Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Yunus Ayat 26

۞ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌ ۖ وَلَا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلَا ذِلَّةٌ ۚ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Arab-Latin: Lillażīna aḥsanul-ḥusnā wa ziyādah, wa lā yar-haqu wujụhahum qataruw wa lā żillah, ulā`ika aṣ-ḥābul-jannati hum fīhā khālidụn

Terjemah Arti: Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Bagi orang-orang mukmin yang berbuat ihsan dalam beribadah kepada Allah, lau menaatinya dalam perkara yang diperintahkaNya dan yang di larangNya, ada surga dan tambahnya, yaitu melihat wajah Allah di dalam surga, ampunan dan keridaan(Nya). Dan tidak akan menutupi wajah-wajah mereka Debu dan kehinaan, sebagai mana yang akan di alami oleh penghuni neraka. Orang-orang yang bersipat demikian ini, mereka itu adalah para penghuni surga, mereka tinggal di dalamnya selamanya.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

26. Orang-orang yang berbuat baik dengan cara melaksanakan apa yang diwajibkan Allah kepada mereka dan meninggalkan apa yang Allah haramkan kepada mereka akan mendapatkan ganjaran terbaik, yaitu Surga. Dan mereka akan mendapatkan tambahan ganjaran, yaitu memandang wajah Allah. Wajah mereka tidak diselimuti debu dan tidak diliputi kehinaan maupun kenistaan. Orang-orang yang baik tersebut adalah penghuni tetap Surga.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

26. لِّلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ الْحُسْنَىٰ (Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik)
Yakni bagi orang-orang yang mendirikan amalan-amalan yang diwajibkan kepada mereka dengan sebaik-baiknya, dan berpaling dari kemaksiatan yang dilarang untuk mereka lakukan.
Dan pahala yang baik yaitu surga.

وَزِيَادَةٌ ۖ (dan tambahannya)
Yakni berupa keistimewaan untuk dapat melihat wajah Allah yang mulia.
Dalam hadist yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan Imam Muslim, dari Shuhaib bahwa Rasulullah suatu hari membaca ayat ini kemudian bersabda: “apabila penghuni surga telah memasuki surga dan penghuni neraka memasuki neraka, berserulah seorang penyeru: “wahai penghuni surga, sesungguhnya Allah memiliki janji kepada kalian, dan kini Dia akan menepatinya”. Maka mereka bertanya: “janji apakah itu? Bukankah Dia telah memberatkan timbangan kebaikan kami, menjadikan wajah kami bersinar, dan memasukkan kami ke dalam surga, serta menjauhkan kami dari neraka?”. Kemudian Rasulullah melanjutkan sabdanya: “Maka tersingkaplah bagi mereka penghalang sehingga mereka dapat melihat Allah, dan demi Allah, tidak ada pemberian dari Allah yang lebih mereka sukai dan lebih menjadikan mereka ridha daripada kesempatan melihat kepada-Nya.

وَلَا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ(Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam)
Yakni wajah mereka tidak ditutupi oleh rupa yang muram atau asap api neraka akibat kehinaan dan penyesalan.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

26 Bagi orang-orang yang berbuat baik dengan iman, ibadah, dan amal ada pahala yang terbaik yaitu surga dan tambahan kenikmatan ruh yaitu melihat wajah Allah. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam ataupun kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Setelah Allah mengajak manusia ke Darussalam, seakan-akan setiap jiwa menjadi rindu untuk mengerjakan amalan yang dapat memasukkan ke surga, maka Allah memberitahukan ayat di atas.

Dengan berbuat ihsan dalam beribadah kepada Allah, yaitu dengan beribadah sambil merasakan seakan-akan melihat-Nya atau minimal merasakan pengawasan dari-Nya. Demikian juga berbuat ihsan kepada hamba-hamba Allah dengan melakukan perbuatan baik yang mampu dilakukan baik berupa perkataan maupun perbuatan kepada hamba-hamba Allah, termasuk di dalamnya beramar ma’ruf dan bernahi munkar, mengajarkan orang yang tidak tahu, menasehati orang yang berpaling, dsb.

Yang dimaksud dengan tambahannya ialah kenikmatan melihat wajah Allah Subhaanahu wa Ta'aala, mendengarkan firman-Nya, memperoleh keridhaan-Nya, senang karena bisa dekat dengan-Nya.

Maksudnya muka mereka berseri-seri dan tidak ada sedikit pun tanda kesusahan.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik, yaitu surga, dan tambahannya, yakni kenikmatan melihat Allah (lihat: surah al-qiya'mah/75: 22-23). Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam akibat kesedihan dan tidak pula dalam kehinaan, tetapi muka mereka berseri-seri ekspresi kegembiraan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Adapun orang-orang yang berbuat kejahatan akan mendapat balasan kejahatan yang setimpal dengan yang telah mereka kerjakan dan mereka diselubungi kehinaan akibat dari kejahatan tersebut. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun yang menyelamatkan mereka dari azab Allah, seakan-akan wajah mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita, yakni suram dan muram ekspresi dari penyesalan dan kesedihan yang mendalam. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Yunus Ayat 27 Arab-Latin, Surat Yunus Ayat 28 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Yunus Ayat 29, Terjemahan Tafsir Surat Yunus Ayat 30, Isi Kandungan Surat Yunus Ayat 31, Makna Surat Yunus Ayat 32

Category: Surat Yunus

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!