Surat Al-A’raf Ayat 179

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَآ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ كَٱلْأَنْعَٰمِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْغَٰفِلُونَ

Arab-Latin: Wa laqad żara`nā lijahannama kaṡīram minal-jinni wal-insi lahum qulụbul lā yafqahụna bihā wa lahum a'yunul lā yubṣirụna bihā wa lahum āżānul lā yasma'ụna bihā, ulā`ika kal-an'āmi bal hum aḍall, ulā`ika humul-gāfilụn

Artinya: Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

« Al-A'raf 178Al-A'raf 180 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Kandungan Penting Mengenai Surat Al-A’raf Ayat 179

Paragraf di atas merupakan Surat Al-A’raf Ayat 179 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beberapa kandungan penting dari ayat ini. Ditemukan beberapa penjabaran dari berbagai pakar tafsir berkaitan kandungan surat Al-A’raf ayat 179, misalnya sebagaimana tercantum:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

dan sungguh Kami telah menciptakan sebagai penghuni neraka (yang Allah menimpakan siksaan di dalamnya bagi orang yang berhak untukk menerima siksaan di akhirat) banyak dari golongan jin dan manusia, mereka memiliki hati yang tidak bisa mereka gunakan untuk berpikir, sehingga mereka tidak pernah berharap pahala dan tidak pernah takut siksaanm dan mereka memiliki mata yang tidak bisa dipakai untuk melihat dengannya kepada ayat-ayat Allah dan dalil-dalilNya, dan mereka memiliki telingan yang tidak bisa dipakai untuk mendengar dengannya ayat-ayat kitab Allah sehingga mereka bertafakur dengannya, mereka itu seperti binatang tidak memahami ucapan yang disampaikan kepadanya, dan tidak memahami apa yang mereka lihat, dan tidak bisa berpikir dengan hatinya tentang kebaikan dan keburukan sehingga mampu untuk membedakan diantara keduanya, bahkan mereka lebih sesat daripada binatang itu, karena sesungguhnya binatang bisa melihat apa yang bermanfaat untuknya dan apa yang berbahaya untuknya dan bisa mengikuti penggembalanya, sedangkan mereka kebalikan dari itu, mereka adalah orang-orang yang lalai dari keimanan kepada Allah dan ketaatan kepadaNya.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

179. Allah mengancam orang-orang yang menyelisihi perintah-Nya dengan menyatakan bahwa Dia telah menciptakan banyak jin dan manusia untuk disiksa di neraka Jahannam; yaitu orang-orang yang berpaling dan enggan menghayati ayat-ayat Allah.

Allah telah mengetahui sejak zaman azali mereka akan memilih kekafiran, maka Allah menghendaki itu, menciptakan kekafiran di dalam diri mereka, dan menjadikan tempat mereka adalah neraka; karena mereka memiliki hati yang tidak mau memahami bukti-bukti yang dapat mengantarkan kepada hidayah keimanan, padahal bukti-bukti itu tersebar di seluruh penjuru alam semesta, yang akan dipahami oleh hati yang terbuka dan jernih; dan mereka memiliki mata yang tidak mereka gunakan untuk melihat bukti-bukti keesaan Allah di alam semesta, padahal itu semua terpampang di depan pandangan mereka; serta memiliki telinga yang tidak mereka gunakan untuk mendengar ayat-ayat dan pelajaran-pelajaran dari Kami dengan penuh penghayatan. Mereka sama sekali tidak memanfaatkan indra-indra ini yang telah Allah ciptakan sebagai jalan mendapat hidayah.


Maka barangsiapa yang memiliki sifat-sifat tersebut, maka mereka seperti hewan ternak yang digembalakan, yang tidak memanfaatkan anggota tubuh mereka untuk mendapatkan hidayah. Bahkan mereka lebih buruk dari hewan ternak, karena hewan ternak hanya memiliki insting yang menuntunnya, adapun manusia telah dikaruniai hati yang sadar, akal yang berfikir, mata yang melihat, dan kemampuan memilih mengikuti hidayah atau kesesatan. Sungguh mereka telah lalai dari sesuatu yang mendatangkan kebaikan dan kebahagiaan bagi mereka, akibat telah terkuasai oleh setan dan hawa nafsu; dan Allah sama sekali tidak menzalimi siapapun.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

