Surat As-Shaff Ayat 7

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعَىٰٓ إِلَى ٱلْإِسْلَٰمِ ۚ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّٰلِمِينَ

Arab-Latin: Wa man aẓlamu mim maniftarā 'alallāhil-każiba wa huwa yud'ā ilal-islām, wallāhu lā yahdil-qaumaẓ-ẓālimīn

Terjemah Arti: Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.

Dapatkan pahala berdakwah dan gratis buku Rahasia Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Tafsir Surat As-Shaff Ayat 7

Terdokumentasi beragam penjabaran dari kalangan ulama tafsir terhadap makna surat As-Shaff ayat 7, antara lain seperti termaktub:

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

7. Tidak ada yang lebih berat kezhaliman dan pelanggarannya dari pada siapa yang membuat kebohongan atas Nama Allah dan mengangkat sekutu bagiNya dalam ibadah, padahal dia diajak kepada Islam dan mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah semata. Allah tidak membimbing orang-orang yang menzhalimi diri mereka dengan kekafiran dan kesyirikan kepada apa yang mengandung kebahagiaan bagi mereka.


Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

7. Tidak seorangpun yang lebih zalim daripada seseorang yang mengada-adakan kedustaan atas Allah dengan membuat tandingan-tandingan bagi-Nya, menyembah mereka selain menyembah Allah padahal dia diseru kepada Islam, agama tauhid yang murni untuk Allah. Sungguh Allah tidak memberi taufik kepada kaum yang menganiaya diri mereka sendiri dengan melakukan syirik dan maksiat, kepada segala kebaikan dan kelurusan mereka.


Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

7. Dan adakah orang yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah, seperti menuduh para rasul-Nya datang dengan sihir, dan mengatakan Allah memiliki sekutu-sekutu; padahal orang itu diajak untuk masuk agama Islam? Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang menzalimi diri sendiri dan orang lain.


Dapatkan pahala berdakwah dan gratis buku Rahasia Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

7. وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعَىٰٓ إِلَى الْإِسْلٰمِ ۚ (Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada Islam?)
Yang merupakan agama yang paling baik dan paling mulia, dan barangsiapa yang menyuru kepada Islam maka ia tidak mungkin berdusta terhadap orang lain, terlebih lagi berdusta terhadap Tuhannya.

وَاللهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِينَ (Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim)
Dan orang-orang yang disebutkan tadi termasuk golongan orang-orang yang zalim.


Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

7. Tidak ada satu pun yang melebihi kezaliman orang yang melakukan kebohongan di hadapan Allah dengan menyekutukanNya. Sedangkan dia diajak untuk bertauhid kepada Allah, menaatiNya dan mengikuti syariatNya. Allah tidak menolong (menunjukkan) orang-orang yang menzalimi diri mereka dengan berbuat kekufuran kepada kebenaran dan kebaikan


Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

7. “Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang mengadakan dusta terhadap allah,” dengan pendustaan seperti ini atau sikap lainnya yang tidak ada uzurnya dan hujjahnya telah runtuh, karena “dia diajak kepada agama Islam,” dan berbagai bukti nyata telah dijelaskan padanya. “Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim,” yang senantiasa tegak berada dalam kezhaliman. Nasihat dan bukti nyata tidak bisa menyelamatkan mereka, khususnya mereka yang menentang kebenaran untuk ditolak demi memenangkan kebatilan.


Dapatkan pahala berdakwah dan gratis buku Rahasia Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat As-Shaff ayat 7: Allah menjelaskan bahwasanya di sana terdapat kedzaliman yang besar dari manusia-manusia itu, yang menyelisihi Allah dengan berdusta, semua itu karena sebab kesyirikannya yang terdapat pada dirinya, dan mensifati ayat Allah dengan ungkapan sihir, yang pada saat itu Allah mengajak kepada islam. Kemudian Allah menjelaskan bahwa mereka tidak akan mungkun mendapatkan petunjuk dengan kata lain mengikuti kaumnya yang dzalim; Untuk menyembunyikan atas kekafirannya dan kesyirikannya, dan karena sebab mereka hasad karena Allah mengutus Nabi bukan dari bani Ya’qub.


Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Seperti menisbatkan sekutu dan anak kepada-Nya serta menyifati ayat-ayat-Nya dengan sihir.

Dimana segala bukti dan keterangan telah disampaikan kepadanya.

Yakni mereka yang senantiasa berada di atas kezalimannya, tidak membekas nasihat yang disampaikan kepadanya, tidak membuatnya berhenti, terutama sekali mereka yang menentang kebenaran dan membela yang batil serta berusaha memadamkan cahaya Allah dengan mulutnya sebagaimana yang diterangkan dalam ayat selanjutnya.


Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat As-Shaff Ayat 7

Dan siapakah yang lebih zalim, yakni tidak ada yang paling zalim, daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah dengan meyakini konsep trinitas, tuhan bapak, tuhan yesus, dan tuhan bunda maria; padahal dia, orang yang meyakini konsep trinitas itu diajak kepada agama islam' dan Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim, yaitu orang-orang yang menyekutukan atau mengada-adakan kebohongan tentang Allah. 8. Mereka, orang-orang yang mengada-adakan kebohongan tentang Allah, hendak memadamkan cahaya agama Allah yang menekankan prinsip tauhid, prinsip tidak ada tuhan selain Allah, prinsip tidak dibenarkan beribadah kecuali kepada-Nya dan prinsip tidak ada manusia yang mempertuhankan manusia dengan mulut, ucapan-ucapan mereka, bahkan dengan sikap dan tindakan mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya, agama-Nya dengan menurunkan wahyu, mengutus rasul dan memerintahkan rasul, mengajak umat meyakininya, meskipun orang-orang kafir membencinya dan merintanginya dengan berbagai cara.


Dapatkan pahala berdakwah dan gratis buku Rahasia Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Demikianlah berbagai penjabaran dari kalangan ulama tafsir terkait makna surat As-Shaff ayat 7, moga-moga berfaidah untuk kita semua. Bantu kemajuan kami dengan mencantumkan tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Lainnya: As-Shaff Ayat 8 Arab-Latin, As-Shaff Ayat 9 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti As-Shaff Ayat 10, Terjemahan Tafsir As-Shaff Ayat 11, Isi Kandungan As-Shaff Ayat 12, Makna As-Shaff Ayat 13

Kategori: Surat As-Shaff

Terkait: « | »

Trending: Surat Yasin, Surat Al-Waqiah, Surat Al-Mulk, Surat Al-Kahfi, Ayat Kursi