Surat Al-Waqi’ah Ayat 55

فَشَٰرِبُونَ شُرْبَ ٱلْهِيمِ

Arab-Latin: Fa syāribụna syurbal-hīm

Artinya: Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum.

« Al-Waqi'ah 54Al-Waqi'ah 56 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Kandungan Berharga Berkaitan Dengan Surat Al-Waqi’ah Ayat 55

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Waqi’ah Ayat 55 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada berbagai kandungan berharga dari ayat ini. Terdokumentasikan berbagai penafsiran dari para ahli ilmu berkaitan isi surat Al-Waqi’ah ayat 55, sebagiannya seperti terlampir:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

55. Kemudian kalian, wahai orang-orang yang sesat dari petunjuk yang mendustakan ancaman dan janji Allah, benar-benar akan makan pohon zaqqum, salah satu pohon buruk, perut-perut kalian penuh dengannya karena kalian sangat lapar, lalu kalian minum air yang sangat panas yang tidak menghilangkan dahaga, tetapi kalian minum dengan banyak, seperti minumnya unta haus yang tidak pernah hilang dahaganya karena ia memang sakit.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

55. Dan kalian sangat banyak meminumnya seperti unta yang banyak minum karena sakit usus (selalu kehausan).


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

55. فَشٰرِبُونَ شُرْبَ الْهِيمِ (Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum)
Makna (الهيم) adalah unta yang kehausan yang tidak dapat hilang kehausannya akibat penyakit yang menimpanya.
Yakni kalian saat meminum air panas tidak akan seperti biasanya, namun kalian akan meminumnya seperti unta yang kehausan yang tidak dapat hilang kehausannya dengan meminum air.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

55. Kalian akan meminum seperti onta yang kehausan, onta yang tidak lagi mendapat minuman untuk menyembuhkan sakit huyam-nya: yaitu penyakit yang menyerupai rasa kehausan yang amat sangat, sehingga onta itu meminum sampai mati atau menjadi sakit.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Maka kalian minum bagaikan unta yang sangat haus} seperti minumnya unta haus yang tidak hilang kehausannya karena penyakit yang menimpanya


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

54-56. Dan minuman mereka juga adalah seburuk-buruk minuman, yaitu bahwa mereka minum (untuk mendorong) makanan tersebut dengan air yang sangat panas yang mendidih di dalam perut, “seperti unta yang sangat haus minum,” yakni, unta kehausan yang rasa hausnya telah memuncak, atau (bisa juga bermakna) bahwa ‘alhiimi’ adalah penyakit yang menyerang unta sehingga ia akan selalu kehausan meskipun telah minum air.
“ini” Yakni makanan dan minuman tersebut merupakan “hidangan untuk mereka” maksudnya jamuan bagi mereka “pada Hari Pembalasan”, yaitu jamuan yang telah mereka persembahkan untuk diri mereka sendiri dan mengutamakannya daripada jamuan Allah dan para waliNya. Allah berfirman,
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal, mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari padanya.” -Al-Kahfi:108-


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 41-56
Setelah Allah SWT menyebutkan tentang golongan kanan, Dia menghubungkannya dengan menyebutkan golongan kiri. Maka Dia berfirman: (Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu (41)) yaitu siapa sajakah yang termasuk golongan kiri? Kemuian Allah menjelaskan mereka dengan berfirman: (Dalam (siksaan) angin yang amat panas) yaitu angin yang panas, dan (dan air yang mendidih) yaitu air yang sangat panas (dan dalam naungan asap yang hitam (43)) Ibnu Abbas berkata bahwa makna yang dimaksud adalah naungan asap yang hitam dan sangat panas. Demikian juga dikatakan Mujahid, Ikrimah, dan Qatadah. Ini sebagaimana firmanNya: ((Dikatakan kepada mereka pada hari kiamat),"Pergilah kamu mendapatkan azab yang dahulunya kamu mendustakannya (29) Pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai liga cabang (30) yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka” (31) Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana (32) Seolah-olah ia iringan unta yang kuning (33) Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan (34)) (Surah Al-Mursalat) Oleh karena itu di sini Allah berfirman: (dan dalam naungan asap yang hitam (43)( yaitu asap yang hitam pekat (Tidak sejuk dan tidak menyenangkan (44)) yaitu tiupannya tidak menyejukkan dan pemandangannya tidak menyenangkan, sebagaimana yang dikatakan Al-Hasan dan Qatadah tentang firmanNya: (dan tidak menyenangkan) yaitu tidak menyenangkan pemandangannya.
Ibnu Jarir berkata bahwa orang-orang Arab biasa menggunakan kalimat ini secara bergandengan dalam ungkapan nafi, sehingga mereka mengatakan bahwa makanan ini tidak enak dan tidak menyenangkan, daging ini tidak empuk dan tidak menyenangkan, atau rumah ini tidak bersih dan tidak menyenangkan. Demikian juga diriwayatkan Ibnu Jarir melalui dua jalur lain dari Qatadah dengan kalimat yang serupa.
Kemudian Allah SWT menyebutkan bahwa mereka berhak mendapatkannya, maka Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah (45)) yaitu mereka di dunia hidup senang dan bergelimangan dalam kemewahan dan mengejar kesenangan diri mereka tanpa memperhatikan apa yang disampaikan para rasul kepada mereka (Dan mereka terus-menerus) yaitu, selalu bersikeras dengan sikapnya dan tidak mau bertaubat (mengerjakan dosa yang besar) yaitu kafir kepada Allah dan menjadikan berhala-berhala dan tandingan-tandingan sebagai tuhan-tuhan selain Allah.
Ibnu Abbas berkata tentang firmanNya (mengerjakan dosa yang besar) yaitu menyekutukan Allah. Demikian juga dikatakan Mujahid. Ikrimah, Adh-Dhahhak, Qatadah, dan lainnya.
(Dan mereka selalu mengatakan, "Apakah apabila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan kembali? (47) Apakah bapak-bapak kami yang terdahulu (dibangkitkan pula)?” (48)) yaitu bahwa mereka mengatakan demikian dengan maksud mendustakan dan menganggap mustahil kejadiannya. Maka Allah SWT berfirman: (Katakanlah, "Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian (49) benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal (50)) yaitu, beritahukanlah kepada mereka wahai Muhammad bahwa orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang kemudian dari anak cucu nabi Adam akan dikumpulkan di padang Mahsyar pada hari kiamat, tidak ada seorangpun dari mereka yang ketinggalan. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk) (103) Dan Kami dadulah mengundur­kannya, melainkan sampai waktu yang tertentu (104) Di kala datang hari itu, tidak ada seorang pun yang berbicara, melainkan dengan seizin­nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia (105)) (Surah Hud) Oleh karena itu Allah berfirman di sini: (benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal (50)) yaitu telah ditetapkan waktunya, tidak dapat dimajukan dan diundurkan, serta tidak dapat ditambahi dan dikurangi.
(Kemudian sesungguhnya kamu, hai orang-orang yang sesat lagi mendustakan (51) benar-benar akan memakan pohon zaqqum (52) dan akan memenuhi perutmu dengannya (53)) Demikian itu karena mereka ditangkap dan diseret untuk memakan buah zaqqum sehingga perut mereka penuh dengannya (Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas (54) Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum (55)) yaitu unta yang sangat kehausan; bentuk tunggalnya adalah “Ahyam”. sedangkan bentuk muannastnya adalah “Haima”. Dikatakan juga bentuknya “ha’im” dan “ha’imah”.
Ibnu Abbas, Mujahid, Sa'id bin Jubair, dan Ikrimah berkata bahwa “al-him” adalah unta yang selalu merasa kehausan
Kemudian Allah SWT berfirman: (Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan (56)) Apa yang telah kami sebutkan merupakan sajian untuk mereka di hadapan Tuhan mereka pada hari penghisaban mereka. Sebagaimana Allah SWT berfirman tentang hal orang-orang mukmin (Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal (107)) (Surah Al-Kahfi) yaitu sebagai penghormatan dan kemuliaan


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-Waqi’ah ayat 55: 51-56. Katakanlah wahai Nabi Allah kepada mereka orang-orang musyrik : Sesungguhnya kalian wahai orang-orang yang tersesat dari jalan tauhid dan hidyah, serta mengingkari hari kebangkitan, kalian akan diberikan makanan dari pohon zaqum, dan ia adalah pohon yang dilaknat, yang tidak enak dilihat dan dimakan. Kalian akan memakannya sampai memenuhi perut-perut kalian. Kemudian kalian akan minum air yang mendidih dengan sebab haus yang sangat yang kalian rasakan, akan tetapi minuman itu tidak menghilangkan dahaga; Kalian minum akan tetapi tidak menghilangkan haus, sebagaimana unta yang sangat haus yang tidak menumukan minuman air. Kemudian ketahuilah bahwa makanan dan minuman ini adalah sajian bagi kalian yang disiapkan di hari kiamat.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Waqi’ah Ayat 55

54-56. Wahai orang yang sesat, sesudah memenuhi perut dengan buah zaqqum yang sangat tidak enak itu, kamu akan meminum air yang sangat panas dan membakar lidah. Meski demikian, karena dahaga yang sangat mencekik maka kamu minum air panas itu seperti unta yang sangat haus minum. Itulah beragam hidangan menyakitkan yang kami sediakan untuk mereka yang selalu ingkar dan berbuat maksiat, pada hari pembalasan'


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikianlah aneka ragam penjelasan dari kalangan mufassirin mengenai isi dan arti surat Al-Waqi’ah ayat 55 (arab-latin dan artinya), moga-moga membawa manfaat bagi kita. Dukung kemajuan kami dengan memberi tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Artikel Paling Banyak Dilihat

Ada berbagai halaman yang paling banyak dilihat, seperti surat/ayat: An-Nisa 146, Al-Insyirah 6, An-Nur 26, Al-Anfal, Thaha, Al-Baqarah 152. Ada juga Al-Ahzab 56, An-Nisa 29, Al-Jatsiyah, Al-Baqarah 168, Ali ‘Imran 110, Al-Jumu’ah 10.

  1. An-Nisa 146
  2. Al-Insyirah 6
  3. An-Nur 26
  4. Al-Anfal
  5. Thaha
  6. Al-Baqarah 152
  7. Al-Ahzab 56
  8. An-Nisa 29
  9. Al-Jatsiyah
  10. Al-Baqarah 168
  11. Ali ‘Imran 110
  12. Al-Jumu’ah 10

Pencarian: surat an-najm ayat 42, al qariah ayat 9, surat al-furqan ayat 63 beserta artinya, tafsir surat ar rum ayat 41, surah al imran ayat 164 latin

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: