Surat An-Nisa Ayat 31

إِن تَجْتَنِبُوا۟ كَبَآئِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُم مُّدْخَلًا كَرِيمًا

Arab-Latin: In tajtanibụ kabā`ira mā tun-hauna 'an-hu nukaffir 'angkum sayyi`ātikum wa nudkhilkum mudkhalang karīmā

Artinya: Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).

« An-Nisa 30An-Nisa 32 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Tafsir Penting Terkait Surat An-Nisa Ayat 31

Paragraf di atas merupakan Surat An-Nisa Ayat 31 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada berbagai tafsir penting dari ayat ini. Diketemukan berbagai penjabaran dari berbagai ahli tafsir berkaitan kandungan surat An-Nisa ayat 31, sebagiannya seperti di bawah ini:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Jika kalian (wahai kaum mukminin), menjauhi dosa-dosa besar seperti perbuatan menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh jiwa yang tidak dibenarkan dan perkara-perkara lainnya, niscaya Kami akan menghapuskan dari kalian dosa-dosa yang lebih rendah darinya berupa dosa-dosa kecil, dan kami akan memasukkan kalian kedalam tempat yang mulia, yaitu surga.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

31. Dan salah satu dari karunia dan kebaikan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman adalah menjanjikan bagi mereka jika mereka menjauhi dosa-dosa besar -yaitu dosa yang menjadikan pelakunya disebut sebagai orang yang kurang peduli terhadap agamanya- maka Allah akan mengampuni segala dosa dan kesalahan mereka, dan memasukkan mereka ke dalam kebaikan yang besar berupa surga yang penuh dengan kenikmatan.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

31. Apabila kalian -wahai orang-orang mukmin- menjauhi dosa-dosa besar, seperti menyekutukan Allah (syirik), durhaka kepada orangtua, membunuh manusia, dan memakan riba, maka Kami akan mengampuni dosa-dosa kecil yang kalian lakukan dengan meleburnya dan menghapusnya, dan Kami akan memasukkan kalian ke dalam tempat yang mulia di sisi Allah, yaitu Surga.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

31. إِن تَجْتَنِبُوا۟ كَبَآئِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ (ika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya)
Yakni apabila kalian menjauhi dosa-dosa besar yang telah dilarang Allah untuk melakukannya.

نُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ(niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu)
Yakni dosa-dosa kecil kalian.
Ibnu Abbas berkata: dosa besar adalah semua dosa yang terdapat ancaman dari Allah berupa neraka, kemurkaan, laknat, atau, azab.
Dan beberapa yang disebutkan oleh Rasulullah sebagai dosa besar adalah pembunuhan, zina, memakan harta anak yatim, lari dari peperangan, sihir, durhaka kepada kedua orang tua, dan menuduh wanita Muslimah yang menjaga kehormatan melakukan perbuatan zina.

وَنُدْخِلْكُم مُّدْخَلًا(dan Kami masukkan kamu)
Yakni kedalam surga.

كَرِيمًا(ke tempat yang mulia)
Yakni tempat yang baik dan diridhai.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

31. Wahai orang-orang mukmin, jika kalian meninggalkaan dosa-dosa besar yang dilarang bagi kalian yaitu tindakan-tindakan yang diancam dan dibatasi syariat seperti menyekutukan Allah, membunuh, berzina, dan mencuri, maka Kami akan mengabaikan dosa-dosa kecil kalian, dan memasukkan kalian ke dalam surga dengan baik dan penuh keridhaan


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Jika kalian menjauhi} meninggalkan {dosa-dosa besar yang dilarang untuk kalian} dosa-dosa besar yang dilarang syariat untuk kalian {niscaya Kami menghapus kesalahan-kesalahan kalian} menghapus dosa-dosa kecil kalian {dan Kami memasukkan kalian ke tempat yang mulia} tempat yang baik yaitu surga


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

31. Ini merupakan karunia Aallah dan kebaikanNya kepada hamba-hambaNya yang beriman Allah menjanjikan kepada mereka bahwa bila mereka meninggalkan dosa-dosa besar niscaya Allah akan mengampuni seluruh dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan mereka, dan memasukan mereka kepada suatu tempat yang mulia lagi banyak kenikmatannya, yaitu surge yang meliputi hal-hal yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas sama sekali di benak manusia.
Dan termasuk dalam perkara meninggalkan dosa-dosa besar adalah menunaikan kewajiban-kewajiban, dimana orang yang meninggalkannya berarti telah melakukan dosa besar, seperti shalat lima waktu, shalat jum’at dan puasa Ramadan. Sebagaimana sabda nabi : "sholat yang lma waktu, jumat ke jumat dan romadhon ke romadhon adalah penghapus dosa diantara keduanya, selama meninggalkan dosa besar" (HR Muslim)
Dan defenisi bagi dosa-dosa besar yang paling baik adalah perkara yang mengakibatkan adanya had di dunia atau adanya ancaman diakhirat atau peniadaan iman atau adanya kata laknat atau kemurkaan atasnya.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 29-31
Allah SWT melarang hamba-hambaNya yang mukmin untuk saling memakan harta sesama mereka dengan cara yang bathil, yaitu dengan berbagai jenis usaha yang tidak sesuai syariat, seperti riba, perjudian, dan hal-hal lain dari berbagai jenis tipu daya. Bahkan, dalam banyak hukum syariah, Allah menjelaskan bahwa orang yang melakukan praktik tersebut hanya ingin melakukan tipu daya agar bisa melakukan riba. Ibnu Jarir meriwayatkan dari 'Ikrimah, dari Ibnu 'Abbas, bahwa jika seseorang membeli pakaian dari orang lain, dan dia berkata, “Jika aku merasa puas dengannya, aku akan mengambilnya, jika tidak, aku akan mengembalikannya dengan tambahan dirham” Inilah sesuatu yang difirmankan oleh Allah (janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil).
Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, Allah menurunkan ayat (janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil) orang-orang muslim berkata,”Sesungguhnya Allah telah melarang kita untuk memakan harta di antara kita dengan cara yang bathil, dan makanan adalah salah satu harta yang paling baik bagi kita. Jadi, bagaimana bisa seseorang memakan makanan di rumah orang lain? Kemudian Allah kemudian menurunkan ayat (Tidak ada halangan bagi orang buta,....) (Surah An-Nur: 61) sesudah itu. Demikian juga yang dikatakan oleh Qatadah.
Firman Allah, (kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu) kata “Tijaarah” dibaca dengan bentuk rafa’ dan nashab, dan ini merupakan istitsna’ yang terpisah. Seolah-olah Allah berfirman, “Janganlah kalian mempraktikkan hal-hal yang mengakibatkan sesuatu yang haram sebagai sarana mencari harta, namun perdagangan yang disyariatkan dan dijalankan dengan persetujuan baik dari penjual dan pembeli, maka lakukanlah itu dan jadikan itu sebagai sarana untuk memperoleh harta.” Sebagaimana Allah berfirman, (dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar") (Surah Al-An'am: 151) dan (mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia) (Surah Ad-Dukhan: 56) Dari ayat ini, Imam Syafi'i berdalil bahwa jual beli tidak sah kecuali dilakukan dengan ucapan, karena ucapan itu menunjukkan adanya persetujuan, berbeda dengan praktik haram, yang tidak menunjukkan persetujuan. Mayoritas ulama, seperti Imam Malik, Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad, dan para pengikut mereka,berbeda pendapat, mereka berpendapat bahwa sebagaimana ucapan yang menunjukkan kepada persetujuan maka perbuatan juga dapat menunjukkan persetujuan dalam beberapa situasi tertentu. Hal itu merupakan pandangan yang lebih dari para ulama’ madzhab. Hanya Allah yang lebih mengetahui.
Mujahid berkata terkait (kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu) yaitu dalam hal jual-beli atau pemberian hadiah yang diberikan oleh satu pihak kepada yang lain. Kesempurnaan dari persetujuan itu dengan menetapkan khiyar di tempat itu. sebagaimana yang terdapat dalam hadits shahih Bukhari Muslim bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Penjual dan pembeli masing-masing memiliki hak pilih (khiyar) selama keduanya belum berpisah” Dalam riwayat Imam Bukhari, “Jika dua orang melakukan jual beli maka masing-masingnya punya hak khiyar (pilihan) atas jual belinya selama keduanya belum berpisah” Hadits ini diikuti oleh Imam Ahmad, Imam Syafi'i, pengikut-pengikut mereka, serta mayoritas ulama’ Salaf dan masa kini. Dari hal tersebut terdapat ketentuan khiyar, sebagai syarat setelah akad jual-beli sampai tiga hari, sesuai dengan situasi transaksi dan bahkan hingga satu tahun jika dalam satu wilayah, dan hal lain semacamnya, sebagaimana yang terkenal dalam pendapat Imam Malik. Mereka mengesahkan jual beli secara mu’athah secara mutlak, yang merupakan pendapat dalam mazhab Imam Syafi'i. Di antara mereka ada yang berkata bahwa jual beli dengan sistem mu’athah yang biasa dilakukan oleh masyarakat. Hal itu merupakan pilihan sebagian kelompok dari para sahabat yang terkahir. Dan hanya Allah yang lebih mengetahui. Sebagaimana hal itu telah disepakati.
Firman Allah: (Dan janganlah kamu membunuh dirimu) yaitu dengan melakukan larangan Allah, berbuat maksiat, memakan harta di antara kalian dengan cara yang bathil. (sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu) yaitu dalam apa yang diperintahkan dan dilarang Allah kepada kalian. Diriwayatkan dari riwayat dari Amr bin ‘Ash, dia berkata, ketika Rasulullah SAW mengutusnya pada pertempuran Salasil, dia berkata, “Aku bermimpi (basah) di malam yang sangat dingin. Aku merasa takut bahwa jika aku mandi, aku akan kesakitan. Jadi aku bertayamum kemudian melakukan shalat Subuh dengan para sahabatku. Dia berkata,”Ketika kami tiba di dekat Rasulullah SAW, aku menyampaikan hal ini kepada beliau, dan beliau bersabda, “'Amr, kau melakukan shalat dengan para sahabatmu dalam keadaan junub?” Aku menjawab, “Ya, wahai Rasulullah. Aku bermimpi (basah) di malam yang sangat dingin dan aku takut jika aku mandi, aku akan kesakitan.” Lalu beliau menyebutkan firman Allah (Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu) Lalu aku bertayamum kemudian melakukan shalat, Kemudian Rasulullah SAW tersenyum dan tidak mengatakan apa-apa.


📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi

Makna Kata:
{ﺇﻥ ﺗﺠﺘﻨﺒﻮا} “in tajtanibuu” Jika kalian menjauhi. Menjauhi adalah meninggalkan sesuatu dari sisinya dengan jarak yang jauh, tidak menerima dan tidak mendekatinya.

{كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ} kabaa iru maa tunhauna ‘anhu: kabair (dosa besar) adalah lawan kata dari shoghoir (dosa kecil). Dan dosa besar diketahui dengan adanya had (hukuman) bukan dengan dengan hitungan. Dosa besar adalah dosa yang diancam pelakunya oleh Allah dan Rasul-Nya, dilaknat pelakunya atau disyariatkan had kepada yang melanggarnya. Telah disebutkan di dalam hadits yang shohih penjelasan yang banyak tentang dosa besar. Wajib bagi seorang muslim untuk mengetahuinya agar bisa dijauhi.
{نُكَفِّرْ} nukaffir: Kami menutup dosa dan membungkusnya, tidak kami tuntut dan kami hukum karenanya.
{مُدْخَلاً كَرِيماً} mudkholan kariima: tempat masuk yang mulia, ialah surge yang merupakan kampung orang-orang yang bertakwa.

Makna Ayat:
Allah lah zat Yang Maha Tinggi Keagungannya, Maha Pemberi dan Mulia Kekuasaan-Nya di atas kaum mukminin dari kalangan umat Islam dengan menjanjikannya janji yang benar bahwa barang siapa yang menjauhi dosa-dosa besar, Allah akan mengampuninya dari dosa-dosa kecil yang dilakukannya dan memasukkannya ke dalam surga kampung keselamatan serta mengangkatnya kedalam ridho Allah. Allah berfirman {إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ} “jika kalian menjauhi dosa-dosa besar yang terlarang” yang dilarang oleh aku (Allah) dan Rosul, {نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ} “niscaya Kami akan mengampuni dosa-dosa kalian” selama bukan dosa besar , {وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلاً كَرِيماً} “dan Kami akan memasukkan kalian kedalam kemuliaan” yang mana itu adalah surga. Segala puji dan anugrah adalah milik Allah . Oleh karenanya ayat ini adalah kabar gambira bagi umat ini.
Pelajaran dari Ayat:
1. wajib menjauhi semua dosa besar dan sabar dalam hal itu sampai maut menjemput.
2. Dosa dibagi menjadi dua jenis, dosa besar dan dosa kecil. Oleh karena itu wajib diketahui untuk menghindari dosa kecil dan besar sebisa mungkin. Barang siapa yang tergelincir, hendaklah dia bertaubat. Sejatinya orang yang taubat dari dosa adalah seperti orang yang tidak berdosa.
3. Surga tidak akan dimasuki kecuali oleh orang-orang yang mempunyai jiwa yang suci dengan menjauhi yang dapat mengotori hati, baik itu dosa besar, dosa kecil ataupun perbuatan keji.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat An-Nisa ayat 31: Jika kamu jauhi dosa-dosa besar yang dilarang kamu (mengerjakannya), niscaya Kami akan hapuskan dari kamu kesalahan-kesalahan kamu, dan Kami akan masukkan kamu di tempat masuk yang mulia.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Dosa besar adalah dosa yang ada had (hukumannya) di dunia, ancamannya di akhirat, adanya penafian keimanan, adanya laknat atau kemurkaan. Contohnya adalah membunuh, berzina dan mencuri. Menurut Ibnu Abbas, "Jumlahnya hampir tujuh puluh dosa."

Yakni dosa-dosamu yang kecil dengan ketaatan kamu.

Hal ini termasuk karunia Allah dan ihsan-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang mukmin, Dia menjanjikan kepada mereka jika menjauhi dosa-dosa besar, maka Dia akan menghapuskan semua dosa dan kesalahan serta memasukkan mereka ke surga. Termasuk ke dalam menjauhi dosa adalah mengerjakan kewajiban yang jika ditinggalkan pelakunya dianggap mengerjakan dosa besar, seperti shalat lima waktu, shalat Jum'at, puasa Ramadhan dsb.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat An-Nisa Ayat 31

Demikianlah sanksi yang akan Allah jatuhkan kepada orang-orang berbuat dosa. Pada ayat ini Allah lalu menjanjikan anugerah kenikmatan kepada orang-orang yang menjauhi dosa. Jika kamu berusaha dengan sungguh-sungguh menjauhi dosa-dosa besar terutama dosa-dosa yang bersifat penganiayaan di antara dosa-dosa besar yang telah dilarang mengerjakannya oleh Allah dan rasul-Nya, niscaya kami akan hapus kesalahan-kesalahanmu berupa dosa-dosa kecil yang kamu perbuat dan akan kami masukkan kamu ke tempat yang mulia, yakni surga dengan beraneka kenikmatan yang tiada tara. Namun sering terjadi dalam kehidupan bahwa angan-angan untuk memperoleh sesuatu sebagaimana dimiliki orang lain bisa mendorong seseorang melakukan pelanggaran. Ayat ini berpesan agar menghindari kebiasaan berangan-angan yang menimbulkan sifat iri dan dengki kepada sesama. Dan janganlah kamu berangan-angan yang membuat kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan oleh Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain, baik karunia itu berupa kecerdasan, kemuliaan, nama baik, pangkat, dan jabatan, maupun dalam bentuk harta benda serta kekayaan yang berlimpah. Karena bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan yang sesuai dengan ketentuan Allah dan sesuai pula dengan apa yang mereka usahakan, dan begitu pula bagi perempuan pun ada bagian dari apa yang mereka usahakan sesuai petunjuk Allah dan apa yang mereka usahakan. Oleh sebab itu, janganlah berangan-angan yang menyebabkan iri hati. Mohonlah kepada Allah dengan tulus agar kamu dianugerahi-Nya sebagian dari karunia-Nya yang berlimpah ruah itu. Sungguh, Allah maha mengetahui segala sesuatu termasuk angan-angan dan iri serta kedengkian yang tersembunyi dalam hati kamu.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian beberapa penjelasan dari banyak ulama mengenai isi dan arti surat An-Nisa ayat 31 (arab-latin dan artinya), moga-moga berfaidah untuk kita. Bantu dakwah kami dengan mencantumkan tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Bacaan Banyak Dikunjungi

Terdapat banyak topik yang banyak dikunjungi, seperti surat/ayat: Az-Zalzalah, Al-Baqarah 83, Al-Hujurat 12, Al-Mujadalah 11, Al-Baqarah 286, Yunus 40-41. Ada juga Ali Imran, An-Nur 2, At-Takatsur, Al-Ma’idah 2, Asy-Syams, Al-Isra 23.

  1. Az-Zalzalah
  2. Al-Baqarah 83
  3. Al-Hujurat 12
  4. Al-Mujadalah 11
  5. Al-Baqarah 286
  6. Yunus 40-41
  7. Ali Imran
  8. An-Nur 2
  9. At-Takatsur
  10. Al-Ma’idah 2
  11. Asy-Syams
  12. Al-Isra 23

Pencarian: al baqarah 41, surat al baqarah ayat 215 latin dan artinya, qs an-nisaa’ (4): 125, annur, an naziat ayat 30

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.