Surat Al-Munafiqun Ayat 6

سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَسْتَغْفَرْتَ لَهُمْ أَمْ لَمْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ لَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Terjemah Arti: Sama saja bagi mereka, kamu mintakan ampunan atau tidak kamu mintakan ampunan bagi mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

TAFSIR AYAT

6. Ada atau tidak adanya permohonan ampun bagi orang-orang munafik itu sama saja. Tidak ada gunanya meminta mereka keluar dari kekufuran dan kemunafikan. Sesungguhnya Allah tidak membantu (menunjukkan) orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan RasulNya kepada kebenaran dan keimanan. Ibnu Jarir dari Urwah berkata: “Saat ayat {Istaghfil lahum aw laa tastaghfir lahum …}[QS At-Taubah 9/80] diturunkan, Nabi SAW bersabda: “Aku akan menambahkan (permohonan maaf untuk mereka) sebanyak 70 kali” kemudian turunlah ayat ini.”

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Allah mengingatkan nabi bahwa sama saja bagi mereka, orang munafik yang tetap dalam kemunafikannya hingga mati, apakah engkau wahai nabi Muhammad memohonkan ampunan untuk mereka, atau engkau tidak memohonkan ampunan bagi mereka, Allah tetap saja tidak akan mengampuni mereka yang mati dalam keadaan munafik; sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik, yaitu orang-orang yang terus menerus berbuat dosa hingga pikiran dan mereka tertutup dari cahaya Allah. 7. Mereka itulah, yakni orang-orang munafik di madinah yang berkata dengan pentuh hasutan kepada orang-orang ansar, 'janganlah kamu bersedekah kepada orang-orang yang ada di sisi rasulullah yaitu kaum muhajirin sampai mereka bubar, meninggalkan rasulullah agar umat islam pecah dan lemah. ' padahal milik Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi yang menjamin rezeki setiap orang, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami bahwa rezeki, hidup, dan mati setiap makhluk berada di tangan Allah.

Tafsir Ringkas Kemenag