui) yaitu sesungguhnya Kami mensyariatkan untuk memberikan keamanan kepada mereka agar mereka mengetahui agama Allah dan agar dakwah kepada Allah menyebar kepada semua hambaNya.
Ibnu Abi Najih meriwayatkan dari Mujahid tentang penjelasan ayat ini, dia berkata bahwa seseorang yang datang kepadamu untuk mendengarkan apa yang kamu katakan dan apa yang diturunkan kepadamu, maka dia dalam keadaan aman hingga dia datang kepadamu, lalu kamu memperdengarkan Kalam Allah kepadanya, dan sampai mengantarkannya ke tempat yang aman yang dia datangi"
Oleh karena itu Rasulullah SAW memberikan keamanan kepada orang yang datang kepada beliau untuk meminta petunjuk atau bertanya tentang risalah.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat At-Taubah ayat 6: Pada ayat 5 di surat ini, Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan kaum muslimin untuk memerangi kaum musyrik di mana saja mereka temui, dan pada ayat ini Allah Subhaanahu wa Ta'aala menerangkan bahwa jika maslahat menghendaki untuk mendekatkan mereka kepada Islam, maka boleh bahkan harus dilakukan.

Yakni meminta kepadamu agar engkau melindunginya dan mencegahnya dari bahaya agar ia dapat mendengar firman Allah dan melihat ajaran Islam.

Dalam ayat ini terdapat dalil bahwa Al Qur’an adalah firman Allah bukan makhluk.

Yaitu tempat kaumnya agar dia berpikir jernih.

Tidak mengenal agama Allah, oleh karena itu mereka harus diperkenalkan agama Allah dengan dibacakan Al Qur’an.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat At-Taubah Ayat 6

Meski Allah mewajibkan kaum muslim untuk menyerang kaum musyrik setelah habis masa tenggang waktu atau disebabkan mereka merusak perjanjian, hal itu bukan berarti mereka tidak punya kesempatan untuk memperoleh perlindungan keamanan sedikit pun. Dan jika di antara kaum musyrik ada yang meminta perlindungan kepadamu, setelah habisnya masa tenggang waktu empat bulan, maka lindungilah agar dia dapat mendengar firman Allah sehingga dengan begitu diharapkan mereka tertarik dan bisa insaf. Namun begitu, kamu tidak boleh memaksanya jika ternyata dia tidak mau masuk islam. Bahkan, setelah dia tinggal bersama kaum muslim beberapa lama kemudian dia minta pulang ke tempat asalnya, maka antarkanlah dia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu karena sesungguhnya mereka kaum yang tidak mengetahui tentang kebenaran islam. Setelah ayat sebelumnya menjelaskan tentang pemutusan perjanjian dengan kaum musyrik mekah juga yahudi bani quraidhah dan seruan untuk memerangi mereka setelah lewat masa tenggang empat bulan, maka ayat ini menunjukkan alasan mengapa pemutusan perjanjian itu harus dilakukan. Bagaimana mungkin ada perjanjian yang dimuliakan di sisi Allah dan rasul-Nya bagi orang-orang musyrik yang telah sedemikian meresapnya kemusyrikan tersebut sehingga mereka tidak merasa bersalah setiap kali merusak perjanjian' jika demikian, perjanjian damai tidak boleh dilanjutkan lagi, kecuali dengan orang-orang musyrik yang kamu telah mengadakan perjanjian dengan mereka di dekat masjidilharam, yakni dalam perjanjian hudaibiyah, maka selama mereka berlaku jujur dengan tetap memegang perjanjian atau tidak khianat terhadapmu, hendaklah kamu berlaku jujur pula terhadap mereka. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang bertakwa, yang memiliki sifat-sifat terpuji, antara lain dengan senantiasa jujur dan memegang perjanjian dengan siapa pun, bahkan dengan mereka yang berkhianat sekalipun.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah berbagai penjabaran dari kalangan mufassirun mengenai isi dan arti surat At-Taubah ayat 6 (arab-latin dan artinya), semoga menambah kebaikan bagi ummat. Bantulah kemajuan kami dengan memberi tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Halaman Tersering Dicari

Baca banyak materi yang tersering dicari, seperti surat/ayat: Al-An’am, Al-Balad, Ar-Ra’d 11, Juz al-Qur’an, Al-Maidah, Ali Imran 190-191. Ada pula Luqman 14, Al-Fajr, Al-Baqarah 185, Al-‘Adiyat, Al-Insyirah 5-6, Al-Baqarah 153.

  1. Al-An’am
  2. Al-Balad
  3. Ar-Ra’d 11
  4. Juz al-Qur’an
  5. Al-Maidah
  6. Ali Imran 190-191
  7. Luqman 14
  8. Al-Fajr
  9. Al-Baqarah 185
  10. Al-‘Adiyat
  11. Al-Insyirah 5-6
  12. Al-Baqarah 153

Pencarian: qs at thalaq 2-3, surat 7 ayat 9, as shaff ayat 1-5, surat 31, surah dhuha dan artinya

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* untuk dapat pahala jariyah (gratis)

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: