Surat As-Shaff Ayat 7

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعَىٰٓ إِلَى ٱلْإِسْلَٰمِ ۚ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّٰلِمِينَ

Arab-Latin: Wa man aẓlamu mim maniftarā 'alallāhil-każiba wa huwa yud'ā ilal-islām, wallāhu lā yahdil-qaumaẓ-ẓālimīn

Artinya: Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.

« As-Shaff 6As-Shaff 8 »

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Kandungan Mendalam Berkaitan Dengan Surat As-Shaff Ayat 7

Paragraf di atas merupakan Surat As-Shaff Ayat 7 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beberapa kandungan mendalam dari ayat ini. Ada beberapa penjabaran dari para ahli tafsir terkait isi surat As-Shaff ayat 7, antara lain seperti berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

7. Tidak ada yang lebih berat kezhaliman dan pelanggarannya dari pada siapa yang membuat kebohongan atas Nama Allah dan mengangkat sekutu bagiNya dalam ibadah, padahal dia diajak kepada Islam dan mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah semata. Allah tidak membimbing orang-orang yang menzhalimi diri mereka dengan kekafiran dan kesyirikan kepada apa yang mengandung kebahagiaan bagi mereka.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

7. Dan adakah orang yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah, seperti menuduh para rasul-Nya datang dengan sihir, dan mengatakan Allah memiliki sekutu-sekutu; padahal orang itu diajak untuk masuk agama Islam? Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang menzalimi diri sendiri dan orang lain.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

7. Tidak seorangpun yang lebih zalim daripada seseorang yang mengada-adakan kedustaan atas Allah dengan membuat tandingan-tandingan bagi-Nya, menyembah mereka selain menyembah Allah padahal dia diseru kepada Islam, agama tauhid yang murni untuk Allah. Sungguh Allah tidak memberi taufik kepada kaum yang menganiaya diri mereka sendiri dengan melakukan syirik dan maksiat, kepada segala kebaikan dan kelurusan mereka.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

7. وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعَىٰٓ إِلَى الْإِسْلٰمِ ۚ (Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada Islam?)
Yang merupakan agama yang paling baik dan paling mulia, dan barangsiapa yang menyuru kepada Islam maka ia tidak mungkin berdusta terhadap orang lain, terlebih lagi berdusta terhadap Tuhannya.

وَاللهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِينَ (Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim)
Dan orang-orang yang disebutkan tadi termasuk golongan orang-orang yang zalim.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

7. Tidak ada satu pun yang melebihi kezaliman orang yang melakukan kebohongan di hadapan Allah dengan menyekutukanNya. Sedangkan dia diajak untuk bertauhid kepada Allah, menaatiNya dan mengikuti syariatNya. Allah tidak menolong (menunjukkan) orang-orang yang menzalimi diri mereka dengan berbuat kekufuran kepada kebenaran dan kebaikan


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Siapakah yang lebih zalim} tidak ada yang lebih zalim {daripada orang yang mengada-adakan} membuat-buat {kebohongan terhadap Allah, padahal dia diseru kepada Islam. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

7. “Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang mengadakan dusta terhadap allah,” dengan pendustaan seperti ini atau sikap lainnya yang tidak ada uzurnya dan hujjahnya telah runtuh, karena “dia diajak kepada agama Islam,” dan berbagai bukti nyata telah dijelaskan padanya. “Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim,” yang senantiasa tegak berada dalam kezhaliman. Nasihat dan bukti nyata tidak bisa menyelamatkan mereka, khususnya mereka yang menentang kebenaran untuk ditolak demi memenangkan kebatilan.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 7-9
Firman Allah SWT: (Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah, sedangkan dia diajak kepada agama Islam?) yaitu tidak ada seorangpun yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah dan membuat tandingan-tandingan dan sekutu-sekutu bagiNya, padahal dia diajak kepada agama tauhid dan memurnikan ketaatan hanya kepada Allah SWT. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim) Kemudian Allah SWT berfirman: (Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka) yaitu, mereka berusaha menolak kebenaran dengan kebathilan. Perumpamaan mereka dalam hal itu seperti seseorang yang ingin memadamkan sinar matahari dengan mulutnya. Maka sebagaimana hal ini mustahil, begitu juga hal itu. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya, meskipun orang-orang kafir benci (8) Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama, meskipun orang-orang musyrik benci (9)) Mengenai kedua ayat ini, telah disebutkan dalam surah At-Taubah dengan keterangan yang cukup. Segala puji bagi Allah


