Surat Al-Baqarah Ayat 202

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمْ نَصِيبٌ مِّمَّا كَسَبُوا۟ ۚ وَٱللَّهُ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ

Arab-Latin: Ulā`ika lahum naṣībum mimmā kasabụ, wallāhu sarī'ul-ḥisāb

Artinya: Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.

« Al-Baqarah 201Al-Baqarah 220 »

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Kandungan Menarik Terkait Dengan Surat Al-Baqarah Ayat 202

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Baqarah Ayat 202 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beragam kandungan menarik dari ayat ini. Ada beragam penjabaran dari kalangan pakar tafsir terhadap kandungan surat Al-Baqarah ayat 202, di antaranya sebagaimana termaktub:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Orang-orang yang berdoa dengan doa ini,maka bagi mereka pahala yang besar dikarenakan amal-amal baik yang telah mereka usahakan. dan Allah sangat cepat perhitungannya. Menghitung amalan hamba dan membalasnya.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

202. Mereka adalah orang-orang yang mendapat derajat yang tinggi dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat serta pahala yang besar berkat amal kebaikan yang telah mereka kerjakan. Sungguh Allah Maha Cepat perhitungan-Nya terhadap seluruh makhluk-Nya.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

202. Orang-orang yang meminta kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat itu akan mendapatkan ganjaran yang besar sesuai dengan amal saleh yang telah mereka perbuat di dunia. Dan Allah Mahacepat dalam menghitung amal perbuatan manusia. Maka Dia berikan ganjaran bagi orang-orang yang berbuat baik, dan Dia berikan hukuman bagi orang-orang yang berbuat buruk.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

202. أُو۟لٰٓئِكَ (Mereka itulah orang-orang)
Kata ini diisyaratkan kepada kelompok kedua.

لَهُمْ نَصِيبٌ (yang mendapat bahagian)
Yakni bagian yang sesuai (dengan yang mereka lakukan)

مِّمَّا كَسَبُوا۟ ۚ (daripada yang mereka usahakan)
Yakni berupa doa yang telah dipanjatkan.

وَاللَّـهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ (dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya)
Allah mensifati diri-Nya dengan cepat perhitungan-Nya atas hamba-hamba-Nya meski jumlah mereka begitu banyak, dan urusan-Nya tidak menyibukkan-Nya dari urusan yang lain, sehingga Allah menghisab mereka dalam satu waktu.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

202. Mereka itu mencari kebaikan dunia dan akhirat. Dan bagi mereka itu bagian yang melimpah dari pahala dan pengampunan dosa, karena amal ibadah mereka. Dan Allah itu Maha cepat hisabNya. Dia menghisab seluruh makhluknya hanya setengah hari dan tidak ada satupun perkara yang bisa menyulitkanNya.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Mereka itulah yang memperoleh bagian dari apa yang telah mereka usahakan. Allah Maha cepat perhitunganNya.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