179. Dan sungguh Kami telah menciptakan banyak manusia dan jin untuk mengisi Neraka Jahanam. Karena Kami mengetahui bahwa mereka akan melakukan apa yang dilakukan oleh para penghuni Neraka. Mereka mempunyai hati tetapi tidak mau menggunakannya untuk memahami apa yang bermanfaat dan apa yang berbahaya bagi mereka. Mereka mempunyai mata tetapi mereka tidak mau menggunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada di di dalam diri mereka dan yang ada di alam semesta untuk dijadikan sebagai pelajaran. Dan mereka mempunyai telinga tetapi mereka tidak mau menggunakannya untuk mendengar ayat-ayat Allah kemudian merenungkan apa yang terkandung di dalamnya. Mereka itu seperti binatang ternak yang tidak mempunyai akal, bahkan mereka lebih sesat dari binatang ternak. Mereka itu adalah orang-orang yang tidak mau beriman kepada Allah dan hari Akhir.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

179. وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ ()Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam)
Allah menciptakan mereka dan Dia mengetahui bahwa kesudahan mereka adalah masuk neraka. Karena mereka beramal dengan amalan ahli neraka sedangkan Allah telah mengetahui apa yang akan mereka kerjakan sebelum Dia menciptakan mereka.

لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا (mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami)
Sebagaimana orang lain memahami.

وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَآ ۚ (dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar)
Dinafikannya kemampuan melihat pada sesuatu yang terdapat didalamnya petunjuk untuk berfikir dan mengambil pelajaran meski ia masih dapat melihat hal lainnya. Dan dinafikan kemampuan mendengar nasehat-nasehat yang bermanfaat dan syariat-syariat yang terdapat dalam kitab-kitab yang diturunkan serta apa yang dibawa oleh para Rasul meski dapat mendengar selain itu.

أُو۟لٰٓئِكَ (Mereka itu)
Yang memiliki sifat-sifat ini.

كَالْأَنْعٰمِ (layaknya binatang ternak)
Dalam hal tidak adanya pemanfaatan panca indra ini.

بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ (bahkan mereka lebih sesat lagi)
Lebih sesat dari hewan ternak, karena hewan ternak mengetahui apa yang bermanfaat baginya dan apa yang membahayakannya, sehingga ia dapat mengambil manfaat dari sesuatu yang bermanfaat tersebut dan menjauhi apa yang membahayakannya. Adapun orang-orang kafir itu tidak dapat membedakan antara yang bermanfaat dan apa yang berbahaya sesuai dengan apa yang Allah perintahkan kepada mereka.


📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

1 ). { لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا } Umumnya diketahui oleh sebagian orang adalah : لهم قلوب لا تفقه, namun ayat ini justru mengatakan { لَا يَفْقَهُونَ بِهَا } dan bukan : لا تفقه; hal itu menunjukkan bahwa diri mereka sendiri lah yang memutuskan untuk enggan memahami ayat-ayat Allah.

2 ). Setiap manusia memiliki hati, tapi terkadang diantara mereka tidak memliki akal, dan orang-orang yang bersifat seperti sangat banyak, khususnya mereka yang enggan menerima nasihat, perhatikan firman Allah : { لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا } "mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah)" maka dari itu dikatakan bahwa mereka tidak berakal, dan mereka tidak sama sekali mengharapkan pahala dan tidak pula takut akan akibat yang akan menimpa.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

179 Sesungguhnya Kami telah jadikan kebanyakan dari jin dan manusia untuk isi neraka Jahannam, Kami Maha Mengetahui tempat akhir mereka lebih dahulu. Sebab perbuatan mereka adalah perbuatan ahli neraka. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah. Mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan dan keesaan Allah. Mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar ayat-ayat Allah untuk mengambil pelajaran dan nasihat darinya. Mereka beserta segala sifat itu seperti binatang ternak yang menyia-nyiakan energi, bahkan mereka lebih sesat lagi daripada binatang ternak. Sebab binatang ternak lebih tahu mana yang manfaat mana yang tidak, sehingga mereka melakukan atau tidak. Adapun orang-orang kafir tidak bisa membedakan antara manfaat dan madharat sebagaimana yang telah diperintahkan Allah. Mereka itulah orang-orang yang lalai.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Sungguh Kami telah menciptakan} Kami telah menciptakan dan membuat {banyak dari kalangan jin dan manusia untuk (masuk) neraka Jahanam. Mereka memiliki hati yang tidak mereka gunakan untuk memahaminya dan memiliki mata yang tidak mereka gunakan untuk melihatnya, serta memiliki telinga yang tidak mereka gunakan untuk mendengarkannya. Mereka itu seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat. Mereka itulah orang-orang yang lengah


