Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-A’raf Ayat 115

قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِمَّا أَنْ تُلْقِيَ وَإِمَّا أَنْ نَكُونَ نَحْنُ الْمُلْقِينَ

Arab-Latin: Qālụ yā mụsā immā an tulqiya wa immā an nakụna naḥnul-mulqīn

Terjemah Arti: Ahli-ahli sihir berkata: "Hai Musa, kamukah yang akan melemparkan lebih dahulu, ataukah kami yang akan melemparkan?"

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Maka para tukang sihir fir’aun berkata kepada musa dengan nada angkuh lagi menyepelekan, ”wahi musa silahkan pilih, engkau melemparkan tongkatmu duluan atau kami yang akan melakukkanya dahulu?”

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

115. Para penyihir itu benar-benar yakin bahwa mereka akan menang. Maka dengan penuh kesombongan dan keangkuhan mereka berkata, “Wahai Musa! Terserah kamu, apakah kamu yang akan memulai dengan melemparkan sesuatu? Ataukah kami yang akan memulai?”

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

115. قَالُوا۟ يٰمُوسَىٰٓ إِمَّآ أَن تُلْقِىَ وَإِمَّآ أَن نَّكُونَ نَحْنُ الْمُلْقِينَ (Ahli-ahli sihir berkata: “Hai Musa, kamukah yang akan melemparkan lebih dahulu, ataukah kami yang akan melemparkan?”)
Mereka memberi Nabi Musa pilihan antara ia yang memulai untuk melempar sihir yang ingin ia lempar atau mereka yang akan memulainya, sebagai bentuk kepercayaan diri mereka bahwa mereka akan menang meski mereka terakhir dalam memulai sihir.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

115-119

1 ). Hikmah dari permintaan Musa kepada para penyihir agar mereka memulai sihir adalah : agar manusia melihat sihir para penyihiri itu , kemudian Musa mendatangkan kebenaran yang melawan semua kebodohan mereka.

2 ). Perhatikan ayat berikut : { قَالَ أَلْقُوا ۖ فَلَمَّا أَلْقَوْا سَحَرُوا أَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوهُمْ وَجَاءُوا بِسِحْرٍ عَظِيمٍ } "Musa menjawab: “Lemparkanlah (lebih dahulu)!” Maka tatkala mereka melemparkan, mereka menyulap mata orang dan menjadikan orang banyak itu takut, serta mereka mendatangkan sihir yang besar (menakjubkan)." Musuh-musuh Allah memiliki cara yang berbeda-beda untuk membodohi manusia, dan tujuan mereka sebenarnya hanya satu; tetapi apa yang mereka perbuat akan terkalahkan dengan satu kekuatan, yaitu : senantiasa konsisten di atas wahyu Allah, sebagaiman yang diperbuat oleh Musa, dan setelah itu kemenangan pasti akan di atas : { [ فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ [ 118 ] فَغُلِبُوا هُنَالِكَ وَانْقَلَبُوا صَاغِرِينَ [ 119 } "Karena itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan [ 118 ] Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina [ 119 ]"

Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim

115. Para penyihir itu memberi Musa pilihan apakah dia yang melempar pertama sesuai kehendaknya ataukah mereka.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Ketika mereka berhadapan dengan Nabi Musa ‘alaihis salam di hadapan manusia dalam jumlah besar.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Para ahli sihir itu pun'setelah mendapatkan janji fir'aun dan membayangkan kedudukan yang akan diperoleh'dengan penuh percaya diri mendatangi nabi musa. Dengan nada menantang, mereka para pesihir berkata, wahai musa! engkaukah yang akan melemparkan lebih dahulu tongkat yang engkau miliki itu, atau kami yang melemparkan lebih dulu apa yang kami miliki'dengan penuh keyakinan dan tanpa rasa takut sedikit pun, dia (nabi musa) menjawab, lemparkanlah lebih dahulu apa yang hendak kamu lempar! maka setelah mereka melemparkan apa yang dibawa berupa tali-temali dan tongkat, mereka menyihir mata orang banyak yang hadir di tempat itu. Tali-temali dan tongkat itu terlihat bagaikan ularular yang bergerak dan bertumpuk satu sama lain, seolah-olah apa yang mereka lakukan itu benar-benar terjadi, dan pemandangan itu menjadikan orang ba-Nyak itu tercengang dan takut, karena mereka memperlihatkan sihir yang hebat dan menakjubkan disertai dengan teriakan, hati-hati jangan sampai digigit ular.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-A’raf Ayat 116 Arab-Latin, Surat Al-A’raf Ayat 117 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-A’raf Ayat 118, Terjemahan Tafsir Surat Al-A’raf Ayat 119, Isi Kandungan Surat Al-A’raf Ayat 120, Makna Surat Al-A’raf Ayat 121

Category: Surat Al-A'raf

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!