Surat ‘Abasa Ayat 24

فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ إِلَىٰ طَعَامِهِ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.

Tafsir Al-Muyassar

Maka hendaknya manusia merenungkan bagaimana Allah menciptakan makanannya yang menjadi pilar kehidupannya?

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya, pada Ayat ini Allah ingin menjelaskan ayat-ayat-Nya yang mengisyaratkan pada karunia-Nya dan rahmat-Nya kepada hamba-Nya serta nikmat yang Ia limpahkan mereka, bagaimana Allah menganugerahkan kepada mereka rezeki mekanan yang dari mereka memperoleh gizi untuk tubuh mereka, darimana kah datangnnya makanan ini ? maka Allah pun menyebutnya dalam ayat-ayat berikutnya dari surah ini : { أَنَّا صَبَبْنَا الْمَاءَ صَبًّا , ثُمَّ شَقَقْنَا الْأَرْضَ شَقًّا , فَأَنْبَتْنَا فِيهَا حَبًّا } ( Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit) , Kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya , Lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu ) ['Abasa : 25-27 ] makanan yang kita makan datang dari peristiwa-peristiwa tersebut yang dengannya Allah menjadikan makanan itu ada.

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

Kemudian Allah ‘Azza Wa Jalla mengingatkan manusia dengan apa-apa yang Allah berikan berupa kenikmatan: فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ إِلَى طَعَامِهِ “maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.” Maknanya: Makanannya dari mana datangnya? Siapa yang mendatangkannya? Apakah ada seseorang yang menciptakannya selain Allah ‘Azza Wa Jalla? Hendaknya manusia mengingat ayat-ayat Allah Tabaaraka wa Ta’ala ini berkaitan dengan ini semua: أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَحْرُثُونَ (63) أَأَنْتُمْ تَزْرَعُونَهُ أَمْ نَحْنُ الزَّارِعُونَ (64) لَوْ نَشَاءُ لَجَعَلْنَاهُ حُطَامًا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُونَ (65) إِنَّا لَمُغْرَمُونَ (66) بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ " Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya? Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia kering dan hancur; maka jadilah kamu heran tercengang. (Sambil berkata): "Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian," (QS. Al-Waaqi’ah: 63-67)
Siapakah yang menanam tumbuhan hingga merata, dan memudahkan untuk mendapatkannya sehingga menjadi makanan bagi kita? Dialah Allah ‘Azza Wa Jalla. Oleh karena itu, Allah berfirman: لَوْ نَشَاءُ لَجَعَلْنَاهُ حُطَامًا “Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia kering dan hancur ” Maknanya: Setelah kami munculkan tumbuhan itu, kami hancurkan sehingga kalian tidak bisa memanfaatkannya.

Tafsir Hidayatul Insan

Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengarahkan manusia agar memperhatikan dan memikirkan makanannya, dan bagaimana makanan itu sampai kepadanya setelah melalui banyak tahapan karena kemudahan-Nya.

Tafsir Kemenag

Jika manusia bersikeras dengan keingkarannya, maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya yang dia makan setiap hari; dari mana makanan itu berasal' 25. Kamilah yang menyediakan makanan itu bagi mereka melalui beberapa tahap. Kamilah yang telah mencurahkan air hujan yang melimpah dari arah langit, yang berasal dari uap air yang membentuk awan yang menggumpal dan saling bertumpuk.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018