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat As-Shaff ayat 7: Allah menjelaskan bahwasanya di sana terdapat kedzaliman yang besar dari manusia-manusia itu, yang menyelisihi Allah dengan berdusta, semua itu karena sebab kesyirikannya yang terdapat pada dirinya, dan mensifati ayat Allah dengan ungkapan sihir, yang pada saat itu Allah mengajak kepada islam. Kemudian Allah menjelaskan bahwa mereka tidak akan mungkun mendapatkan petunjuk dengan kata lain mengikuti kaumnya yang dzalim; Untuk menyembunyikan atas kekafirannya dan kesyirikannya, dan karena sebab mereka hasad karena Allah mengutus Nabi bukan dari bani Ya’qub.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Seperti menisbatkan sekutu dan anak kepada-Nya serta menyifati ayat-ayat-Nya dengan sihir.

Dimana segala bukti dan keterangan telah disampaikan kepadanya.

Yakni mereka yang senantiasa berada di atas kezalimannya, tidak membekas nasihat yang disampaikan kepadanya, tidak membuatnya berhenti, terutama sekali mereka yang menentang kebenaran dan membela yang batil serta berusaha memadamkan cahaya Allah dengan mulutnya sebagaimana yang diterangkan dalam ayat selanjutnya.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat As-Shaff Ayat 7

Dan siapakah yang lebih zalim, yakni tidak ada yang paling zalim, daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah dengan meyakini konsep trinitas, tuhan bapak, tuhan yesus, dan tuhan bunda maria; padahal dia, orang yang meyakini konsep trinitas itu diajak kepada agama islam' dan Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim, yaitu orang-orang yang menyekutukan atau mengada-adakan kebohongan tentang Allah. 8. Mereka, orang-orang yang mengada-adakan kebohongan tentang Allah, hendak memadamkan cahaya agama Allah yang menekankan prinsip tauhid, prinsip tidak ada tuhan selain Allah, prinsip tidak dibenarkan beribadah kecuali kepada-Nya dan prinsip tidak ada manusia yang mempertuhankan manusia dengan mulut, ucapan-ucapan mereka, bahkan dengan sikap dan tindakan mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya, agama-Nya dengan menurunkan wahyu, mengutus rasul dan memerintahkan rasul, mengajak umat meyakininya, meskipun orang-orang kafir membencinya dan merintanginya dengan berbagai cara.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Itulah aneka ragam penjabaran dari berbagai ulama terhadap kandungan dan arti surat As-Shaff ayat 7 (arab-latin dan artinya), moga-moga membawa faidah untuk kita bersama. Bantu dakwah kami dengan mencantumkan tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Halaman Paling Banyak Dilihat

Tersedia banyak topik yang paling banyak dilihat, seperti surat/ayat: An-Nisa 29, Al-Baqarah 152, Al-Jumu’ah 10, An-Nisa 146, Ali ‘Imran 110, Al-Baqarah 168. Juga Al-Anfal, Al-Insyirah 6, Al-Ahzab 56, Al-Jatsiyah, Thaha, An-Nur 26.

  1. An-Nisa 29
  2. Al-Baqarah 152
  3. Al-Jumu’ah 10
  4. An-Nisa 146
  5. Ali ‘Imran 110
  6. Al-Baqarah 168
  7. Al-Anfal
  8. Al-Insyirah 6
  9. Al-Ahzab 56
  10. Al-Jatsiyah
  11. Thaha
  12. An-Nur 26

Pencarian: surah aroaital ladzi yukadzibu biddin, asfala safilin artinya, al baqarah 270-280, ya allah jadikan hamba orang yang pandai bersyukur bahasa arab, qul auzu bi rabbil nas

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: