Surat Al-Baqarah Ayat 94

قُلْ إِن كَانَتْ لَكُمُ ٱلدَّارُ ٱلْءَاخِرَةُ عِندَ ٱللَّهِ خَالِصَةً مِّن دُونِ ٱلنَّاسِ فَتَمَنَّوُا۟ ٱلْمَوْتَ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

Arab-Latin: Qul ing kānat lakumud-dārul-ākhiratu 'indallāhi khāliṣatam min dụnin-nāsi fa tamannawul-mauta ing kuntum ṣādiqīn

Artinya: Katakanlah: "Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah kematian(mu), jika kamu memang benar.

« Al-Baqarah 93Al-Baqarah 95 »

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Hikmah Berharga Terkait Surat Al-Baqarah Ayat 94

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Baqarah Ayat 94 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada sekumpulan hikmah berharga dari ayat ini. Ada sekumpulan penjabaran dari berbagai mufassir terkait isi surat Al-Baqarah ayat 94, sebagiannya seperti terlampir:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Katakanlah -wahai rasul- kepada kaum Yahudi yang mengaku-ngaku bahwa surga hanya diperuntukkan untuk mereka secara khusus, lantaran persangkaan mereka bahwa mereka adalah orang-orang kekasih Allah tanpa ada orang lain yang menyertai mereka, dan bahwa sesungguhnya mereka adalah anak-anak dari kekasih-kekasih Allah, “apabila faktanya demikian maka mohonlah kematian agar menimpa orang-orang yang mendustakaan, baik dari kalian ataupun pihak lain. Bila kalian adalah orang-orang yang benar dengan  klaim kalian itu.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

94. Allah memerintahkan Rasulullah untuk membantah orang-orang Yahudi yang mengklaim bahwa surga hanya khusus bagi mereka. Hendaklah mereka mengharapkan kematian jika mereka benar dalam pengakuan mereka.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

94. Katakanlah -wahai Nabi-, “Jika kalian wahai orang-orang Yahudi- benar-benar memiliki surga di akhirat yang khusus diperuntukkan bagi kalian dan tidak boleh dimasuki oleh manusia lain, maka berharaplah untuk mati dan mintalah kematian itu agar kalian segera mendapatkan kedudukan tersebut, sehingga kalian bisa bebas dari beban masalah kehidupan dunia, jika pengakuan kalian tersebut memang benar.”


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

94. قُلْ إِنْ كَانَتْ لَكُمُ الدَّارُ الْآخِرَةُ (Katakanlah: “Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga))
Yakni mereka mengklaim kalua mereka akan masuk surga.

خَالِصَةً (dikhususkan (bagimu))
Dan tidak masuk surga kecuali mereka.

فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ (maka inginilah kematian(mu))
Yakni memerintahkan mereka agar mengharapkan kematian. Karena barangsiapa yang yakin bahwa dia termasuk ahli surga maka kematian akan lebih dia sukai daripada kehidupan.
Terdapat hadist marfu’ dari Ibnu Abbas yang dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan lainnya: andaisaja orang-orang Yahudi itu mengharapkan kematian niscaya mereka akan mati dan melihat tempat-tempat duduk mereka di neraka.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

Katakanlah kepada mereka wahai Nabi bahwa surga diperuntukkan bagimu, khusus kamu, bukan untuk semua manusia seperti yang kamu katakan. Maka, berharap-haraplah/persiapkanlah kematianmu agar engkau termasuk orang yang beruntung mendapatkan surga. Karena barangsiapa yang yakin bahwa dia termasuk penghuni surga, maka mati menjadi hal yang lebih dia cintai dari pada hidup: itu apabila iaman kalian benar-benar teguh. Adapun, sebab turunnya ayat ini seperti yang diriwayatkan oleh Imam Thabbrani dari Abu Aliyah berkata: Kaum Yahudi berkata: “Tidak akan masuk surga, kecuali orang-orang yang beragama Yahudi.” Maka turunlah ayat ini


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Katakanlah,“Jika negeri akhirat di sisi Allah khusus untuk kalian} khusus untuk kalian {bukan untuk orang lain, mintalah kematian jika kalian adalah orang-orang yang benar.”


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

94. maksudnya “Katakanlah” kepada mereka dalam bentuk membenarkan pengakuan mereka, “jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat itu,” maksudnya surga, “khusus untukmu di sisi Allah bukan untuk orang lain, ” sebagaimana yang kalian klaim bahwasanya tidaklah akan masuk surga kecuali orang Yahudi atau Nasrani, dan bahwasanya neraka tidaklah akan menyentuh mereka kecuali hanya dalam waktu yang dapat dihitung saja, maka bila kalian benar dalam pengakuan ini, ”maka inginilah kematian (mu).” Ini adalah sebuah bentuk mubahalah antara mereka dan Rosulullah Sholallohu 'alaihi wasallam, dan tidak ada lagi setelah itu pemaksaan dan tekanan bagi mereka setelah kedurhakaan mereka kecuali salah satu dari dua perkara :
pertama mereka beriman kepada Allah dan RosulNya,
atau kedua, bermubahalah dengan sesuatu yang mereka jadikan sebagai pedoman untuk dipertaruhkan dengan perkara yang ringan yaitu keinginan untuk mati yang akan menyampaikan mereka kepada negeri yang khusus bagi mereka tersebut.
Namun mereka menolak hal tersebut, sehingga setiap orang dapat mengetahui bahwa mereka itu hakikatnya benar-benar dalam kondisi durhaka dan menentang Allah dan RosulNya padahal mereka mengetahui hal tersebut. Oleh karena itu Allah berfirman,


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Allah SWT berfirman kepada nabiNya Muhammad SAW, (Katakanlah: "Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah kematian(mu), jika kamu memang benar (94)) maknanya adalah ajukanlah permohonan untuk mati kepada salah satu dari dua kelompok yang paling berdusta, maka mereka menolak tawaran ini dari Rasulullah SAW.
(Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri), dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang aniaya (95)) maknanya yaitu karena pengetahuan mereka tentang apa yang ada pada mereka berupa pengetahuan tentang dirimu, dan mereka mengingkari hal tersebut. Jika mereka menginginkan kematian itu, pada hari ketika dikemukakan kepada mereka tentang itu, hampir tidak akan ada seorang pun dari kalangan Yahudi yang tersisa hidup di muka bumi.
Ibnu Abbas berkata, “Jika orang Yahudi berharap mati, mereka akan mati”
Penjelasan yang serupa dengan ayat ini adalah firman Allah SWT dalam Surah Al-Jumu'ah: (Katakanlah: "Hai orang-orang yang menganut agama Yahudi, jika kamu mendakwakan bahwa sesungguhnya kamu sajalah kekasih Allah bukan manusia-manusia yang lain, maka harapkanlah kematianmu, jika kamu adalah orang-orang yang benar" (6) Mereka tiada akan mengharapkan kematian itu selama-lamanya disebabkan kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang zalim (7) Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan" (8)) (Surah Al-Jumu’ah)
Mereka itu menganggap bahwa mereka adalah anak-anak Allah dan orang-orang yang dikasihiNya. Mereka berkata bahwa tidak ada yang masuk surga kecuali orang-orang Yahudi atau Nasrani. Mereka menantang untuk melakukan mubahalahdan berdoa untuk melaknat dua kelompok yang paling dusta di antara mereka atau orang-orang muslim. Ketika mereka mundur dari hal itu, dapat diketahui bahwa mereka mereka adalah orang-orang yang zalim, karena mereka memutuskan sesuatu yang telah mereka tetapkan, maka mereka akan maju terlebih dahulu, dan ketika mereka mundur, maka telah diketahui kebohongan mereka. Hal ini sebagaimana ketika Rasulullah SAW mengajak delegasi Najran dari orang-orang Nasrani untuk melakukan mubahalah setelah memberikan hujjah kepada mereka dalam suatu perdebatan, Lalu Allah SWT berfirman ((Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): "Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta (61)) (Surah Ali Imran)), Ketika mereka melihat hal itu, sebagian mereka kepada yang lainnya,”Jika kalian melakukan mubahalah dengan nabi ini, maka tidak ada yang tersisa dari kalian dalam sekejap mata”. Lalu mereka menolak tawaran ini untuk keselamatan (mereka) dan membayar jizyah dalam keadaan mereka masih muda. Lalu Rasulullah SAW menentukan hal itu atas mereka dan mengutus Abu Ubaidah bin Al-Jarrah sebagai orang yang terpercaya
Yang mirip dengan makna ini, atau mendekatinya, yaitu firman Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW agar mengatakan kepada orang-orang musyrik: (Katakanlah: "Barang siapa yang berada di dalam kesesatan, maka biarlah Tuhan yang Maha Pemurah memperpanjang tempo baginya) (Surah Maryam: 75) yaitu siapa saja di antara kita yang berada dalam kesesatan, baik dari kalangan kami sendiri maupun dari kalangan kalian, maka Allah akan menambahkan kepadanya sesuatu yang ada pada dirinya, dan Allah akan memperpanjang umurnya serta menghukumnya secara perlahan.
Kemudian, orang-orang Yahudi menolak untuk menjawab hal ini karena mereka tahu bahwa jika mereka meminta kematian, maka mereka akan hancur dan kehidupan dunia mereka akan berakhir, dan mereka akan menderita kehinaan yang kekal di akhirat, hal yang sama juga dilakukan oleh sebagian besar kaum Nasrani.
Oleh karena itu, Allah SWT berfirman: (Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri), dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang aniaya (95) Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling rakus kepada kehidupan (di dunia)) maknanya yaitu mereka adalah makhluk yang paling berhasrat untuk berumur panjang, ketika mereka mengetahui melihat harta mereka yang buruk yang konsekuensinya akan merugikan mereka di hadapan Allah. Karena dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir. Mereka berkeinginan agar mereka dapat masuk akhirat terakhir bagaimanapun itu, dan apa yang mereka hindari itu pasti akan menimpa mereka, sehingga mereka akan menjadi orang musyrik paling rakus yang tidak memiliki pedoman kitab apapun
Ini merupakan bentuk ‘athf khas ‘alal ‘am (menghubungkan sesuatu yang khusus pada sesuatu yang lebih umum).
(Masing-masing mereka ingin) yaitu ada orang Yahudi yang mengharapkan sesuatu sebagaimana yang ditunjukkan dalam konteks ayat tersebut.
Abu Al-'Aliyah berkata: Salah seorang dari mereka mengharapkan, yaitu salah satu orang Majusi, hal ini merujuk kepada yang sebelumnya
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas berkata: (Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun) dia berkata bahwa itu seperti ungkapan orang Persia,” Zah hazar sal” yang berarti sepuluh ribu tahun
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas (padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa) maknanya adalah hal itu tidak membantunya dari azab, dan orang musyrik itu tidak mengharapkan kebangkitan setelah kematian, sehingga dia ingin umur panjang, dan orang Yahudi telah mengetahui tentang apa yang dia dapat di akhirat berupa kehinaan karena menghilangkan pengetahuan yang ada pada kitab mereka.
(Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan) Maknanya yaitu Maha Memberitahu dan Maha Melihat apa yang dilakukan oleh hamba-hambaNya baik kebaikan maupun keburukan, dan akan membalas setiap orang yang melakukan perbuatan sesuai dengan perbuatannya


📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi

Makna kata :
{ ٱلدَّارُ ٱلۡأٓخِرَةُ } ad-Daarul aakhirah : Yang dimaksud dengan negeri akhirat adalah kenikmatan surga dan seluruh hal yang dijanjikan oleh Allah kepada para wali-Nya
{ خَالِصَةٗ } Khaalishah : Khusus, tidak ada yang bisa memasukinya selain kalian.
{ تَمَنَّوُاْ ٱلۡمَوۡتَ } Tamannaul maut : Berharaplah kematian dalam diri kalian dan mintalah dengan lisan-lisan kalian, karena orang yang mendapat kenikmatan di surga tidak akan nyaman untuk tetap hidup di dunia.
{ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ } In kuntum shaadiqin : Jika kalian jujur dalam pengakuan kalian bahwa kenikmatan surga hanya khusus untuk kalian, tidak didapatkan oleh orang selain kalian.