200-202. Kemudian Allah mengabarkan tentang keadaan para makhluk, bahwasanya mereka memohon kebutuhan-kebutuhan mereka kepada Allah, berlindung kepadaNya dari segala yang membahayakan mereka, akan tetapi niat dan maksud mereka berbeda-beda, diantara mereka “ada orang yang berdoa, ‘Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia’.” Maksudnya, ia memohon kepadaNya kenikmatan kenikmatan dunia yang merupakan keinginan dirinya, namun ia tidak mendapatkan bagian di akhirat, karena ia membencinya dan mencukupkan cita-citanya hanya sebatas dunia. Di antara mereka ada yang berdoa kepada Allah demi kemaslahatan dunia dan akhirat, dan ia butuh kepadanya dalam kepentingan kepentingan agama dan dunianya. Maka setiap dari kelompok pertama dan kelompok kedua memiliki hasil dari apa yang telah mereka kerjakan dan usahakan, dan Allah akan memberikan balasannya sesuai dengan perbuatan, cita-cita, dan niat mereka dengan balasan yang berdasarkan kepada keadilan dan kemuliaan, di mana Dia dipuji dengan pujian yang paling sempurna dan paling lengkap karenanya.
Ayat ini merupakan dalil bahwa Allah mengabulkan doa setiap orang, baik muslim maupun kafir atau fasik. Akan tetapi pengabulan doa orang itu bukanlah sebuah tanda bagi kecintaanNya terhadap orang tersebut dan kedekatanNya padanya, kecuali dalam permohonan yang berhubungan dengan akhirat dan kepentingan kepentingan agama.
Dan kebaikan yang diharapkan di dunia, termasuk dalam hal itu adalah segala yang sangat baik kejadiannya bagi seorang hamba, seperti rizki yang lancar, luas, dan halal, istri yang sholihah, anak yang merupakan penyejuk mata, ketenangan, ilmu yang berguna, amalan yang shalih, dan semacamnya dari segala macam permohonan yang dicintai dan dibolehkan.
Adapun kebaikan di akhirat adalah selamat dari siksaan kubur, padang mahsyar, dan api neraka, memperoleh keridhoan Allah, mendapatkan kenikmatan yang abadi, dekat dengan Robb yang maha penyayang hingga doa ini menjadi doa yang paling lengkap, paling sempurna dan paling utama untuk didahulukan. Oleh karena itulah nabi memperbanyak doa dengannya dan senantiasa menganjurkan umatnya untuk berdoa dengannya.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 200-202
Allah SWT memerintahkan untuk memperbanyak mengingatNya setelah menunaikan rangkaian ibadah. FirmanNya, (sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu). Mereka berbeda pendapat tentang maknanya
Ibnu Jarir meriwayatkan dari ‘Atha’ yaitu seperti perkataan anak kecil ”ayah” “ibu”, yaitu sebagaimana dialek anak kecil untuk menyebut ibu dan ayahnya. Demikian juga kalian ingatlah Allah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah. Demikian pula dikatakan oleh Adh-Dhahhak dan Ar-Rabi' bin Anas.
Yang dimaksud dari ayat ini adalah dorongan untuk memperbanyak mengingat Allah SWT. Oleh karena itu, Dia meneguhkan dengan firmanNya, (atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu) adalah untuk membedakan maknanya, yang artinya seperti kalian mengingat nenek moyang kalian atau lebih banyak dari itu. Kata “Aw” disini untuk menyempurnakan perumpamaan dalam menyampaikan pemberitahuan, sebagaimana firmanNya, (seperti batu, bahkan lebih keras lagi) (Surah Al-Baqarah: 74), (mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih dari itu takutnya) (Surah An-Nisa: 77), (Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih (147)) (Surah Ash-Shaffat) dan (maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi) (9)) (Surah An-Najm). Dalam ayat ini tidak ada keraguan sama sekali, tetapi itu dimaksudkan untuk menyempurnakan pemberitahuan bahwa hal itu seperti itu atau lebih dari itu.
Kemudian Allah SWT membimbing agar berdoa kepadaNya setelah memperbanyak mengingat kepadaNya, dengan mengharapkan jawaban dariNya, dan mencela mereka yang tidak memohon kepadaNya kecuali untuk urusan duniawi dan dia menghindari urusan akhiratnya. Lalu Allah berfirman, (Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiada baginya bagian (yang menyenangkan) di akhirat) yaitu sebagian saja dan bukan sebuah keuntungan. Hal ini mengandung celaan agar tidak menyerupai orang yang melakukan hal itu.
Said bin Jubair meriwayatkan dari Ibnu Abbas: “Sebagian bangsa Arab datang ke tempat wukuf, lalu mereka berkata, “Ya Allah, jadikanlah tahun ini adalah tahun hujan, tahun subur, dan tahun kelahiran anak yang baik, dan mereka tidak menyebutkan perkara akhirat sedikitpun. Lalu Allah menurunkan firmanNya tentang mereka, (Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat) dan ada yang datang setelah mereka, orang-orang mukmin, mereka berdoa ("Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka"). Lalu Allah menurunkan ayat, (Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitunganNya).
Oleh karena itu, Allah memuji mereka yang memohon kepadaNya dalam urusan dunia dan akhirat. Dia berfirman, (Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka"). Doa ini mengumpulkan semua kebaikan di dunia dan agar dihindarkan dari segala keburukan. Sesungguhnya kebaikan di dunia meliputi segala sesuatu yang diinginkan dalam kehidupan duniawi, seperti kesehatan, rumah yang luas, pasangan yang baik, rezeki yang melimpah, ilmu yang bermanfaat, amal shalih, kendaraan yang nyaman, dan pujian yang indah, dan banyak lagi termasuk dalam apa yang diungkapkan oleh para mufasir, dan tidak ada penafian di antara ungkapan itu. Semuanya ini mencakup seluruh kebaikan di dunia. Adapun kebaikan di akhirat itu merupakan sesuatu yang lebih tinggi, yaitu masuk ke surga dan segala hal yang mengiringinya seperti rasa aman dari ketakutan terbesar di padang mahsyar, kemudahan dalam hisab, dan hal-hal lain yang baik di akhirat. Adapun terkait selamat dari api neraka, maka perlu mengusahakan sebab-sebab agar mendapatkan hal itu di dunia, seperti menjauhi sesuatu yang haram dan perbuatan dosa, serta meninggalkan hal-hal syubhat, dan tindakan yang diharamkan.
Qasim bin Abdurrahman mengatakan, “Barang siapa yang memiliki hati yang bersyukur, lisan yang banyak berdzikir, dan tubuh yang sabar, maka dia telah diberi kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta terhindar dari siksa neraka.”
Oleh karena itu, disebutkan dalam hadits-hadits untuk mendorong agar berdoa dengan doa ini. Diriwayatkan dari Anas bin Malik, dia berkata, “Nabi SAW biasa berdoa, “Ya Allah, Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa api neraka"


📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi

Makna kata: { نَصِيبٞ } Nashiib : Bagian yang diperoleh dari amalan shalih dan doa mereka yang shalih.

Makna ayat:
Pada ayat 202 Allah Ta’ala memberitahukan bahwa orang-orang yang memanjatkan doa yang shalih itu adalah mereka orang-orang yang mukmin dan bertauhid. Mereka mendapatkan bagian pahala dari amalan yang mereka kerjakan selama di dunia. Allah Ta’ala sangat cepat memberi balasan. Allah Ta’ala menjadikan mereka mendapatkan balasan pendahuluan sebelum balasan di akhirat yaitu surga.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-Baqarah ayat 202: Ketahuilah wahai manusia bahwasannya mereka yang meminta kebaikan dunia dan akhirat mereka layak diberikan balasan yang besar karena sebab amalan mereka yang sholeh.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Yakni pahala yang besar.

Dia akan menjumlahkan semua amal hamba-hamba-Nya dan memberikan balasan terhadapnya.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Baqarah Ayat 202

Mereka itulah yang memperoleh bagian dari apa yang telah mereka kerjakan dengan memperoleh kebaikan di dunia dan keselamatan di akhirat, dan Allah maha cepat perhitungan-Nya atas semua amal perbuatan manusia. Dan berzikirlah kepada Allah dengan membaca takbir sesudah salat lima waktu dan ketika melontar pada hari yang telah ditentukan jumlahnya, yaitu hari tasyriq, tanggal 11, 12, dan 13 zulhijah. Barang siapa mempercepat meninggalkan mina setelah dua hari, tanggal 11 dan 12 zulhijah, maka tidak ada dosa baginya. Dan barang siapa mengakhirkannya hingga tanggal 13 zulhijah, tidak ada dosa pula baginya, yakni bagi orang yang bertakwa, yaitu orang-orang menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya di dalam berhaji. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kamu akan dikumpulkan-Nya, yakni kamu semua akan dikumpulkan kepada-Nya kelak pada hari kiamat. Demikianlah, Allah menjelaskan tata cara yang benar dalam melaksanakan ibadah haji yang disyariatkan bagi orang-orang yang beriman.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Demikian beberapa penjelasan dari beragam ulama tafsir berkaitan makna dan arti surat Al-Baqarah ayat 202 (arab-latin dan artinya), moga-moga membawa faidah bagi kita semua. Bantulah syi'ar kami dengan mencantumkan link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Halaman Sering Dilihat

Kaji banyak konten yang sering dilihat, seperti surat/ayat: Al-Ikhlas, Al-Kautsar, Al-Kahfi, Al-Waqi’ah, Al-Baqarah, Do’a Sholat Dhuha. Juga Yasin, Asmaul Husna, Ar-Rahman, Ayat Kursi, Al-Mulk, Shad 54.

  1. Al-Ikhlas
  2. Al-Kautsar
  3. Al-Kahfi
  4. Al-Waqi’ah
  5. Al-Baqarah
  6. Do’a Sholat Dhuha
  7. Yasin
  8. Asmaul Husna
  9. Ar-Rahman
  10. Ayat Kursi
  11. Al-Mulk
  12. Shad 54

Pencarian: surah alaq, surat al haqqah, surah al insyirah ayat 8, surat al kafirun ayat 6, surat anbiya

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: