Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-Qalam Ayat 17

إِنَّا بَلَوْنَاهُمْ كَمَا بَلَوْنَا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ إِذْ أَقْسَمُوا لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِينَ

Arab-Latin: Innā balaunāhum kamā balaunā aṣ-ḥābal-jannah, iż aqsamụ layaṣrimunnahā muṣbiḥīn

Terjemah Arti: Sesungguhnya Kami telah mencobai mereka (musyrikin Mekah) sebagaimana Kami telah mencobai pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akanmemetik (hasil)nya di pagi hari,

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

17-18. Sesungguhnya Kami menguji orang-orang Makkah dengan kekeringan dan kelaparan, sebagaimana Kami menguji para pemilik kebun saat mereka bersumpah di antara mereka bahwa mereka akan memanen hasil kebun mereka di pagi buta agar orang-orang miskin dan yang seperti mereka tidak datang meminta, dan mereka tidak berkata, “Insya Allah.”

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

17. Sesungguhnya Kami memberikan cobaan kepada orang-orang musyrik dengan kekeringan dan kelaparan sebagaimana Kami telah memberi cobaan kepada para pemilik kebun ketika mereka bersumpah bahwa mereka pasti memetik hasil kebunnya pada pagi hari dengan segera sehingga orang miskin tidak memakan hasilnya.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

17. إِنَّا بَلَوْنٰهُمْ (Sesungguhnya Kami telah mencobai mereka)
Yakni orang-orang kafir Makkah. Allah menguji mereka dengan kelaparan dan kekeringan akibat doa Rasulullah atas mereka.

كَمَا بَلَوْنَآ أَصْحٰبَ الْجَنَّةِ(sebagaimana Kami telah mencobai pemilik-pemilik kebun)
Kisah mereka sangat dikenal oleh kaum Quraisy.
Terdapat pendapat mengatakan bahwa kebun itu terletak di negeri Yaman sejauh dua farsakh dari Sana’a. kebun itu milik seorang lelaki yang mau menunaikan zakat dari kebun itu; setelah ia meninggal, anak-anaknya mewarisi kebun itu; namun mereka enggan menyedekahkan hasil dari kebun itu untuk orang-orang dan tidak mau menunaikan zakatnya. Mereka berkata: “Harta ini hanya sedikit, sedangkan keluarga yang kita tanggung banyak, sehingga kita tidak dapat melakukan apa yang dahulu dilakukan oleh ayak kita.” Mereka bertekat untuk tidak memberi orang-orang miskin sebagian hasil kebun itu. Maka akibat perbuatan mereka itu sebagaimana yang Allah kisahkan dalam surat ini.

إِذْ أَقْسَمُوا۟ لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِينَ (ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil)nya di pagi hari)
Yakni mereka bertekat untuk memanen buah dari kebun itu saat pagi hari.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

17. Sesungguhnya kami menguji penduduk Mekah dengan kegersangan, kelaparan dan musibah lainnya yang merupakan bala’ dan wabah penyakit. Sebagaimana kami menguji orang-orang yang hidupnya di sekitar taman saat bersumpah akan memanen buah-buahan dari taman mereka saat pagi agar tidak dapat dinikmati oleh orang-orang miskin. Mereka tidak memberi orang-orang miskin apapun, sebagaimana yang dilakukan telah dilakukan oleh leluhur mereka.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Allah mengabarkan bahwa Ia menguji penduduk Mekkah dengan rasa lapar dan kekeringan karena sebab mereka kufur akan nikmat yang Allah berikan dan mendustakan utusan-Nya Muhammad ﷺ, sebagaimana Allah telah uji sebelumnya, yaitu pemilik kebun yang berkompot untuk merebut harta orang miskin; Pada saat itu, ketika mereka bersumpah akan memetik buah di kebun mereka di waktu pagi sekali, sebelum mereka mendatangi faqir dan miskin untuk memberikan kepada mereka apa yang menjadi kebiasaan mereka setiap tahunnya.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

17-18. Allah berfirman bahwa Dia menguji orang-orang yang mendustakan dengan kebaikan, Allah memberi mereka tangguhan dan memberikan berbagai hal yang dikehendakiNya berupa harta, anak, umur panjang dan lainnya yang sesuai dengan hawa nafsu mereka, bukan karena kemuliaan mereka dalam pandangan Allah, bahkan (sebaliknya) bisa jadi merupakan penundaan (agar mereka mengintrospeksi diri) tapi mereka tidak menyadarinya. Mereka terlena dengan semua itu , mirip dengan keadaan para penghuni surga yang sama-sama diberi berbagai kenikmatan ketika pepohonan surga berbuah, buahnya meranum dan sudah waktunya diketam, mereka memastikan semua nikmat tersebut berada di tangan dan dalam kekuasaan mereka, tidak ada sesuatu pun yang menghalangi mereka untuk semua itu. Karena itu, mereka (orang-orang kafir yang tertipu dengan kesenangan dan kenikmatan dunia) bersumpah tanpa adanya pengecualian bahwa mereka akan mendapatkannya, sedangkan mereka tidak mengetahui bahwa Allah mengintai mereka, siksaan akan mereka dapatkan dengan segera.

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

Allah Subhaanahu wa Ta'aala menguji orang-orang yang mendustakan itu dan memberi tangguh mereka serta memberi harta dan anak sesuai yang Allah kehendaki dan memanjangkan umur mereka serta memberikan apa yang mereka sukai lainnya adalah bukan karena kemuliaan mereka, bahkan sebagai istidraj (penangguhan azab) dari arah yang tidak mereka sadari. Tertipunya mereka itu seperti tertipunya orang-orang yang memiliki kebun bersama-sama, ketika buah-buahnya telah matang, dan sudah tiba saat untuk memetiknya, dan mereka telah berniat jahat dengan tidak memberikan sebagiannya untuk orang-orang miskin serta mengira bahwa tidak ada yang dapat menghalangi mereka untuk mengambil semuanya sehingga mereka bersumpah tanpa mengucapkan ‘insya Allah’ (jika Allah menghendaki) bahwa mereka akan memetiknya pada pagi hari agar tidak diketahui oleh orang-orang miskin. Mereka tidak mengetahui bahwa Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengintai mereka dan bahwa kebun mereka akan ditimpa bencana.

Agar orang-orang miskin tidak mengetahui.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


17-18. Apa yang dialami oleh para pengingkar ayat-ayat Allah yaitu kaum musyrik mekah itu memiliki kesamaan dengan kisah sekelompok pemilik kebun yang juga angkuh lagi kikir. Sungguh, kami telah menguji mereka, yaitu orang musyrik mekah, sebagaimana kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika dua dari tiga di antara mereka itu bersumpah pasti akan memetik hasilnya pada pagi hari, agar fakir miskin tidak melihatnya, tetapi mereka tidak menyisihkan dengan mengucapkan, 'lnsya Allah'

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-Qalam Ayat 18 Arab-Latin, Surat Al-Qalam Ayat 19 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Qalam Ayat 20, Terjemahan Tafsir Surat Al-Qalam Ayat 21, Isi Kandungan Surat Al-Qalam Ayat 22, Makna Surat Al-Qalam Ayat 23

Category: Surat Al-Qalam

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!