Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-An’am Ayat 79

إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا ۖ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Arab-Latin: Innī wajjahtu waj-hiya lillażī faṭaras-samāwāti wal-arḍa ḥanīfaw wa mā ana minal-musyrikīn

Terjemah Arti: Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Sesungguhnya aku menghadapkan dengan wajahku dalam ibadah hanya kepada Allah , Dialah Dzat yang menciptakan langit dan bumi, dengan berpaling dari syirik menuju tauhid, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah bersama selainNya. ”

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

79. “Sesungguhnya aku memurnikan agamaku hanya kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi tanpa ada contoh sebelumnya, serta berpaling dari ajaran syirik menuju ajaran tauhid yang murni. Dan aku bukanlah termasuk golongan orang-orang musyrik yang menyembah tuhan lain bersama menyembah Allah.”

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

79. إِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِىَ (Sesungguhnya aku menghadapkan diriku)
Yakni seluruh diriku dan ibadahku.

لِلَّذِى فَطَرَ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضَ(epada Rabb yang menciptakan langit dan bumi)
Yakni yang memulai penciptaannya.

حَنِيفًا ۖ( dengan cenderung kepada agama yang benar)
Yakni yang codong kepada agama yang benar.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

79 Sesungguhnya aku menghadapkan seluruh jiwa, ibadah, hati dan akalku kepada Tuhan Yang menciptakan dan membentuk langit dan bumi, tanpa ada duanya, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan sesembahan lain

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Nampaknya, sebelum Nabi Ibrahim 'alaihis salam mengucapkan kata-kata ini, kaumnya bertanya kepada Beliau, "Memangnya apa yang kamu sembah?".

Yakni aku arahkan ibadahku.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Matahari yang sinarnya lebih terang menjadi tujuan proses pencarian selanjutnya. Kemudian ketika dia, ibrahim, melihat matahari terbit pada pagi hari, dia berkata, inilah tuhanku yang kucari, ini lebih besar dan lebih terang sinarnya. Tetapi ketika matahari terbenam pada sore hari dan dia menyimpulkan sebagaimana kesimpulannya ketika melihat bintang dan bulan, dia pun berkata, wahai kaumku! sungguh, aku berlepas diri dari penyembahan bintang, bulan, matahari, dan apa saja yang kamu persekutukan dengan tuhan yang maha esa, tuhan yang sebenarnya. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku, yakni seluruh jiwa raga dan totalitas hidupku, kepada tuhan, zat yang menciptakan langit dan bumi dengan segala isinya termasuk bintang, bulan, dan matahari, dengan penuh kepasrahan mengikuti agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik. Sikap nabi ibrahim seperti disebut pada ayat sebelum ini mendapat reaksi keras dari kaumnya. Itulah yang dinyatakan pada ayat ini. Dan kaumnya membantahnya. Atas respons negatif dari kaumnya tersebut, dia, ibrahim, berkata, apakah kamu hendak membantahku tentang Allah, padahal dia benar-benar telah memberi petunjuk kepadaku, yakni membimbing serta mengilhami aku dengan aneka argumentasi tentang kekuasaan dan keesaan-Nya' aku tidak takut sama sekali kepada aneka keburukan bahkan malapetaka dari apa, yakni segala, yang kamu persekutukan dengan Allah karena sesembahan kalian sama sekali tidak dapat menimbulkan manfaat dan mudarat kecuali tuhanku menghendaki sesuatu manfaat atau mudarat menimpaku melalui sesembahan kalian itu. Ilmu tuhanku meliputi segala sesuatu, baik masa lalu, masa kini, maupun yang akan datang. Tidakkah kamu dapat mengambil pelajaran.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-An’am Ayat 80 Arab-Latin, Surat Al-An’am Ayat 81 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-An’am Ayat 82, Terjemahan Tafsir Surat Al-An’am Ayat 83, Isi Kandungan Surat Al-An’am Ayat 84, Makna Surat Al-An’am Ayat 85

Category: Surat Al-An'am

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!