Makna ayat :
Ayat-ayat ini masih mengisahkan tentang bantahan atas argumen-argumen lemah yang dimiliiki oleh orang-orang Yahudi.
Pada ayat 94 Allah Ta’ala memerintahkan rasulNya untuk menantang orang Yahudi dengan perkataan,”Jika benar negeri Akhirat itu khusus untuk kalian, tidak ada yang memasukinya selain kalian, maka berharaplah kematian agar kalian lekas masuk surga. Sehingga kalian bisa bebas beristirahat dari penatnya dunia dan sulitnya mencari penghidupan. Jika kalian tidak berharap maka jelaslah kebohongan kalian dan telah tetap kekufuran kalian, dan kalian termasuk penghuni neraka.” Sungguh, mereka tidak pernah berharap kematian. Seandainya benar mereka mengharapkannya tentu matilah mereka semuanya.

Pelajaran dari ayat :
• Benarnya agama Islam, dan kebatilan agama Yahudi. Hal ini terbukti dengan kekalahan mereka dalam Mubahalah (sumpah mati) yang dilakukan.
• Seorang mukmin yang shalih akan memilih kematian dibandingkan kehidupan dunia karena mengharapkan kebahagian dan ketenangan setelah kematian.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-Baqarah ayat 94: 94-95. Allah memerintahkan nabi nya : jika surga murni bagi kalian tidak bagi manusia yang lain, maka berharaplah untuk mati, untuk memasukinya jika kalian memang termasuk orang – orang dalam dakwah kalian, akan tetapi Allah menjelaskan bahwasannya mereka tidak akan berharap kematian selamanya karena sebab perbuatan-perbuatan mereka yang buruk dan seruan mereka yang dusta.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Yakni surga.

Hal ini karena anggapan bahwa mereka adalah para wali Allah, merekalah yang akan masuk surga dan bahwa mereka tidak akan disentuh api neraka kecuali beberapa hari saja.

Maksudnya: mintalah agar kamu dimatikan sekarang juga.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Baqarah Ayat 94

Selain kedurhakaan-kedurhakaan itu, mereka juga selalu menganggap diri sebagai bangsa pilihan tuhan, meyakini tidak akan masuk neraka kecuali sebentar, dan mengklaim surga sebagai tempat yang Allah khususkan bagi mereka. Untuk membuktikan kebenaran ucapan mereka, katakanlah, wahai nabi Muhammad, jika kenikmatan negeri akhirat di sisi Allah kamu anggap khusus untukmu saja, bukan untuk orang lain, maka mintalah kematian. Itu karena semakin percaya seseorang terhadap indah dan nikmatnya sesuatu, semakin besar pula keinginannya untuk cepat-cepat menemui sesuatu tersebut. Karena keinginan mati dapat menjadi bukti hubungan baik kamu dengan Allah, maka kamu pasti ingin segera mati dan menemuinya. Mintalah kematian jika kamu orang yang benar dalam perkataanmu bahwa kenikmatan akhirat hanya untuk kamu. Tetapi, mendapat tantangan seperti itu, ternyata tidak seorang pun bersedia cepat mati. Mere ka sekali-kali tidak akan mengingin kan kematian itu sama sekali, bahkan mereka ingin hidup di dunia selamalamanya walau dalam bentuk kehidupan yang sederhana. Keinginan ini karena disebabkan oleh dosa-dosa yang telah dilakukan tangan mereka sendiri berupa kezaliman dan kemaksiatan. Dan Allah maha mengetahui orang-orang zalim.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Itulah aneka ragam penjabaran dari kalangan mufassirin mengenai makna dan arti surat Al-Baqarah ayat 94 (arab-latin dan artinya), semoga membawa faidah untuk kita. Bantulah kemajuan kami dengan memberi link ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Halaman Cukup Sering Dikaji

Baca banyak konten yang cukup sering dikaji, seperti surat/ayat: Al-Ma’idah 32, Dua (2) Terakhir al-Baqarah, An-Naas, Al-Fatihah 6, Al-Lail, Yasin 9. Serta Al-Baqarah 285-286, Al-Hujurat 10, At-Taubah 40, Maryam, ‘Abasa, Luqman 13.

  1. Al-Ma’idah 32
  2. Dua (2) Terakhir al-Baqarah
  3. An-Naas
  4. Al-Fatihah 6
  5. Al-Lail
  6. Yasin 9
  7. Al-Baqarah 285-286
  8. Al-Hujurat 10
  9. At-Taubah 40
  10. Maryam
  11. ‘Abasa
  12. Luqman 13

Pencarian: an nisa 93, surah baqarah, surat almaun dan artinya, surat ke 59, quu anfusakum

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: