Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-An’am Ayat 82

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ

Arab-Latin: Allażīna āmanụ wa lam yalbisū īmānahum biẓulmin ulā`ika lahumul-amnu wa hum muhtadụn

Terjemah Arti: Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, dan melaksanakan syariatNya dan tidak mencampuradukkan keimanan mereka dengan kesyirikan, mereka itulah yang akan mendapatkan ketenangan dan keselamatan, dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh taufik menuju jalan yang haq.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

82. Hanya orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti syariat-Nya, serta tidak mencampur iman mereka dengan syirik sajalah yang akan mendapatkan kedamaian dan keselamatan, bukan golongan yang lain. Mereka adalah orang-orang yang mendapatkan bimbingan. Mereka dibimbing oleh Rabb mereka ke jalan yang benar.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

82. الَّذِينَ ءَامَنُوا۟ (Orang-orang yang beriman)
Yakni mereka adalah orang-orang yang lebih berhak mendapat keamanan daripada orang-orang musyrik.

وَلَمْ يَلْبِسُوٓا۟ إِيمٰنَهُم بِظُلْمٍ (dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman)
Yakni yang tidak mencampurnya dengan kezaliman. Dan yang dimaksud dengan kezaliman disini adalah kesyirikan, karena syirik merupakan perbuatan menjadikan peribadatan untuk yang berhak diibadahi; sedangkan makna zalim adalah menolak memberikan hak kepada yang berhak dan memberikannya kepada yang tidak berhak.
Ibnu mas’ud berkata: ketika ayat ini diturunkan para sahabat Rasulullah merasa berat, lalu mereka berkata kepadanya: “siapa yang mampu untuk tidak menzalimi dirinya?”. Maka rasulullah menjawab: “ayat ini tidak seperti apa yang kalian bayangkan, tetapi ayat ini sebagaimana yang Lukman al-hakim katakan: Hai anakku, janganlah kamu berbuat syirik kepada Allah, karena kesyirikan sungguh adalah kezaliman yang besar.”

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

Dalam ayat ini disebutkan kata : { الْأَمْنُ } dan di ayat lain Allah mengatakan : { اَمَنَةً } dan kedua kata ini memiliki makna yang sama namun sedikit ada perbedaan, yaitu : الأمن : adalah kedamaian yang tidak disertai sebab munculnya ketakutan, sebagaimana Allah berfirman :

{ الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ }
"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk."

Sedangkan : أمنة : adalah kedamaian yang disertai adanya sebab munculnya rasa takut, sebagaimana firman Allah

{ إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ }
"(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu" [ Al-Anfal : 11 ].

Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim

82 Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman syirik, mereka itulah yang berhak mendapat keamanan dan terbebas dari azab di akhirat dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk kebenaran. Ayat ini turun untuk seorang musuh yang membunuh dua orang muslim, kemudian dia berkata: apakah Islam ada manfaatnya bagiku? Nabi menjawab: Iya, kemudian tiga temannya terbunuh, kemudian dia pun terbunuh. Sehingga turunlah ayat ini.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Di ayat ini Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyelesaikan perselisihan antara Nabi Ibrahim 'alaihis salam dengan kaumnya.

Dari azab dan kesengsaraan.

Ke jalan yang lurus.

Jika seseorang tidak mencampuradukkan keimanan dengan kezaliman secara mutlak; baik dengan syirk maupun maksiat, maka mereka memperoleh keamanan dan hidayah yang sempurna, namun jika mereka hanya tidak mencampuradukkan keimanan mereka dengan kesyirkan, tetapi mereka mengerjakan perbuatan maksiat, maka mereka memiliki asal (dasar) hidayah dan asal keamanan. Ayat ini juga menunjukkan, bahwa barang siapa yang berbuat syirk ditambah lagi dengan kemaksiatan, maka ia tidak memperoleh hidayah maupun keamanan, bahkan yang mereka peroleh adalah kesesatan dan kesengsaraan.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Karena sama sekali tidak ada jawaban dari kaum nabi ibrahim yang durhaka tersebut, akhirnya nabi ibrahim sendiri menegaskan sebuah prinsip penting bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah yang maha esa dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman, yakni syirik (lihat: surah luqma'n/31: 13), mereka itulah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka adalah orang-orang yang mendapat rasa aman dari Allah yang mereka sembah, dan mereka mendapat petunjuk secara sempurna. Atas semua argumen yang telah dijelaskan pada ayat sebelumnya, Allah pun menegaskan sebagai berikut. Dan itulah keterangan kami yang kami berikan dan ajarkan melalui malaikat dan atau kami ilhamkan kepada ibrahim untuk menghadapi kaumnya agar dia dapat mengatasi dan mengalahkan mereka. Kami tinggikan derajat siapa yang kami kehendaki dari hamba-hamba kami yang taat, sebagaimana nabi ibrahim yang telah kami tinggikan derajatnya agar menjadi teladan bagi manusia. Sesungguhnya tuhanmu mahabijaksana, maha mengetahui atas segala sesuatu.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-An’am Ayat 83 Arab-Latin, Surat Al-An’am Ayat 84 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-An’am Ayat 85, Terjemahan Tafsir Surat Al-An’am Ayat 86, Isi Kandungan Surat Al-An’am Ayat 87, Makna Surat Al-An’am Ayat 88

Category: Surat Al-An'am

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!