Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-An’am Ayat 94

وَلَقَدْ جِئْتُمُونَا فُرَادَىٰ كَمَا خَلَقْنَاكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَتَرَكْتُمْ مَا خَوَّلْنَاكُمْ وَرَاءَ ظُهُورِكُمْ ۖ وَمَا نَرَىٰ مَعَكُمْ شُفَعَاءَكُمُ الَّذِينَ زَعَمْتُمْ أَنَّهُمْ فِيكُمْ شُرَكَاءُ ۚ لَقَدْ تَقَطَّعَ بَيْنَكُمْ وَضَلَّ عَنْكُمْ مَا كُنْتُمْ تَزْعُمُونَ

Arab-Latin: Wa laqad ji`tumụnā furādā kamā khalaqnākum awwala marratiw wa taraktum mā khawwalnākum warā`a ẓuhụrikum, wa mā narā ma'akum syufa'ā`akumullażīna za'amtum annahum fīkum syurakā`, laqat taqaṭṭa'a bainakum wa ḍalla 'angkum mā kuntum taz'umụn

Terjemah Arti: Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu; dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafa'at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu. Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap (sebagai sekutu Allah).

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Dan sunguh kalian kelak akan datang kepada kami sendiri-sendiri untuk menghadapi perhitungan amal dan pembalasanya, sebagai mana dahulu kami ciptakan di dunia pertama kali dalam keadaan tanpa alas kaki dan telanjang. Dan kalian tinggalkan di belakang kalian apa yang dahulu kami kuasakan kepada kalian dari apa yang kalian bangga-banggakan berupa kekayaan di dunia. Dan kami tidaklah melihat beserta kalian di akhirat berhala-berhala yang dahulu kalian yakini bahwa mereka bapat memberikan syafa’at bagi kalian dan kalian klaim menjadi sekutu-sekutu Allah dalam ibadah. Sesunguhnya telah sirna hubungan yang kalian jalin antara kalian di dunia , dan hilanglah dari apa yang kalian klaim bahwa sesembahan-sesembahan kalian merupakan sekutu Allah dalam perkara peribadahan dan menjadi tampak jelas bahwa kalian telah merugi bagi diri kalian, keluarga dan harta benda kalian.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

94. Dan pada hari kebangkitan kelak akan dikatakan kepada mereka, “Kalian telah datang kepada Kami hari ini sendiri-sendiri, tanpa kekayaan dan jabatan, sebagaimana Kami menciptakan kalian pertama kali, tanpa alas kaki, tanpa pakaian, dan tidak berkhitan. Dan kalian terpaksa meninggalkan apa yang telah Kami berikan kepada kalian di dunia. Dan hari ini Kami tidak melihat kalian bersama berhala-berhala yang dahulu kalian anggap dapat menolong kalian dan kalian anggap sebagai sekutu-sekutu Allah yang berhak disembah. Hubungan kalian benar-benar terputus. Dan kalian telah kehilangan anggapan kalian bahwa mereka dapat menolong kalian dan mereka adalah sekutu-sekutu Allah.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

94. وَلَقَدْ جِئْتُمُونَا فُرٰدَىٰ (Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri)
Yakni satu persatu. Setiap orang terpisah dari keluarga, harta, penolong, dan apa yang mereka sembah selain Allah; ia tidak mendapat manfaat sedikitpun dari mereka.

كَمَا خَلَقْنٰكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ (sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya)
Yakni sebagaimana keadaan kalian ketika baru keluar dari perut ibu kalian, telanjang dan belum disunat.

وَتَرَكْتُم مَّا خَوَّلْنٰكُمْ (dan kamu tinggalkan apa yang telah Kami karuniakan kepadamu)
Yakni yang Kami berikan kepada kalian.
Makna (الخول) adalah kenikmatan dunia yang diberikan Allah kepada manusia, namun tidak mereka bawa atau manfaatkan sedikitpun.

وَمَا نَرَىٰ مَعَكُمْ شُفَعَآءَكُمُ (dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafa’at)
Yakni dari orang-orang yang kalian sembah dan yang kalian katakan dalam hal ini: “kami tidak menyembah mereka kecuali agar dapat mendekatkan kami kepada Allah sedekat-dekatnya”. Dan kalian anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Allah yang berhak untuk diibadahi sebagaimana Allah berhak untuk diibadahi.

لَقَد تَّقَطَّعَ بَيْنَكُمْ وَضَلَّ عَنكُم مَّا كُنتُمْ تَزْعُمُونَ (Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap)
Yakni putuslah hubungan antara kalian dengan sekutu-sekutu tersebut.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

94 Dikatakan kepada mereka di akhirat: sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri untuk dihisab sebagaimana kamu Kami ciptakan pada awal mula kali saat kalian lahir telanjang. Kamu tinggalkan dunia berupa harta dan lainnya. Kami tidak melihat pemberi syafa’at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu itu ,menyertaimu. Sungguh telah terputuslah pertalian di antara kalian, yaitu kalian dengan sesembahan kalian. Telah lenyap dan pergi sesembahan berhala yang dahulu kalian anggap sebagai sekutu Allah.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Akan dikatakan kepada mereka saat mereka dibangkitkan.

Tanpa membawa anak, istri dan harta selain amalan.

Dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang dan belum dikhitan.

Berupa harta.

Kata-kata ini diucapkan sebagai sindiran terhadap mereka.

Seperti patung, berhala, malaikat, para nabi dan para wali yang mereka anggap sebagai sekutu bagi Allah.

Berupa keberuntungan, keamanan serta kebahagiaan yang disangka akan mereka peroleh.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Setelah menjelaskan keadaan para pendurhaka ketika menghadapi tekanan sakratulmaut, ayat ini menjelaskan tentang keadaan mereka setelah roh terpisah dari jasad mereka. Dan kamu, setelah dicabut rohmu dan sekian lama menunggu di alam barzakh, akan benar-benar datang sendiri-sendiri kepada kami sebagaimana kami ciptakan kamu pada mulanya, yakni ketika lahir ke dunia, dan apa yang telah kami karuniakan kepadamu seperti harta benda, anak, kerabat, dan lainnya, kamu tinggalkan di belakangmu di dunia. Kami tidak melihat pemberi syafaat, yakni pertolongan, besertamu yang dulu kamu sembah dan yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu bagi Allah. Sungguh, telah terputuslah semua pertalian antara kamu dan telah lenyap dari kamu apa yang dahulu kamu sangka sebagai sekutu Allah. Setelah menguraikan aneka argumentasi keesaan Allah dalam ayat sebelumnya, ayat berikut ini menjelaskan kembali bukti keesaan Allah melalui argumen yang berbeda. Sungguh, Allah yang menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan, padi-padian, dan biji kurma serta buah-buahan lainnya. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah bukti kekuasaan Allah, maka mengapa kamu masih berpaling'

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-An’am Ayat 95 Arab-Latin, Surat Al-An’am Ayat 96 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-An’am Ayat 97, Terjemahan Tafsir Surat Al-An’am Ayat 98, Isi Kandungan Surat Al-An’am Ayat 99, Makna Surat Al-An’am Ayat 100

Category: Surat Al-An'am

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!