Surat Al-An’am Ayat 128

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا يَٰمَعْشَرَ ٱلْجِنِّ قَدِ ٱسْتَكْثَرْتُم مِّنَ ٱلْإِنسِ ۖ وَقَالَ أَوْلِيَآؤُهُم مِّنَ ٱلْإِنسِ رَبَّنَا ٱسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَبَلَغْنَآ أَجَلَنَا ٱلَّذِىٓ أَجَّلْتَ لَنَا ۚ قَالَ ٱلنَّارُ مَثْوَىٰكُمْ خَٰلِدِينَ فِيهَآ إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ

Arab-Latin: Wa yauma yaḥsyuruhum jamī'ā, yā ma'syaral-jinni qadistakṡartum minal-ins, wa qāla auliyā`uhum minal-insi rabbanastamta'a ba'ḍunā biba'ḍiw wa balagnā ajalanallażī ajjalta lanā, qālan-nāru maṡwākum khālidīna fīhā illā mā syā`allāh, inna rabbaka ḥakīmun 'alīm

Artinya: Dan (ingatlah) hari diwaktu Allah menghimpunkan mereka semuanya (dan Allah berfirman): "Hai golongan jin, sesungguhnya kamu telah banyak menyesatkan manusia", lalu berkatalah kawan-kawan meraka dari golongan manusia: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami". Allah berfirman: "Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)". Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

« Al-An'am 127Al-An'am 129 »

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Tafsir Berharga Tentang Surat Al-An’am Ayat 128

Paragraf di atas merupakan Surat Al-An’am Ayat 128 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada kumpulan tafsir berharga dari ayat ini. Tersedia kumpulan penjelasan dari berbagai ahli tafsir terkait makna surat Al-An’am ayat 128, antara lain sebagaimana berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan ingatlah (wahai rasul), hari ketika Allah akan menghimpun orang-orang kafir dan para pembela mereka dari kalangan setan-setan dari bangsa jin, lalu Dia berfirman, ”wahai golongan jin, sungguh kalian telah menyesatkan banyak manusia.” maka kawan-kawan mereka dari orang-orang kafir berkata, ”wahai tuhan kami, sungguh sebagian kami telah mendapatkan manfaat dari sebagian yang lain dan kami telah sampai kepada waktu yang Engkau tentukan atas kami dengan berakhirnya kehidupan dunia.” Allah berfirman kepada mereka, ”neraka adalah tempat berdiam kalian.” Maksudnya menjadi tempat tinggal kalian secara abadi di dalamnya, kecuali orang yang Allah kehendaki tidak kekal berada di sana dari para pelaku maksiat yang bertauhid kepada Allah. Sesungguhnya tuhanmu Maha bijaksana dalam pengaturan dan penciptaNya, maha mengetahui seluruh urusan hamba-hambaNYa.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

128. Allah menyebutkan kisah percakapan-Nya pada hari kiamat ketika mengumpulkan manusia dan jin; Dia berfirman kepada para jin: "Kalian telah berhasil mencapai tujuan kalian untuk menyesatkan begitu banyak manusia."

Dan para bala tentara mereka dari golongan manusia mengajukan alasan kepada Allah: "Ya Tuhan kami, kami telah saling mendapat manfaat dengan syahwat dunia, dan kami telah mencapai ajal yang telah engkau tetapkan bagi kami untuk hidup di dunia, kemudian datanglah hari perhitungan ini."

Maka Allah membalas alasan mereka yang telah terlambat itu: "Tempat kalian adalah neraka jahanam, kalian akan kekal di dalamnya selamanya, kecuali bagi orang yang dikehendaki Allah untuk mendapat rahmat-Nya dengan tidak dikekalkan di dalam neraka, yaitu orang-orang bertauhid yang melakukan kemaksiatan. Sesungguhnya Allah adalah Tuhanmu yang Maha Bijaksana dalam mengatur makhluk-Nya dan Maha Mengetahui segala urusan mereka.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

