Quran Surat Al-Waqi’ah Ayat 65

لَوْ نَشَآءُ لَجَعَلْنَٰهُ حُطَٰمًا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُونَ

Arab-Latin: Lau nasyā`u laja'alnāhu huṭāman fa ẓaltum tafakkahụn

Terjemah Arti: Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia hancur dan kering, maka jadilah kamu heran dan tercengang.

Tafsir Quran Surat Al-Waqi’ah Ayat 65

63-67. Tidakkah kalian memperhatikan tanaman yang kalian tanam? Apakah kalian yang menghidupkannya dari bumi atau Kami yang menetapkan batangnya di bumi? Bila Kami berkehendak, niscaya Kami menjadikan tanaman tersebut rontok mengering sehingga tidak bisa dimakan, lalu kalian heran terhadap apa yang menimpa tanaman kalian. Kalian berkata, “Sungguh kami merugi dan diazab. Kami gagal panen dan tidak mendapatkan rizki.”

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

65. Jika Kami hendaki menjadikan tumbuhan itu hancur dan kering niscaya Kami jadikan kering setelah sebelumnya hampir matang dan sempurna, lalu kalian setelah itu jadi tercengang melihat apa yang menimpanya.

📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

65. لَوْ نَشَآءُ لَجَعَلْنٰهُ حُطٰمًا (Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia hancur dan kering)
Yakni menjadi hancur lebur, tidak dapat dimanfaatkan dan tidak dapat menghasilkan biji-bijian atau hal lain yang menjadi tujuan kalian dalam menanamnya.

فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُونَ(maka jadilah kamu heran dan tercengang)
Yakni kalian menjadi terheran akibat apa yang menimpa tanaman kalian, dan mengatakan: “Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian.”

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

65-66. Niscaya Kami Menghendaki, Kami hancurkan itu semua sampai lumat. Akan Kami hilangkan kemanfaatannya, sehingga kalian akan keheranan karena buruknya keadaan itu, mereka dalam keadaan yang rugi. Kalian kemudian berkata: Sungguh kamilah yang telah kehilangan harta berharga.

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

63-67. Ini adalah bukti yang kedua atas benarnya akan kebangkitan, dimana Allah berkata : Kabarkan kepada-Ku tentang benih yang tumbuh di tanah kalian, apakah kalian yang menumbuhkan tumbuhan dari bumi ?! Ataukah Kami yang menumbuhkannya ? Jika seandainya Kami menjadikannya (bumi) untuk bercocok tidak berbuah, dan tidak memiliki manfaat, maka kalian akan tercengang berkepanjangan karena cocok tanam kalian tanpa membuahkan hasil, dan berkatalah mereka yang keheranan : Sungguh kami adalah orang-orang yang merugi dengan kerugian yang besar; Hilang dari kami hasil (bercocok tanam) tanpa hasil yang sesuai; Bahkan Kami jadikan mereka tidak mendapatkan hasil apa-apa dari bercocok tanam mereka.

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

63-67. Ini adalah karunia Allah bagi hamba-hambaNya, dengannya Dia menyeru para hamba agar mengesakanNya, beribadah kepadaNya, dan kembali kepadaNya, di mana Dia telah menganugerahkan nikmat kepada mereka dengan apa-apa yang memudahkan mereka berupa sawah, ladang, pohon, buah, kemudian keluar darinya berbagai macam jenis makanan, rizki, dan buah-buahan yang merupakan kebutuhan pokok dan kemaslahatan mereka yang tidak mungkin bagi mereka untuk dapat menghitungnya, apalagi mensyukuri dan menunaikan haknya. Oleh karena itu Allah menetapkan karuniaNya dengan berfirman, “Kamukah yang menumbuhkannya atau Kami-kah yang menumbuhkannya?” maksudnya, apakah kalian yang mengeluarkannya dari bumi dalam bentuk tanaman, atau apakah kalian yang mengeluarkan bulir dan buahnya sehingga menjadi tanaman yang siap dipanen dan buah yang sudah matang? Atau hanya Allah-lah semata yang melakukan itu semua dan menganugerahkannya kepada kalian? Usaha maksimal yang bisa kalian lakukan hanyalah mengolah dan membajak tanah kemudian menabur benih padanya, setelah itu kalian sama sekali tidak tahu apa yang akan terjadi setelah itu dan tidak ada kekuasaan bagi kalian yang lebih dari hal tersebut.
Namun meski demikian, Allah memperingatkan kalian bahwa tanaman itu berpotensi rusak jika bukan karena penjagaan Allah dan perlindunganNya, sebagai nafkah dan kesenangan sampai waktu tertentu. Dia berfirman, “Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia” maksudnya tanaman tersebut beserta apa yang ada padanya berupa buah-buahan, menjadi “kering dan hancur” maksudnya hancur berantakan, tidak ada manfaat dan rizki padanya sama sekali, “maka jadilah kamu” maksudnya disebabkan tanaman itu menjadi hancur setelah kalian lelah menanamnya dan telah mengeluarkan banyak harta untuknya “heran tercengang”, maksudnya, kalian akan menyesali apa yang menimpa kalian, sehingga dengan demikian akan sirna kebahagiaan, kesenangan, dan kegembiraan kalian, kemudian kalian akan mengatakan, “SEsungguhnya kami benar-benar menderita kerugian,” yakni bahwa sesungguhnya kami telah ditimpa musibah yang membinasakan kami. Kemudian setelah itu kalian akan tahu dari mana sebenarnya kalian datang, dan karena sebab apakah kalian tertimpa musibah. Lalu kalian mengatakan, “Bahkan kami menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa”!
Oleh karena itu, panjatkanlah pujian ke hadirat Allah yang telah menanamnya untuk kalian, kemudian memelihara dan menyempurnakannya (hingga waktu panen), dan tidak mengirim perusak-perusak yang membuat kalian tidak dapat mendapatkan manfaat dan kebaikannya.

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Tanaman yang ditanam itu beserta buahnya.

Sehingga tidak bermanfaat dan tidak menjadi rezeki.

Yakni karena dijadikan-Nya hancur setelah kamu bersusah payah menanamnya dan mengeluarkan belanja untuknya, kamu pun menjadi menyesal dan kegembiraanmu menjadi hilang.

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

65-67. Sekiranya kami kehendaki, pepohonan subur dan berbuah lebat yang kami tumbuhkan itu dapat kami hancurkan sampai kering dan lumat sehingga tidak lagi bermanfaat. Bila hal ini terjadi maka kamu akan heran dan tercengang sambil berkata, 'sesungguhnya, akibat peristiwa tidak terduga itu, kami benar-benar menderita kerugian yang sangat besar, bahkan kami benar-benar akan menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa. '65-67

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Terkait: « | »

Kategori: 056. Al-Waqi'ah