Quran Surat Al-Baqarah Ayat 31

وَعَلَّمَ ءَادَمَ ٱلْأَسْمَآءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى ٱلْمَلَٰٓئِكَةِ فَقَالَ أَنۢبِـُٔونِى بِأَسْمَآءِ هَٰٓؤُلَآءِ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

Arab-Latin: Wa 'allama ādamal-asmā`a kullahā ṡumma 'araḍahum 'alal-malā`ikati fa qāla ambi`ụnī bi`asmā`i hā`ulā`i ing kuntum ṣādiqīn

Terjemah Arti: Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang benar orang-orang yang benar!"

Tafsir Quran Surat Al-Baqarah Ayat 31

Sebagai penjelasan keutamaan Nabi Adam alaihissalam, Allah mengajarkan kepadanya nama-nama segala sesuatu kemudian mempertunjukkan objek-objek tersebut di hadapan para malaikat sembari berfirman kepada mereka: “beritahukanlah kepada-Ku nama-nama semua objek yang ada Itu, jika kalian memang berkata benar bahwa kalian lebih pantas untuk dijadikan khalifah di muka bumi daripada mereka!”

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

31. Dan untuk menjelaskan kedudukan Adam -'alaihissalām-, Allah -Ta'ālā- mengajarkan kepadanya nama-nama segala sesuatu, baik makhluk hidup maupun benda-benda mati, baik lafal maupun maknanya. Kemudian Allah menunjukkan benda-benda tersebut kepada para Malaikat seraya berfirman, “Beritahukan kepadaku nama benda-benda tersebut, jika memang pernyataan kalian benar bahwa kalian lebih mulia dan lebih baik dari makhluk (manusia) ini.”

📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

31. Setelah Allah menyampaikan kepada malaikat bahwa hakikatnya tidak seperti yang mereka kira, maka Allah kemudian menunjukkan dalil yang membuktikan hal itu dengan lanjutan firman-Nya: (وعلم) yakni untuk menegakkan bukti akan hal itu.
Maka Allah mengajarkan kepada Adam nama-nama segala sesuatu, mengajarkannya mengenali benda-benda dan namanya. Kemudian Allah menunjukkan benda-benda itu kepada para malaikat seraya befirman: “Katakan kepada-Ku nama dari benda-benda ini jika kalian memang benar-benar lebih layak untuk menghuni bumi!”

📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

31. الْأَسْمَاءَ(seluruh nama-nama)
Yakni seluruh nama-nama benda. Dan pendapat lain mengatakan: nama-nama malaikat dan keturunan Adam, sehingga Adam dapat menyebutkan, orang ini bernama fulan dan yang ini bernama fulan.

أَنْبِئُونِي (sebutkanlah kepada-Ku)
Yakni kabarkanlah kepada-Ku

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

Dan Allah SWT mengajarkan Adam nama-nama semua hal dan semua makhluk, kemudian Allah bertanya kepada para malaikat tentang nama-nama yang diajarkan kepada Adam tersebut (melalui nurani mereka yang berakal) dengan berfirman: “Kabarkanlah kepadaKu tentang nama-nama itu, jika kalian adalah orang-orang yang beranggapan bahwa pendapat kalian tentang kekhalifahan itu lebih benar dibanding dari selain kalian”. Kemudian mereka menyerah

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

Allah mengabarkan bahwasanya Allah mengajarkan kepada Adam nama-nama keseluruhannya yaitu memampukan Adam mengenal segala nama , Allah jadikan Adam memiliki pengetahuan atas nama-nama yang terkandung padanya penciptaan Allah yang bahwasanya Adam adalah orang yang tahu akan hal tersebut. Allah juga memberikan kunci-kunci dari ilmu dan bahasa serta nama-nama. Sesungguhnya Allah menampakan sesuatu yang dinamai kepada malaikat sebagai ujian bagi mereka para malaikat jika memang mereka jujur akan sangkaan mereka, dan bahwasanya mereka lebih afdol dari Adam dan keturunan.

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

31. Dan Dia mengajarkan “kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, ” yakni nama-nama sesuatu dan apa pun yang bernama dengan nama itu, maka Allah mengajarkan kepadanya nama dan yang dinamakan, yakni kata-kata dan makna-maknanya hingga kat-kata yang dikecilkan dan yang di besarkan. Seperti kalimat qush'ah dan qushoi'ah
“Kemudian mengemukakannya.” Yakni Allah mengemukakan hal –hal yang bernama-nama tersebut, ‘kepada para malaikat” sebagai ujian bagi mereka, apakah mereka mengetahui hal-hal yang bernama itu atau tidak, “Lalu berfirman, “sebutkanlah kepadaKu nama benda-benda itu jika kamu memang benar orang-orang yang benar” dalam perkataan dan dugaan kalian bahwasanya kalian lebih utama daripada khalifah tersebut.

