Surat Al-An’am Ayat 110

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

وَنُقَلِّبُ أَفْـِٔدَتَهُمْ وَأَبْصَٰرَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا۟ بِهِۦٓ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَنَذَرُهُمْ فِى طُغْيَٰنِهِمْ يَعْمَهُونَ

Arab-Latin: Wa nuqallibu af`idatahum wa abṣārahum kamā lam yu`minụ bihī awwala marratiw wa nażaruhum fī ṭugyānihim ya'mahụn

Artinya: Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al Quran) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat.

« Al-An'am 109Al-An'am 111 »

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Tafsir Mendalam Terkait Dengan Surat Al-An’am Ayat 110

Paragraf di atas merupakan Surat Al-An’am Ayat 110 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada bermacam tafsir mendalam dari ayat ini. Diketemukan bermacam penjabaran dari berbagai ahli ilmu berkaitan makna surat Al-An’am ayat 110, antara lain sebagaimana tercantum:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan kami membalikan hati dan pandangan mereka, lalu kami menghalanginya untuk dapat mengambil manfaat dari ayat-ayat Allah , sehingga mereka tidak beriman kepadanya, sebagaimana mereka tidak beriman kepada ayat-ayat Al –qur’an ketika diturunkan pertama kali. dan kami biarkan mereka dalam pembangkangan mereka kepada Allah dalam keadaan kebingungan, tidak memperoleh petunjuk menuju yang haq dan jalan yang benar.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

110. Allah telah memalingkan hati dan penglihatan mereka dari petunjuk dan keimanan, sehingga mereka tidak beriman kepada kenabian Nabi Muhammad sebagaimana mereka tidak beriman kepada al-Qur'an ketika ayatnya turun pertama kali. Oleh sebab itu Allah membiarkan mereka dalam kesesatan sehingga mereka tidak mendapat petunjuk menuju jalan yang lurus.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

110. Kami bolak-balik hati dan mata mereka dengan menghalanginya dari jalan yang benar, sebagaimana Kami menghalangi mereka dari iman kepada Al-Qur`ān sejak awal akibat penolakan mereka. Dan Kami biarkan mereka berada di dalam kesesatan dan pembangkangan mereka kepada Rabb mereka, sehingga mereka kebingungan dan berjalan sempoyongan


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

110. وَنُقَلِّبُ أَفْـِٔدَتَهُمْ وَأَبْصٰرَهُمْ (Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka)
Yakni hati dan penglihatan mereka akan dibolak-balikkan di hari kiamat diatas kobaran api neraka dan batu yang panas.
Ibnu Abbas berkata: ketika mereka mengingkari apa yang diturunkan Allah maka hati mereka tidak pernah menentu dalam suatu keadaan dan ditolak dari setiap perkara.

كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا۟ بِهِۦٓ أَوَّلَ مَرَّةٍ (seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al Quran) pada permulaannya)
Sehingga mereka terombang-ambing dalam pendapat mereka tentang al-qur’an dan mereka berbicara tentangnya dengan perkataan yang berbeda-beda.

وَنَذَرُهُمْ فِى طُغْيٰنِهِمْ يَعْمَهُونَ(dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat)
Yakni di dunia.
Yakni membiarkan mereka kebingungan.


📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

1 ). Kedua mata hakikatnya adalah mata hati dalam diri manusia, dan tidaklah dalam anggota tubuh manusia yang lebih kuat ikatannya kepada hati selain dari kedua mata, untuk itu Allah menggabungkan keduanya dalam ayat-Nya :

{ وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصَارَهُمْ }
"Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka".

{ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ }
"suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang" [ An-Nur : 37 ].

{ وَإِذْ زَاغَتِ الْأَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ }
"dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan" [ Al-Ahzab : 10 ].

{ قُلُوبٌ يَوْمَئِذٍ وَاجِفَةٌ (8) أَبْصَارُهَا خَاشِعَةٌ (9 }
"Hati manusia pada waktu itu sangat takut ( 8 ) Pandangannya tunduk ( 9 )".

2 ). Siapapun yang ditawarkan kepadanya suatu kebenaran lalu ia menolaknya, dan tidak mau menerimanya; sungguh kerusakan hati, akal, dan pandangan telah menimpanya.

3 ). Barangsiapa yang menyalahi suatu kebenaran pada permulaan, tanpa ia sadar akan terbayang terus olehnya kebenaran lainnya adalah bagaikan racun


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

110. Kalian juga tidak akan bisa merasakan bahwa mukjizat itu telah datang (kepada mereka) karena Kami akan membolak-balik hati mereka dengan pemikiran-pemikiran yang sia-sia, dan mengalihkan penglihatan mereka dengan khayalan, sehingga mereka tidak mengimani mukjizat itu sebagaimana mereka tidak mengimani Al-Qur’an ketika rasulullah mengajak mereka untuk mengimaninya. Dan kami membiarkan mereka dalam kesesatan.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Kami akan memalingkan hati dan penglihatan mereka} Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka dari kebenaran {seperti pertama kali mereka tidak beriman kepadanya serta Kami membiarkan mereka} membiarkan mereka {dalam kesesatan} dalam kesesatan {merasa bingung} Ragu karena bingung


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

110. ”Dan begitu pula kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya pada permulaanNya, dan kami biarkan mereka bergemilang dalam kesesatannya yang sangat.” Kami menghukum mereka jika mereka tidak beriman pertama kali, pada saat itu penyeru mendatangi mereka dengan hujah pun telah tegak atas mereka dengan memalingkan hati mereka, menghalangi mereka dari keimanan, dan tidak memberi kepada mereka taufik kepada jalan yang lurus. Ini adalah keadilan Allah dan hikmahNya, kepada hamba-hambaNya karena diri merekalah yang mananam untuk diri mereka, pintu telah dibuka didepan mereka tetapi mereka tidak memasukinya. Jalan telah dijelaskan tetapi mereka tidak melewatinya. Jika setelah itu mereka gagal mendapatkan taufik, maka itu sudah sesuai dengan kondisi mereka.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 109-110
Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang orang-orang musyrik, bahwa mereka bersumpah dengan nama Allah dengan penuh kesungguhan dalam sumpah mereka, yaitu mereka bersumpah dengan sumpah yang kuat: (bahwa sungguh jika datang kepada mereka sesuatu mukjizat) yaitu mukjizat dan sesuatu yang luar biasa (mereka benar-benar akan beriman kepadanya) yaitu mereka benar-benar percaya kepadanya (Katakanlah, "Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu hanya berada di sisi Allah") yaitu, katakanlah, wahai Muhammad kepada orang-orang yang meminta mukjizat kepadamu karena kekeras kepalaan, keingkaran, dan pembangkangan mereka, bukan untuk mendapat petunjuk dan bimbingan, sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu kembali kepada Allah. Jika Dia berkehendak, maka Dia akan mendatangkannya kepada kalian; dan jika Dia berkehendak, Dia akan membiarkan kalian.
Allah SWT berfirman: (Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu (59)) (Surah Al-Isra’). Firman Allah SWT: (Dan apakah yang memberitahukan kepada kalian bahwa apabila mukjizat datang mereka tidak akan beriman) Dikatakan bahwa orang yang diajak bicara dalam ayat (Dan apakah yang memberitahukan kepada kalian (109)) adalah orang-orang musyrik. Ini adalah pendapat yang diikuti Mujahid. Seakan-akan Dia berfirman kepada mereka,”Apakah yang memberitahu kepada kalian tentang kebenaran kalian dari sumpah-sumpah yang kalian ucapkan itu”
Mujahid berkata tentang firmanNya: (Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka) yaitu Kami membatasi antara mereka dengan keimanan. Sekalipun datang kepada mereka semua mukjizat, mereka tetap tidak beriman, sebagaimana Kami membatasi antara mereka dengan keiimanan pada awalnya. Demikian juga dikatakan oleh Ikrimah dan Abdurrahman bin Zaid bin Aslam.
Ibnu Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata,”Allah SWT memberitahukan tentang apa yang dikatakan oleh para hamba sebelum mereka mengatakannya, dan perbuatan mereka sebelum mereka melakukannnya. Allah berfirman: (dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagaimana yang diberitakan oleh Dzat Yang Maha Mengetahui) (Surah Fathir: 14) Maha Besar dan Maha Tinggi Allah. Dia juga berfirman (supaya jangan ada orang yang mengatakan: "Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah) (56) atau supaya jangan ada yang berkata: 'Kalau sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku termasuk orang-orang yang bertakwa' (57) Atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab 'Kalau sekiranya aku dapat kemnbali (ke dunia), niscaya aku akan termasuk orang-orang berbuat baik' (58)) (Surah Az-Zumar) Allah SWT memberitahukan bahwa jika mereka dikembalikan, sungguh mereka tidak mengikuti jalan petunjuk. Allah berfirman: (Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka) (Surah Al-An'am: 28) Allah SWT berfirman: (Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al-Qur'an) pada permulaannya) Allah berfirman yaitu jika mereka dikembalikan ke dunia, sungguh tetap akan dibatasi antara mereka dan petunjuk, sebagaimana Kami membatasi antara mereka dan keimanan sejak awal ketika mereka di dunia.
Firman Allah: (dan Kami biarkan mereka) yaitu Kami meninggalkan mereka (dalam kesesatannya). Abu Al-‘Aliyah, Ar-Rabi' bin Anas, dan Qatadah berkata tentang kesesatan mereka itu (bergelimang). Al-A'masy berkata bahwa maknanya adalah bermain-main. Sedangkan Ibnu Abbas. Mujahid. Abu Al-‘Aliyah, Ar-Rabi, dan lainnya berkata maknanya adalah mereka kebingungan dalam kekafiran mereka.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Al-An’am ayat 110: Sehingga mereka tidak dapat memahami Al Qur’an.

Sehingga mereka tidak dapat melihat kebenaran itu dan tidak pula beriman.

Hal ini termasuk keadilan Allah dan kebijaksanaan-Nya terhadap hamba-hamba-Nya, karena mereka menganiaya diri mereka sendiri, saat dibukakan pintu bagi mereka, namun mereka tidak mau masuk, saat diterangkan jalan kepada mereka, namun mereka tidak mau menempuhnya. Oleh karena itu, ketika mereka dihalangi memperoleh taufiq merupakan hal yang sesuai bagi mereka.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-An’am Ayat 110

Setelah pada ayat 108 dinyatakan bahwa Allah menjadikan setiap umat menganggap baik perbuatan mereka, maka pada ayat ini Allah menyatakan, dan begitu pula kami memalingkan hati dan penglihatan mereka kepada kebatilan jika mukjizat itu datang kepada mereka seperti keadaan mereka ketika pertama kali mendengar dan mengetahui mukjizat tersebut, mereka tidak beriman kepadanya, yakni Al-Qur'an, dan kami biarkan mereka bingung dalam kesesatan karena keengganan mereka mengikuti petunjuk. Kaum musyrik berjanji akan beriman kepada Allah jika diturunkan kepada mereka tanda-tanda fisik yang mereka minta. Pada ayat ini dijelaskan bahwa janji tersebut hanya bohong belaka. Dan sekalipun kami benar-benar menurunkan malaikat kepada mereka, sehingga mereka bisa melihat malaikat dalam wujudnya yang asli dan orang yang telah mati berbicara dengan mereka menceritakan apa yang mereka rasakan di alam kubur dan kami kumpulkan pula di hadapan mereka segala sesuatu yang mereka inginkan, dan menjelaskan tentang sesuatu yang hak mereka tidak juga akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki. Tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui arti kebenaran. Hati mereka tertutup oleh kekufuran, kesombongan, dan keangkuhan.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Itulah bermacam penafsiran dari beragam ahli tafsir terkait isi dan arti surat Al-An’am ayat 110 (arab-latin dan artinya), moga-moga membawa manfaat bagi kita bersama. Sokong syi'ar kami dengan memberi link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Konten Cukup Banyak Dikaji

Kaji berbagai konten yang cukup banyak dikaji, seperti surat/ayat: Al-Isra 23, Ali Imran, Az-Zalzalah, Al-Mujadalah 11, Asy-Syams, Al-Baqarah 83. Juga Al-Ma’idah 2, Al-Hujurat 12, At-Takatsur, Yunus 40-41, An-Nur 2, Al-Baqarah 286.

  1. Al-Isra 23
  2. Ali Imran
  3. Az-Zalzalah
  4. Al-Mujadalah 11
  5. Asy-Syams
  6. Al-Baqarah 83
  7. Al-Ma’idah 2
  8. Al-Hujurat 12
  9. At-Takatsur
  10. Yunus 40-41
  11. An-Nur 2
  12. Al-Baqarah 286

Pencarian: surat rahman latin, al maidah 90, surat al lukman, bissmilah, qs al ikhlas

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: