Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-An’am Ayat 45

فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِينَ ظَلَمُوا ۚ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Arab-Latin: Fa quṭi'a dābirul-qaumillażīna ẓalamụ, wal-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn

Terjemah Arti: Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Maka kaum tersebut dimusnahkan sampai ke akar-akarnya dan dibinasakan karena mereka ingkar kepada Allah dan mendustakan para RasulNya, sehingga tidak ada seorangpun dari mereka yang tersisa. Rasa syukur dan pujian dipanjatkan bagi Allah , pencipta segala sesuatu dan pemiliknya atas pertolonganNya bagi para waliNya dan kebinasaan para musuhNya.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

45. Maka orang-orang kafir itu pun diputus generasi penerusnya dengan cara dibinasakan semua populasinya. Sementara para utusan Allah diberikan pertolongan. Ungkapan rasa syukur dan pujian hanya diperuntukkan bagi Allah semata, Rabb alam semesta yang telah membinasakan musuh-musuh-Nya dan menolong para pendukung-Nya.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

45. فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِينَ ظَلَمُوا۟ ۚ (Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya)
Yakni mereka semua dibinasakan sampai mereka tidak bisa lagi tumbuh dan beranak pinak.

وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِينَ (Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam)
Yakni segala puji bagi Allah atas kebinasaan mereka.
Dalam ayat ini terdapat pengajaran bagi orang-orang beriman agar memuji-Nya ketika datang kenikmatan-kenikmatan Allah, dan yang termasuk kenikmatan paling besar adalah binasanya orang-orang zalim. –ya Allah damaikanlah hamba-hamba-Mu yang beriman dari kezaliman orang-orang zalim, dan musnahkanlah mereka semua, dan gantilah mereka dengan orang-orang yang penuh dengan keadilan.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

44-45

1 ). Rasulullah bersabda :

(( إِذَا رَأَيْتَ اللهَ يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا عَلَى مَعَاصِيهِ مَا يُحِبُّ، فَإِنَّمَا هُوَ اسْتِدْرَاجٌ ” ثُمَّ تَلَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : { فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ , فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِينَ ظَلَمُوا ۚ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ } ))
"Apabila engkau melihat Allah memberikan kepada seorang hamba berupa nikmat dunia yang disukainya padahal dia suka bermaksiat, maka itu hanyalah istidraj belaka, lalu Rasulullah membaca: Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, Maka ketika itu mereka terdiam berputus asa , Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam". Abu Qathadah berkata : "Mereka telah melampaui batas-batas yang telah Allah tetapkan, dan Allah tidaklah Ia membinasakan suatu kaum kecuali dikarenakan kezhaliman, kemaksiatan, dan kekufuran mereka atas nikmat Allah"

2 ). Jika engkau melihat kenikmatan terus datang sedangkan kamu tetap dalam kemaksiatan, maka ketahuilah sesungguhnya itu adalah istidraj maka hendaklah kalian berhati-hati, Allah berfirman :

{ وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ }
"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangaur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui" [ Al-A'raf : 182 ]

Dan Allah juga berfirman :

{ فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ }
"Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa"

Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim

45 Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya tanpa bersisa satu orang pun. Segala puji bagi Allah, atas pembinasaan kalian, sebab dalam pembinasaan itu dapat menghentikan kerusakan yang mereka buat. Ini adalah peringatan untuk para hamba untuk bersyukur kepada Allah atas anugerah pertolongan-Nya untuk orang-orang yang berbuat baik, dan membinasakan orang-orang yang berbuat kerusakan.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Atas pertolongan-Nya kepada para rasul dan dibinasakan-Nya orang-orang yang kafir. Dengan begitu semakin jelas ayat-ayat-Nya, pemuliaan-Nya kepada wali-wali-Nya, penghinaan kepada musuh-musuh-Nya dan benarnya apa yang dibawa para rasul.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Peringatan sudah disampaikan, teguran secara halus maupun keras juga sudah diberikan, bahkan aneka nikmat sudah mereka terima, mereka masih saja durhaka. Maka berlakulah ketentuan Allah, yaitu orangorang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya sehingga tidak tersisa. Dan itu semua bukan karena Allah berbuat aniaya kepada mereka, karena semua yang ditentukan Allah adalah baik, maka segala puji bagi Allah, tuhan seluruh alam. Kalau masih ada juga yang enggan untuk mengikuti petunjuk Allah, sedangkan berbagai macam bentuk peringatan sudah disampaikan, maka katakanlah, wahai nabi Muhammad, terangkanlah atau beritahukanlah kepadaku jika Allah yang mahakuasa itu mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, sehingga semuanya tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu' tidak akan ada yang sanggup sama sekali. Maka perhatikanlah, bagaimana kami, melalui berbagai sarana dan cara, telah menjelaskan berulang-ulang kepada mereka ayat-ayat, yakni tanda-tanda kekuasaan kami, yang amat jelas dan sempurna, tetapi mereka tetap dan selalu berpaling.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-An’am Ayat 46 Arab-Latin, Surat Al-An’am Ayat 47 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-An’am Ayat 48, Terjemahan Tafsir Surat Al-An’am Ayat 49, Isi Kandungan Surat Al-An’am Ayat 50, Makna Surat Al-An’am Ayat 51

Category: Surat Al-An'am

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!