Surat Al-Lail Ayat 12

إِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدَىٰ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk,

Tafsir Al-Mukhtashar

12. Sesungguhnya kami akan jelaskan jalan yang benar dari jalan yang batil.

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya Kami, dengan karunia dan hikmah Kami menjelaskan jalan hidayah yang menyampaikan kepada Allah dan surge NYA, dari jalan kesesatan.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Kemudian di ayat ini Allah ﷻ menjelaskan bahwasanya manusia itu sama sekali tidak dapa berbuat apa-apa dengan sendirinya, dia tidak dapat membimbing dirinya diatas kebenanaran hanya mengandalkan kemampuan dirinya, melainkan semua Allah ﷻ yang melakukannya.

Allah ﷻ berfirman : { إِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدَىٰ } Sesungguhnya kewajiban kamilah yang memberi hidayah itu.
Akan tetapi sebab datangnya hidayah itu mesti bagi setiap hamba untuk melakukannya, yaitu dengan beramal shalih, dan memperbanyak ibadah dan dzikir kepada-Nya .

Hidayah taufiq adalah kewajiban Allah ﷻ yang Ia karuniakan kepada siap yang Dia kehendaki, sedangkan "Hidayah dalalah dan Irsyad" yaitu kewajiban untuk menyampaikan petunjuk yang Allah ﷻ telah sampaikan melalui Al-Qur'an dan Sunah Rasul-Nya adalah kewajiban setiap muslim, mereka saling mengingatkan kepada kebenaran dan melarang dari kesesatan, mereka saling mengajarkan kabaikan, walaupun terkadang kesadaran untuk menerima kebenaran itu sangat sedikit dimiliki oleh manusia, maka hal ini kembali kepada Allah ﷻ yang hanya kepada-Nya hidayah taufiq itu diserahkan.

Tafsir Hidayatul Insan

Yakni menerangkan jalan petunjuk daripada jalan kesesatan.

Tafsir Kemenag

12-13. Sesungguhnya kamilah yang memberi petunjuk kepada manusia sesuai dengan kebijaksanaan kami agar mereka berjalan pada jalan yang benar demi kebaikan mereka di dunia dan akhirat, dan sesungguhnya milik kamilah kerajaan akhirat dan dunia. Kami yang mengatur urusan keduanya, sedangkan manusia tinggal menjalankan apa yang wajib baginya dan meninggalkan apa yang dilarang darinya

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018