Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-Qalam Ayat 31

قَالُوا يَا وَيْلَنَا إِنَّا كُنَّا طَاغِينَ

Arab-Latin: Qālụ yā wailanā innā kunnā ṭāgīn

Terjemah Arti: Mereka berkata: "Aduhai celakalah kita; sesungguhnya kita ini adalah orang-orang yang melampaui batas".

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

26-33. Ketika mereka melihat kebun mereka terbakar, mereka merasa tidak percaya, mereka berkata, “Kita salah jalan dalam menuju kepadanya.” Ketika mereka tahu bahwa kebun itu memang benar kebun mereka, mereka berkata, “Kita gagal mendapatkan hasilnya, disebabkan keinginan kita untuk bersikap bakhil dengan menghalang-halangi orang-orang miskin.” Orang yang terbaik dari mereka berkata, “Bukankah aku sudah berkata kepada kalian agar mengucapkan, insya Allah?” mereka berkata sesudah mereka menyadari kesalahan mereka, “Mahasuci Allah dari kezhaliman terkait apa yang menimpa kami, justru kamilah yang menzhalimi diri kami dengan tidak mengucapkan insya Allah dan menyimpan niat buruk. Mereka berkata, “Celakalah kita, kita memang melampaui batas dengan berusaha menghalang-halangi orang-orang fakir dan menyelisihi perintah Allah. Semoga Allah memberi kita sesuatu yang lebih baik daripada kebun kita, karena kami sudah mengakui kesalahan kita dan bertaubat. Sesungguhnya kita hanya berharap kepada Tuhan kita semata, kita mengharapkan maafNya, dan meminta kebaikan dariNya.” Hukuman seperti yang menimpa para pemilik kebun itu merupakan hukuman Kami di dunia bagi siapa yang menyelisihi perintah Allah, bakhil dengan apa yang Allah berikan kepadanya berupa nikmat-nikmat dan tidak menunaikan hak Allah padanya. Dan azab akhirat benar-benar lebih besar dan lebih keras daripada azab dunia; seandainya mereka mengetahui, niscaya mereka meninggalkan apa yang mendatangkan azab.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

31. Mereka berkata dengan menyesal, “Betapa meruginya kita, sesungguhnya kita telah melampaui batas dengan menghalangi orang-orang fakir dari hak mereka.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

31. Mereka berkata: “Celakalah kita! Sesungguhnya kita melewati batas-batas yang telah ditentukan Allah dengan menghalang-halangi hak-hak orang miskin”

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Mereka berkata : Sungguh kami orang-orang yang celaka dan binasa. Sungguh kami adalah orang yang melampaui batasan-batasan Allah, dengan ber-azzam untuk menahan hak-hak orang miskin.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

30-32. karena itulah mereka amat menyesal, “lalu sebagian mereka menghadapi sebagian yang lain seraya cela mencela” atas perbuatan yang telah mereka lakukan. “Mereka berkata, ‘Aduhai celakalah kita; sesungguhnya kita ini adalah orang-orang yang melampaui batas’,” yakni melampaui batas dalam hak Allah dan hak sesama manusia. “Mudah-mudahan Rabb kita memberi ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada itu; sesungguhnya kita mengharapkan ampunan dari Rabb kita.” Mereka mengharap agar Allah menggantikan yang lebih baik dan mereka berjanji akan berharap dan terus meminta pada Allah di dunia. Jika mereka seperti yang mereka katakan, zahirnya Allah menggantikan rizki yang lebih baik bagi mereka di dunia, karena orang yang berdoa dengan tulus pada Allah serta memohon dan mengharapNya, maka Allah akan mengabulkan permintaannya.

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

Terhadap hak Allah dan hak hamba-hamba-Nya.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


30-31. Setelah pemilik kebun tersebut sadar, lalu mulailah mereka saling berhadapan dan saling menyalahkan. Ada yang mengatakan, 'ini gara-gara kamu!' yang lain lagi menjawab, 'kenapa aku yang disalahkan''. Setelah beberapa saat berlalu pada akhirnya semua mengaku bersalah, kemudian mereka berkata, 'celaka kita! sesungguhnya kita orang-orang yang melampaui batas yaitu dengan bersumpah tidak akan memberi hasil panen kepada fakir miskin. 32-33. Setelah menyadari kekeliruannya, mereka pun berharap, mudah-Mudahan tuhan memberikan ganti kepada kita dengan kebun atau apa saja yang lebih baik daripada kebun yang telah rusak ini, sungguh, kita mengharapkan ampunan dan karunia dari tuhan kita. ' setelah selesai menguraikan kisah para pemilik kebun tersebut, Allah memperingatkan kepada siapa saja dengan menyatakan bahwa seperti itulah azab di dunia. Dan sungguh, azab akhirat lebih besar dibandingkan azab dunia itu, karena azab akhirat, di samping lebih dahsyat juga da-lam waktu yang tidak terbayangkan. Semestinya manusia menyadari hal itu sekiranya mereka mengetahui.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-Qalam Ayat 32 Arab-Latin, Surat Al-Qalam Ayat 33 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Qalam Ayat 34, Terjemahan Tafsir Surat Al-Qalam Ayat 35, Isi Kandungan Surat Al-Qalam Ayat 36, Makna Surat Al-Qalam Ayat 37

Category: Surat Al-Qalam

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!