Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-A’raf Ayat 45

الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا وَهُمْ بِالْآخِرَةِ كَافِرُونَ

Arab-Latin: Allażīna yaṣuddụna 'an sabīlillāhi wa yabgụnahā 'iwajā, wa hum bil-ākhirati kāfirụn

Terjemah Arti: (yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok, dan mereka kafir kepada kehidupan akhirat".

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Orang-orang kafir itu adalah orang-orang yang dahulu berpaling dari jalan Allah yang lurus, menghalang-halangi manusia untuk menapaki jalanNya, dan mencari segala cara agar jalan tersebut menjadi bengkok sehingga tidak ada yang dapat mengenalnya dengan baik seorangpun. Dan mereka juga orang-orang yang ingkar terhadap akhirat dan apa yang ada di dalamnya.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

45. Mereka itulah orang-orang yang zalim. Yaitu orang-orang yang dengan sadar berpaling dari jalan Allah dan mendorong orang lain untuk berpaling darinya, serta berharap agar jalan yang benar berubah menjadi bengkok supaya tidak dilalui oleh manusia. Dan mereka ingkar terhadap akhirat dan tidak bersiap-siap untuk menghadapinya.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

45. الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ اللهِ ((yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah)
Yang menghalangi manusia dari menempuh jalan kebenaran.

وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا(dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok)
Yakni menjadikan orang-orang lari dari jalan tersebut, dan menuduh kelurusan jalan ini dengan mengatakan bahwa jalan ini bukanlah jalan kebenaran, adapun jalan kebenaran adalah jalan yang mereka tempuh.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

45. (Yaitu) orang-orang yang mencegah manusia untuk mengikuti jalan Allah, syariatNya, dan masuk Islam. Mereka menginginkan agar jalan yang dilewti itu menyimpang, bukan lurus, mereka beranggapan bahwa jalan Allah itu salah dan bathil sedangkan mereka itu di atas kebenaran. Dan terhadap pertemuan dengan Allah di akhirat itu mereka adalah orang-orang yang ingkar dan mendustakannya

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Dari agama Allah.

Inilah yang membuat mereka menyimpang dari jalan yang lurus dan mengikuti hawa nafsu, yakni karena mengingkari kehidupan akhirat, tidak beriman kepada kebangkitan, tidak takut kepada siksa dan tidak berharap pahala di hari itu.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Dan setelah berada di surga dan bersyukur kepada Allah atas nikmat dan karunia yang diperoleh, para penghuni surga menyeru penghuni-penghuni neraka, wahai penghuni neraka, sungguh, kami kini telah memperoleh secara nyata setelah sebelumnya kami yakini dalam hati apa yang dijanjikan tuhan kepada kami yaitu surga dan berbagai kenikmatan yang ada di dalamnya itu benar. Maka apakah kamu juga telah memperoleh, yakni merasakan, apa yang dijanjikan tuhan kepadamu berupa siksaan dan azab yang pedih bagi para penentang dan pendurhaka itu benar' mereka menjawab, benar, kami telah mendapatkannya dan kini kami benar-benar dalam keadaan tersika. Kemudian penyeru, malaikat, mengumumkan di antara mereka, laknat Allah bagi orang-orang zalim, yaitu orang-orang yang selama hidup di dunia senantiasa menghalang-halangi orang lain dari jalan Allah dengan menempuh berbagai cara, dan, lebih dari itu, mereka pun membelokkannya, yakni menggiring manusia dari kebenaran menuju kesesatan. Mereka itulah yang mengingkari dan tidak mempercayai kehidupan akhirat. Dan di antara keduanya, yakni di antara penghuni surga dan neraka, ada tabir, dinding kokoh yang memisahkan mereka (lihat: surah ala'adid/57: 13), dan di atas dinding tersebut terdapat a'ra'f yaitu tempat yang tertinggi, yang di atasnya ada orang-orang yang kebaikannya sama dengan keburukannya sehingga mereka masih menunggu keputusan Allah atas mereka, yang setiap penduduk surga dan neraka saling mengenal orang-orang tersebut, masing-masing dengan tanda-tandanya. Calon penduduk surga diketahui dengan wajahnya yang putih lagi bercahaya, sementara calon penghuni neraka dikenal dengan wajahnya yang hitam. Ketika mereka melihat surga dan penghuninya, mereka menyeru penghuni surga, sala'mun 'alaikum (salam sejahtera bagimu). Mereka belum dapat masuk surga karena masih menunggu keputusan Allah atas mereka, tetapi mereka ingin segera masuk.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-A’raf Ayat 46 Arab-Latin, Surat Al-A’raf Ayat 47 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-A’raf Ayat 48, Terjemahan Tafsir Surat Al-A’raf Ayat 49, Isi Kandungan Surat Al-A’raf Ayat 50, Makna Surat Al-A’raf Ayat 51

Category: Surat Al-A'raf

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!