Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-A’raf Ayat 21

وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ

Arab-Latin: Wa qāsamahumā innī lakumā laminan-nāṣiḥīn

Terjemah Arti: Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua",

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Setan pun bersumpah dengan nama Allah di hadapan Adam dan hawaa bahwa dia merupakan pemberi nasihat terhadap mereka berdua dalam mengusulkan pendapat untuk makan buah dari pohon tersebut, padahal sebenarnya dia dusta dalam ucapannya itu.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

21. Iblis bersumpah demi Allah untuk meyakinkan mereka berdua. Dia mengatakan, “Sesungguhnya aku benar-benar tulus dalam memberikan nasihat kepada kalian berdua.”

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

21. وَقَاسَمَهُمَآ إِنِّى لَكُمَا لَمِنَ النّٰصِحِينَ (Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua”)
Yakni bersumpah kepada mereka.
Pendapat lain mengatakan bahwa keduanya bersumpah untuk menerima ajakan iblis sebagaimana iblis bersumpah bahwa ia hanya pemberi nasihat. Maka Adam dan Hawa mempercayainya, dan tidak terbesit dalam pikiran mereka bahwa ia adalah pembohong dan menyesatkan.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

21. Dia bersumpah kepada keduanya: “Sesungguhnya aku menasehati kalian, dan lebih mengetahui tentang tempat ini”

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Dan iblis tidak sekadar membisikkan atau merayu, tetapi juga berusaha meyakinkan adam. Dia, yakni setan, juga bersumpah kepada keduanya seraya berkata, sesungguhnya aku ini benar-benar termasuk para penasihatmu yang benar-benar tulus. Dia, setan, pun tak henti-hentinya membujuk mereka dengan berbagai macam tipu daya. Hal tersebut membuat adam dan istrinya lupa akan larangan Allah, sehingga mereka memakan buah pohon itu. Ketika mereka mencicipi dan belum memakan buah pohon itu secara sempurna, tampaklah oleh mereka auratnya masing-masing dan tampak pula bagi masing-masing aurat pasangannya. Hal ini membuat keduanya merasa malu, aurat yang senantiasa tertutup kini tersingkap. Maka mulailah mereka menutupinya, yakni menutupi auratnya, dengan daun-daun surga. Dan ketika itu juga tuhan menyeru mereka sambil mengecam perbuatan mereka, hai kedua hamba-ku! bukankah aku telah melarang kamu dari mendekati pohon itu dan aku telah mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua' ayat ini menunjukkan bahwa tersingkapnya aurat seseorang merupakan perkara yang melawan tabiat manusia, karena sejak manusia diciptakan aurat adalah hal yang harus ditutupi.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-A’raf Ayat 22 Arab-Latin, Surat Al-A’raf Ayat 23 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-A’raf Ayat 24, Terjemahan Tafsir Surat Al-A’raf Ayat 25, Isi Kandungan Surat Al-A’raf Ayat 26, Makna Surat Al-A’raf Ayat 27

Category: Surat Al-A'raf

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!