Quran Surat Al-Baqarah Ayat 70

قَالُوا۟ ٱدْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَا هِىَ إِنَّ ٱلْبَقَرَ تَشَٰبَهَ عَلَيْنَا وَإِنَّآ إِن شَآءَ ٱللَّهُ لَمُهْتَدُونَ

Arab-Latin: Qālud'u lanā rabbaka yubayyil lanā mā hiya innal-baqara tasyābaha 'alainā, wa innā in syā`allāhu lamuhtadụn

Terjemah Arti: Mereka berkata: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami dan sesungguhnya kami insya Allah akan mendapat petunjuk (untuk memperoleh sapi itu)".

Tafsir Quran Surat Al-Baqarah Ayat 70

Bani Israil berkata kepada Musa Alaihissalam “mohonlah kepada Tuhanmu untuk menjelaskan kepada kami sifat-sifat lain selain sifat sebelumnya, karena sapi -yang memiliki sifat-sifat seperti itu- banyak sehingga menjadi tidak jelas bagi kami, mana yang harus kamu pilih? Dan  Sesungguhnya kami -insya Allah- akan memperoleh petunjuk untuk mendapatkan sapi yang diperintahkan untuk di sembelih itu.

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

70. Kemudian mereka meneruskan keangkuhan mereka dengan mengatakan, “Mohonkanlah kepada Rabbmu agar Dia menjelaskan lebih jauh kepada kami tentang ciri-ciri sapi betina itu.” Mereka beralasan bahwa sapi yang memiliki ciri-ciri seperti itu banyak sekali sehingga mereka tidak bisa menentukan sapi mana yang akan mereka sembelih. Mereka menegaskan bahwa insyā Allah mereka akan menemukan sapi betina yang harus mereka sembelih.

📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

70. Mereka terus berkeras kepala dan meminta musa untuk memohon kepada Allah agar menjelaskan ciri-ciri lain dari sapi betina itu karena mereka masih bingung dengan sapi yang dimaksud, dan mereka berharap mendapat petunjuk untuk mengetahui sapi betina itu dengan kehendak Allah.

📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

70. (setelah penjelasan sifat sapi ini) mereka tidak berhenti dari sifat buruk mereka, akan tetapi malah mengulangi kebebalan mereka dengan berkata:
ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَنَا مَا هِيَ إِنَّ الْبَقَرَ تَشَابَهَ عَلَيْنَا
Yakni mereka masih merasa sapi itu belum jelas karena banyak sekali sapi yang memiliki sifat pertengahan tidak muda ataupun tua dan berwarna kuning terang, sehingga tidak bisa mengetahui sapi mana yang diinginkan oleh Allah.

وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ لَمُهْتَدُونَ
Yakni jika Allah menjelaskan kepada kita lagi.

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

Mereka berkata untuk kesekian kalinya kepada Musa: “Memohonlah kepada Tuhanmu untuk menjelaskan kepada kami tentang kondisi sapi betina ini! Apakah digunakan untuk di sawah atau pekerjaan lainnya? Karena jenis sapi berwarna kuning dan berumur pertengahan menurut kami saling menyerupai (satu sama lain) karena jumlah mereka sangat banyak. Jadi kami tidak mengetahui mana yang dikehendaki Allah. Kami akan mendapatkan petunjuk dengan kehendakNya terkait sapi yang dikehendakiNya, jika engkau memberitahu kami”

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

Kemudian berkata bani israil : Wahai Musa mintakan kepada RabbMu bagi kami untuk menjelaskan kepada kami jenis dari sapi betina ini; karena sebab sapi betina itu banyak, dan sungguh tersamarkan bagi kami atas apa engkau inginkan, dan sesungguhnya kami insya’allah akan tertunduki kepada apa yang engkau inginkan dan kami akan menyembelih.

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

70. “Mereka berkata, ’mohonkanlah kepada tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sapi itu (masih) samar bagi kami’.” Artinya , kami belum paham apa yang kamu inginkan, “dan sesungguhnya kami insya Allah akan mendapat petunjuk (untuk memperoleh sapi itu).”

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Makna ayat :
Terus saja mereka bertanya dan mendesak Nabi Musa tentang kriteria sapi betina yang dijadikan syarat, sampai-sampai Allah Ta’ala memberikan perintah yang berat untuk mereka, hampir saja mereka tidak bisa merealisasikan persyaratan yang diminta.

Pelajaran dari ayat :
• Penjelasan mengenai manfaat mengucapkan istisna’ (InsyaAllah), karena andai saja orang-orang Yahudi itu tidak mengucapkan “Insyaa’ Allah Lamuhtadun”, niscaya mereka belum mendapatkan kejelasan tentang sapi yang dipersyaratkan kepada mereka.

📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi

Ketidakpuasan mereka atas jawaban nabi musa diungkapkan dengan berkata, mohonkanlah kepada tuhanmu untuk kami keterangan lebih lengkap agar dia menjelaskan kepada kami secara lebih detail tentang keadaan sapi betina itu. Yang sedemikian ini karena sesungguhnya sapi itu masih juga belum begitu jelas bagi kami, dan jika Allah menghendaki dan berkenan memberikan keterangan selengkapnya, niscaya kami mendapat petunjuk tentang sapi itu, sehingga kami dapat menemukannya dan melaksanakan perintah dengan tepat seperti yang dijelaskan. Karena permintaan-permintaan itu, kemudian nabi musa memohon kepada Allah agar diberi keterangan lanjutan. Dan dia, musa, kemudian menjawab, dia berfirman dan menerangkan bahwa sapi itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula pernah dipergunakan mengangkut air untuk mengairi tanaman, badannya sehat tidak berpenyakit, dan tanpa belang. Sesudah itu, kemudian mereka berkata, sekarang barulah engkau menerangkan hal yang sebenarnya tentang sapi itu. Lalu mereka menyembelihnya setelah menemukan sapi dengan ciri-ciri yang dijelaskan, dan nyaris mereka tidak dapat melaksanakan perintah itu karena sulitnya menemukan sapi dengan segala ciri yang mereka tanyakan.

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Terkait: « | »

Kategori: 002. Al-Baqarah