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Makna kata :
ءَادَمَ : Adam adalah salah seorang nabiNya Allah –baginya keselamatan- , dijuluki sebagai bapaknya manusia.
ٱلۡأَسۡمَآءَ : Al-Asmaa’ adalah seluruh jenis nama-nama benda yang ada seperti air, tetumbuhan, hewan-hewan dan manusia.
عَرَضَهُمۡ : Dapat menyebutkan nama-nama yang ada di depannya, karena di antara mereka ada makhluk-makhluk yang memiliki akal, sehingga Allah lebih mengutamakan penyebutan mereka dibandingkan yang tidak berakal. Oleh karena itu memakai kata ganti makhluk berakal, bukan sebaliknya dengan kata عرضها
أَنۢبِ‍ُٔونِي Anbi’uuniy : Beritahukanlah kepada-Ku
هَٰٓؤُلَآءِ Haa’ulaaiy : Seluruh makhluk yang disebutkan nama-namanya di hadapan para malaikat.

Makna ayat :
Allah Ta’ala memberitahukan dengan menjelaskan tentang kekuasaanNya, ilmuNya, dan kebijaksanaanNya yang mengharuskan untuk beribadah kepada Allah semata tanpa sekutu, bahwa Dia mengajarkan kepada Adam seluruh nama-nama benda, kemudian Adam memaparkan nama-nama tersebut kepada para Malaikat lantas berkata,”Beritahukan nama-nama itu jika kalian termasuk orang-orang yang benar” apabila pengakuan bahwa kalian makhluk yang paling mulia dan paling pintar.

Pelajaran dari ayat 31-33 :
1. Penjelasan mengenai kekuasaan Allah yang mampu untuk mengajarkan Adam nama-nama seluruh makhluk sehingga Adam mengetahuinya.
2. Kemuliaan ilmu dan keutamaan orang yang berilmu dibanding orang yang bodoh.

📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi

Untuk mengetest mereka.

Di sini Allah Ta'ala membuktikan kelebihan Adam 'alaihis salam dalam hal ilmu, Allah mengajarkan kepadanya nama-nama benda semuanya lalu diperlihatkan-Nya kepada para malaikat sambil berfirman: "Beritahukanlah kepada-Ku nama-nama benda yang ada ini jika kamu memang benar", yakni memang benar lebih layak menjadi khalifah di muka bumi daripada Adam dan keturunannya.

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Salah satu sisi keutamaan manusia dijelaskan pada ayat ini. Dan dia ajarkan kepada adam nama-nama semuanya, yaitu nama bendabenda dan kegunaannya yang akan bisa membuat bumi ini menjadi layak huni bagi penghuninya dan akan menjadi ramai. Benda-benda tersebut seperti tumbuh-tumbuhan, hewan, dan benda-benda lainnya. Kemudian dia perlihatkan benda-benda tersebut kepada para malaikat dan meminta mereka untuk menyebutkan namanya seraya berfirman, sebutkan kepada-ku nama semua benda ini, jika kamu yang benar! Allah ingin menampakkan kepada malaikat akan kepatutan nabi adam untuk menjadi khalifah di bumi inimereka, para malaikat, tidak sanggup menyebutkan nama bendabenda tersebut dan menjawab, mahasuci engkau dari segala kekurangan, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, engkaulah yang maha mengetahui, mahabijaksana. Jawaban malaikat ini adalah jawaban yang penuh santun. Pertama, malaikat mengemukakan ketidakmampuan mereka untuk menyebutkan nama-nama benda itu dengan ungkapan yang menunjukkan kemahasucian Allah. Kedua, malaikat merasa bahwa pengetahuan mereka sangatlah sedikit. Pengetahuan mereka adalah pemberian dari Allah semata. Ketiga, malaikat memuji Allah dengan dua sifat yaitu yang maha mengetahui segala sesuatu dan mahabijaksana dalam semua kebijakan dan seluruh pekerjaan-Nya, termasuk pemilihan nabi adam, manusia, sebagai khalifah.

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Terkait: « | »

Kategori: 002. Al-Baqarah