Surat Al-Baqarah Ayat 86

أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ ٱشْتَرَوُا۟ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا بِٱلْءَاخِرَةِ ۖ فَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ ٱلْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنصَرُونَ

Arab-Latin: Ulā`ikallażīnasytarawul-ḥayātad-dun-yā bil-ākhirati fa lā yukhaffafu 'an-humul-'ażābu wa lā hum yunṣarụn

Artinya: Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong.

« Al-Baqarah 85Al-Baqarah 87 »

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Hikmah Berharga Terkait Surat Al-Baqarah Ayat 86

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Baqarah Ayat 86 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada sekumpulan hikmah berharga dari ayat ini. Diketemukan sekumpulan penafsiran dari berbagai mufassirun berkaitan makna surat Al-Baqarah ayat 86, misalnya sebagaimana berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Mereka itu adalah orang-orang yang lebih mengutamakan kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat. Marca tidak akan  diringankan siksa dari mereka, dan mereka tidak mempunyai penolong yang dapat menolong mereka dari siksaan Allah.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

86. Orang-orang Yahudi yang jauh dari kebenaran yang lebih memilih kehidupan dunia yang fana daripada kenikmatan akhirat yang kekal tidak akan dapat terbebas dari azab neraka jahannam, dan mereka tidak akan memiliki penolong yang dapat menolong mereka.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

86. Mereka itulah orang-orang yang menukar kebahagiaan hidup di akhirat dengan kesenangan hidup di dunia, karena mereka lebih mementingkan kehidupan yang sementara dibanding kehidupan yang kekal. Dan ketika itu mereka tidak memiliki penolong yang bisa menolong mereka.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

86. أُولَٰئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآخِرَةِ (Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat)
Yakni lebih mencintai dunia yang sedikit daripada akhirat yang begitu banyak.

فَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ (maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong)
Yakni tidak mendapatkan seorangpun yang menolong dan menyelamatkan mereka dari azab Allah.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

Merekalah kaum Yahudi yang lebih mencintai dunia yang sedikit dengan mengorbankan akhirat yang banyak. Mereka menjual nikmat akhirat yang kekal dengan permainan dunia yang fana. Maka dari itu, azab bagi mereka pada hari kiamat tidak akan diringankan, dan tidak ada satupun yang bisa menahan azab mereka


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Mereka itulah orang-orang yang membeli} menukar {kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat. Maka tidak akan diringankan azab mereka dan mereka itu tidak akan ditolong


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

86. “Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat. Mereka mengira bahwasanya mereka itu bila tidak membantu sekutu-sekutu mereka, niscaya mereka akan mendapatkan aib yang besar, maka mereka lebih memilih neraka daripada aib semata. Oleh karena itu Allah berfirman, “Maka tidak akan diringankan siksa mereka, ” bahkan dia kekal dalam kerasnya siksaan dan mereka sama sekali tidak mempunyai waktu istirahat, “dan mereka tidak akan ditolong, ” maksudnya tidak ada yang akan menjauhkan hal-hal yang tidak disukai dari mereka.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Allah SWT berfirman dengan mencela orang-orang Yahudi yang hidup pada masa Rasulullah SAW di Madinah karena tidak membantunya dalam pertempuran dengan suku Aus dan Khazraj. Suku Aus dan Khazraj (mereka merupakan kaum Ansar), sebelumnya adalah penyembah berhala pada masa jahiliyah. Terjadi banyak peperangan di antara mereka, dan kaum Yahudi Madinah terbagi menjadi tiga suku: Bani Qaynuqa', Bani Nadir yang merupakan sekutu suku Khazraj, dan Bani Quraizaha yang merupakan sekutu suku Aus. Ketika perang pecah di antara mereka, masing-masing pihak berjuang bersama sekutu. Orang Yahudi membunuh musuh-musuhnya, dan orang Yahudi lainnya membunuh kelompok (Yahudi) lainnya. Sedangkan hakl ini diharamkan dalam agama mereka dan bertentangan dengan ajaran kitab mereka. Mereka akan mengusir musuh-musuhnya dari rumah mereka, merampas perabotan, barang-barang, dan harta benda mereka. Setelah perang berakhir, mereka akan membebaskan tawanan dari pihak yang kalah sesuai dengan hukum Taurat. Karena itu, Allah SWT berfirman: (Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain?) (Surah Al-Baqarah: 85). Karena itu Allah SWT berfirman: (Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (yaitu): kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu) maknanya yaitu Janganlah kalian akan membunuh sesama, mengusirnya dari rumahnya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu) (Surah Al-Baqarah: 54) itu adalah perumpamaan dari satu kecenderungan yang tinggal di satu tubuh, Sebagaimana nabi Muhammad SAW bersabda Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya.
Firman Allah SWT: (kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya) maknanya yaitu kalian berikrar bahwa kalian telah mengetahui dan membenarkan perjanjian ini, dan kalian menyaksikannya
Tentang (kemudian kalian ini) adalah penilaian, kemudian kalian ini, hai mereka, dan melarang banyak ahli tata bahasa menghapus huruf panggilan dengan kata tunjuk, dan sebagian mereka membolehkannya, yang mana jelas di awal. Dari Ibnu Abbas: '(Kemudian kalian ini membunuh diri kalian sendiri dan mengusir sebagian dari kalian dari tempat tinggal mereka)' ayat; Dia mengingatkan mereka tentang perbuatan mereka, dan Dia telah mengharamkan mereka dalam Taurat untuk menumpahkan darah mereka dan Dia mewajibkan pembayaran uang tebusan budak mereka; maka mereka terbagi menjadi dua kelompok, sebagian dari mereka adalah kelompok Bani Qaynuqa' yang merupakan sekutu Khazraj dan Nadhir; dan kelompok Quraizhah yang merupakan sekutu Aus; sehingga jika terjadi perang antara Aus dan Khazraj, Bani Qaynuqa' berperang bersama Khazraj dan Nadhir serta Quraizhah berperang bersama Aus; setiap kelompok mendukung sekutunya terhadap saudara-saudaranya, sehingga mereka mencurahkan darah mereka sendiri di antara mereka dan dengan tangan mereka sendiri sesuai dengan Taurat, di dalamnya mereka mengetahui hak dan kewajiban mereka, serta Aus dan Khazraj adalah kaum musyrik yang menyembah berhala, mereka tidak mengetahui surga atau neraka, kebangkitan atau hari kiamat, kitab atau yang halal, maupun yang haram; ketika perang telah berakhir, mereka menebus budak-budak mereka, sesuai dengan apa yang ada dalam Taurat, dan mereka saling merampas antara satu sama lain, Bani Qaynuqa' menebus budak mereka yang ada di tangan Aus, dan Quraizhah menebus kerugian mereka yang ada di tangan Khazraj, dan mereka mencari darah mereka yang telah mereka tumpahkan, serta para korban yang mereka bunuh di antara mereka, sebagai perwujudan bagi kaum musyrik atas mereka, Allah Yang Maha Tinggi berfirman ketika Dia mengingatkan mereka tentang hal itu: '(Maka apakah kalian beriman kepada sebagian Kitab dan mengingkari sebagian yang lain)' ; yaitu, kalian menghindari mereka berdasarkan hukum Taurat dan membunuh mereka, padahal dalam hukum Taurat, tidak diperbolehkan membunuh atau mengusir seseorang dari rumahnya, serta tidak boleh memperlihatkan diri kepada mereka yang menyekutukan Allah dan menyembah berhala selain-Nya, semata-mata untuk tujuan mendapatkan kehormatan duniawi?
Dari Abu al-'Aaliyah: Bahwa Abdullah bin Salam melewati kepala Jalut di Kufah sambil berupaya melindungi wanita-wanita yang belum dicemari oleh orang Arab dan tidak berupaya melindungi yang telah dicemari oleh orang Arab. Maka Abdullah bin Salam berkata, "Sesungguhnya hal ini tertulis di dalam kitabmu bahwa semua dari mereka harus dilindungi."
Dengan yang telah diarahkan oleh ayat yang mulia ini, serta konteks ini mengecam orang Yahudi karena melanggar perintah dalam Taurat yang mereka yakini keabsahannya, dan melanggar hukum agama mereka dengan kesadaran tentangnya, dan mengakui keabsahannya. Oleh karena itu, mereka tidak akan dipercayai dalam hal itu atau dalam menyampaikannya. Mereka juga tidak akan diyakini dalam hal-hal yang mereka rahasiakan mengenai sifat Rasulullah ﷺ, penjelasan mengenai dia, peristiwa kenabian, hijrahnya, dan selainnya yang menjadi urusan Nabi-nabi sebelumnya, salam dan salawat atas mereka. Orang Yahudi menyembunyikan hal-hal ini di antara mereka. Oleh karena itu, Allah berfirman: "(Maka bagaimana balasan orang yang berbuat demikian di antara kamu, kecuali kehinaan dalam kehidupan dunia?)" – yaitu, karena melanggar perintah dan perintah Allah; "(Dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada azab yang paling keras)" sebagai balasan atas penyembunyian mereka dari kitab Allah yang ada di tangan mereka. "(Dan Allah tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.)" Mereka adalah orang-orang yang menukarkan kehidupan dunia dengan akhirat, yaitu, mereka lebih mengutamakan kehidupan dunia dan memilihnya. "(Maka tidaklah dikurangi dari mereka azab itu) – yaitu, azab tidak akan berkurang dari mereka meski hanya sekejap pun – (dan tidaklah mereka diberi pertolongan)" – yaitu, mereka tidak akan mendapatkan penolong yang dapat menyelamatkan mereka dari azab yang abadi dan berkelanjutan, serta tidak akan membela mereka dari hal tersebut


📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi

Makna ayat :
Pada ayat 86 Allah Ta’ala mengabarkan bahwa mereka orang-orang Yahudi dengan perbuatannya itu sama saja membeli kehidupan dunia dengan akhiratnya , maka balasan perbuatannya adalah adzab akhirat yang tidak ada keringanan maupun penolong bagi mereka.

Pelajaran dari ayat :
• Kufurnya orang yang tidak mau menegakkan agama Allah karena berpaling dan tidak mempedulikannya.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-Baqarah ayat 86: Kemudian Allah mengabarkan bahwasannya mereka yang kafir dari bani israil dan selainnya dimana mereka lebih menjumpai kehidupan dunia atas akhirat maka mereka tidakan akan takut dengan azab, dan tidaklah mereka akan mendapatkan pertolongan yang menolong mereka dari azab Allah di hari kiamat.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Yakni mengedepankan dunia di atas akhirat. Inilah sebab mereka memperoleh kenistaan dan kehinaan serta azab pada hari kiamat.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Baqarah Ayat 86

Mereka melanggar perjanjian, memutarbalikkan ayat-ayat Allah, mengimani sebagian isi kitab suci dan mengingkari sebagian lainnya karena mereka itulah orang-orang yang membeli kehidupan yang fana di dunia dengan kehidupan yang kekal di akhirat, yakni mereka teperdaya oleh gemerlap duniawi serta kesenangan hidup sementara, dan berusaha dengan berba gai cara, meskipun dengan melanggar norma, untuk memilikinya. Siksa yang mere ka dapat kan di dunia tidak berarti akan meringankan azab mereka di akhirat. Sama sekali tidak! maka tidak akan diringankan azabnya, karena siksa akhirat tidak dapat diringankan, dan mereka tidak akan ditolong oleh siapa pun, termasuk oleh diri mereka sendiri. Berikut ini masih merupakan uraian tentang pelanggaran-pelanggaran bani israil. Dan sungguh, kami telah memberikan kitab taurat kepada musa agar dengan membacanya, kamu selalu ingat kandungan perjanjian itu, namun kamu tetap saja melupakannya. Tidak saja menganugerahkan taurat, kami juga telah susulkan berturut-turut setelahnya, yakni sepeninggal nabi musa, dengan rasul-rasul yang silih berganti datang memperingatkan kamu dan memperbarui tuntunan agar selalu sesuai dengan perkembangan masyarakat seperti nabi daud, sulaiman, hingga yahya. Dan kami berikan kepada isa putra maryam penjelasan-penjelasan, yakni bukti-bukti kebenaran yang sangat jelas seperti kemampuannya'atas izin Allah'mengembalikan penglihatan orang buta, menyembuhkan berbagai penyakit, menghidupkan orang mati, dan mengungkap berita-berita gaib, serta kami perkuat dia dengan rohulkudus, yaitu malaikat jibril, yang datang dengan wahyu-wahyu ilahi berupa kitab injil. Karena sikap mereka terhadap para nabi dan rasul sangat tidak wajar, maka mereka dikecam dalam bentuk pertanyaan: mengapa setiap rasul yang datang kepadamu yang diutus Allah membawa sesuatu pelajaran yang tidak kamu inginkan, kamu menyombongkan diri dengan sangat angkuh, lalu sebagian kamu dustakan, seperti nabi isa dan nabi Muhammad, dan sebagian kamu bunuh, seperti nabi zakaria dan nabi yahya, dan sebagian yang lain hendak kalian bunuh, seperti nabi Muhammad' terbayang betapa licik orang-orang yahudi bani israil yang diceritakan sifat-sifatnya dalam ayat-ayat di atas. Banyak dalih yang mereka kemukakan, banyak juga kalimat bodoh yang mereka ucapkan. Dari situ dapat ditarik pelajaran bahwa kecerdasan akal seseorang tidak selalu menuntunnya kepada perilaku yang baik, terutama bila kecerdasan itu tidak disertai kemantapan iman.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Demikianlah berbagai penjabaran dari banyak ulama mengenai kandungan dan arti surat Al-Baqarah ayat 86 (arab-latin dan artinya), moga-moga membawa faidah untuk kita bersama. Dukung usaha kami dengan memberikan tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Artikel Cukup Banyak Dikaji

Ada ratusan topik yang cukup banyak dikaji, seperti surat/ayat: An-Naas, ‘Abasa, Yasin 9, Al-Lail, Al-Fatihah 6, Al-Baqarah 285-286. Ada pula Luqman 13, Al-Ma’idah 32, Maryam, Al-Hujurat 10, Dua (2) Terakhir al-Baqarah, At-Taubah 40.

  1. An-Naas
  2. ‘Abasa
  3. Yasin 9
  4. Al-Lail
  5. Al-Fatihah 6
  6. Al-Baqarah 285-286
  7. Luqman 13
  8. Al-Ma’idah 32
  9. Maryam
  10. Al-Hujurat 10
  11. Dua (2) Terakhir al-Baqarah
  12. At-Taubah 40

Pencarian: surah alimron, hadist fitnah, terjemahan an nas, ayat untuk menenangkan hati, al maidah ayat 57

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: