Surat Al-Ma’idah Ayat 75

مَّا ٱلْمَسِيحُ ٱبْنُ مَرْيَمَ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ ٱلرُّسُلُ وَأُمُّهُۥ صِدِّيقَةٌ ۖ كَانَا يَأْكُلَانِ ٱلطَّعَامَ ۗ ٱنظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ ٱلْءَايَٰتِ ثُمَّ ٱنظُرْ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

Arab-Latin: Mal-masīḥubnu maryama illā rasụl, qad khalat ming qablihir-rusul, wa ummuhụ ṣiddīqah, kānā ya`kulāniṭ-ṭa'ām, unẓur kaifa nubayyinu lahumul-āyāti ṡummanẓur annā yu`fakụn

Artinya: Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).

« Al-Ma'idah 74Al-Ma'idah 76 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Kandungan Mendalam Mengenai Surat Al-Ma’idah Ayat 75

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Ma’idah Ayat 75 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beragam kandungan mendalam dari ayat ini. Terdokumentasi beragam penjelasan dari beragam ahli ilmu berkaitan kandungan surat Al-Ma’idah ayat 75, sebagiannya seperti termaktub:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Tidaklah al-masih putra Maryam kecuali seorang rasul sebagaimana rasul-rasul yang telah mendahuluinya. Dan ibunya telah membenarkan dengan keimanan yang teguh dengan ilmu dan amal, dan mereka berdua seperti halnya orang lain dari kalangan manusia yang membutuhkan makanan. Dan tidak mungkin Tuhan itu berupa orang yang membutuhkan makanan supaya dapat hidup. Maka perhatikanlah (wahai rasul), keadaan orang-orang kafir tersebut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda yang menunjukan keesaan Kami dan kebatilan anggapan yang mereka dengungkan pada diri para nabi Allah. Selain itu, mereka sesat dari jalan kebenaran yang Kami tunjukan mereka kepadanya. Kemudian lihatlah bagaimana mereka dipalingkan dari kebenaran setelah adanya penjelasan ini?


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

75. Kemudian Allah menjelaskan keyakinan yang benar tentang Isa Al-masih. Dia adalah manusia biasa yang diutus sebagai Rasul. Dia dinisbahkan kepada Maryam karena tidak memiliki ayah, seandainya dia memiliki ayah niscaya dia akan dinisbahkan kepadanya. Allah menciptakannya tanpa seorang ayah dengan hikmah yang mendalam, yaitu untuk menunjukkan kesempurnaan kuasa-Nya dan kehebatan penciptaan-Nya.

Dia merupakan manusia biasa yang diutus sebagai Rasul, dia layaknya rasul-rasul sebelumnya. Allah mengutusnya di atas jalan para rasul tersebut dan menetapkannya di atas tuntutan mereka.

Sedangkan ibunya adalah wanita yang benar dan senantiasa menjalankan ibadah. Dia dan anaknya biasa memakan makanan, karena kebutuhan terhadap makan dan minum merupakan fitrah manusia. Sedangkan Tuhan adalah Dzat Yang Maha Kaya dan Maha Kuat, tidak ada yang menyerupainya. Maka bagaimana mereka bisa menganggap Isa sebagai Tuhan atau anak tuhan?!

Pikirkanlah Bagaimana Allah menyampaikan hujjah kepada mereka dari berbagai macam sisi. Namun mereka tetap berpaling dari kebenaran, memutar balikan fakta, dan membenarkan kebatilan; padahal ayat-ayat Allah sudah sangat jelas.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

75. Isa Al-Masih putra Maryam hanyalah seorang utusan Allah sebagaimana para rasul lainnya. Ia akan mengalami kematian sebagaimana yang lain. Dan ibunya, Maryam -‘Alaihassalām- adalah seorang wanita yang jujur dan terpercaya. Keduanya mengonsumsi makanan, karena keduanya memang membutuhkannya. Bagaimana mungkin keduanya menjadi tuhan, sedangkan keduanya membutuhkan makanan. Maka perhatikanlah -wahai Rasul-, bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka tanda-tanda yang menunjukkan keesaan Rabb dan menunjukkan kesalahan sikap mereka yang berlebih-lebihan dalam menyematkan sifat ketuhanan kepada selain Allah -Subḥānahu-, sedangkan mereka menolak tanda-tanda tersebut. Dan perhatikanlah! bagaimana mereka dipalingkan dari kebenaran, padahal sudah terdapat tanda-tanda yang terang benderang menunjukkan keesaan Allah.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

75. مَّا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ الرُّسُلُ (Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul)
Yakni hanya sebatas pembawa risalah tidak lebih, sebagaimana yang kalian anggap sampai menjadikannya Tuhan atau anak Allah. Namun ia merupakan bagian dari rasul-rasul yang telah berlalu sebelumnya. Apapun mu’jizat-mu’jizat yang ia datangkan tidak menjadikannya sebagai Tuhan, karena rasul-rasul sebelumnya juga memiliki mu’jizat-mu’jizat; Allah telah menjadikan tongkat Nabi Musa hidup, dan menciptakan Nabi Adam tanpa bapak dan ibu, jika kalian menganggap seseorang bisa menjadi Tuhan karena hal-hal tersebut maka berarti Rasul-Rasul sebelumnya juga merupakan Tuhan.

وَأُمُّهُۥ صِدِّيقَةٌ ۖ( dan ibunya seorang yang sangat benar)
Yakni benar dalam perkataannya dan membenarkan risalah yang dibawa oleh anaknya. Dan itu tidak menjadikannya sebagai tuhan, akantetapi ia seperti wanita-wanita yang lain.

كَانَا يَأْكُلَانِ الطَّعَامَ ۗ( kedua-duanya biasa memakan makanan)
Sebagaimana manusia yang lain.
Yakni barangsiapa yang memakan makanan sebagaimana makhluk-makhluk yang lain maka ia bukanlah Tuhan, karena dia tidaklah makan kecuali karena ia membutuhkannya, andaisaja ia meninggalkan makan pasti ia akan mati, dan Tuhan tidaklah mati; dan orang yang memakan makanan akan pergi ke kamar kecil untuk buang hajat, Maha Suci Allah dari apa yang mereka katakan.

انظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الْاٰيٰتِ(Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda)
Ini merupakan kalimat takjub kepada mereka yang menjadikan sifat-sifat tersebut sebagai sifat yang menjadikannya Tuhan.

ثُمَّ انظُرْ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ(kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling)
Yakni bagaimana mereka masih tersesat dari kebenaran setelah keterangan ini.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

75. Tidaklah Isa Al-Masih itu kecuali seorang rasul manusia seperti para rasul sebelumnya. Dan mukjizatnya itu seperti para rasul yang tidak seharusnya menjadi Tuhan, sebagaimana penciptaan Adam tanpa orang tua, dan tongkat Musa. Dan ibu Isa itu sangat jujur dalam ucapannya bahwa dia dan anaknya, Isa, adalah manusia yang makan layaknya manusia. Dan orang yang membutuhkan makanan bukanlah Tuhan, karena jika dia tidak makan, maka akan binasa. Dan Tuhan itu tidak bisa mati. Perhatikanlah wahai rasul, bagaimana Kami menerangkan kepada mereka dalil-dalil yang menunjukkan kepada keesaan kami. Dan perhatikanlah bagaimana setan memalingkan mereka agar tidak merenungi tentang bukti-bukti itu, dan dari kebenaran menuju kebathilan setelah adanya keterangan ini


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Isa Al Masih putra Maryam tidak lain hanyalah seorang rasul. Sudah berlalu} berlalu {sebelumnya beberapa rasul. Ibunya adalah seorang yang berpegang teguh pada kebenaran} orang yang sangat jujur dan benar {Keduanya makan makanan. Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan ayat-ayat kepada mereka, kemudian perhatikanlah bagaimana mereka dipalingkan} bagaimana mereka dibelokkan dari kebenaran


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

75. Kemudian Allah mejelaskan hakikat Al-Masih dan ibunya yang merupakan kebenaran, Dia berfirman, “ Al-Masih putra Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sungguh telah berlalu sebelumnya beberap Rasul.” Maksudnya, ini adalah predikat dan kedudukannya yang paling tinggi, bahwa Dia adalah di antara hamba-hamba Allah yang di utus, yang mana para Rasul tersebut tidak memiliki wewenang dan hak peletakan syariat selain apa yang Allah mengutus mereka denganya. Dia dan Rasul-Rasul sebelumnya adalah sejenis, tidak ada keistimewaan dari di bandingkan nabi-nabi yang lain sehingga ia keluar dari tingkat kemanusiaan manjadi tingkat ketuhanan.
“ Dan ibunya,” Maryam adalah “seorang yang sangat benar.” Maksudnya, inilah kedudukan yanhg paling tinggi, yaitu dia termasuk yang shadiqin (yang sangat jujur dan benar dalam iman) yang merupaka derajat mahkluk yang paling tinggi sesudah para nabi. Dan merupakan ash-shidiq ( jujur dan benar) adalah ilmu yang berguna yang membuahkan keyakinan dan amal shalih. Ini adalah bukti bahwa Maryam bukanlah seorang nabi. Akan tetapi derajat tertinggi sebagai ash-shidiq. Dan itu cukuplah sebagai keutamaan dan kemuliaan baginya. Begitu pula wanita-wanita yang lain. Tak satupun dari mereka yang diangkat menjadi nabi, karena Allah menjadikan kenabian pada kelompok yang paling sempurna yaitu laki-laki, sebagaimana FirmanNya, "Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya diantara penduduk negeri." ( Yusuf: 109)
Jika Isa termasuk ka dalam deretan para Nabi dan Rasul yang datang sebelumnya dan ibunya adalah shidiqqah, maka dengan dsar apa orang-orang Nasrani menjadikan keduanya sebagai Tuhan bersama Allah.
FirmanNya, “ Kedua-duannya biasa memakan makanan.” Ini adalah dalil yang jelas bahwa keduannya adalah hamba yang fakir, yan membutuhkan makanan dan minuman seperti Bani Adam yang lain. Seandainya keduanya adalah Tuhan, niscaya keduanya tidak memerlukan apa pun, karena Tuhan itu Maha Kaya dan Terpuji. Manakala Allah menjelaskan bukti, Dia berfirman, “ perhatikan bagaimana kami menjelaskan kepada mereka ( Ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (kami),” yang menjelaskan kepada kebenaran, yanhg menyingkap keyakinan, walaupun begitu ia tidak berguna apa pun kepada mereka, justru mereka tetap memegang kedustaan, kapalsuan, dan kebohongan. Hal itu adalah kezhaliman dan pengingkaran dari mereka.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 72-75
Allah berfirman seraya memberikan keputusan dengan menganggap kafir beberapa kelompok dari orang-orang Nasrani yaitu kelompok Malakiyah, Ya'qubiyah, dan Nasturiyah. Di antara mereka ada berkata bahwa nabi Isa adalah Allah. Maha Tinggi Allah dari ucapan mereka dan Maha Suci Dia dengan keluhuran yang Maha Besar. Hal ini telah disebutkan kepada mereka bahwa nabi Isa adalah hamba dan rasul Allah. Kalimat pertama yang dia ucapkan ketika berada dalam buaian adalah, (Sesungguhnya aku adalah hamba Allah) (Surah Maryam: 30) dia tidak berkata “Aku adalah Allah, tidak pula anak Allah” melainkan dia berkata: (Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi) sampai (Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahIah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus) Demikian juga dia berkata kepada mereka dalam keadaan dewasa dan menjadi nabi, dengan memerintahkan agar mereka menyembah Allah saja, Tuhannya dan Tuhan mereka, tidak ada sekutu bagiNya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka) yaitu Allah memperuntukkan neraka baginya dan mengharamkan surga atasnya. Sebagaimana Allah SWT berfirman (Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya) (Surah An-Nisa’:48) dan (Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu". Mereka (penghuni surga) menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir (50)) (Surah Al-A’raf) Disebutkan dalam hadits shahih bahwa Nabi SAW memerintahkan seorang penyeru untuk menyeru kepada orang-orang,”Sesungguhnya surga itu tidak bisa dimasuki kecuali dengan jiwa yang muslim” dalam lafzh lainnya adalah “mukmin”.
Oleh karena itu Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang nabi Isa AS bahwa dia telah berkata kepada Bani ISrail (Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun) yaitu dia tidak memiki seorang penolong, orang yang membantu, dan tidak pula orang yang menyelamatkannya dari apa yang dia terima di hadapan Allah.
Firman Allah (Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga") telah menceritakan kepada kami Abu Shakhr dalam firmanNya: (Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga") ucapan orang-orang Yahudi,” Uzair adalah anak Allah” sedangkan ucapan orang-orang Nasrani,”Isa Al-Masih adalah anak Allah” Lalu mereka menjadikan Allah sebagai tuhan ketiga dari yang tiga itu. Ini adalah pendapat yang asing terkait penafsiran ayat tersebut bahwa makna dari hal itu adalah dua orang-orang Yahudi dan Nasrani. Pendapat yang benar adalah bahwa ayat ini diturunkan khusus mengenai orang-orang Nasrani saja. Hal ini dikatakan oleh Mujahid dan lainnya
As-Suddi dan lainnya berkata,”Ayat ini diturunkan tentang tindakan mereka yang menjadikan nabi Isa dan ibunya sebagai dua tuhan bersama Allah. Lalu mereka menjadikan menjadikan Allah sebagai tuhan yang ketiga dari tiga itu, melalui ungkapan ini. As-Suddi berkata, ayat ini sebagaimana firman Allah SWT di akhir surah (Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?". Isa menjawab: "Maha Suci Engkau”) (Surah Al-Maidah: 116) Ini adalah pendapat yang paling jelas (Hanya Allah yang lebih mengetahui). Allah SWT berfirman (padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa) yaitu bahwa Tuhan itu tidak banyak, melainkan hanya Dia, tidak ada sekutu bagiNya, Tuhan bagi seluruh makhluk. Kemudian Allah SWT berfirman seraya memberi ancaman dan peringatan (Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu) yaitu dari hal-hal yang dibuat-buat dan kedustaan ini. (pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih) yaitu di hari akhirat, berupa belenggu dan siksaan, kemudian Allah SWT berfirman (Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya?. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (74)) Demikianlah kemuliaan, kedermawanan, kelembutan, dan rahmat Allah SWT meskipun dengan dosa besar, hal yang diada-adakan, kebohongan dan dusta yang mereka lakukan, Allah mengajak mereka untuk bertaubat dan memohon ampunan; jadi setiap orang yang bertaubat kepadaNya, maka Dia akan menerima taubatnya.
Firman Allah (Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul) yaitu dia sama dengan orang-orang sepertinya dari kalangan semua rasul yang sebelumnya. Bahwa dia adalah salah satu hamba-hamba Allah dan salah satu dari rasul-rasulNya yang mulia. Sebagaimana Allah berfirman: (Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail (59)) (Surah Az-Zukhruf)
Firman Allah (dan ibunya seorang yang sangat benar) yaitu beriman kepadanya dan membenarkannya. Hal ini adalah kedudukan paling tinggi baginya. Hal ini menunjukkan bahwa Maryam bukanlah seorang nabi; sebagaimana yang disangka oleh Ibnu Hazm dan lainnya yang berpendapat tentang kenabian Sarah ibu nabi Ishaq, kenabian ibu nabi Musa, dan kenabian ibu nabi Isa, yang mereka gunakan sebagai dalil bahwa malaikat berbicara dengan Sarah dan Maryam, berdasarkan firmanNya (Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa; "Susuilah dia) (Surah Al-Qashash: 7) Mereka berkata bahwa ini bermakna kenabian. Adapun pendapat yang dipilih mayoritas ulama, bahwa Allah tidak mengutus seorang nabi kecuali dari kaum laki-laki. Allah SWT berfirman: (Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya diantara penduduk negeri) (Surah Yusuf: 109) Syaikh Abu Al-Hasan Al-Asy'ari meriwayatkan kesepakatan para ulama atas hal tersebut.
Firman Allah (kedua-duanya biasa memakan makanan)yaitu mereka berdua membutuhkan makanan dan mengeluarkannya, jadi keduanya merupakan hamba sebagaimana manusia lainnya, dan bukan tuhan sebagaimana yang diklaim oleh orang-orang Nasrani yang bodoh itu; semoga laknat Allah atas mereka terus-menerus sampai hari kiamat. Kemudian Allah SWT berfirman: (Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan) yaitu lihatlah setelah penjelasan dan keterangan ini, kemana mereka akan pergi, pendapat mana yang mereka pegang, dan pendapat sesat mana yang mereka pilih?


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Al-Ma’idah ayat 75: Pada ayat ini, Allah Subhaanahu wa Ta'aala menerangkan hakikat yang sebenarnya, yakni bahwa Nabi Isa 'alaihis salam hanyalah seorang rasul sebagaimana rasul-rasul yang lain, sedangkan ibunya Maryam adalah seorang shiddiiqah, orang yang sangat membenarkan, di mana kedudukannya di bawah kedudukan para nabi. Sifat shiddiqiyyah berasal dari ilmu yang bermanfaat yang membuahkan keyakinan dan amal saleh.

Maksudnya adalah bahwa Isa 'alaihis salam dan ibunya adalah manusia, yang memerlukan apa yang diperlukan oleh manusia yang lain, seperti makan, minum dan sebagainya. Jika keduanya tuhan tentu, keduanya tidak membutuhkan yang dibutuhkan manusia.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Ma’idah Ayat 75

Ketahuilah, wahai umat nasrani, sesungguhnya al-masih putra maryam itu hanyalah seorang rasul yang diutus Allah. Selain itu, perlu diketahui bahwa sesungguhnya telah berlalu pula sebelumnya beberapa rasul yang juga merupakan utusan-Nya, dan ibunya yang merupakan wanita pilihan adalah seorang yang berpegang teguh pada kebenaran. Kedua-duanya sebagaimana layaknya manusia biasa juga memakan makanan, meminum minuman, merasakan sakit, gembira, sedih, dan lainnya. Oleh karena itu, perhatikan bagaimana kami telah menurunkan wahyu dan mengutus rasul untuk menjelaskan kepada mereka, yaitu para ahli kitab, tentang tanda-tanda kekuasaan kami, kemudian sesudah itu perhatikan pula bagaimana mereka berpaling dari memperhatikan ayatayat kami yang merupakan tanda-tanda keesaan tuhan. Sebagai peringatan kepada umat nasrani tersebut, Allah memerintahkan kepada rasulullah sebagai berikut. Katakanlah, wahai nabi Muhammad, mengapa kamu mengimani dan menyembah kepada tuhan yang selain Allah, padahal yang kamu yakini itu hanya sesuatu yang tidak akan dapat menimbulkan bencana apa pun kepadamu dan ia tidak pula dapat memberi manfaat apa-apa' dan ketahuilah bahwa Allah maha mendengar semua yang kamu ucapkan lagi maha mengetahui semua yang kamu lakukan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikianlah pelbagai penjabaran dari banyak mufassirun berkaitan isi dan arti surat Al-Ma’idah ayat 75 (arab-latin dan artinya), semoga membawa faidah bagi kita semua. Sokong kemajuan kami dengan memberi link ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Halaman Paling Sering Dilihat

Terdapat ratusan halaman yang paling sering dilihat, seperti surat/ayat: Quraisy, An-Nisa 59, Al-Ma’idah 3, Al-‘Ashr, Az-Zumar 53, Al-Qari’ah. Termasuk An-Naziat, Al-Kahfi 1-10, Al-Lahab, An-Nashr, Bismillah, Yusuf.

  1. Quraisy
  2. An-Nisa 59
  3. Al-Ma’idah 3
  4. Al-‘Ashr
  5. Az-Zumar 53
  6. Al-Qari’ah
  7. An-Naziat
  8. Al-Kahfi 1-10
  9. Al-Lahab
  10. An-Nashr
  11. Bismillah
  12. Yusuf

Pencarian: surat ar ra'd ayat 8, al 'alaq dan artinya, ali imran ayat 49, arti surat ar rum ayat 41 42, surat qul a'udzu birabbil falaq

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: