Surat Yunus Ayat 26

۞ لِّلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ ٱلْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌ ۖ وَلَا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلَا ذِلَّةٌ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

Arab-Latin: Lillażīna aḥsanul-ḥusnā wa ziyādah, wa lā yar-haqu wujụhahum qataruw wa lā żillah, ulā`ika aṣ-ḥābul-jannati hum fīhā khālidụn

Artinya: Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.

« Yunus 25Yunus 27 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Tafsir Penting Terkait Surat Yunus Ayat 26

Paragraf di atas merupakan Surat Yunus Ayat 26 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beberapa tafsir penting dari ayat ini. Terdokumentasi beberapa penafsiran dari para mufassirun berkaitan makna surat Yunus ayat 26, sebagiannya sebagaimana tertera:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Bagi orang-orang mukmin yang berbuat ihsan dalam beribadah kepada Allah, lau menaatinya dalam perkara yang diperintahkaNya dan yang di larangNya, ada surga dan tambahnya, yaitu melihat wajah Allah di dalam surga, ampunan dan keridaan(Nya). Dan tidak akan menutupi wajah-wajah mereka Debu dan kehinaan, sebagai mana yang akan di alami oleh penghuni neraka. Orang-orang yang bersipat demikian ini, mereka itu adalah para penghuni surga, mereka tinggal di dalamnya selamanya.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

26. Ini merupakan kabar gembira yang besar dan kenikmatan yang agung bagi orang-orang yang melakukan yang terbaik dalam menyembah Allah, dengan perkataan dan perbuatan mereka yang benar serta akhlak mereka yang mulia. Mereka akan mendapatkan surga, dan lebih dari itu mereka juga akan dapat melihat wajah Allah, sedang wajah mereka berseri-seri, tidak tertutupi oleh kesusahan dan kegalauan. Mereka adalah orang-orang yang memiliki derajat yang tinggi, dan akan kekal di dalam surga, tanpa merasakan kematian selama-lamanya.

Dari Shuhaib, dari Nabi, beliau bersabda: “Jika para penghuni surga telah memasuki surga, Allah akan bertanya kepada mereka, ‘Apakah kalian ingin Aku menambah kenikmatan kalian?’ Mereka menjawab, ‘bukankah Engkau telah membuat wajah kami bersinar, memasukkan kami ke dalam surga, dan menyelamatkan kami dari neraka?’ Maka tersingkaplah hijab; dan tidak ada kenikmatan yang lebih mereka sukai selain dapat melihat kepada Tuhan mereka.”

(Shahih Muslim 1/163, no. 181, kitab iman, bab dalil orang-orang beriman dapat melihat Tuhan mereka di akhirat).


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

26. Orang-orang yang berbuat baik dengan cara melaksanakan apa yang diwajibkan Allah kepada mereka dan meninggalkan apa yang Allah haramkan kepada mereka akan mendapatkan ganjaran terbaik, yaitu Surga. Dan mereka akan mendapatkan tambahan ganjaran, yaitu memandang wajah Allah. Wajah mereka tidak diselimuti debu dan tidak diliputi kehinaan maupun kenistaan. Orang-orang yang baik tersebut adalah penghuni tetap Surga.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

26. لِّلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ الْحُسْنَىٰ (Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik)
Yakni bagi orang-orang yang mendirikan amalan-amalan yang diwajibkan kepada mereka dengan sebaik-baiknya, dan berpaling dari kemaksiatan yang dilarang untuk mereka lakukan.
Dan pahala yang baik yaitu surga.

وَزِيَادَةٌ ۖ (dan tambahannya)
Yakni berupa keistimewaan untuk dapat melihat wajah Allah yang mulia.
Dalam hadist yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan Imam Muslim, dari Shuhaib bahwa Rasulullah suatu hari membaca ayat ini kemudian bersabda: “apabila penghuni surga telah memasuki surga dan penghuni neraka memasuki neraka, berserulah seorang penyeru: “wahai penghuni surga, sesungguhnya Allah memiliki janji kepada kalian, dan kini Dia akan menepatinya”. Maka mereka bertanya: “janji apakah itu? Bukankah Dia telah memberatkan timbangan kebaikan kami, menjadikan wajah kami bersinar, dan memasukkan kami ke dalam surga, serta menjauhkan kami dari neraka?”. Kemudian Rasulullah melanjutkan sabdanya: “Maka tersingkaplah bagi mereka penghalang sehingga mereka dapat melihat Allah, dan demi Allah, tidak ada pemberian dari Allah yang lebih mereka sukai dan lebih menjadikan mereka ridha daripada kesempatan melihat kepada-Nya.

وَلَا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ(Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam)
Yakni wajah mereka tidak ditutupi oleh rupa yang muram atau asap api neraka akibat kehinaan dan penyesalan.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

26 Bagi orang-orang yang berbuat baik dengan iman, ibadah, dan amal ada pahala yang terbaik yaitu surga dan tambahan kenikmatan ruh yaitu melihat wajah Allah. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam ataupun kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Bagi orang-orang yang berbuat baik itu sesuatu yang terbaik} surga {dan tambahannya} bagi mereka itu tambahan atas hal tersebut yaitu melihat Allah yang Maha Mulia {Tidak ditutupi} tidak ditutup {debu hitam} debu {dan tidak pula kehinaan} tidak pula kehinaan {Mereka itulah para penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

26. ketika Dia mengajak kepada Darussalam maka seakan-akan jiwa itu berhasrat kepada amal perbuatan yang mengantarkan kepada surga, maka Dia menyampaikannya dengan FirmanNya, “Orang-orang yang berbuat baik mendapatkan pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya.” Maksudnya, oraang-orang yang berbuat baik dalam beribadah kepada Allah hendaklah beribadah kepadaNya dengan pijakan muraqabah (merasa diawasi), dan ketulusan dalam beribadah, serta melaksankan apa yang dia mampu darinya. Mereka juga berbuat baik kepada hamba-hamba Allah dengan apa yang mereka mampu, berupa perbuatan baik yang bersifat perkataan, dan perbuatan: memberikan kebaikan materi, kebaikan jasmani, amar ma’ruf, nahi mungkar, mengajar orang-orang bodoh, memberi nasihat kepada orang-orang yang berpaling dan kebaikan-kebaikan yang lain. Orang-orang yang berbuat baik itulah yang mendapatkan kebaikan yaitu Surga yang sempurna kebaikannya dan sebuah tambahan yaitu melihat Wajah Allah yang mulia, mendengar FirmanNya, meraih ridhaNya, berbahagia dengan kedekatan kepadaNya. Dengan ini terwujudlah harapan tertinggi yang diharapkan oleh orang-orang yang berharap dan sesuatu yang dimohon oleh orang-orang yang memohon.
Kemudian Dia menyebutkan lenyapnya ketakutan mereka, Dia berfirman, “Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan.” Maksudnya, mereka tidak ditimpa sesuatu yang tidak diinginkan dari segi apa pun, karena jika sesuatu tidak diinginkan menimpa manusia, maka hal itu akan terbacaa di wajahnya, ia akan kusut dan suram. Adapun mereka (yang beramal shalih), maka Allah berfirman tentang mereka,
amu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan mereka yang penuh kenikmatan.(Al-Muthafifin:24).
"Mereka itu adalah penduduk surge" yang tinggal kekal di dalamnya, tidak berpindah, tidak lenyap dan tidak akan berubah.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Allah SWT memberitahukan bahwa bagi orang yang berbuat baik di dunia, dengan beriman dan melakukan amal shalih itu mendapatkan kebaikan di akhirat sebagaimana firmanNya: (Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula) (60)) (Surah Ar-Rahman)
Firman Allah: (dan tambahannya) yaitu pahala amal baik itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat, bahkan berlipat-lipat lebih dari itu. Hal itu mencakup semua apa yang diberikan Allah kepada mereka di surga, berupa istana-istana, bidadari-bidadari yang bermata jeli, keridhaan Allah kepada mereka, dan apa yang dirahasiakan Allah untuk mereka berupa hal-hal yang menyejukkan hati. Hal paling utama di antara semua itu adalah memandang Dzat Allah SWT yang Maha Mulia. Sesungguhnya hal itu lebih besar daripada semua yang telah diberikan oleh Allah; mereka sebenarnya tidak berhak mendapatkannya dengan amal mereka, melainkan karena kemurahan dan rahmatNya.
Telah diriwayatkan tafsir penambahan itu dengan memandang Dzat Allah Yang Maha Mulia
Diriwayatkan dari Shuhaib bahwa Rasulullah SAW membaca ayat ini (Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya) Lalu beliau bersabda,”Apabila pemduduk surga sudah masuk surga dan penduduk neraka sudah masuk neraka, maka seorang penyeru, akan menyerukan,"Hai penduduk surga, sesungguhnya Allah menjanjikan sesuatu kepada kalian, dan berkehendak menunaikannya. Mereka berkata,"Apakah itu? Bukankah Dia telah memberatkan timbangan-timbangan kami? bukankah Dia telah menjadikan putih wajah kami, memasukkan kami ke dalam surga dan menyelamatkan kami dari neraka?” beliau bersabda,”Allah membuka hijab bagi mereka, lalu mereka memandangNya. Demi Allah, bahwa Allah belum pernah memberikan suatu nikmat yang lebih mereka sukai daripada memandangNya, dan tidak pula lebih menyenangkan mata mereka selain itu.
Firman Allah SWT. (Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam) Yakni kegelapan dan kehitaman di padang Mahsyar, sebagaimana yang dialami oleh orang-orang kafir dan durhaka, dimana wajah mereka menjadi hitam dan gelap. (dan tidak (pula) kehinaan) yaitu kehinaan dan kerendahan. yaitu keadaan mereka secara tampak dan bathin tidak mendapatkan kehinaan, bahkan sebagaimana Allah SWT berfirman tentang hak mereka: (Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati (11)) (Surah Al-Insan) yaitu kesegaran dalam wajah mereka dan kegembiraan dalam hati mereka. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan mereka dengan keutamaan dan rahmatNya, amin.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Yunus ayat 26: Setelah Allah mengajak manusia ke Darussalam, seakan-akan setiap jiwa menjadi rindu untuk mengerjakan amalan yang dapat memasukkan ke surga, maka Allah memberitahukan ayat di atas.

Dengan berbuat ihsan dalam beribadah kepada Allah, yaitu dengan beribadah sambil merasakan seakan-akan melihat-Nya atau minimal merasakan pengawasan dari-Nya. Demikian juga berbuat ihsan kepada hamba-hamba Allah dengan melakukan perbuatan baik yang mampu dilakukan baik berupa perkataan maupun perbuatan kepada hamba-hamba Allah, termasuk di dalamnya beramar ma’ruf dan bernahi munkar, mengajarkan orang yang tidak tahu, menasehati orang yang berpaling, dsb.

Yang dimaksud dengan tambahannya ialah kenikmatan melihat wajah Allah Subhaanahu wa Ta'aala, mendengarkan firman-Nya, memperoleh keridhaan-Nya, senang karena bisa dekat dengan-Nya.

Maksudnya muka mereka berseri-seri dan tidak ada sedikit pun tanda kesusahan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Yunus Ayat 26

Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik, yaitu surga, dan tambahannya, yakni kenikmatan melihat Allah (lihat: surah al-qiya'mah/75: 22-23). Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam akibat kesedihan dan tidak pula dalam kehinaan, tetapi muka mereka berseri-seri ekspresi kegembiraan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Adapun orang-orang yang berbuat kejahatan akan mendapat balasan kejahatan yang setimpal dengan yang telah mereka kerjakan dan mereka diselubungi kehinaan akibat dari kejahatan tersebut. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun yang menyelamatkan mereka dari azab Allah, seakan-akan wajah mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita, yakni suram dan muram ekspresi dari penyesalan dan kesedihan yang mendalam. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah kumpulan penjelasan dari beragam mufassirin terkait makna dan arti surat Yunus ayat 26 (arab-latin dan artinya), moga-moga berfaidah untuk ummat. Sokong kemajuan kami dengan memberikan tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Konten Paling Sering Dicari

Tersedia ratusan topik yang paling sering dicari, seperti surat/ayat: Al-Lail, Al-Fatihah 6, Luqman 13, Yasin 9, At-Taubah 40, Al-Hujurat 10. Serta Al-Ma’idah 32, An-Naas, Dua (2) Terakhir al-Baqarah, Al-Baqarah 285-286, Maryam, ‘Abasa.

  1. Al-Lail
  2. Al-Fatihah 6
  3. Luqman 13
  4. Yasin 9
  5. At-Taubah 40
  6. Al-Hujurat 10
  7. Al-Ma’idah 32
  8. An-Naas
  9. Dua (2) Terakhir al-Baqarah
  10. Al-Baqarah 285-286
  11. Maryam
  12. ‘Abasa

Pencarian: arti surat al buruj, surah al baqarah ayat 7, al-maidah ayat 6, qs asy syura, hadist sabar latin

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: