Surat An-Nasr Ayat 1

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ

Arab Latin: Iżā jā`a naṣrullāhi wal-fat-ḥ

Terjemahan Arti: Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,

TERJEMAH TAFSIR

Bila kemenangan atas orang orang kafir quraisy telah terwujud bagimu (wahai rasul), dan penaklukan kota Makkah telah terlaksana.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Keutamaan surah: Di jelaskan dalam hadits Tirmidzi dari Anas bin Malik bahwa surah ini sama dengan seperempat Al-Qur’an, begitu juga surah {Idza Zulzilat} [QS Al-Zal-zalah: 99/1] yang sama dengan seperempat Al-Qur’an. Menurut An-Nasa’I bahwa surah ini adalah surah Al-Qur’an yang terakhir diturunkan. Dan menurut Al-Bazzar dan Al-Baihaqi bahwa surah ini adalah surah yang diturunkan di pertengahan hari-hari Tasyriq, yang dikenal dengan hari berpamitan. Menurut Imam Ahmad dan Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas: “Saat surah ini diturunkan Rasulallah SAW bersabda:”Aku mengumumkan kematian diriku”

1. Tatkala pertolongan Allah menjadi nyata bagimu wahai Nabi dan orang-orang mukmin berupa (kemenangan) atas musuh-musuhmu dari suku Quraisy dan penaklukan Mekah. Imam Bukhari dan lainnya mengatakan dari Ibnu Abbas yang menafsiri surah ini untuk Umar dan para sahabat lainnya bahwa surah ini merupakan batas akhir Rasulallah SAW diajari oleh Allah. Allah berfirman: “{Idza Jaa’a Nashrullahi wal fathu} maka itu adalah tanda ajalmu (akan tiba)”

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Surat ini dimulai dengan kabar gembira untuk Nabi ﷺ dengan penaklukan (pembebasan) besar, dan ia adalah penaklukan Mekkah, dimana Allah berkata : Jika Allah tolong engkau wahai Nabi ﷺ atas musuh-musuhmu, dan engkau melihat musuh-musuhmu ditaklukkan dan kemudian Allah telantarkan mereka, Allah bukakan Mekkah bagimu.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

1. Jika pertolongan Allah datang kepada agamamu –Wahai Rasul- dan kecintaan baginya serta penaklukan kota Makkah telah terjadi.

Al-Mukhtashar fit Tafsir / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah

Jika datang pertolongan Allah dan kemenangan kepada Rasul-Nya, pertolongan Allah untuk Nabi-Nya yang mendapat perlakuan buruk dari orang-orang kafir dan musyrikin, dan kemenangan saat membuka kota Makkah.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Dalam surah ini terdapat kabar gembira, perintah kepada Rasul-Nya ketika memperoleh kabar gembira itu, isyarat dan pemberitahuan yang akan terjadi setelahnya.

Kabar gembira itu adalah pertolongan Allah kepada Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam, penaklukkan Mekah dan masuknya manusia secara berbondong-bondong kepada agama Allah, yakni banyak yang menjadi pemeluk agamnya dan pengikutnya setelah sebelumnya sebagai musuhnya, dan kabar gembira ini pun terjadi. Setelah hal itu terjadi, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam untuk bersyukur kepada Tuhannya terhadap hal itu, bertasbih dengan memuji-Nya dan meminta ampunan kepada-Nya. Sedangkan isyarat yang ada di sana ada dua isyarat:

Pertama, isyarat bahwa pertolongan Allah itu akan terus berlanjut kepada agama ini dan akan bertambah ketika dilakukan tasbih sambil memuji-Nya dan beristighfar dari Beliau, karena hal ini termasuk syukur, sedangkan Allah Subhaanahu wa Ta'aala telah berjanji, bahwa jika manusia bersyukur, maka Dia akan menambah nikmat-Nya, dan hal ini terbukti, seperti yang terlihat di zaman para khulafa’ raasyidin dan setelahnya bahwa pertolongan Allah Subhaanahu wa Ta'aala senantiasa berlanjut kepada umat ini, sehingga agama Islam telah sampai kepada puncaknya yang tidak dapat ditandingi oleh agama-agama selainnya, dan telah masuk ke dalamnya manusia dalam jumlah yang banyak sampai terjadilah pada umat ini penyimpangan kepada perintah Allah, maka Allah menguji mereka dengan terpecah belahnya kalimat mereka dan terjadilah apa yang terjadi. Meskipun demikian, untuk umat dan agama ini ada rahmat dan kelembutan Allah Subhaanahu wa Ta'aala yang tidak disangka-sangka.

Kedua, isyarat bahwa ajal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah semakin dekat. Alasannya adalah bahwa umur Beliau adalah umur yang utama, dan sudah maklum bahwa hal-hal yang utama ditutup dengan istighfar seperti shalat, haji, dsb. Maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam memuji dan beristighfar dalam keadaan seperti ini sehingga terdapat isyarat bahwa ajalnya hampir tiba, oleh karena itu hendaknya Beliau bersiap-siap untuk bertemu Tuhannya dan mengakhiri umurnya dengan yang paling utama yang dapat Beliau lakukan. Oleh karena itulah, Beliau menakwilkan surah itu dan banyak mengucapkan dalam ruku’ dan sujudnya, “Subhaanakallahumma wabihamdika Allahummaghfirliy.” (artinya: Mahasuci Engkau yang Allah dan dengan memuji-Mu. Ya Allah, ampunilah aku).

Kepada Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam terhadap musuh-musuhnya.

Yakni fat-hu (penaklukkan) Mekah.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Wahai nabi Muhammad, apabila telah datang pertolongan Allah kepadamu dan pengikutmu dalam menghadapi kaum kafir quraisy, dan telah datang pula kemenangan kepadamu dengan penaklukan mekah menjadi kota yang suci kembali dari kesyirikan dan kekafiran, 2. Dan engkau lihat manusia dari seluruh penjuru jazirah arab berbondong-bondong masuk agama Allah, yakni agama islam, setelah sebelumnya mereka masuk islam secara perorangan, .

Tafsir Ringkas Kemenag