Surat Al-An’am Ayat 74

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

۞ وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِيمُ لِأَبِيهِ ءَازَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا ءَالِهَةً ۖ إِنِّىٓ أَرَىٰكَ وَقَوْمَكَ فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

Arab-Latin: Wa iż qāla ibrāhīmu li`abīhi āzara a tattakhiżu aṣnāman ālihah, innī arāka wa qaumaka fī ḍalālim mubīn

Artinya: Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar, "Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata".

« Al-An'am 73Al-An'am 75 »

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Kandungan Berharga Mengenai Surat Al-An’am Ayat 74

Paragraf di atas merupakan Surat Al-An’am Ayat 74 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada bermacam kandungan berharga dari ayat ini. Ada bermacam penjabaran dari para mufassir terkait isi surat Al-An’am ayat 74, di antaranya sebagaimana berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan ingatlah (wahai rasul) perdebatan antara Ibrahim dengan ayahnya, Azar, ketika ia berkata kepada sang ayah, ”mengapa engkau menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan-tuhan yang engkau sembah selain Allah ? sesungguhnya aku melihatmu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata dari jalan yang lurus. ”


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

74. Hai Rasulallah, ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya, Azar: Apakah kamu menjadikan batu-batu ini sebagai tuhan-tuhan yang kamu sembah bersama kaummu? Sungguh kamu telah berpaling dari jalan yang benar dan lurus menuju jalan kesesatan yang nyata.

Allah menyebut Ibrahim karena dia memiliki kedudukan yang tinggi di hati orang-orang Arab dan untuk menjelaskan perkara-perkara aqidah dengan penjelasan yang bersangkutan dengan orang yang mereka sukai.

Dan dalam pernyataan Ibrahim terdapat penggunaan harfu ta'kid (penegasan) 'إن' karena pernyataan ini untuk menjelaskan kesesatan mereka yang nyata.

Adapun penyebutan kata 'وقومك' (dan kaummu), untuk memberi peringatan dari awal bahwa banyaknya orang yang bersamanya di atas kesesatan tidak dapat menguatkan kepercayaannya atau melemahkan orang yang mengingkarinya.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

74. Dan ingatlah -wahai Rasul- tatkala Ibrahim -‘Alaihissalām- berkata kepada ayahnya yang musyrik, Āzar, “Wahai ayahku! Apakah Anda menjadikan patung-patung itu sebagai tuhan-tuhan yang Anda sembah selain Allah? Sesungguhnya aku melihat Anda dan kaum Anda yang menyembah berhala-berhala itu berada dalam kesesatan yang nyata dan menyimpang dari jalan yang benar disebabkan karena kalian menyembah tuhan selain Allah. Sebab, Allah -Subḥānahu- dalah Rabb yang disembah secara hak, sedang yang lain adalah tuhan yang disembah secara batil.”


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

74. وَإِذْ قَالَ إِبْرٰهِيمُ لِأَبِيهِ ءَازَرَ (Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar)
Ada pendapat menyebutkan bahwa nama dari ayah Nabi Ibrahim adalah Taarikh, namun pendapat lain menyebutkan bahwa ia memiliki dua panggilan: Aazar dan Thaarikh.

أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا ءَالِهَةً ۖ (Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan?)
Yakni apakah kamu menjadikannya sebagai tuhan-tuhan yang kamu sembah?

إِنِّىٓ أَرَىٰكَ وَقَوْمَكَ (Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu)
Yakni kaummu yang sejalan denganmu dalam penyembahan berhala-berhala.

فِى ضَلٰلٍ (dalam kesesatan)
Dari jalan yang benar.

مُّبِينٍ (yang nyata)
Yang jelas.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

74 Ingatlah wahai Nabi di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Azar atau Tarikh, “Pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala sebagai sesembahan selain Allah? Bahkan berhala-berhala itu tidak kuasa memberi manfaat maupun bahaya. Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaummu ketika menyembaj berhala itu sungguh dalam kesesatan yang nyata jauh dari kebenaran.”


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya, Azar,“Apakah kamu menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan. Sesungguhnya aku melihatmu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.”


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

74. Disini Allah mengatakan, Ceritakanlah kisah Ibrahim dengan menyanjung dan menghormatinya dalam kondisi di mana dia mengajak kepada tauhid dan melarang syirik. “Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya (Azar), ‘ Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan?’ “ Yang tidak mampu menghadirkan manfaat dan mudarat, dan yang tidak memiliki hak sedikit pun dalam segala urusan. “Sesungguhnya aku melihatmu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.” Yang mana kamu menyembah sesuatu yang sedikit pun tidak berhak untuk disembah, sementara kamu meninggalkan penyembahan kepada penciptamu, pemberi rizkimu, dan pengaturmu.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 74-79
Firiwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya Azar) yaitu Azar yang membuat berhala. Ayah nabi Ibrahim yang bernama Tarih, ibunya bernama Matsani, istrinya bernama Sarah, dan ibu nabi Ismail bernama Hajar, yang merupakan budak nabi Ibrahim.
Demikian juga yang dikatakan oleh ulama’ ahli nasab, bahwa nama ayahnya adalah Tarih.
Mujahid dan As-Suddi berkata bahwa Azar adalah nama berhala.
Saya berkata Seakan-akan bahwa sering kali nama yang digunakan adalah Azar, karena kepatuhannya pada berhala itu, Hanya Allah yang lebih mengetahui.
Para ulama’ qira’ah berbeda pendapat terkait firman Allah SWT: (Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya Azar). Ibnu Jarir meriwayatkan dari Hasan Al-Bashri dan Abu Yazid Al-Madani, bahwa keduanya membaca: (Wa idz qaala Ibraahiimu li abiihi aazaru atattakhidzu ashnaaman aalihatan) maknanya yaitu,"Hai Azar, pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan-tuhan?" Mayoritas ulama membacanya dengan difathah baik karena itu adalah isim alam untuk orang non-Arab sehingga termasuk isim ghairu munsharif juga seperti kata “ahmar” dan “aswad” . Adapun ulama’ yang menganggap bahwa kata itu adalah manshub, karena menjadi ma’mul. Dari firmanNya (Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan?) maknanya adalah,"Wahai ayahku, pantaskah kamu menjadikan Azar berhala-berhala itu sebagai tuhan-tuhan?" Itu merupakan pendapat yang jauh dari kebenaran dari segi bahasa, karena kata yang ada setelah huruf istifham tidak bisa beramal pada kata sebelumnya, karena itu merupakan permulaan kalimat. Maksudnya bahwa nabi Ibrahim menasehati ayahnya yang menyembah berhala, mencegah dan melarangnya dari berhala-berhala itu, lalu ayahnya tidak menghentikan hal itu, sebagaimana Allah berfirman: (Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya Azar, "Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan?") yaitu apakah kamu menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan yang kamu sembah selain Allah? (Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu) yaitu orang-orang yang berjalan pada jalanmu (dalam kesesatan yang nyata) yaitu orang-orang yang tersesat, tidak mendapatkan petunjuk dimana jalan yang mereka tempuh, bahkan dalam keadaan bingung dan tidak tahu, dimana kalian berada dalam ketidak tahuan dan kesesatan yang nyata bagi orang yang mempunyai akal sehat.
Firman Allah SWT: (Ceritakanlah (Hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang Nabi (41) Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya; "Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun (42) Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus (43) Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah setan. Sesungguhnya setan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah (44) Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi setan" (45) Berkata bapaknya: "Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama" (46) Berkata Ibrahim: "Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku (47) Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku" (48)) (Surah Maryam) yaitu nabi Ibrahim memohonkan ampun untuk ayahnya selama masa hidup ayanhnya. ketika ayahnya mati dalam keadaan musyrik, dan itu jelas bagi nabi Ibrahim, lalu dia menarik kembali permohonan ampun untuk ayahnya dan berlepas diri darinya, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri darinya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun (114)) (Surah At-Taubah)
Firman Allah SWT: (Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan di bumi) yaitu Kami menjelaskan kepadanya dalil yang menunjukkan keesaan Allah SWT melalui pandangannya terhadap kerajaan dan makhlukNya, bahwa Tidak ada Tuhan dan Rabb selain Dia, sebagaimana firmanNya (Katakanlah: Perhatikanlah apa yang terdapat di langit dan di bumi) (Surah Yunus: 101), (Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi?) (Surah Al-A'raf: 185) dan (Maka apakah mereka tidak melihat langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka? Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi, atau Kami jatuhkan kepada mereka gumpalan dari langit. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Tuhan) bagi setiap hamba yang kembali (kepada-Nya) (9)) (Surah Saba')
Firman Allah: (dan (Kami memperlihatkannya) agar Ibrahim itu termasuk orang-orang yang yakin) yaitu Kami memperlihatkan kepadanya hal itu agar dia tahu dan yakin.
Firman Allah SWT: (Ketika malam telah menjadi gelap) yaitu menutupinya (dia melihat sebuah bintang) yaitu bintang-bintang (lalu dia berkata, "Inilah Tuhanku.” Tetapi tatkala bintang itu tenggelam) yaitu tenggelam. Muhammad bin Ishaq bin Yasar berkata,”Al-uful” artiny adalah lenyap. Ibnu Jarir berkata bahwa dikatakan ”afala an-najmu”. “ya’fulu”, “ufuulan”, dan “afalan” maknanya adalah tenggelam, di antaranya adalah ucapan Dzu Ar-Rumah yaitu:
Pelita-pelita yang tidak diedarkan bintang-bintang. Tidak juga dengan bintang-bintang yang lenyap.
(dia berkata, "Saya tidak suka kepada yang tenggelam”) Qatadah berkata diaa mengetahui bahwa Tuhannya kekal, tidak akan lenyap
(Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit) yaitu muncul (dia berkata, "Inilah Tuhanku.” Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata, "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat.” (77) Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata, "Inilah Tuhanku) yaitu sesuatu yang bersinar dan terbit adalah Tuhanku (ini yang lebih besar)
yaitu lebih besar daripada bintang-bintang dan bulan, dan lebih terang (maka tatkala matahari itu telah terbenam) tenggelam (dia berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (78) Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan (79) yaitu aku ikhlas dalam agamaku dan mengkhususkan ibadahku hanya (kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi) penciptaan keduanya tanpa ada contoh sebelumnya (kepada agama yang benar) yaitu dalam keadan lurus, yaitu menyimpang dari kemusyrikan menuju keesaan. Oleh karena itu Allah berfirman: (dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan)
Para mufasir berbeda pendapat tentang posisinya ini,”Apakah itu adalah posisi mempertanyakan atau posisi mendebat?
Ibnu Jarir meriwayatkan dari jalur Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu Abbas bahwa itu berada pada posisi mempertanyakan. Itu merupakan pendapat yang dipilih oleh Ibnu Jarir sebagai dalil berdasarkan firmanNya (Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku)
Pendapat yang benar adalah bahwa nabi Ibrahim itu berada pada kedudukan berdebat dengan kaumnya seraya menjelaskan kepada mereka kebathilan dari hal yang mereka lakukan, berupa menyembah bintang-bintang dan berhala. Pada posisi pertama dia berdebat dengan ayahnya dengan menjelaskan tentang kesalahan mereka dalam menyembah berhala-berhala di bumi yang berdasarkan bentuk malaikat langit, agar berhala malaikat itu memberi pertolongan bagi mereka agar sampai kepada Pencipta yang Maha Besar, dimana para berhala malaikat itu menurut diri mereka itu tidak layak disembah. Mereka memakai perantara menyembah para malaikat agar sampai kepadaNya. Hal itu hanya agar para berhala malaikat itu memintakan rezeki, pertolongan dan hal lain yang mereka butuhkan kepadaNya. Pada posisi ini, dia menjelaskan kesalahan dan kesesatan mereka dalam menyembah bintang-bintang, yaitu bintang-bintang yang beredar yang berjumlah tujuh.
(Dia berkata, "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian persekutukan”) yaitu aku berlepas diri dari penyembahan mereka terhadap bintang-bintang itu dan dari menjadikannya sebagai pelindung. Jika semuanya itu adalah tuhan, maka tipulah aku dengan hal itu, dan janganlah menangguhkannya (Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan (79)) yaitu sesungguhnya aku hanya menyembah Pencipta segala sesuatu, Dzat yang mengadakannya, menundukkannya, menjalankannya, dan mengaturnya. Dzat yang pada kekuasaanNya itu kerajaan segala sesuatu, Dia adalah Pencipta, Rabb, Raja dan Tuhan segala sesuatu, Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya Tuhan kalian ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan, dan bintang-bintang; (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Mahasuci Allah, Tuhan semesta alam (54)) (Surah Al-A'raf) Bagaimana bisa bahwa kedudukan nabi Ibrahim itu adalah orang yang mempertanyakan? Sedangkan dia orang yang disebutkan tentang kebenarannya oleh Allah: (Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan adalah Kami mengetahui (keadaan)nya (51) (Ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya, "Patung-patung apakah ini yang kalian tekun beribadat kepadanya?” (52)) (Surah Al-Anbiya)
Allah SWT berfirman (Katakanlah, "Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik " (161)) (Surah Al-An'am)


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Al-An’am ayat 74: Ayat ini dan ayat setelahnya menerangkan dakwah Nabi Ibrahim 'alaihis salam kepada tauhid; baik kepada bapaknya maupun kepada kaumnya.

Di antara mufassir ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan Abiihi (bapaknya) ialah pamannya. Ada pula yang berpendapat, bahwa Aazar adalah laqab (gelar) bagi bapak Nabi Ibrahim 'alaihis salam, nama aslinya adalah Tarukh.

Pertanyaan ini sekaligus sebagai celaan.

Karena menyembah sesuatu yang tidak berhak disembah dan karena meninggalkan menyembah kepada Tuhan yang sebenarnya, yaitu Tuhan yang mencipta dan memberi rezki kepada alam semesta.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-An’am Ayat 74

Kini diberikan contoh pengalaman nabi ibrahim dalam mengajarkan tauhid kepada kaumnya yang musyrik. Dan ingatlah serta jelaskanlah ketika ibrahim berkata kepada ayahnya yang bernama atau bergelar azar, pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala yang engkau buat sendiri itu sebagai tuhan' sesungguhnya aku melihat dan menilai engkau, wahai orang tuaku, dan melihat juga kaummu yang sama-sama menyembah berhala itu sungguh dalam kesesatan yang nyata. Apa yang disampaikan nabi ibrahim sedemikian kukuh sebagai buah dari keyakinannya yang lurus dan bimbingan Allah. Dan demikianlah kami memperlihatkan kepada ibrahim kekuasaan kami yang terdapat di langit dan di bumi agar semakin mantap keyakinannya dan semakin kuat argumennya, dan agar dia termasuk orang-orang yang semakin kukuh ke-yakin-annya, bahwa tiada pencipta dan pengatur di alam raya ini selain Allah.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Itulah sekumpulan penjelasan dari banyak pakar tafsir berkaitan kandungan dan arti surat Al-An’am ayat 74 (arab-latin dan artinya), moga-moga bermanfaat bagi kita. Dukung kemajuan kami dengan mencantumkan link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Yang Paling Sering Dikaji

Tersedia ratusan topik yang paling sering dikaji, seperti surat/ayat: Juz al-Qur’an, Al-Baqarah 185, Al-Insyirah 5-6, Luqman 14, Al-An’am, Al-Balad. Serta Ar-Ra’d 11, Al-Baqarah 153, Al-Maidah, Ali Imran 190-191, Al-Fajr, Al-‘Adiyat.

  1. Juz al-Qur’an
  2. Al-Baqarah 185
  3. Al-Insyirah 5-6
  4. Luqman 14
  5. Al-An’am
  6. Al-Balad
  7. Ar-Ra’d 11
  8. Al-Baqarah 153
  9. Al-Maidah
  10. Ali Imran 190-191
  11. Al-Fajr
  12. Al-‘Adiyat

Pencarian: innallaha ghofururrohim artinya, surah al kahfi ayat 110, as sajdah latin, latin surat al anfal ayat 72, surah luqman ayat 16

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: