Surat Al-Ma’idah Ayat 56

وَمَن يَتَوَلَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ فَإِنَّ حِزْبَ ٱللَّهِ هُمُ ٱلْغَٰلِبُونَ

Arab-Latin: Wa may yatawallallāha wa rasụlahụ wallażīna āmanụ fa inna ḥizballāhi humul-gālibụn

Artinya: Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.

« Al-Ma'idah 55Al-Ma'idah 57 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Pelajaran Menarik Tentang Surat Al-Ma’idah Ayat 56

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Ma’idah Ayat 56 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada kumpulan pelajaran menarik dari ayat ini. Terdapat kumpulan penjabaran dari banyak ahli tafsir terhadap makna surat Al-Ma’idah ayat 56, misalnya seperti di bawah ini:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan barangsiapa percaya kepada Allah dan setia kepada Allah, RasulNya dan kaum mukminin, niscaya dia termasuk pengikut golongan Allah dan golongan Allah itulah orang-orang yang (pasti) menang lagi mendapat pertolongan.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

56. Allah menjanjikan orang-orang yang menjadikan Allah, rasul-Nya dan hamba-hamba-Nya yang beriman sebagai kekasih dan pemimpin berupa kemenangan dan kejayaan. Karena golongan Allah pasti akan menang.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

56. Barangsiapa yang menjadikan Allah, rasul-Nya, dan orang-orang mukmin sebagai walinya dengan memberikan dukungan dan pertolongannya maka dia termasuk golongan Allah. Dan golongan Allah adalah golongan yang menang. Karena Allah-lah sang penolong mereka.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

56. وَمَن يَتَوَلَّ اللهَ وَرَسُولَهُۥ (Dan barangsiapa mengambil Allah dan Rasul-Nya sebagai penolong)
Ini merupakan janji Allah bagi orang-orang yang menjadikan Allah, Rasulullah dan orang-orang beriman sebagai penolong bahwa mereka akan menang dan unggul atas musuh mereka.

فَإِنَّ حِزْبَ اللهِ هُمُ الْغٰلِبُونَ (maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang)
Pengikut Allah adalah orang-orang beriman yang senantiasa membela syari’at Allah.
Sebab turunnya ayat ini adalah ketika Bani Qainuqa’ memerangi Rasulullah, Abdullah bin Ubay tetap berpegang pada sekutunya dari bani Qainuqa’, adapun Ubadah bin Shamit bergabung bersama Rasulullah dan berlepas diri dari sekutunya padahal ia memiliki sekutu yang sama banyaknya dengan sekutu yang dimiliki Abdullah bin Ubay, namun ia tetap meninggalkan mereka untuk bergabung bersama Rasulullah, ia berkata: aku berlepas diri dari sekutuku yaitu orang-orang kafir menuju Allah dan Rasul-Nya.


📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

Ini adalah kabar gembira yang besar bagi siapa yang menjalanakan perintah Allah dan menjadi bagian dari pejuang agama-Nya, bahwasanya ia akan meraih kemenangan, meskipun terkadang ia menghadapi rintangan (tentunya dengan hikmah yang Allah berikan) tetapi segala urusan-urusannya yang lain akan senantisa meraih kemenangan.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

56. Barangsiapa meminta pertolongan kepada Allah, rasulullah, dan orang-orang mukmin yang mau menolong syariat Allah, maka sesungguhnya para penolong agama Allah itu adalah orang-orang yang menang dengan adanya dukungan Allah terhadap mereka karena telah menolong agamaNya. Sebab turunnya adalah keteguhan Abdullah bin Ubay dengan bersekutu dengan Bani Qaynuqa’, lalu Ubadah keluar dari persekutuan mereka.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Siapa yang menjadikan Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, sesungguhnya para pengikut Allah} penolong agama Allah {itulah orang-orang yang menang


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

56. Kemudian Dia menyebutkan manfaat perwalian ini, Dia berfirman, “Dan barangsiapa menjadikan Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang,” yakni ia termasuk pengikut yang disandarkan kepada Allah dengan penyandaran ubudiyah dan perwalian. Dan pengikutNya adalah orang-orang yang menang yang meraih akibat baik di dunia dan di akhirat, sebagaimana Firman Allah, "dan sesungguhnya tentarakulah mereka yang menang" (Ash-Shaffat:173).
Ini adalah berita gembira yang besar bagi orang yang menegakkan agama Allah dan dia termasuk pengikut dan tentaraNYa. Dia mendapatkan kemenangan walaupun terkadang dia kalah karena hikmah yang diinginkan oleh Allah, tetapi ujungnya tetaplah kemenangan dan kejayaan. Dan siapa yang lebih benar perkataannya daripada Allah?


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 54-56
Allah berfirman seraya memberitahukan tentang kekuasaanNya yang agung, bahwa siapa pun yang bersungguh-sungguh membela agamaNya dan mengerjakan syariatNya, maka Allah akan menggantikannya dengan seseorang yang lebih baik baginya, lebih kuat pertahanannya, dan lebih lurus jalannya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (dan jika kalian berpaling, niscaya Dia akan mengganti (kalian) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kalian) (Surah Muhammad: 38) dan (Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mengganti(mu) dengan makhluk yang baru (19) dan yang demikian itu sekali-kali tidak sukar bagi Allah (20)) (Surah Ibrahim) yaitu dengan yang bisa bertahan dan tidak sulit bagiNya. Allah berfirman di sini: (Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya) yaitu menyimpang dari kebenaran menuju kebathilan..
(maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya) Al-Hasan berkata,”Demi Allah itu adalah Abu Bakar dan sahabat-sahabatnya”
Firman Allah SWT: (yang bersikap lemah lembut terhadap orang-orang mukmin yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir) ini adalah sifat-sifat orang mukmin sejati, salah satunya adalah rendah hati terhadap saudara dan temannya, dan keras terhadap lawan dan musuhnya, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka) (Surah Al-Fath: 29).
Firman Allah: (yang berjihad di jalan Allah, dan tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela) yaitu mereka tidak akan bisa dihalangi untuk melakukan ketaatan kepada Allah, mengerjakan hukum-hukumNya, berperang melawan musuh-musuhNya, dan tidak pernah membuat mereka takut dengan celaan orang yang mencela mereka.
(Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendakiNya) yaitu orang-orang yang memiliki sifat-sifat itu, adalah karena karunia dan taufik Allah kepada mereka. (dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui) yaitu Maha Luas kaaruniaNya lagi Maha Mengetahui bagi orang yang mendapatkan itu di antara orang yang tidak pantas menerimanya
Firman Allah: (Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman) yaitu, orang-orang Yahudi bukanlah pelindung kalian. Akan tetapi permohonan pertolongan kalian haruslah kepada Allah, RasulNya, dan orang-orang yang mukmin. Firman Allah (yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat) yaitu orang-orang mukmin disifati dengan sifat-sifat ini, berupa mendirikan shalat, yang merupakan pilar paling besar Islam yaitu ibadah yang hanya menyembah Allah SWT saja, tanpa ada sekutu bagiNya, dan menunaikan zakat, yang merupakan hak sesama makhluk dan membantu orang-orang yang membutuhkan dan orang-orang miskin.
Adapun firmanNya: (seraya mereka tunduk) beberapa ulama’ mengira bahwa frasa ini menempati posisi sebagai haal dari firmanNya (dan menunaikan zakat) yaitu dalam keadaan rukuk. Jika demikian, maka membayar zakat dalam keadaan rukuk itu lebih utama daripada keadaan lainnya, karena hal itu merupakan sesuatu yang terpuji. Akan tetapi tidak demikian, menurut salah satu ulama dari kalangan imam yang memberi fatwa. Sehingga sebagian dari mereka yang menyebutkan sebuah riwayat dari Ali ibnu Abu Talib, bahwa ayat ini diturunkan mengenai dia. Hal itu karena seorang peminta-minta melewatinya, dan dia dalam keadaan rukuk, lalu dia memberikan cincinnya kepada orang itu.
Ali bin Abi Thalhah Al-Walibi meriwayatkan dari Ibnu Abbas,”Barang siapa telah masuk Islam, maka dia telah meminta perlindungan kepada Allah, Rasulallah, dan orang-orang mukmin” Hal ini diriwayatkan oleh Ibnu Jarir.
Semua ayat ini turun mengetai ‘Ubadah binAsh-Shamit ketika berlepas diri dari orang-orang Yahudi dan ridha dengan perlindungan Allah, RasulNya, dan orang-orang mukmin. Oleh karena itu, Allah berfirman setelah itu, (Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang (56)) Sebagaimana Allah SWT berfirman, (Allah telah menetapkan: "Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang". Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa (21) Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya Allah rida terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung (22)) Surah Al-Mujadilah Maka setiap orang yang ridha dengan perlindungan Allah, Rasulallah, dan orang-orang mukmin, maka dia adalah orang yang beruntung dan ditolong di dunia dan akhirat, Oleh karena itu Allah berfirman di ayat ini (Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang (56))


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Al-Ma’idah ayat 56: Yaitu orang-orang yang menjadikan Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya atau ia hanya memberikan wala' (kesetiaan) dan pembelaan kepada mereka, tidak kepada orang-orang kafir.

Ayat ini merupakan kabar gembira bagi orang yang menjalankan perintah Allah dan masuk ke dalam pengikut agama-Nya dan sebagai tentara-Nya, bahwa ia akan memperoleh kemenangan meskipun terkadang mengalami kekalahan karena hikmah Allah, namun di akhirnya ia akan memperoleh kemenangan, dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Ma’idah Ayat 56

Tuntunan Al-Qur'an tentang penolong dan pemimpin mesti dipahami dan diikuti, karena itu barang siapa yang menjadikan Allah, rasulnya, dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya dalam menyelesaikan segala urusannya, maka sungguh mereka akan mendapatkan bukti bahwa pengikut agama Allah itulah yang akan menangq pada ayat-ayat yang lalu Allah melarang orang beriman untuk menjadikan orang yahudi dan nasrani sebagai teman akrab, penolong, atau pelindung, sedang pada ayat-ayat berikut dijelaskan tentang sebab-sebabnya. Wahai orang-orang yang beriman! janganlah sekali-kali kamu menjadikan pemimpinmu dari orang-orang yang membuat syariat atau ajaran agamamu jadi bahan ejekan dan permainan, sebab hal ini hanya akan menyebabkan terjadinya pelecehan terhadap tuntunan ilahi. Mereka yang termasuk kelompok demikian adalah sebagian di antara orangorang yang telah diberi kitab sebelummu, yaitu orang yahudi dan nasrani, dan orang-orang kafir yang di antaranya adalah orang musyrik. Karena itu, tetaplah teguh dalam islam dan bertakwalah hanya kepada Allah jika kamu semua memang benar-benar merupakan orang-orang beriman.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikianlah berbagai penafsiran dari kalangan mufassirin mengenai kandungan dan arti surat Al-Ma’idah ayat 56 (arab-latin dan artinya), moga-moga memberi kebaikan untuk kita. Sokonglah dakwah kami dengan memberikan tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Konten Tersering Dibaca

Terdapat banyak konten yang tersering dibaca, seperti surat/ayat: Al-‘Adiyat, Juz al-Qur’an, Ar-Ra’d 11, Al-Maidah, Al-Fajr, Al-An’am. Serta Al-Insyirah 5-6, Luqman 14, Ali Imran 190-191, Al-Balad, Al-Baqarah 185, Al-Baqarah 153.

  1. Al-‘Adiyat
  2. Juz al-Qur’an
  3. Ar-Ra’d 11
  4. Al-Maidah
  5. Al-Fajr
  6. Al-An’am
  7. Al-Insyirah 5-6
  8. Luqman 14
  9. Ali Imran 190-191
  10. Al-Balad
  11. Al-Baqarah 185
  12. Al-Baqarah 153

Pencarian: al baqarah full, surat an naba 1-20, arti surat yasin ayat 82, yusuf ayat 53, surah yusuf dan artinya

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: