Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-An’am Ayat 28

بَلْ بَدَا لَهُمْ مَا كَانُوا يُخْفُونَ مِنْ قَبْلُ ۖ وَلَوْ رُدُّوا لَعَادُوا لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ

Arab-Latin: Bal badā lahum mā kānụ yukhfụna ming qabl, walau ruddụ la'ādụ limā nuhụ 'an-hu wa innahum lakāżibụn

Terjemah Arti: Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta belaka.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Sebenarnya tidak demikian adanya. Justru akan tampak nyata bagi mereka pada Hari Kiamat apa yang sudah mereka ketahui sendiri tentang kebenaran risalah yang dibawa para rasul di dunia. Kendatipun mereka menampakkan di hadapan para pengikut mereka berupa sikap yang berbeda. Kalaupun ditetapkan bahwa mereka akan dikembalikan ke dunia lagi, dan mendapatkan kesmpatan, pastilah mereka kembali melakukan penentangan dan berbuat kekafiran dan pendustaan. Dan sesungguhnya mereka benar-benar berdusta dengan ucapan mereka, “seandainya kami dikembalikan ke dunia, kami tidak akan mendustakan ayat-ayat tuhan kami dan kami termasuk orang-orang yang beriman. ”

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

28. Sesungguhnya masalahnya tidak seperti yang mereka katakan, bahwa seandainya mereka dikembalikan ke dunia niscaya mereka akan beriman. Justru yang muncul dari mereka ialah apa yang dahulu mereka sembunyikan. Yaitu ucapan mereka, “Demi Allah, dahulu kami bukanlah orang-orang musyrik.” Hal itu terjadi ketika anggota badan mereka memberikan kesaksian yang merugikan mereka. Dan seandainya mereka benar-benar dikembalikan ke dunia, niscaya mereka akan kembali melakukan apa yang dilarang bagi mereka, seperti berbuat kufur dan syirik. Sesungguhnya mereka berbohong dalam janji mereka untuk beriman apabila mereka dikembalikan ke dunia.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

28. بَلْ بَدَا لَهُم مَّا كَانُوا۟ يُخْفُونَ مِن قَبْلُ ۖ (Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya)
Yakni tampak bagi mereka kemunafikan, kekafiran, dan keburukan amalan yang mereka dahulu sembunyikan, dan mereka yakin bahwa mereka akan binasa karena kesyirikan mereka. Oleh sebab itu mereka mengubah sikap dengan berangan-angan dan berjanji dengan janji palsu.
Dan bisa jadi yang dimaksudkan adalah tampak bagi mereka kebenaran yang dahulu mereka sembunyikan dalam hati mereka yakni kebenaran Nabi Muhammad dalam berita-berita yang dibawanya, meskipun mereka mengaku dalam perkumpulan-perkumpulan mereka bahwa mereka mendustakan Muhammad.

وَلَوْ رُدُّوا۟ (Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia)
Sebagaimana yang mereka angan-angankan.

لَعَادُوا۟ (tentulah mereka kembali)
Yakni kembali kepada apa yang telah dilarang kepada mereka, berupa keburukan-keburukan dan yang paling besar adalah kesyirikan. Sebagaimana Iblis yang telah menyaksikan ayat-ayat Allah namun ia masih saja durhaka.

وَإِنَّهُمْ لَكٰذِبُونَ (Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta belaka)
Yakni berdusta dalam janji mereka untuk menjadi orang yang beriman. Karena sebenarnya mereka mengatakan janji itu hanya untuk bisa lolos dari azab yang akan menimpa mereka.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

28. Namun sebenarnya telah tampak bagi orang-orang kafir itu kekufuran, dan amal buruk di dunia yang mereka sembunyikan. Dan jika mereka dikambalikan di dunia sebagaimana yang mereka harapkan, maka sungguh mereka akan kembali kepada keyakinan buruk mereka, yaitu kesyirikan dan kemaksiatan, lalu tabiat buruk mereka mendominasi diri mereka. Sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang berdusta dalam janji atau ucapan mereka, yaitu sesungguhnya harapan mereka untuk kembali itu tidak keluar dari keinginan yang benar untuk beriman.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Maksudnya, bahwa mereka sebenarnya tidak bercita-cita ingin dikembalikan ke dunia untuk beriman kepada Allah, tetapi perkataan itu semata-mata diucapkan karena melihat kedahsyatan neraka, di mana mereka ingin dihindarkan daripadanya.

Seperti syirk (menyekutukan Allah).

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Nurani mereka ingin kembali ke dunia untuk menjadi orang beriman, tetapi sebenarnya bagi mereka telah nyata kejahatan, yaitu penolakan dan kekufuran mereka terhadap ajakan rasulullah yang mereka sembunyikan dahulu dalam lubuk hati mereka. Seandainya mereka dikembalikan ke dunia, suatu angan-angan yang tidak mungkin terjadi, tentu mereka akan mengulang kembali kekufuran, kemusyrikan, dan kemunafikan yang telah dilarang oleh Allah mengerjakannya. Mereka itu kenyataannya sungguh pendusta terhadap diri mereka sendiri. Orang-orang kafir tidak mempercayai adanya kehidupan akhirat dan kebangkitan setelah mati. Dan mereka akan mengatakan pula suatu pandangan yang bersumber dari ideologi materialisme, hidup hanyalah di dunia ini, kini, di sini, dan di tempat ini saja, dan kita tidak akan pernah dibangkitkan untuk hidup di akhirat setelah kematian menimpa diri kita.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-An’am Ayat 29 Arab-Latin, Surat Al-An’am Ayat 30 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-An’am Ayat 31, Terjemahan Tafsir Surat Al-An’am Ayat 32, Isi Kandungan Surat Al-An’am Ayat 33, Makna Surat Al-An’am Ayat 34

Category: Surat Al-An'am

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!