Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-An’am Ayat 113

وَلِتَصْغَىٰ إِلَيْهِ أَفْئِدَةُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ وَلِيَرْضَوْهُ وَلِيَقْتَرِفُوا مَا هُمْ مُقْتَرِفُونَ

Arab-Latin: Wa litaṣgā ilaihi af`idatullażīna lā yu`minụna bil-ākhirati wa liyarḍauhu wa liyaqtarifụ mā hum muqtarifụn

Terjemah Arti: Dan (juga) agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat cenderung kepada bisikan itu, mereka merasa senang kepadanya dan supaya mereka mengerjakan apa yang mereka (syaitan) kerjakan.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Dan agar lebih condong kepada bisikan itu hati orang-orang kafir yang tidak mempercayai kehidupan akhirat dan tidak beramal untuk akhirat mereka,dan supaya jiwa-jiwa mereka menyukainya serta supaya mereka mengusahakan perbuatan buruk yang mereka perbuat. Disini terkandung satu ancaman keras terhadap mereka.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

113. Supaya hati orang-orang yang tidak percaya kepada akhirat cenderung kepada bisikan-bisikan mereka dan agar mereka menerimanya dengan lapang dada untuk diri mereka. Dan juga supaya mereka melakukan perbuatan-perbuatan maksiat serta dosa yang biasa dilakukan para musuh tersebut.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

113. وَلِتَصْغَىٰٓ إِلَيْهِ أَفْـِٔدَةُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْءَاخِرَةِ (Dan (juga) agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat cenderung kepada bisikan itu)
Yakni agar hati para pelaku kebathilan dan pecinta dunia condong kepada kebathilan dan kepada bisikan-bisikan indah para setan dari golongan jin dan manusia.

وَلِيَرْضَوْهُ (mereka merasa senang kepadanya)
Yakni ridha untuk diri mereka hal tersebut setelah mereka mendengarkan bisikan-bisikan itu.

وَلِيَقْتَرِفُوا۟ مَا هُم مُّقْتَرِفُونَ(dan supaya mereka mengerjakan apa yang mereka (syaitan) kerjakan)
Berupa dosa-dosa.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

113 Syetan-syetan itu membisikkan kepada lain mereka dengan perkataan yang menipu untuk mengubah iman mereka. Juga agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat cenderung kepada bisikan buruk itu juga hanya kepada dunia. Yang tidak beriman kepada hari akhirat agar mereka merasa senang kepada diri mereka dan supaya mereka mengerjakan apa yang syetan kerjakan berupa dosa dan kemaksiatan.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Berupa dosa-dosa, sehingga mereka akan diberi hukuman. Adapun orang-orang yang beriman kepada kehidupan akhirat; pemilik akal yang sehat, mereka tidak tertipu oleh kata-kata indah itu, bahkan yang mereka perhatikan adalah hakikat yang sebenarnya, mereka melihat makna yang terkandung dari kata-kata itu, jika benar maka mereka menerima dan tunduk kepadanya meskipun dibungkus dengan kata-kata yang kurang indah, namun jika batil, maka mereka menolaknya meskipun dibungkus dengan kata-kata yang indah.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Dan agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, tertarik kepada bisikan itu, karena kerapuhan iman mereka, dan bukan cuma tertarik, tetapi juga menyenanginya, mereka rela dan senang terhadap apa yang mereka dengar, dan agar mereka melakukan apa yang biasa mereka lakukan. Keimanan kepada hari akhir adalah benteng yang bisa menjaga manusia dari godaan setan. Jika tidak, manusia bisa melakukan apa saja, mengikuti hawa nafsunya sendiri. Dia tidak merasa harus bertanggung jawab terhadap perbuatannya itu di akhirat kelakkemudian nabi Muhammad diperintahkan untuk berkata kepada kaum musyrik tentang siapa yang pantas untuk menjadi hakim yang menentukan benar atau salahnya suatu persoalan. Pantaskah aku mencari hakim selain Allah untuk memutuskan siapa di antara kita yang benar, padahal dialah yang menurunkan kitab Al-Qur'an kepadamu secara rinci tentang sesuatu yang hak dan yang batil, yang bagus dan yang buruk, yang halal dan yang haram' orang-orang yang telah kami beri kitab seperti orang yahudi dan nasrani mengetahui benar melalui kitab-kitab yang diturunkan kepada mereka dan apa yang diceritakan oleh nabi-nabi mereka, bahwa Al-Qur'an itu diturunkan dari tuhanmu dengan benar. Maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu terhadap apa yang diwahyukan Allah kepadamu, wahai rasul. Ungkapan ini ditujukan kepada pengikutnya, karena sesungguhnya rasulullah sama sekali tidak ragu terhadap wahyu Allah dan kebenaran agama islam.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-An’am Ayat 114 Arab-Latin, Surat Al-An’am Ayat 115 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-An’am Ayat 116, Terjemahan Tafsir Surat Al-An’am Ayat 117, Isi Kandungan Surat Al-An’am Ayat 118, Makna Surat Al-An’am Ayat 119

Category: Surat Al-An'am

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!