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

179 Allah menjelaskan banyaknya orang-orang yang tersesat yang mengikuti iblis yang terkutuk ”dan sesungguhnya kami jadikan” yakni kami ciptakan ”untuk isi neraka jahanam kebanyakan dari jin dan manusia” binatang ternak menjadi lebih baik keadaannya daripada mereka. ”mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat (Allah)” yakni tidak ada ilmu dan pemahaman yang sampai kepadanya kecuali hanya sekedar penegakan hujjah ”dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat tanda tanda kekuasaan Allah” ia tidak memberi mereka manfaat dan kegunaannya ”dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar ayat-ayat Allah” dengan pendengaran yang maknanya sampai kedalam hati mereka
“mereka itu” yaitu orang-orang yang memiliki sifat sifat buruk ini ”seperti binatang ternak” yang tidak berakal mereka itu lebih mementingkan apa yang fana diatas apa yang kekal maka mereka kehilangan keistimewaan akal. ”bahkan mereka lebih sesat lagi” daripada binatang ternak karena binatang ternak digunakan sesuai dengan tabiat penciptanya dan ia memiliki insting yang dengannya ia mengetahui apa yang bermanfaat dan apa yang merugikan. oleh karena itu ia lebih baik keadaaanya daripada mereka “mereka itulah orang orang yang lalai” orang-orang yang melalaikan sesuatu yang paling berguna, mereka melalaikan iman ketaatan dan dzikir kepada Allah, mereka diberi hati pendengaran, dan penglihatan agar dia menjadi penolong bagi mereka untuk menjalankan perintah-perintah dan kewajiban-kewajiban dari Allah tetapi mereka menggunakannya untuk kebalikannya, maka mereka itu memang berhak termasuk orang-orang yang dijadikan oleh Allah untuk isi neraka jahanam. Dia menciptakan mereka untuk neraka dan merekapun melakukan perbuatan penduduknya. Adapun orang-orang yang menggunakan angota-anggota tubuh ini untuk beribadah kepada Allah, hatinya tercetak oleh iman dan kecintaan kepada Allah, maka mereka adalah penduduk surge dan mereka beramal dengan amal penduduk surga.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Firman Allah SWT: (Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi) neraka Jahannam) yaitu Kami menciptakan dan menjadikan mereka (kebanyakan dari jin dan manusia) yaitu Kami menyediakan mereka untuk neraka, dan mereka mengerjakan perbuatan penduduk neraka. Sesungguhnya Allah SWT ketika hendak menciptakan makhluk, maka Dia telah mengetahui apa yang akan mereka perbuat sebelum kejadian mereka. Lalu Dia mencatat hal itu dalam suatu kitab di sisiNya, sebelum Dia menciptakan langit dan bumi selama lima puluh ribu tahun.
Firman Allah SWT: (mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah))
yaitu mereka tidak mengambil manfaat sedikit pun dari anggota tubuh yang telah dijadikan Allah sebagai sebab mendapat petunjuk, sebagaimana Allah SWT berfirman: (dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan, dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan, dan hati mereka itu tidak berguna sedikit jua pun bagi mereka, karena selalu mengingkari ayat-ayat Allah) (Surah Al Ahqaf: 26) dan (Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar)) (Surah Al-Baqarah: 18) Ini adalah sifat orang-orang munafik. Allah berfirman tentang sifat orang-orang kafir: (Mereka tuli, bisu, dan buta; maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti) (Surah Al-Baqarah: 171) Mereka tidak tuli, bisu, dan buta, melainkan hanya terhadap petunjuk, Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Kalau kiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar. Dan jikalau Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka pasti berpaling juga, sedangkan mereka memalingkan diri (23)) (Surah Al-Anfal)
Firman Allah SWT: (Mereka itu seperti binatang ternak) Mereka yang tidak mendengar kebenaran, tidak mengusahakan dan tidak melihat petunjuk itu seperti binatang ternak yang terlepas dimana mereka tidak bisa mengambil manfaat dengan indera-indera itu kecuali hanya yang berkaitan dengan sesuatu yang tampak pada kehidupan dunia. Sebagaimana firmanNya: (Dan perumpamaan (orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja) (Surah Al-Baqarah: 171) yaitu Perumpamaan mereka ketika diseru kepada keimanan itu seperti hewan ternak ketika diseru oleh penggembalanya, hewan itu tidak mendengar melainkan hanya suaranya, dan tidak memahami apa yang dia katakan. Oleh karena itu Allah berfirman tentang mereka (Bahkan Mereka lebih sesat Lagi) yaitu daripada hewan ternak, karena terkadang hewan ternak itu memenuhi seruan penggembalanya ketika penggembalanya memanggilnya, meskipun tidak memahami apa yang dikatakan penggembalanya. Berbeda dengan mereka, harena hewan itu melakukan perbuatan sesuai dengan apa yang diciptakan untuknya, baik karena tabiatnya, maupun karena ditundukkan. Berbeda dengan orang kafir, sesungguhnya dia diciptakan hanya untuk menyembah dan mengesakan Allah, lalu dia ingkar dan mempersekutukanNya. Oleh karena itu, siapa saja dari golongan manusia yang taat kepada Allah, maka dia lebih mulia daripada golongannya dan malaikat pada hari dia dikembalikan. Dan siapa saja dari golongan manusia yang ingkar kepada Allah, maka hewan ternak itu lebih sempurna daripada dirinya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai)


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Al-A’raf ayat 179: Dalam hal tidak dapat memahami, memikirkan apa yang dilihat oleh matanya dan didengar oleh telinganya.

Karena binatang ternak masih mau mencari hal yang memberinya manfaat dan menghindarkan dari bahaya, sedangkan mereka malah mendatangi bahaya, yaitu neraka padahal mereka memiliki hati, pendengaran dan penglihatan yang dapat digunakan untuk memahami ayat-ayat Allah, namun mereka malah tidak mau menggunakannya.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-A’raf Ayat 179

Jika pada ayat yang lalu berbicara tentang siapa yang mendapat petunjuk dan disesatkan, pada ayat ini dijelaskan mengapa seseorang tidak mendapat petunjuk dan mengapa pula yang lain disesatkan. Dan demi keagungan dan kekuasaan kami, sungguh, akan kami isi neraka jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia karena kesesatan mereka. Hal itu karena mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah dan mereka memiliki mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengarkan ayat-ayat Allah. Mereka layaknya seperti hewan ternak yang tidak menggunakan akal yang diberikan Allah untuk berpikir, bahkan mereka sebenarnya lebih sesat lagi dari binatang, sebab, binatang itu'dengan instinknya' akan selalu mencari kebaikan dan menghindari bahaya, sementara mereka itu malah menolak kebaikan dan kebenaran yang ada. Mereka itulah orang-orang yang lengah. Demikianlah, seseorang terjerumus ke dalam neraka karena mengabaikan tanda-tanda keesaan Allah dan tidak mengingat-Nya. Maka pada ayat ini, Allah mengingatkan agar kita tidak melalaikannya dan selalu memanggil-Nya dengan nama-nama-Nya yang terbaik. Dan hanya Allah yang memiliki al-asma'' al-a'usna', yakni nama-nama terbaik yang menunjukkan keagungan dan kemahasempurnaan-Nya, maka berdoalah dan bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya, yaitu al-asma' ala'usna' itu. Dan tinggalkanlah serta waspadalah terhadap orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dengan menyalahartikan nama-nama-Nya. Jangan dihiraukan orang-orang yang menyembah Allah dengan menyebut nama-nama yang tidak sesuai dengan sifat-sifat keagungan Allah, atau dengan memakai al-asma' al-husna', tetapi dengan maksud menodai nama Allah atau mempergunakan al-asma' al-husna' untuk nama-nama selain Allah. Mereka kelak, di dunia atau di akhirat, akan mendapat balasan yang sesuai dengan kadar kedurhakaan mereka disebabkan apa yang telah mereka kerjakan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah aneka ragam penjabaran dari berbagai ulama terhadap kandungan dan arti surat Al-A’raf ayat 179 (arab-latin dan artinya), semoga memberi kebaikan untuk kita. Bantulah dakwah kami dengan mencantumkan tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Bacaan Paling Banyak Dikaji

Tersedia berbagai materi yang paling banyak dikaji, seperti surat/ayat: Asmaul Husna, Do’a Sholat Dhuha, Yasin, Ayat Kursi, Al-Baqarah, Al-Ikhlas. Serta Al-Mulk, Al-Kautsar, Shad 54, Al-Kahfi, Ar-Rahman, Al-Waqi’ah.

  1. Asmaul Husna
  2. Do’a Sholat Dhuha
  3. Yasin
  4. Ayat Kursi
  5. Al-Baqarah
  6. Al-Ikhlas
  7. Al-Mulk
  8. Al-Kautsar
  9. Shad 54
  10. Al-Kahfi
  11. Ar-Rahman
  12. Al-Waqi’ah

Pencarian: al ashr artinya, al insyirah 5-6, latin surat yasin, surat al kahfi ayat 1-10 latin, surat al waqiah dan artinya

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: