Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat At-Takwir Ayat 18

وَالصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ

Arab-Latin: Waṣ-ṣub-ḥi iżā tanaffas

Terjemah Arti: Dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing,

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

15-21. Allah bersumpah dengan bintang-bintang yang cahayanya redup saat siang hari. Yang berjalan dan bersembunyi pada orbit-orbitnya, Juga dengan malam saat datang dengan kegelapannya, Juga dengan waktu shubuh saat datang dengan cahayanya, Sesungguhnya al-qur’an disampaikan oleh utusan yang mulia,yaitu jibril, Pemilik kekuatan dalam melaksankan apa yang diperintahkan kepadanya, pemilik kedudukan tinggi dan mulia di sisi allah, Ditaati oleh para malaikat, dipercaya atas wahyu yang dia bawa turun.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

18. Dan bersumpah dengan waktu subuh jika mulai menampakkan cahayanya.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

18. وَالصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ (dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing)
Yakni ketika datang dengan kesegaran.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

17-18. Allah bersumpah atas malam apabila telah gelap atau datang. Itu adalah ungkapan-ungkapan kebalikan. Dan apabila pagi telah datang diliputi dengan sinar cahayanya

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

15-18. Kemudian Allah bersumpah dengan Al Khuns yaitu bintang-bintang yang bersinar yang tertutupi cahaya siang dan akan namapak pada malam hari. Dan Allah bersumpah dengan bintang-bintang yang beredar di peredarannya yang kemudian bersembunyi ketika waktu tenggelamnya matahari. Allah juga bersumpah dengan malam ketika datang dan pergi. Allah juga bersumpah dengan waktu subuh sampai datang waktu siang secara jelas.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Ayat 17-18
“Dan demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya,” ada yang berpendapat apabila datang, dan ada juga yang berpendapat apabila pergi. “dan demi Shubuh apabla fajarnya mulai menyingsing,” yakni nampak tanda-tanda Shubuh kemudian cahaya muncul sedikit demi sedikit hingga sempurna dan matahari terbit.

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

Dan dengan waktu fajar yang datang dengan cahayanya, yakni pagi yang meninggalkan kegelapan malam, dan ini juga merupakan ayat Allah ﷻ yang paling agun.

Dan maksud dari sumpah Allah ﷻ dengan siang dan malam dan sumpah-sumpahnya yang telah disebutkan, adalah merupakan penekanan akan kuasa Allah.

Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Allah berfirman: وَاللَّيْلِ إِذَا عَسْعَسَ (17) وَالصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ " demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya, dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing, " Ma’na firman-Nya عَسْعَس [‘As’asa] datang ada yang mengatakan juga maknanya pergi, karena kata ‘As-‘asa dalam bahasa Arab dapat bermakna pergi dan datang, namun yang nampak sesuai disini adalah bermakna datang, karena kesesuaiannya dengan sumpah setelahnya, yaitu firman Allah: وَالصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ " dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing," sehingga Allah bersumpah dengan malam saat tibanya, dan dengan siang saat tibanya juga.
Allah Ta’ala bersumpah dengan makhluk-makhluk-Nya karena keagungannya dan karena itu semua adalah di antara tanda-tanda-Nya yang besar. Siapa yang mampu mendatangkan siang jika malam telah tiba?! Siapa yang mampu mendatangkan malam jika siang telah tiba?!
Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman: قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ اللَّيْلَ سَرْمَدًا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِضِيَاءٍ أَفَلَا تَسْمَعُونَ (71) قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ النَّهَارَ سَرْمَدًا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِلَيْلٍ تَسْكُنُونَ فِيهِ أَفَلَا تُبْصِرُونَ (72) وَمِنْ رَحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ “Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Rabb selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?" Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Rabb selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?" Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.”(QS. Al-Qashash: 71-73)

Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin

Yakni ketika fajar telah menyingsing sedikit-demi sedikit sehingga menjadi sempurna hingga kemudian terbit matahari. Ini dan apa yang disebutkan dalam ayat sebelumnya adalah ayat-ayat Allah yang agung, dimana Allah Subhaanahu wa Ta'aala bersumpah dengannya untuk menjelaskan tingginya sanad Al Qur’an, keagungannya, dan penjagaan-Nya dari setiap setan yang terkutuk.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


15-18. Usai menjelaskan ihwal hari kiamat dan kesudahan manusia, Allah beralih menjelaskan kedudukan Al-Qur'an sebagai kalamullah yang didustakan oleh kafir quraisy. Aku bersumpah demi bintang-bintang yang cahayanya redup di siang hari dan terang di malam hari. Yang beredar di garis edarnya dan terbenam, demi malam apabila telah larut dan meninggalkan gelapnya, atau datang dengan kegelapan yang dibawanya, dan demi subuh apabila fajar telah menyingsing, tersibak cahayanya sedikit demi sedikit, layaknya orang bernafas. Ketiga peristiwa tersebut merupakan tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta yang dapat dilihat. Begitupun, Al-Qur'an merupakan tanda kebesaran-Nya yang dapat dibaca. 19. Demi ketiga hal itu, sesungguhnya Al-Qur'an itu benar-benar firman Allah yang dibawa turun oleh utusan yang mulia, yaitu jibril yang diamanati untuk mengawal wahyu Allah kepada para nabi.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat At-Takwir Ayat 19 Arab-Latin, Surat At-Takwir Ayat 20 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat At-Takwir Ayat 21, Terjemahan Tafsir Surat At-Takwir Ayat 22, Isi Kandungan Surat At-Takwir Ayat 23, Makna Surat At-Takwir Ayat 24

Category: Surat At-Takwir

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!