128. Dan ingatlah -wahai Rasul- tatkala Allah mengumpulkan dua golongan makhluk-Nya; jin dan manusia, kemudian Allah berfirman, “Wahai sekalian jin! Kalian telah banyak menyesatkan manusia dan menghalang-halangi mereka dari jalan Allah.” Lalu para pengikutnya dari golongan manusia menjawab Rabb mereka, “Kami sama-sama mendapatkan kesenangan dari yang lain. Bangsa jin mendapatkan kesenangan dengan kepatuhan bangsa manusia kepadanya. Sedangkan bangsa manusia mendapatkan kesenangan dengan tercapainya keinginannya. Dan kami telah sampai pada ajal yang telah Engkau tetapkan bagi kami. Maka hari ini adalah hari Kiamat.” Allah berfirman, “Neraka adalah tempat tinggal kalian untuk selama-lamanya. Kecuali orang yang Allah kehendaki masa tertentu yakni sejak mereka dibangkitkan dari kubur hingga kesudahan mereka di Neraka Jahanam, itulah masa yang Allah kecualikan bagi yang tidak masuk ke neraka secara abadi.” Sesungguhnya Rabbmu -wahai Rasul- Maha Bijaksana dalam menetapkan dan mengatur segala sesuatu, lagi Maha Mengetahui perihal hamba-hamba-Nya dan siapa saja yang berhak mendapatkan azab-Nya.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

128. وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا (Dan (ingatlah) hari diwaktu Allah menghimpunkan mereka semuanya)
Yakni dikumpulkannya manusia dan jin seluruhnya.

يٰمَعْشَرَ الْجِنِّ((dan Allah berfirman): “Hai golongan jin)
Yakni pada hari mereka dikumpulkan, Allah berfirman kepada mereka: “hai golongan jin”

قَدِ اسْتَكْثَرْتُم مِّنَ الْإِنسِ ۖ (sesungguhnya kamu telah banyak menyesatkan manusia”)
Dengan godaan dan penyesatan kalian sehingga mereka menjadi pengikut kalian, maka Kami mengumpulkan mereka dengan kalian.
Terdapat pendapat mengatakan makna (الاستمتاع) yakni kenikmatan yang dirasakan oleh para jin karena ketaatan manusia kepada mereka, dan manusia mau melakukan apa yang jin inginkan.

وَقَالَ أَوْلِيَآؤُهُم مِّنَ الْإِنسِ رَبَّنَا اسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ (lalu berkatalah kawan-kawan meraka dari golongan manusia: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain))
Kenikmatan yang dirasakan manusia dari jin adalah karena mereka menuruti kemaksiatan yang telah dihiasi para jin sehingga mereka mengerjakan dan menikmatiinya. Dan juga para dukun dan yang semisalnya pada zaman jahiliyah membenarkan bisikan yang dibisikkan kepada mereka, dan mereka merasakan kenikmatan dalam hal itu dan mendapatkan sebagian harta dunia.

وَبَلَغْنَآ أَجَلَنَا الَّذِىٓ أَجَّلْتَ لَنَا ۚ (dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami”)
Yakni di hari kiamat mereka mengakui janji Allah yang telah sampai kepada mereka yang dahulu mereka dustakan.

قَالَ النَّارُ مَثْوَىٰكُمْ (Allah berfirman: “Neraka itulah tempat diam kamu)
Yakni tempat tinggal kalian.

خٰلِدِينَ فِيهَآ إِلَّا مَا شَآءَ اللهُ ۗ (sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)”)
Yakni kecuali saat Allah berkehendak untuk tidak kekal didalam neraka.
Tentang ayat ini Ibnu Abbas mengatakan: tidak boleh bagi seseorang untuk mendahului Allah dalam putusan-Nya atas makhluk-Nya, tidak boleh mencap seseorang adalah Ahli surga atau neraka.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

128 Ingatlah wahai Nabi apa yang terjadi kelak di hari kiamat, hari ketika Allah menghimpunkan manusia dan jin semuanya, dan Allah berfirman: “Hai golongan jin, sesungguhnya kalian telah banyak menyesatkan manusia, sampai mereka menjadi pengikut kalian, maka Kami kumpulkan mereka bersama kalian”. Lalu kawan-kawan meraka dari golongan manusia berkata: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebagian dari kami telah mendapat kesenangan dari sebagian yang lain sebab taat dan mengikuti mereka. Manusia telah mendapat kesenangan dari para syaitan karena telah ditunjukkan kepada berbagai syahwat dan dihiasi oleh berbagai perkara haram. Para pendeta juga menggunakan pengetahuan dari para jin. Dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami yaitu kematian dan hari kiamat. Kami juga telah melihat apa yang telah Engkau janjikan kepada kami, dan juga melihat apa yang kami dulu dustakan di dunia”. Allah berfirman: “Neraka itulah tempat tinggal kalian, kalian kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki untuk bisa keluar darinya. Kalian akan diberi minum dari air yang sangat panas yang bisa memutuskankan usus”. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana dalam segala perbuatan dan pembalasan-Nya lagi Maha Mengetahui atas segala yang menjadi hak setiap kelompok. Ibnu Abbas berkata: dalam ayat ini dijelaskan bahwa tidak ada seorangpun yang bisa menghukumi ciptaan Allah, baik tentang tempat tinggalnya kelak surga ataupun neraka.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

(Ingatlah) pada hari ketika Dia mengumpulkan mereka semua (dan berfirman), "Wahai golongan jin, sungguh kalian sering kali (menyesatkan) manusia”} kalian sering menyesatkan manusia dan membelokkan mereka dari jalan Allah {Kawan-kawan mereka} kawan-kawan setan yang menaati mereka yang lurus {dari golongan manusia berkata,“Ya Tuhan kami, telah mendapat kesenangan} mengambil manfaat {sebagian kami dari sebagian lain, dan kami telah sampai pada waktu kami yang telah Engkau tentukan untuk kami” Allah berfirman, “Neraka adalah tempat kalian selama-lamanya, kecuali jika Allah menghendaki lain”} kecuali lama waktu antara kebangkitannya sampai masuk ke dalam neraka {Sesungguhnya Tuhanmu Maha bijaksana lagi Maha Mengetahui


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

128. Allah berfirman, “dan (ingatlah) hari di waktu Allah menghimpun mereka semuanya.” Yakni seluruh manusia dan jin, baik yang sesat di antara mereka dan menyesatkan yang lain. Dia berfirman, mencela jin yang menyesatkan manusia, menghiasi keburukan bagi mereka, dan mendorong mereka kepada kemaksiatan, “Hai golongan jin (setan), sungguh kamu telah banyak (menyesatkan) manusia.” Maksudnya, kamu banyak menyesatkan dan menghalangi manusia dari jalan Allah, bagaimana kamu berani melanggar batasan-batasanKu, kamu berani menentang rasul-rasulKu, kamu berperan memerangi Allah, berusaha menghalang-halangi hamba-hamba Allah dari jalan Allah kepada jalan neraka? Pada hari ini laknatKu menimpamu, murka-Ku adalah balasanmu, dan Kami akan menambah azabmu berdasarkan kekufuran dan penyesatanmu kepada orang lain. Kamu tidak mempunyai dalih yang bisa kamu sodorkan sebagai alasan, tidak ada tempat berlindung bagimu, tidak ada pemberi syafaat dan tidak ada permohonan yang didengarkan, pada hari ini kamu jangan bertanya tentang azab, siksa, dan kehinaan yang menimpa mereka.
Oleh karena itu, Allah tidak menyebutkan alasan untuk mereka. Adapun teman-teman mereka dari kalangan manusia, maka mereka menyodorkan alasan yang mengada-ada. Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sebagian dari kami telah mendapat kesenangan dari sebagian (yang lain).” Maksudnya, masing-masing dari jin dan manusia mendapatkan kesenangan dan manfaat dari yang lain. Jin merasa senang dengan ketaatan manusia kepadanya, dia menikmati ibadah, penghormatan, dan permohonan perlindungan manusia kepadanya, sementara manusia mendapatkan kesenangan dengan mendapatkan apa yang diinginkan dan diimpikan dengan pelayanan yang dilakukan oleh jin untuknya dalam sebagian ambisinya.
Manusia menyembah jin lalu jin menjadi khadamnya dengan mewujudkan keperluan-keperluan dunia untuknya. Maksudnya, mewujudkan keperluan-keperluan dunia untuknya. Maksudnya, mewujudkan dosa-dosa kami yang telah terjadi, dan hal tersebut tidak mungkin ditolak. “Dan kami telah sampai kepada waktu yang Engkau tentukan bagi kami.” Maksudnya, kami telah sampai di tempat yang mana amalan-amalan akan dibalas, maka lakukanlah apa yang Engkau kehendaki pada kami, hujjah kami telah habis, kami sudah tidak memiliki alasan lagi. Perkaranya adalah perkaraMu dan hukumnya adalah hukumMu. Seakan-akan ucapan yang mereka katakan ini mengandung kerendahan dan kepasrahan, namun dilakukan bukan pada waktunya (yang tepat). Oleh karena itu, Allah memutuskan dengan keputusanNya yang adil yang tidak ada kezhaliman padanya. Dia berfirman, “Neraka itulah tempat diammu sedang kamu kekal di dalamnya,” karena keputusan ini berasal tuntutan hikmah dan ilmunya, maka Dia menutup ayat dengan FirmanNya, “Sesungguhnya Tuhanmu Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui.” Sebagaimana ilmuNya meliputi dan mencakup segala sesuatu, maka hikmah tujuanNya juga meliputi dan mencakup segala sesuatu.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Allah berfirman,”Ingatlah wahai Muhammad, beritahukan dan peringatkanlah mereka dengan hal itu, yaitu (di waktu Allah menghimpunkan mereka semuanya) yaitu jin dan teman-temannya dari golongan manusia yang menyembah para jin itu di dunia, memohon perlindungan dan taat kepada mereka, dan mereka saling membisikkan satu sama lain kata-kata indah untuk menipu.
(Hai golongan jin (setan), sesungguhnya kalian telah banyak (menyesatkan) manusia) yaitu kemudian Dia berfirman,"Wahai para jin sekalian" Konteks ayat ini menunjukkan sesuatu yang dibuang.
Makna firmanNya: (sesungguhnya kalian telah banyak (menyesatkan) manusia) penipuan dan penyesatan mereka. Sebagaimana firmanNya SWT: ("Bukankah Aku telah memerintahkan kepada kalian, hai Bani Adam, supaya kalian tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian (60) ”Dan hendaklah kalian menyembah-Ku; inilah jalan yang lurus (61) Sesungguhnya setan itu telah menyesatkan sebagian besar di antara kalian. Maka apakah kalian tidak memikirkan? (62)) (Surah Yasin)
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Hai golongan jin, sesungguhnya kalian telah banyak (menyesatkan) manusia) yaitu kalian sering menyesatkan sebagian mereka. Demikian juga dikatakan oleh Mujahid, Al-Hasan, dan Qatadah.
(Lalu berkatalah kawan-kawan mereka dari golongan manusia, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebagian dari kami telah dapat kesenangan dari sebagian (yang lain)") yaitu teman-teman jin dari golongan manusia berkata seraya memberi jawaban kepada Allah SWT dengan hal ini.
Diriwayatkan dari Al-Hasan tentang ayat ini, dia berkata,"Kalian telah memperbanyak penghuni neraka pada hari kiamat". Lalu teman-teman mereka dari golongan manusia berkata, (Ya Tuhan kami, sebagian dari kami telah dapat kesenangan dari sebagian yang lain”) Al-Hasan berkata,"Tidaklah kesenangan sebagian mereka itu dari sebagian lainnya, melainkan jin memerintahkan lalu manusia mengerjakannya"
Adapun kesenangan jin dari manusia itu sebagaimana yang telah disebutkan yaitu penghormatan mereka dari manusia dengan meminta tolong kepada mereka. Lalu para jin berkata,"Kami telah menguasai manusia dan jin"
(dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami) As-Suddi berkata bahwa maknanya adalah kematian.
(Allah berfirman, "Neraka itulah tempat diam kalian!") yaitu tempat menetap dan tempat tinggal kalian, mereka, dan teman-teman kalian. (sedangkan kalian kekal di dalamnya) yaitu mereka menetap di dalamnya, selamanya, kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah. Sebagian ulama’ berkata,”bahwa makna istisna’ di sini kembali kepada alam barzakh.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata tentang firmanNya: (Neraka itulah tempat diam kalian, sedangkan kalian kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui) dia berkata,”Sesungguhnya ayat ini adalah ayat yang mengandung makna bahwa tidak selayaknya seseorang memberi keputusan terhadap Allah terkait urusan makhlukNya, dan tidak pula memutuskan tempat mereka di surga atau neraka.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Al-An’am ayat 128: Maksudnya manusia telah mendapat hasil kelezatan-kelezatan duniawi karena syahwat yang dijadikan indah oleh setan atau karena pelayanan jin kepada mereka seperti ditunjukkan hal-hal yang luar biasa, sedangkan jin telah memperoleh kenikmatan karena ketundukan manusia kepadanya.

Yakni hari kiamat, dan ini merupakan penyesalan mereka, namun penyesalan ketika itu tidak berguna lagi.

Ini merupakan keadilan Allah Subhaanahu wa Ta'aala, karena kesalahan adalah kesalahan yang berhak diberi hukuman, terlebih setelah sebelumnya mereka diberi peringatan dengan diutusnya para rasul.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-An’am Ayat 128

Allah menjelaskan sebagian dari ihwal orang-orang yang zalim pada hari kiamat di hadapan Allah. Dan ingatlah pada hari ketika dia mengumpulkan mereka semua, yaitu orang-orang yang sesat dan menyesatkan dari kelompok jin atau setan dan manusia, dan Allah berfirman kepada segolongan jin (setan), karena merekalah yang menjadi asal mula adanya kesesatan pada manusia, wahai golongan jin! kamu telah banyak menyesatkan manusia dengan membujuk mereka untuk melakukan kemusyrikan, kekafiran, dan kemaksiatan. Dan kawan-kawan mereka dari golongan manusia berkata, mengadu dengan memberikan pengakuan kepada Allah terhadap apa yang terjadi, ya tuhan, kami telah saling mendapatkan kesenangan. Manusia memanfaatkan jin melalui perbuatan sihir, tenung, dan juga tergoda untuk melakukan kemaksiatan dan lainnya, dan jin merasa bangga bahwa mereka dijadikan panutan, penguasa, dan pengayom oleh manusia. Dan sekarang waktu yang telah engkau tentukan buat kami telah datang. Setelah mendengarkan pengakuan dari kedua belah pihak, Allah berfirman untuk memberikan putusan akhir, nerakalah tempat kamu selama-lamanya, kecuali jika Allah menghendaki lain. Allah mempunyai kekuasaan yang tidak terbatas dalam segala hal. Sungguh, tuhanmu mahabijaksana yang meletakkan sesuatu pada tempatnya, menyiksa orang yang berdosa dengan keadilan-Nya, dan memasukkan orang yang bertakwa ke dalam surga dengan anugerah-Nya. Dia maha mengetahui siapa yang berbuat baik dan siapa yang berbuat buruk. Jika pada ayat sebelumnya diinformasikan bahwa antara jin dan manusia terdapat hubungan saling memanfaatkan, maka pada ayat ini dijelaskan hubungan antara orang-orang yang berbuat zalim. Dan demikianlah kami jadikan sebagian orang-orang zalim berteman dengan sesamanya, karena seseorang akan mencari teman sesama yang sejiwa dan seirama dalam hidup, atau orang yang zalim akan dikuasai oleh pelaku kezaliman lainnya, sesuai dengan apa yang mereka kerjakan yaitu kekafiran dan kemaksiatan.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Demikian aneka ragam penafsiran dari kalangan pakar tafsir mengenai kandungan dan arti surat Al-An’am ayat 128 (arab-latin dan artinya), moga-moga membawa faidah bagi kita. Dukung kemajuan kami dengan memberi tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Halaman Cukup Sering Dicari

Telaah berbagai materi yang cukup sering dicari, seperti surat/ayat: Al-‘Adiyat, Al-Insyirah 5-6, Luqman 14, Al-Balad, Ar-Ra’d 11, Ali Imran 190-191. Ada juga Al-Baqarah 185, Juz al-Qur’an, Al-Maidah, Al-Baqarah 153, Al-An’am, Al-Fajr.

  1. Al-‘Adiyat
  2. Al-Insyirah 5-6
  3. Luqman 14
  4. Al-Balad
  5. Ar-Ra’d 11
  6. Ali Imran 190-191
  7. Al-Baqarah 185
  8. Juz al-Qur’an
  9. Al-Maidah
  10. Al-Baqarah 153
  11. Al-An’am
  12. Al-Fajr

Pencarian: alkahfi latin, surat ar rahman berapa ayat, tanda juz dalam al quran, qs al maidah ayat 48 beserta artinya, bacaan al falaq beserta artinya

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: