Surat Al-Hadid Ayat 10

وَمَا لَكُمْ أَلَّا تُنفِقُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلِلَّهِ مِيرَٰثُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ لَا يَسْتَوِى مِنكُم مَّنْ أَنفَقَ مِن قَبْلِ ٱلْفَتْحِ وَقَٰتَلَ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ أَعْظَمُ دَرَجَةً مِّنَ ٱلَّذِينَ أَنفَقُوا۟ مِنۢ بَعْدُ وَقَٰتَلُوا۟ ۚ وَكُلًّا وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Arab-Latin: Wa mā lakum allā tunfiqụ fī sabīlillāhi wa lillāhi mīrāṡus-samāwāti wal-arḍ, lā yastawī mingkum man anfaqa ming qablil-fat-ḥi wa qātal, ulā`ika a'ẓamu darajatam minallażīna anfaqụ mim ba'du wa qātalụ, wa kullaw wa'adallāhul-ḥusnā, wallāhu bimā ta'malụna khabīr

Artinya: Dan mengapa kamu tidak menafkahkan (sebagian hartamu) pada jalan Allah, padahal Allah-lah yang mempusakai (mempunyai) langit dan bumi? Tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). Mereka lebih tingi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

« Al-Hadid 9Al-Hadid 11 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Tafsir Mendalam Berkaitan Surat Al-Hadid Ayat 10

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Hadid Ayat 10 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beberapa tafsir mendalam dari ayat ini. Didapatkan beberapa penjabaran dari berbagai ahli tafsir mengenai makna surat Al-Hadid ayat 10, antara lain sebagaimana berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

10. Apa yang menghalangi kalian untuk berinfak di jalan Allah? padahal hanya milik Allah warisan langit dan bumi, Allah mewarisi semua yang ada pada keduanya, tidak seorang pun yang memiliki apa pun pada keduanya. Tidak sama dalam urusan balasan dan pahala orang yang berinfak dan memerangi orang-orang kafir sebelim Fathu Makkah, mereka lebih besar derajatnya di sisi Allah daripada orang-orang kafir sesudahnya. Tetapi kedua kelompok mendapatkan janji surga dari Allah. Allah Maha Mengetahui amal-amal kalian, tidak ada sesuatu pun yang samar bagiNya, dan Dia akan membalas kalian atasnya.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

10. Dan apa yang menghalangi kalian untuk berinfak demi menolong agama Allah; padahal seluruh mahrta yang ada di langit dan di bumi berasal dari Allah? Tidak sama keutamaan dan pahala orang yang menginfakkan hartanya dan memerangi para musuh bersama Rasulullah sebelum penakhlukan kota Makkah, dengan orang yang menginfakkan hartanya dan berperang setelah penakhlukan kota Makkah.

Orang-orang yang memiliki derajat yang tinggi itu lebih tinggi derajatnya di sisi Allah daripada orang-orang yang menginfakkan hartanya dan berperang setelah penakhlukan kota Makkah; namun Allah menjanjikan surga bagi kedua golongan itu. Allah Maha Mengetahui segala yang kalian perbuat, tidak ada yang tersembunyi dari-Nya.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

10. Dan apakah yang menghalangi kalian untuk menafkahkan harta di jalan Allah? Hanya milik Allah saja kekayaan langit dan bumi. Tidak sama di antara kalian -wahai orang-orang yang beriman- orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah demi mendapat rida Allah sebelum penaklukan Makkah dan memerangi orang-orang kafir demi kemenangan Islam. Orang-orang yang menafkahkan hartanya sebelum penaklukan Makkah dan berjuang di jalan Allah lebih besar kedudukannya di sisi Allah dan lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah setelah penaklukan Makkah dan memerangi orang-orang kafir. Allah telah menjanjikan Surga kepada dua golongan ini, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan, tidak ada sesuatu pun dari amal perbuatan kalian yang luput dari-Nya, dan Dia akan membalas kalian atas amal perbuatan itu.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

9. هُوَ الَّذِى يُنَزِّلُ عَلَىٰ عَبْدِهِۦٓ ءَايٰتٍۭ بَيِّنٰتٍ (Dialah yang menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang)
Yakni ayat-ayat yang jelas, yaitu ayat-ayat al-Qur’an; atau menurut pendapat lain yang dimaksud adalah mukjizat-mukjizat, dan yang paling agung adalah mukjizat al-Qur’an.

لِّيُخْرِجَكُم مِّنَ الظُّلُمٰتِ إِلَى النُّورِ ۚ( supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya)
Yakni agar Allah mengeluarkan kalian dengan ayat-ayat tersebut atau dengan seruan rasulullah tersebut.

وَإِنَّ اللهَ بِكُمْ لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ(Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadapmu)
Yakni Maha Lembut dan Penyayang; yang telah menurunkan kitab-kitab-Nya dan mengutus rasul-rasul-Nya sebagai petunjuk bagi hamba-hamba-Nya, dan tidak ada kelembutan dan kasih sayang yang melebihi hal itu.


📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

1). Dengan keberanian dan kemurahan hati di jalan Allah, para pendahulu dimuliakan. Allah ta'ala berfirman: { لَا يَسْتَوِى مِنكُم مَّنْ أَنفَقَ مِن قَبْلِ ٱلْفَتْحِ وَقَٰتَلَ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ أَعْظَمُ دَرَجَةً مِّنَ ٱلَّذِينَ أَنفَقُوا۟ مِنۢ بَعْدُ وَقَٰتَلُوا۟ ۚ وَكُلًّا وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلْحُسْنَىٰ } "tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). Mereka lebih tingi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik".

2). Meletakkan orang-orang pada kedudukan mereka, dan mempertimbangkan derajat keutamaan mereka adalah pendekatan Al-Qur'an, perhatikan: { لَا يَسْتَوِى مِنكُم مَّنْ أَنفَقَ مِن قَبْلِ ٱلْفَتْحِ وَقَٰتَلَ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ أَعْظَمُ دَرَجَةً مِّنَ ٱلَّذِينَ أَنفَقُوا۟ مِنۢ بَعْدُ وَقَٰتَلُوا۟ ۚ} "tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). Mereka lebih tingi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu". Maka waspadalah orang-orang yang melampaui orang-orang yang mempunyai saingan dalam ilmu atau pembelaan dengan dalih bahwa mereka adalah manusia, dan bahwa mereka tidak maksum…dst. Tuntutan ini bertujuan akhir agar agar tidak ada lagi imam yang dapat dicontoh oleh ummat.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

10. Apa alasan kalian tidak menafkahkan harta dalam kebaikan? Aku meminta kalian berinfak untuk menjunjung tinggi kalimat Allah dengan cara berjihad dan lain-lain. Allah memiliki segala sesuatu di langit dan bumi dan hanya kepadanyalah segala sesuatu itu kembali. Tidak sama bagi orang yang berinfak dan berperang sebelum Fathu Makkah dan orang yang melakukan hal itu setelah Fathu Makkah. Mereka yang berinfak sebelum Fathu Makkah memiliki derajat lebih tinggi daripada orang-orang yang berinfak setelahnya. Dua golongan yang berbeda ini dijanjikan oleh Allah surga dengan perbedaan derajat mereka di dalamnya. Allah adalah Maha Memberi Kabar tentang apa yang kalian kerjakan dari amalan yang tampak maupun yang ada di dalm hati dan akan membalas kalian atas perbuatan itu. Ayat ini diturunkan untuk Abu Bakar As-Siddiq RA


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Mengapa kalian tidak berinfak} apa yang menghalangi kalian untuk berinfak {di jalan Allah, padahal milik Allah semua pusaka langit dan bumi. Tidak sama orang yang berinfak di antara kalian dan berperang sebelum penaklukan} penaklukkan Mekka {Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang berinfak dan berperang setelah itu. Allah menjanjikan yang baik} surga {kepada masing-masing} setiap kelompok dari mereka {Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

10. “Dan mengapa kamu tidak menafkahkan (sebagian hartamu) pada jalan Allah, padahal Allah-lah yang mempusakai (mempunyai) langit dan bumi,” maksudnya, apa gerangan yang mencegah kalian untuk membelanjakan harta di jalan Allah yang merupakan jalan seluruh kebaikan, mengapa kalian bersikap kikir padahal kalian sama sekali tidak memiliki apapun, tapi “Allah-lah yang mempusakai (mempunyai) langit dan bumi,” dan seluruhnya akan berpindah dari tangan kalian atau dipindahkan dari kalian kemudian kepemilikannya akan berpindah pada Pemilik sejatiNya yang Mahasuci dan Mahatinggi. Untuk itu manfaatkan harta kalian untuk berinfak selagi masih berada di tangan kalian dan gunakanlah kesempatan tersebut secara maksimal.
Kemudian Allah menjelaskan perbedaan tingkat amal berdasarkan kondisi dan hikmah ilahiyah seraya berfirman, “TIdak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan. Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu.”
Yang dimaksud penaklukan (kemenangan) dalam ayat ini adalah perjanjian Hudaibiyah, pada saat terjadinya perjanjian antara Rasulullah dengan kaum Quraisy yang merupakan penaklukan (kemenangan) terbesar, sehingga Islam pun tersebar luas, kaum Muslimin juga berbaur dengan orang-orang kafir untuk diseru masuk ke dalam Agama Islam tanpa adanya halangan apa pun. Kala itu tidak sedikit orang-orang masuk Islam secara bergelombang, sehingga Islam menjadi kuat dan besar.
Sebelum terjadinya perjanjian Hudaibiyah ini, kaum muslimin sama sekali tidak mampu menyeru orang-orang untuk masuk Islam selain di tempat-tempat yang penduduknya telah masuk Islam sebelumnya seperti Madinah dan sekelilingnya. Dan sebelum terjadinya perjanjian Hudaibiyah ini, orang-orang yang masuk Islam yang berada di kawasan kafir mendapatkan siksaan dan merasa takut. Karena itu, orang yang masuk Islam sebelum peristiwa Hudaibiyah, membelanjakan harta serta berjihad, itu pahalanya lebih besar dari orang yang masuk Islam, berperang dan membelanjakan hartanya setelah peristiwa Hudaibiyah sesuai kebijakan Allah. Karena itulah sebagian besar generasi pertama yang masuk Islam sebelum penaklukan Hudaibiyah.
Mengingat pembedaan pahala amal antara kedua masa tersebut bisa menimbulkan kesalahpahaman yang membuat seseorang meremehkan amalan yang pahalanya lebih kecil, Allah mencegah pintu kesalahpahaman tersebut seraya berfirman, “Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik.” Maksudnya, orang-orang yang masuk Islam, berjihad dan berinfak, baik sebelum maupun sesudah kemenangan Hudaibiyah, semuanya dijanjikan surga oleh Allah karena Allah bersaksi atas keimanan mereeka dan menjanjikan surga bagi mereka, “dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan,” Allah akan membalas masing-masing dari kalian berdasarkan amalan yang dikerjakan.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 7-11
Allah SWT memerintahkan agar beriman kepadaNya dan kepada RasulNya dengan iman yang sempurna, terus-menerus, teguh dan kokoh atas hal itu. Allah mendorong untuk membelanjakan harta kalian yang telah dijadikan Allah kepadamu sebagai pengganti dalam mengelolanya. yaitu apa yang ada pada kalian merupakan pinjaman dari Allah, karena sesungguhnya hal itu berada di tangan orang-orang sebelum kalian, lalu menjadi milik kalian. Maka Allah SWT memberi petunjuk kepada kalian agar menggunakan harta yang dititipkan kepada kalian untuk ketaatan kepadaNya. Jika kalian mengerjakannya, maka manfaatnya bagi kalian; dan jika tidak, maka perhitungan kalian ada padaNya dan Dia kelak akan menghukum mereka karena meninggalkan kewajiban-kewajiban mereka pada hal itu.
Firman Allah SWT: (yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya) Di dalamnya terdapat isyarat bahwa harta itu akan ditinggalkan olehmu. Dan barangkali ahli warismu menggunakannya untuk ketaatan kepada Allah. Maka ahli warismu lebih beruntung daripada kamu dengan apa yang telah diberikan Allah kepadanya. Tetapi jika ahli warismu menggunakannya untuk bermaksiat kepada Allah maka kamu telah membantunya untuk berbuat dosa dan durhaka.
Firman Allah SWT: (Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar) anjuran untuk beriman dan berinfak untuk ketaatan. Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah, padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu) yaitu apakah yang menghalang-halangi kalian untuk beriman, padahal Rasul ada di antara kalian yang menyeru kalian kepada keimanan itu, dan menjelaskan hujjah-hujjah dan bukti-bukti kepada kalian yang membenarkan apa yang dia sampaikan kepada kalian.
Firman Allah SWT: (Dan sesungguhnya Dia telah mengambil perjanjianmu) sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikat-Nya dengan kamu, ketika kamu mengatakan, "Kami dengar dan kami taati”) (Surah Al-Maidah: 7) yaitu baiat janji kepada Rasulullah SAW
Ibnu Jarir menduga bahwa yang dimaksud dengan perjanjian ini adalah yang diambil dari mereka saat mereka masih di dalam tulang sulbi nabi Adam; dan ini menurut pendapat Mujahid, hanya Allah yang lebih Mengetahui.
Firman Allah SWT: (Dialah yang menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang (Al-Qur'an)) yaitu hujjah yang jelas, dalil-dalil yang terang, dan bukti-bukti yang pasti (supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya) yaitu dari kegelapan kebodohan, kekufuran, dan pendapat-pendapat yang bertentangan dengan cahaya petunjuk, keyakinan, dan keimanan.
(Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadapmu) yaitu menurunkan kitab-kitab dan mengutus rasul-rasul untuk memberi petunjuk kepada manusia dan melenyapkan semua penyakit dan keraguan.
Setelah memerintahkan mereka untuk beriman dan berinfak, Allah menganjurkan mereka untuk beriman dan menjelaskan bahwa semua yang menghambat mereka untuk beriman telah dilenyapkan, sebagaimana dianjurkan pula untuk berinfak. Jadi Allah SWT berfirman: (Dan mengapa kamu tidak menafkahkan (sebagian hartamu) pada jalan Allah, padahal Allah-lah yang mempusakai (mempunyai) langit dan bumi?) yaitu berinfaklah dan jangan takut fakir dan kekurangan karena sesungguhnya Tuhan yang kalian berinfak di jalanNya adalah Dzat yang memiliki langit dan bumi, dan di tanganNyalah keduanya dikendalikan, dan di sisiNyalah semua perbendaharaan keduanya. Dialah yang memiliki 'Arsy dengan semua yang dikandungnya, dan Dia juga yang berfirman: (Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya) (Surah Saba':39), dan (Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal) (Surah An-Nahl: 96) Maka barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka dia wajib berinfak dan tidak takut kekurangan demi melaksanakan perintah Tuhan yang memiliki 'Arsy, dan dia mengetahui bahwa Allah SWT pasti akan menggantinya.
Firman Allah SWT: (Tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (Makkah)) yaitu tidaklah sama orang itu dan orang yang tidak berbuat seperti dia, karena sebelum penaklukan Makkah keadaannya sangatlah berat. Pada masa itu tidaklah beriman kecuali orang-orang yang membenarkan. Adapun sesudah penaklukan Makkah, karena Islam menang dan pengaruhnya sangat besar, maka manusia mulai masuk ke dalam agama Allah secara berbondong-bondong. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik) Mayoritas ulama’ berpendapat bahwa yang dimaksud dengan al-fathu di sini adalah penaklukan Makkah.
Diriwayatkan Asy-Sya'bi dan lainnya bahwa makna yang dimaksud adalah Perjanjian Hudaibiyah.
Firman Allah SWT: (Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik) yaitu orang-orang yang berinfak sebelum penaklukan Makkah dan setelahnya, semuanya mendapat pahala dari apa yang mereka kerjakan, sekalipun di antara mereka terdapat perbedaan dalam keutamaan pahala yang diterima. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar (95)) (Surah An-Nisa’) Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan) yaitu maka Dia membedakan antara pahala orang yang berinfak sebelum penaklukan Makkah dan berperang di jalanNya, dan orang yang melakukan hal itu setelah penaklukan Makkah. Hal itu tidak lain karena Allah mengetahui niat dan keikhlasan golongan yang pertama yang sempurna, serta infak mereka di masa susah, sulit, dan sempit
Firman Allah SWT: (Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik) Umar bin Khattab berkata bahwa itu ialah berinfak di jalan Allah. Dikatakan untuk keperluan keluarga. yang benar, bahwa ayat ini umum mencakup semuanya. Maka setiap orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah dengan niat yang ikhlas dan tekad yang benar maka termasuk dalam makna ayat ini. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan (balasan) pinjaman itu untuknya) sebagaimana Allah WST berfirman dalam ayat lain: (dengan lipat ganda yang banyak) (SUrah Al-Baqarah: 245) (dan dia akan memperoleh pahala yang banyak) yaitu balasan yang baik dan rezeki yang melimpah, yaitu surga pada hari kiamat.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-Hadid ayat 10: Allah berkata kepada mereka orang-orang yang menahan hartanya untuk diinfakkan di jalan Allah : Mengapa kalian wahai manusia tidak menginfakkan rezeki pemberian dari Allah sedangkan kalian mengetahui bahwa harta kalian adalah milik-Nya dan mengapa kalian tidak menginfakkan harta kalian di jalan Allah. Karena milik Allah lah perbendaharaan apa yang di langit dan di bumi, Allah memiliki semua yang ada dikeduanya. Ketahuilah bahwa tidak sama orang yang beriman, berhijrah dan menginfakkan hartanya dan yang perperang di jalan Allah sebelum penaklukkan Mekkah; Mereka adalah orang-orang yang tinggi kedudukannya di sisi Allah dan Allah tinggikan derajat bagi siapa yang menginfakkan hartanya di jalan Allah dan berperang sebelum penaklukkan setelah penaklukkan Mekkah. Allah telah menjanjikan keduanya (yang berperang sebelum dan sesudah penaklukkan Mekkah) dengan surga, Allah yang Maha Mengetahui, tidak tersembunyi sesuatupun bagi-Nya amalan-amalan kalian, dan Allah akan membalas kalian atas amalan-amalan tersebut, dengan apa yang layak bagi setiap manusia atas amalannya.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Maksudnya, apa yang menghalangimu untuk berinfak di jalan Allah, yakni di semua jalan kebaikan, padahal kamu tidak memiliki apa-apa, bahkan milik Allah-lah pusaka langit dan bumi, dimana semua harta akan berpindah dari tanganmu atau kamu yang memindahkannya kemudian kepemilikan akan kembali kepada Pemiliknya yang sebenarnya, yaitu Allah Subhaanahu wa Ta'aala. Oleh karena itu, berinfaklah selama harta itu masih ada pada kamu dan Dia berjanji akan menggantinya untukmu dengan yang lebih baik.

Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan tingkatan amal sesuai keadaan dan hikmah Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

Sebagian mufassir menafsirkan penaklukan di sini dengan perjanjian Hudaibiyah. Hal itu, karena dengan adanya perjanjian damai itu agama Islam menjadi tersebar, kaum muslimin dapat bercampur baur dengan orang-orang kafir dan bisa mendakwahi mereka sehingga ketika itu banyak manusia yang masuk ke dalam agama Allah, padahal sebelumnya kaum muslimin tidak bisa berdakwah pada selain tempat yang sudah masuk Islam seperti Madinah dan sekitarnya, namun setelah ada perjanjian itu, kaum muslimin dapat memperluas dakwah mereka. Demikian juga sebelum ada perjanjian itu, orang yang masuk ke dalam agama Islam disakiti dan diancam, berbeda dengan setelahnya. Oleh karena itulah, orang yang masuk Islam sebelum penaklukkan Fat-h (penaklukkan), berinfak dan berperang lebih besar derajat, pahala dan balasannya daripada orang yang masuk Islam setelahnya.

Oleh karena kelebihan yang Allah berikan kepada orang-orang yang masuk Islam sebelum Fat-h (penaklukkan) bisa saja menimbulkan kesan terdapat kekurangan dan cela pada orang-orang yang yang masuk Islam setelah Fat-h, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala menghilangkan kesan ini dengan firman-Nya pada lanjutan ayat di atas.

Yang masuk Islam sebelum dan setelah Fat-h. Ayat ini menunjukkan keutamaan para sahabat semuanya radhiyallahu 'anhum, karena Allah bersaksi terhadap keimanan mereka dan menjanjikan mereka surga.

Dia akan memberikan balasan kepada masing-masing di antara kamu sesuai yang Dia ketahui dari amalmu.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Hadid Ayat 10

Dalam hartamu ada bagian Allah yang mesti kamu infakkan. Lalu, mengapa kamu kikir dan mengapa kamu tidak menginfakkan sebagian hartamu di jalan Allah, padahal milik Allah semua pusaka langit dan bumi' dialah yang menciptakannya dan semua yang ada di antara keduanya. Ketahuilah, tidak akan sama orang yang menginfakkan sebagian hartanya di jalan Allah di antara kamu dan berperang sebelum penaklukan mekah. Dengan kebajikan dan perjuangannya itu mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menginfakkan sebagian hartanya dan berpe-rang setelah penaklukan kota mekah itu. Dan Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka balasan yang lebih baik sesuai amal dan niat masing-masing. Dan Allah mahateliti terhadap apa yang kamu lakukan kapan dan di mana pun. Dia akan memberi balasan atasnya dengan setimpal. 11. Untuk mendorong agar manusia gemar bersedekah, Allah menetap-kan bahwa barang siapa meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, berupa kebajikan atau sedekah kepada orang lain, maka Allah akan mengembalikannya dengan jumlah yang berlipat ganda untuknya. Dan selain itu, baginya akan dikaruniakan pahala yang mulia dari Allah.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian beragam penjelasan dari banyak ahli ilmu mengenai makna dan arti surat Al-Hadid ayat 10 (arab-latin dan artinya), semoga membawa manfaat untuk kita semua. Dukung kemajuan kami dengan mencantumkan tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Artikel Cukup Banyak Dilihat

Kami memiliki banyak materi yang cukup banyak dilihat, seperti surat/ayat: Al-Insyirah 6, Thaha, Al-Baqarah 168, An-Nur 26, Al-Ahzab 56, Al-Jatsiyah. Juga Ali ‘Imran 110, Al-Anfal, An-Nisa 29, Al-Baqarah 152, An-Nisa 146, Al-Jumu’ah 10.

  1. Al-Insyirah 6
  2. Thaha
  3. Al-Baqarah 168
  4. An-Nur 26
  5. Al-Ahzab 56
  6. Al-Jatsiyah
  7. Ali ‘Imran 110
  8. Al-Anfal
  9. An-Nisa 29
  10. Al-Baqarah 152
  11. An-Nisa 146
  12. Al-Jumu’ah 10

Pencarian: at taubah 97, quran surat almaidah ayat 6, qs asy syura ayat 11, al mulk ayat 22, an nahl ayat 96

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.