Quran Surat Al-Baqarah Ayat 72

وَإِذْ قَتَلْتُمْ نَفْسًا فَٱدَّٰرَْٰٔتُمْ فِيهَا ۖ وَٱللَّهُ مُخْرِجٌ مَّا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ

Arab-Latin: Wa iż qataltum nafsan faddāra'tum fīhā, wallāhu mukhrijum mā kuntum taktumụn

Terjemah Arti: Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan.

Tafsir Quran Surat Al-Baqarah Ayat 72

Dan ingatlah ketika Kalian membunuh satu jiwa lalu kalian berselisih tentang urusan itu. Masing-masing dari kalian menolak tuduhan pembunuhan dari dirinya. Dan Allah mengungkapkan rahasia yang kalian sembunyikan tentang pembunuhan korban itu.

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

72. Dan ingatlah ketika kalian membunuh salah seorang di antara kalian, lalu kalian semua cuci tangan. Masing-masing membela diri dari tuduhan pembunuhan dan melemparkan tuduhan kepada orang lain. Kemudian kalian saling bertengkar. Dan Allah mengungkap kasus pembunuhan yang kalian sembunyikan itu, yaitu pembunuhan terhadap orang yang tidak bersalah.

📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

72. Dan ingatlah ketika seseorang dari kalian membunuh seorang lelaki, kemudian kalian saling berselisih tentang siapa pembunuhnya? Dan Allah kemudian menyingkap rahasia yang kalian sembunyikan mengenai si pembunuh.

📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

72. وَإِذْ قَتَلْتُمْ نَفْسًا فَادَّارَأْتُمْ فِيهَا ۖ (Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh menuduh tentang itu)
Yakni kalian saling bertengkar dan berselisih, setiap kalian membela diri kalian dan menuduh orang lain yang melakukan pembunuhan.

مُخْرِجٌ (menyingkap)
Yakni menyingkap apa yang kalian sembunyikan diantara kalian dalam masalah orang yang membunuh.

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

Ingatlah ketika sebagian kalian membunuh orang, kalian saling memperdebatkan dan bertengkar tentang siapa pembunuhnya. Lalu Allah menampakkan apa yang kalian tutupi tentang perkara pembunuhan itu agar tersembunyi dari hakim

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

Kemudian Allah menjelaskan pada suatu hari yang mereka bani israil membunuh seseorang yang terjaga dan berselisih mereka siapa yang membunuh seseorang tersebut, atas setiap mereka membentengi diri mereka dari tuduhan membunuh, akan tetapi Allah akan menyingkap apa yang mereka sembunyikan dari urusan siapa yang menjadi pembunuh.

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

72-73. Dan ketika mereka menyembelihnya, kami berkata kepada mereka; pukullah yang terbunuh itu dengan sebagian dari sembelihan tersebut, maksudnya dengan salah satu organ tubuhnya, organ tertentu ataupun organ mana saja darinya, karena dalam penentuannya juga tidak ada gunanya. Lalu mereka memukulnya dengan sebagiannya kemudian Allah menghidupkannya kembali, dan mengemukakan apa yang mereka sembunyikan, lalu Allah mengabarkan tentang pelaku pembunuhan, dan dalam tindakan Allah menghidupkannya –sedang mereka menyaksikan- adalah suatu dalil bahwa Allah itu menghidupkan yang mati agar kalian berpikir hingga kalian menghindari segala yang memudaratkan diri kalian.

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Makna kata :
{ نَفۡسٗا } nafsan : Nyawa lelaki yang dibunuh oleh ahli warisnya karena tergesa-gesa ingin mendapat bagian harta warisannya
{ فَٱدَّٰرَٰٔتُمۡ فِيهَاۖ } faddara’tum fiihaa : Kalian saling berselisih atas pembunuhan itu, setiap kabilah menuduh kabilah lain yang membunuhnya.
{ مَّا تَكۡتُمُونَ } Maa taktumuuna : Apa yang kalian sembunyikan terkait identitas pembunuhnya. Kalian menutupinya agar terhindar dari hukuman dan rasa malu bagi kabilahnya.

Makna ayat :
Allah Ta’ala berfirman kepada orang-orang Yahudi seraya mencela mereka,”Ingatlah ketika seorang pendahulu kalian membunuh kerabatnya agar segera memperoleh warisannya, kemudian setiap kelompok berselisih mengenai pembunuhan itu dan tidak mau mengakui pembunuhnya berasal dari kelompoknya sendiri. Padahal Allah Ta’ala pasti akan menyingkap apa yang kalian sembunyikan untuk tegaknya keadilan serta mempermalukan kelompok yang tersangkut dengan kasus tersebut.

Pelajaran dari ayat :
• Kebenaran kenabian Muhammad sang Rasul serta pengukuhannya di depan orang-orang Yahudi dengan menceritakan kisah tentang generasi pendahulu mereka, yang mana kisah ini tidak diketahui oleh selain orang Yahudi. Hal itu sebagai penegakan hujjah atas orang-orang Yahudi.
• Tersingkapnya watak asli orang-orang Yahudi dimana mereka itu mewariskan watak jahat, senang berbuat curang, dan berkhianat.

📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi

Latar belakang dari perintah penyembelihan sapi ini adalah terbunuhnya seorang tua yang kaya di kalangan bani israil yang belum terungkap pelakunya. Karena permohonan yang diajukan, maka Allah mengingatkan mereka dengan mengatakan dan ingatlah ketika salah seorang dari kamu membunuh seseorang yang tidak bersalah, lalu kamu tuduh-menuduh tentang peristiwa misterius itu. Akan tetapi, Allah dengan kehendak-Nya kemudian menyingkapkan apa yang kamu sembunyikan. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Allah itu maha mengetahui apa saja yang tampak jelas atau yang disembunyikan. Sesudah sapi yang ditetapkan itu disembelih, lalu kami berfirman, pukullah mayat itu dengan bagian dari potongan atau daging sapi itu! dengan izin-Nya hiduplah orang yang sudah terbunuh itu. Demikianlah Allah memperlihatkan kekuasaan-Nya dengan menghidupkan kembali orang yang telah mati untuk mengungkap pelaku pembunuhan, dan dia dengan peristiwa ini memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kekuasaannya agar kamu mengerti dan percaya akan adanya hari kebangkitan yang pasti akan terjadi kelak.

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Terkait: « | »

Kategori: 002. Al-Baqarah