Quran Surat Al-Waqi’ah Ayat 70

لَوْ نَشَآءُ جَعَلْنَٰهُ أُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُونَ

Arab-Latin: Lau nasyā`u ja'alnāhu ujājan falau lā tasykurụn

Terjemah Arti: Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?

Tafsir Quran Surat Al-Waqi’ah Ayat 70

70. Bila Kami berkehendak, Kami menjadikan air tersebut sangat asin, sehingga tidak bisa diminum dan tidak bisa digunakan bercocok tanam. Tidakkah kalian besyukur kepada Tuhan kalian atas air hujan yang tawar untuk kemaslahatan kalian?

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

70. Jika Kami menghendaki untuk menjadikan air itu sangat asin yang tidak bisa diminum atau untuk pengairan, niscaya Kami jadikan air itu sangat asin, maka kenapa kalian tidak bersyukur kepada Allah atas diturunkan-Nya air itu dalam keadaan segar sebagai rahmat untuk kalian.

📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

70. لَوْ نَشَآءُ جَعَلْنٰهُ أُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُونَ (Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?)
Yakni mengapa kalian tidak mensyukuri nikmat Allah, yang telah menciptakan air tawar bagi kalian yang kalian minum dan manfaatkan, dan Allah tidak menjadikannya air yang sangat asin.

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

70. Jika Kami berkehendak, maka akan Kami jadikan air yang turun itu asin sehingga tidak mungkin diminum. Apakah kalian tidak mau mensyukuri nikmat-nikmat yang agung ini?

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

68-70. Ini adalah bukti yang ketiga atas benarnya kebangkitan, dimana Allah berkata : Kabarkan kepadaku tentang air segar yang bersih, yang kalian minum, apakah kalian yang menurunkan dari awan ?! Ataukah Kami yang menurunkan kepada kalian, dan mengalirkan kepada kalian untuk diambil manfaatnya! Kalau saja Kami kehendaki kami jadikan air itu asin dan kotor sehingga tidak dapat diminum! Amat buruk rasa syukur kalian kepada Allah, yang Dia memberikan kepada kalian nikmat; Maka esakanlah Allah dan taatilah Rasulullah ﷺ!

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

68-70. Tatkala Allah menyebutkan nikmat yang Dia anugerahkan kepada hamba-hambaNya berupa makanan, Dia (juga) menyebutkan nikmatNya kepada mereka berupa air minum segar yang mereka minum, dan bahwa sekiranya Allah tidak memudahkannya, niscaya tidak ada jalan bagi kalian untuk mendapatkannya, dan bahwa Dia lah Yang telah menurunkannya “dari awan” yakni awan dan hujan yang telah diturunkan oleh Allah, sehingga dengannya terciptalah sungai-sungai yang mengalir di atas bumi dan di dalamnya,dan terciptalah mata air-mata air yang memancar deras. Dan di antara nikmatNya adalah bahwa Dia menjadikan air itu tawar lagi segar yang disukai oleh jiwa, dan jika Dia menghendaki, Dia dapat menjadikannya “asin” lagi pahit sehingga tidak dapat dimanfaatkan. “Maka mengapakah kamu tidak bersyukur” kepada Allah Yang telah menganugerahkan nikmat-nikmatNya itu kepada kalian?

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Termasuk nikmat-Nya adalah Dia menjadikan air itu segar yang menyegarkan peminumnya, kalau Dia menghendaki, bisa saja Dia jadikan air itu terasa asin sehingga tidak enak diminum. Oleh karena itu, mengapa kamu tidak bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat-Nya yang dilimpahkan kepadamu?

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

68-70. Pernahkah pula kamu memperhatikan air yang kamu minum tiap hari' kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah kami yang menurunkan air itu' ketahuilah, kalau kami kehendaki niscaya kami menjadikannya asin sehingga tidak layak minum. Maka, mengapakah kamu tidak bersyukur atas anugerah Allah yang besar itu'71-74. Bila kamu sudah memahami siapa yang menurunkan air, maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan dari kayu bakar' kamukah yang menumbuhkan pohon penghasil kayu bakar itu ataukah kami yang menumbuhkannya' ketahuilah, kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan bakar yang berguna bagi musafir di padang pasir. Dengan anugerah ini, maka bertasbihlah dengan menyebut nama tuhanmu yang mahabesar. '.

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Terkait: « | »

Kategori: 056. Al-Waqi'ah